
" Reya, mendingan kita pergi dari sini aja, biar gak jadi nyamuk, " Bisik Joshua.
Reya menganggukkan kepalanya. Kemudian mereka berdua pergi meninggalkan Aleta, dan Reynand. Tak selang waktu lama, ada yang menelphone Reynand, Reynand pun langsung mengangkat telphonenya.
" Maaf pak, sudah mengganggu waktunya, pak Reynand ada dimana ya ? hari ini, anda ada meeting di kantor, dan para klien sudah menunggu anda di ruang meeting," Ucap asisten Reynand, dari telphone.
" Ya ampun, saya lupa ! tolong kamu gantikan saya dulu ya, karena saya ada urusan penting, " Ucap Reynand.
" T- tapi pak, klien kita it-"
" Yausudahlah, kalau begitu saya pergi ke kantor sekarang, " Ucap Reynand, memotong pembicaraan, dan langsung mematikan telphonenya.
" Rey, kenapa ? kok mukanya kesel begitu ? " Tanya Aleta.
" Itu tuh ! asisten aku, gak becus, masa gantiin aku buat meeting aja, gak bisa, udah tau, aku ada urusan penting, " Ucap Reynand.
" Urusan apa emangnya ? " Tanya Aleta.
" Aku mau berduaan sama kamu, " Jawab Reynand.
" Itu gak penting Rey, udah sana, cepet ke kantor ! " Suruh Aleta.
" Sayang, buat aku, itu penting-"
Tiba- tiba Aleta menutup mulut suaminya, dan menyuruhnya untuk masuk ke dalam mobil. Dengan terpaksa, akhirnya Reynand menyetir mobilnya untuk pergi menuju kantor.
" Aleta, kamu gak punya panggilan sayang, buat aku apa ? " Tanya Reynand, dengan wajah yang sedikit malu.
" Panggilan sayang ? " Aleta bingung.
" Iya... biasanyakan, suami istri itu, punya panggilan sayang, " Ucap Reynand.
" Aku belum pikirin itu, " Ucap Aleta.
" Ih, dipikirin donk ! " Ucap Reynand.
__ADS_1
" Yaudah, nanti aku pikirin, " Ucap Aleta.
Mendengar ucapan Aleta, seketika Reynand langsung menghentikan mobilnya secara mendadak.
" Yaampun Rey, kok kamu malah berentiin mobilnya mendadak begini sih ! " Ucap Aleta, sembari menoleh ke arah Reynand.
Tiba- tiba Aleta terkejut, melihat wajah suaminya sangat dekat dengannya.
" Aleta, kamu ini serius gak sih, sama aku ? " Tanya Reynand dengan tatapan mata yang berbeda.
" A- apa maksud kamu ? a- aku serius kok ! " Ucap Aleta.
Reynand memegang kedua tangan Aleta, hingga Aleta tak bisa berbuat apa- apa. Perlahan- lahan, wajah Reynand semakin dekat dengan wajah istrinya. Aleta tak tahu, apa yang akan dilakukan oleh suaminya itu.
" R- Reynand, a- apa yang mau kamu lakukan ! " Ucap Aleta, menghindari tatapan mata suaminya.
" Aku mau kamu, " Ucap Reynand.
DEG
DEG
BUAKK
" Ouch ! "
" Ya- yaampun Rey, a- aku minta maaf ! " Ucap Aleta.
" Sudah ku duga, Aleta memang belum serius dengan ku, dia saja masih menghindar seperti ini, " Batin Reynand.
" Rey, kamu gak papa kan ? " Tanya Aleta, dengan khawatir.
" Ya, cuma sakit sedikit doank kok, " Ucap Reynand, sambil tersenyum tipis.
" Reynand, aku minta maaf, kamu marah ya ? " Tanya Aleta, sambari membelai pipi suaminya.
__ADS_1
" Haha, enggak kok sayang, " Ucap Reynand, sambil tertawa.
Beberapa menit telah berlalu, akhirnya Aleta, dan Reynand sampai di kantor. Kemudian, Reynand memarkirkan mobilnya. Lalu ada dua satpam yang menghampiri mobil Reynand, dan membukakan pintu mobil untuk Reynand, dan Aleta.
Reynand, dan istrinya pun masuk ke dalam kantor. Tak lama kemudian, ada seseorang yang menghampiri Reynand.
" Selamat siang pak Reynand, para klien sudah menunggu anda di ruang meeting, " Ucap asisten Reynand.
" Saya akan segera kesana, oh ya, tolong antarkan istri saya, ke ruangan saya ya ! " Suruh Reynand.
" Baik pak, " Sahut asisten Reynand.
Reynand pergi ke ruang meeting, sedangkan istrinya pergi ke ruang kantor milik Reynand. Setelah sampai di depan ruangan Reynand, Aleta dipersilakan masuk ke dalam ruangan tersebut.
Ketika Aleta buka pintu ruangan itu, seketika ia terkejut, karena ada banyak perubahan di ruangan itu. Ruangannya terlihat sangat elegan, dan asthatic. Bahkan, Aleta bisa melihat pemandangan kota dari ruangan Reynand.
" Eum, nona, kalau begitu saya permisi dulu ya, " Ucap asisten Reynand.
" I- iya, makasih ya, " Ucap Aleta dengan senyuman.
Setelah asisten Reynand pergi, Aleta langsung memeriksa semua barang yang ada di dalam ruangan tersebut. Sebenarnya, setelah melihat asisten Reynand yang begitu cantik, Aleta sedikit cemburu. Ia takut, suaminya akan selingkuh dengan asistennya itu.
" Jujur, aku kesel sama Reynand, kenapa asistennya perempuan sih, kenapa gak cowok aja ! " Ucap Aleta, sembari duduk di kursi kantor milik Reynand.
Aleta membuka laci meja kantor yang ada diruangan itu. Ia melihat ada banyak sekali foto- fotonya di dalam laci tersebut.
" I- inikan foto- foto ku, " Ucap Aleta.
Di belakang foto itu, ada banyak sekali kata- kata yang ditulis oleh Reynand. Aleta pun membacanya, satu persatu.
" Ya- yaampun, tulisannya, I Love You semua, k-kalo i- ini sih, aku yakin, pasti dia gak akan selingkuh dari aku, " Ucap Aleta.
" Yaampun, sayang, kamu lucu banget sih, jadi makin gemes deh, " Ucap Aleta sambil tertawa.
Bersambung......
__ADS_1