
Dorr !!!!
" Ah, nggak nggak, gak mungkin. Gak mungkin aku jatuh cinta sama Aleta. " Ucap Reynand.
Reynand pun langsung pergi dari kamar mandi. Berjalan menuju meja makan kembali. Tiba tiba Aleta muncul di depan Reynand dan mengagetkannya.
" DORR." Teriak Aleta.
" AHHHH...... ." Reynand terkejut.
" Hahahaha..... ." Tawa Aleta.
Reynand sangat kesal ia pun berteriak di depan Aleta.
" Aleta !!!!!." Teriak Reynand dengan amarah yang meluap luap.
" Reynand, kok bentak Aleta kayak gitu !." Bentak bunda.
" Be- bercanda bunda, kalo kaget aku emang kayak begitu. Iya kan sayang." Ucap Reynand dengan senyum paksa ke Aleta.
" Aduh, kayak nya tuan marah banget deh." Ucap Aleta di dalam hati.
" Tapi lain kali jangan begitu lagi, kasian Aleta sampai kaget begitu." Ucap bunda.
" I- iya bunda, maaf." Ucap Reynand.
" Hihihi.... . Baru kali ini aku liat tuan ketakutan sama bundanya. Kayak anak kecil lagi dimarahin." Ucap Aleta dalam hati sambil tertawa kecil.
__ADS_1
" Apa kamu, ketawa ketawa begitu. Gak lucu tau !." Bisik Reynand, mencubit tangan Aleta.
" Aduh !." Aleta tak sengaja berteriak.
" Reynand kamu apain Aleta lagi sih hah!." Bentak bunda.
" Ups... ma- maaf tuan. Gak sengaja." Bisik Aleta.
" Reynand, sini bunda hukum !!!." Teriak bunda.
" Ta- tapi bunda Reynand cuma-."
" Gak ada tapi tapian, sini kamu !." Ucap bunda.
" Awas aja kamu Aleta !." Ucap Reynand dengan tatapan yang penuh dengan amarah.
Aleta hanya terdiam, Reynand pun berjalan ke arah bundanya. Tiba tiba telinga Reynand ditarik oleh bunda, Reynand kesakitan sampai sampai telinga nya memerah. Aleta hanya bisa diam saja dan tak bisa menolong Reynand.
Reya terjatuh dari meja makan. Ia berteriak kesakitan, mereka semua pun menghampiri Reya.
" Sayang kamu gak papa ?." Tanya bunda dengan hawatir.
" Gak papa, kaki aku cuma keseleo bunda." Ucap Reya.
" Lagian sih kamu." Ucap Reynand.
" Ahh.... bunda kak Reynand jahat, masa dia malah marahin aku." Ucap Reya.
__ADS_1
" Reynand kamu tuh ya, galak banget sama adik kamu." Ucap bunda.
" Iya maaf bunda." Ucap Reynand.
" Ayah, panggil dokter !." Suruh bunda.
" Dokter dirumah sakit yang mana, bun ?." Tanya Ayah.
" Ngapain dokter yang dirumah sakit, mending dokter pribadi ayah aja..... ." Jawab bunda.
" Gak bisa, dokter pribadi ayah itu, dokter sakit pinggang. Bukan dokter buat ngurusin kaki keseleo. " Ucap ayah.
" Gak usah bunda. Kaki Reya udah gak sakit kok, bunda Reya boleh tidur bareng kak Aleta gak ?." Tanya Reya.
" Boleh, kak Aleta juga mau tidur bareng Reya." Aleta menyeletuk.
" Apaan sih, gak boleh." Ucap Reynand.
" Ahh... bunda kak Reynand tuh." Reya menangis.
" Cih, anak ini pandai banget akting, dasar drama queen." Ucap Reynand di dalam hatinya.
" Udah lah Reynand, kamu kayak anak kucing sama majikannya, nempel.... mulu. Gak mau ya jauh jauh dari istri kamu yang tercinta ini." Ucap bunda, dengan senyuman.
Muka Reynand tiba tiba memerah karena malu. Detak jantung Reynand lagi lagi berdetak kencang.
" Tuh kan bener, Reynand malu malu. Yaampun sayang sebegitu cinta nya kamu sama Aleta yah." Ledek bunda.
__ADS_1
" Nggak ih bunda." Ucap Reynand.
Aleta tersenyum karena melihat kelakuan Reynand yang aneh. Apalagi kalau dia sedang malu malu begitu, Aleta tak pernah mengira bahwa Reynand mempunyai sifat lain. Aleta sadar, ternyata Reynand itu adalah orang yang berhati lembut, serta orang yang sangat penyayang pada keluarganya.