Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Dua Pria Misterius


__ADS_3

Dua Pria Misterius


Matahari mulai tenggelam dari arah barat, Reynand masih saja mengurus kantornya. Pekerjaan kantor menumpuk, dikarenakan ia lebih sering menghabiskan waktu bersama keluarganya dirumah, daripada dikantornya. Ia benar- benar bosan. Ingin sekali Reynand bertemu dengan Aleta tuk melepaskan rasa rindu dan lelahnya yang sudah seharian ini bekerja.


Reynand masih duduk di kursi kerjanya sambil memandang laptop yang sedari tadi menemaninya seharian. Hari semakin gelap, kelopak matanya mulai tertutup perlahan - lahan, iapun tertidur di ruang kantornya dengan laptop masih menyala. Beberapa jam sudah berlalu, langit pun mulai memunculkan bintangnya. Akhirnya Reynand pun terbangun karena mendengar ada yang memanggil namanya.


" Pak Reynand....Maaf pak bangun! hari sudah semakin larut. Apa bapak tidak ingin pulang masih mau meneruskan pekerjaan dikantor? lebih baik bapak lanjutkan lagi pekerjaannya besok, saya lihat pak Reynand sudah sangat lelah seharian bekerja dikantor." Ucap sekretaris Reynand.


" Ternyata saya ketiduran." Ucap Reynand sambil mengusap matanya yang masih terasa mengantuk.


" Terimakasih ya, kamu sudah membangunkan saya, jika tidak saya bisa bermalam dikantor ini. Kenapa kamu belum pulang sudah selarut ini? Pasti keluargamu sangat cemas." Ucap Reynand.


" Iya pak sama - sama , sebenarnya saya juga ingin pulang sedari tadi. Hanya saja saya tidak berani pak , saya lihat bapak masih sibuk bekerja. Mana mungkin saya pulang! Dikarenakan hari sudah semakin larut dan suami saya juga sedari tadi menelphone saya terus jadi saya beranikan diri untuk menemui bapak , sekaligus meminta ijin untuk pulang lebih dulu. Saya ketuk pintu kantor pak Reynand berulang - ulang tapi tidak ada jawaban. Akhirnya saya putuskan untuk langsung masuk saja dan saya lihat bapak sedang ketiduran di kursi makanya saya bangunkan bapak." ucap sekretaris Reynand.


" Ya sudah kamu boleh pulang sekarang. Saya juga ingin pulang." Ucap Reynand.


" Baik pak terimakasih banyak, saya pulang duluan." sahut Sekretaris Reynand.


Malam semakin larut, Tak terasa ia habiskan waktunya seharian dikantor akhirnya Reynand pun pulang dari kantornya. Disambut dengan hujan deras, membuat jalanan menjadi begitu macet. Reynand pun menyandarkan badannya di kursi mobilnya. Sudah terlalu lama ia diperjalanan tapi masih saja belum sampai dirumah, Reynand masih saja terjebak macet.


" Hufttt, macet sekali sih jalanannya !" Ucap Reynand.


Deg


Deg


Tiba - tiba jantung Reynand berdetak kencang, hatinya merasa tidak enak. Seketika ia terus menerus kepikiran Aleta, rasa khawatir yang berlebihan tiba - tiba datang di benak Reynand.


"Mungkinkan ini hanya perasaan ku saja yang terlalu memikirkan Aleta sedari tadi. Ataukah memang telah terjadi sesuatu pada Aleta." Gumam Reynand didalam hati.

__ADS_1


Sedikit demi sedikit laju kendaraan sudah mulai lancar. Ia pun menambah kecepatan mobilnya , agar bisa segera sampai kerumah.


Akhirnya Reynand sampai juga di rumahnya, setelah beberapa lama terjebak macet, ia pun langsung masuk ke dalam rumah dan memeriksa keadaan istrinya, apakah baik baik saja atau tidak.


Reynand bingung ketika ia sampai dirumah, seluruh ruang rumahnya gelap, lampu tidak ada yang menyala.


"Apakah sedang mati lampu." Gumam Reynand didalam hati.


Tanpa berfikir panjang Reynand langsung saja menuju kamarnya. Dengan diterangi cahaya dari handponenya. Pelan - pelan ia menuju ruang demi ruang yang ada di rumahnya. Perasaannya semakin tak menentu bukan hanya memikirkan Aleta istrinya saja tetapi juga semua anggota keluarganya. Akhirnya ia sampai juga dikamarnya. Ia Mengarahkan cahaya dari handphone kesetiap sudut ruang kamarnya. Begitu terkejutnya Reynand melihat sosok wanita yang sedang bersembunyi di bawah kasur. Reynand pun berjalan mengendap ngendap ke arah sosok wanita itu.


" Tuan." Ucap Aleta sambil memeluk Reynand dengan perasaan lega.


