
Dasar Kucing Caper !
Beberapa Hari Kemudian....
Di pagi hari yang cerah Aleta terlihat sedang bermain dengan seekor kucing jalanan yang lucu serta imut. Kucing itu juga sangat menyukai Aleta. Lalu Reynand yang datang secara tiba tiba malah mengusir kucing itu. Aleta yang melihatnya merasa sangat kesal dengan perlakuan Reynand.
" Tuan !! kenapa di usir !." Ucap Aleta.
" Aku gak suka kucing, makanya aku usir." Ucap Reynand.
" Tapi tuan, sebagai manusia kita gak boleh begitu sama hewan, kasihan tau !." Ucap Aleta berterus terang.
" Kan sudah ku bilanh aku tidak suka dengan kucing !." Bentak Reynand.
Tiba tiba kucing itu mencakar Reynand, karena kucing tersebut tak menyukai perlakuan yang diberikan oleh Reynand kepada nya.
" Tuh, kan. Dia malah mencakar kaki ku. Sana pergi dasar kucing nyebelin !." Ucap Reynand memukul kucing itu, pelan.
" Tuan ! jangan dipukul begitu, kasihan kucing nya !!!." Ucap Aleta.
Kucing itu malah berlindung di belakang Aleta, lalu dia mengeluarkan lidah nya, dan melet ke arah Reynand. Reynand pun kesal dengan perbuatan kucing itu.
" Dasar kucing brengsek, berani beraninya kau meledek ku !." Bentak Reynand.
" Tuh kan, tuan saja marah kalau digituin. Apa lagi kucing yang malang ini. Tuan sudah memukulnya, tetapi dia tak bilang apa apa sama tuan !." Ucap Aleta, membela kucing itu.
__ADS_1
" Itu karena dia tidak bisa bicara bodoh. Makanya dia tidak berbicara apa apa ketika ku pukul !." Ucap Reynand.
" Siapa bilang kucing gak bisa bicara." Ucap Aleta.
" Miaw... miaw.... ." Kucing itu mengeong.
" Dengar kan, kucing itu barusan ngomong." Ucap Aleta.
" Ih... maksud ku ngomong nya dengan bahasa manusia, bukan bahasa kucing bodoh !." Bentak Reynand.
" Ih... tuan ganggu deh, kenapa sih kalau aku disini tuan juga disini. Kalau aku disana tuan juga disana. Katanya tuan akan memberiku kebebasan setelah menandatangani surat itu. Tapi nyatanya tidak, dasar pembohong !." Ucap Aleta.
" Aku udah kasih kamu kebebasan kok, kamu nya aja yang gak peka." Ucap Reynand.
" Heh... aku sudah memberikan kebebasan untuk mu. Kamu boleh tidur di kamar ku, kamu boleh menonton tv dikamar ku. Kamu boleh tiduran di kasur ku. Kamu boleh tinggal di rumah ku, kamu juga boleh makan dirumah ku, terus kamu juga boleh mandi di kamar mandi ku, lalu kamu merusak tv di kamar ku yang seharga ratusan juta, aku tidak marah !." Ucap Reynand.
" Itu namanya bukan kebebasan !." Ucap Aleta.
" Terus apa donk !?." Ucap Reynand.
" Mana ku tahu !." Ucap Aleta.
" Dasar idiot !." Kata Reynand.
Kucing jalanan itu hanya duduk, melihat dua manusia yang sedang bertengkar di depan matanya. Lalu kucing itu pun menenangkan Aleta yang emosi, dan mengusap ngusapkan kepalanya ke kaki Aleta.
__ADS_1
" Miaw.... ." Kucing itu mengeong.
" Ah, iya. Aku hampir lupa kalau ada kamu. Dari pada ladenin orang ini lebih baik kita main saja yuk !." Ucap Aleta dengan senyumannya, dan langsung meninggalkan Reynand sendirian.
" Hey... Aleta aku belum selesai bicara !!!." Teriak Reynand.
Aleta mengabaikan Reynand, dan melanjutkan perjalannya menuju taman bunga mawar di belakang rumah Reynand.
" Aleta !!!." Panggil Reynand.
Aleta menggendong kucing itu ke taman mawar yang ada di belakang rumah Reynand. Sesampainya disana kucing itu melompat turun dari gendongan nya Aleta. Lalu kucing itu berguling guling, Aleta yang melihatnya merasa sangat gemas. Ia pun melerai bulu kucing itu. Sedangkan Reynand yang melihatnya dari kejauhan merasa sangat kesal.
" Ish, dasar kucing caper ( cari perhatian ) ! ngapain sih caper banget sama Aleta. Bikin orang kesel aja." Ucap Reynand.
Aleta tiduran di rerumputan, sedangkan kucing itu naik ke atas badan Aleta dan juga tertidur di badan Aleta.
" Dasar, kucing itu mencari kesempatan dalam kesempitan. Kemarin baru aja datang orang yang namanya Samuel, si pengganggu. Eh, sekarang malah datang lagi si kucing caper." Ucap Reynand, yang merasa geram terhadap kucing itu.
" Rasanya pengen banget aku bejek bejek muka kucing itu yang sok imut !!." Ucap Reynand lagi yang mengumpat di belakang semak semak.
Tak selang waktu beberapa detik, kucing itu pergi dari atas tubuh Aleta. Reynand yang melihatnya langsung menghampiri kucing itu dengan sembunyi sembunyi, agar tidak ketahuan Aleta.
Ketika Reynand maju selangkah demi selangkah mendekati kucing itu, tiba tiba ada ulat bulu yang jatuh di pundaknya. Reynand pun berteriak, Aleta yang terkejut langsung bangun dan melihat siapa yang berteriak.
Dengan secepat kilat Reynand bersembunyi di semak semak, sambil menahan rasa takut nya yang luar biasa, karena kedatangan ulat bulu itu.
__ADS_1