Reynand pun terkejut. Tanpa banyak tanya kepada Aleta ia segera menuju ke lantai bawah, sambil menarik tangan Aleta. Seketika itu lampunya pun menyala kembali. Terlihat tidak ada siapa - siapa didalam rumahnya, sudah beberapa kali Reynand mengelilingi rumahnya namun tidak menemukan siapa - siapa. Aleta yang mengikuti Reynand dari belakang, hanya terdiam.


Tiba - tiba datanglah Reya, Joshua, kedua orang tua Reynand, dan para pelayan dari depan rumah Reynand. Seketika pandangan Reynand hanya terfokus pada mereka. Ia heran kenapa tiba - tiba mereka muncul dari depan rumah. Lalu Aleta langsung berlari ke arah ibu mertuanya dan memeluknya. Reynand semakin bingung sebenarnya apa yang sudah terjadi.


Ibu Reynand pun memberitahu bahwa Aleta hampir saja di culik oleh dua orang pria misterius dengan mengunakan penutup wajah yang muncul dari halaman belakang rumah. Reynand terkejut mendengar perkataan bundanya tadi.


" Iya." jawab Aleta.


" Kenapa kamu gak bilang sama aku ?" Tanya Reynand lagi dengan ekspresi wajah yang khawatir.


" Gimana aku mau kasih tahu, kamu saja tidak bertanya padaku, sedari tadikan kamu hanya berputar putar saja. Jadi mana sempat aku memberitahu kamu." Ucap Aleta.


Reynand tak bisa berkata apa - apa, karena semua perkataan istrinya selalu benar, lalu ia pun meminta Aleta untuk menceritakan kejadian yang telah terjadi pada saat dia hampir ingin diculik. Aleta langsung menceritakan itu semua kepada Reynand. Mereka semua pun duduk di bangku sofa yang ada di ruang tamu.


" Jadi, kejadiannya itu..... "


Kejadian Ketika Aleta Hampir Diculik

__ADS_1


Di sore hari, terlihat Aleta sedang duduk sendirian bersantai di kursi taman belakang dihalaman rumah. Sambil memandang ke atas langit yang berwarna jingga.


" Tuan kok gak pulang pulang yah, lama banget sih pulangnya." Ucap Aleta.


Tiba tiba dari arah belakang muncul dua orang pria yang memakai penutup wajah, dan jaket hitam . Aleta yang tidak menyadari kedatangan dua pria misterius itu. Seketika Aleta di bekap dari arah belakang.


Aleta berusaha untuk melepaskan diri dari mereka tapi tidak bisa. Perlakuan mereka sangat kasar membuat Aleta tidak nyaman serta kesal. Lalu Aleta langsung menendang kaki pria yang membekapnya itu. Setelah lepas, Aleta langsung memukul kedua pria misterius itu dan mendorong mereka dengan sangat kencang hingga mereka terjatuh.


Melihat mereka yang terjatuh, Aleta langsung berlari ke dalam rumah sembari teriak meminta tolong.


" Tolong ... tolong... tolong!" Teriak Aleta.


Semua orang yang ada di rumah pun mendengar terikkan Aleta. Mereka pun mencari darimana sumber suara itu berasal.


Aleta berlari dengan sekuat tenaga tanpa memperdulikan ruang mana yang ia tuju. Para pelayan pun menghampiri Aleta yang sedang ketakutan dengan nafas yang terengah - engah karena capai berlari.


" Ada apa nona ? " Ucap salah satu pelayan.


" Ada orang jahat yang ingin menculikku !" Jawab Aleta.


Belum sempat Aleta menceritakan kejadiannya kepada para pelayan , tiba - tiba saja lampu dirumah Reynand padam seketika. Mereka semua pun berteriak. Satpam, bergegas berlari menuju kedalam rumah, untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi. Dan disana sudah berkumpul kedua mertuanya Aleta, Reya dan dengan bantuan cahaya dari senter terlihat Joshua yang sedang berkelahi dengan dua orang yang tak dikenal.


Aleta yang ditemani beberapa pelayan menuju kekamarnya dengan bantuan cahaya dari handpone. Aletapun disuruh untuk bersembunyi dikamar. Sedangkan Pelayan itu segera meninggalkan Aleta sendirian di dalam kamarnya , untuk membantu pelayan yang lain menangkap para penjahat itu.


Dengan kehebatan Joshua akhirnya para penjahat itu babak belur dibuatnya. tapi naasnya penjahat itu berhasil kabur sebelum dapat ditanyai apa motif mereka.


Mendengar cerita Aleta , Reynand pun langsung memeluk istrinya dengan perasaan lega.


"Kira - kira siapa ya yang ingin menculikmu Aleta!" gumam Reynand didalam hati.

__ADS_1


bersambung.......


__ADS_2