Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Di Paksa Mengaku


__ADS_3

Deg....


" S-sebenarnya pria ini mau apa datang kesini !" gumam ibu angkat Aleta dalam hati.


Reynand menghampiri ibu angkat Aleta yang bernama ibu Tari, sedari tadi dia berdiri dengan wajah yang tegang. Reynand terus menerus menatap wajah ibu mertuanya. Lalu datangalah seorang pelayan dirumah itu membawa satu gelas jus jeruk untuk Reynand.


" Hm, Reynand lebih baik kita mengobrol sambil duduk ya," ucap ibu Tari sambil tersenyum.


Lalu ibu angkat Aleta berjalan menghampiri sofa, tiba- tiba langkahnya terhenti. Reynand menggenggam erat tangan ibu angkat Aleta dan mendorongnya ke arah dinding. Ia menatap ibu meretuanya tersebut dengan penuh kebencian. Sella hanya bisa terdiam melihat ibunya. Sella tak berani mendekati ibunya, karena melihat tatapan Reynand.


" Hm, jawablah pertanyaan saya dengan jujur," ucap Reynand.


" P- pertanyaan apa ?" tanya bu Tari.


" Apa benar, anda yang menyuruh seseorang untuk meneror istri saya ?" bisik Reynand.


Deg....


Wajah ibu angkat Aleta semakin pucat ditambah lagi dengan perkataan Reynand yang baru saja ia dengar. Sella juga terkejut, tiba- tiba Sella mendorong Reynand untuk menjauh dari ibunya.


" Reynand ! apa yang kamu lakukan kepada ibuku. Tolong jangan kasar ya, hormati ibu mertuamu dan kamu ngomong apa sih ! kalau ngomong itu jangan sembarangan yah !" bentak Sella.


Reynand hanya tersenyum melihat wajah Sella. Ibu angkat Aleta yang melihat anak kandungnya ketakutan langsung melindunginnya dibelakang tubuhnya.


" Reynand, kamu jangan asal nuduh ya ! mamah saja tidak tahu kalau Aleta itu diteror. Aleta juga tidak pernah cerita ke mamah kalau dia itu diteror. Dan sekarang kamu datang kerumah mamah, tiba- tiba langsung menuduh mamah kayak begitu hah !" bentak ibu angkat Aleta.


" Jangan berbohong !" bentak Reynand.


" Mamah gak bohong Reynand !" bentak bu Tari, ibu angkat Aleta.


" Oh, kalian tidak mau mengaku yah," ucap Reynand.


Kesabaran Reynand pun mulai habis, ia benar- benar tidak bisa menahan amarahnya. Lalu Reynand langsung memanggil Joshua.


" Joshua !" panggil Reynand.


Joshua datang, Reynand langsung masuk dan menghampiri Reynand.

__ADS_1


" Joshua, bawa dia kesini !" suruh Reynand.


" Baik," sahut Joshua.


Tak lama kemudian masuklah pelayan yang disuruh ibu angkat Aleta untuk meneror Aleta. Sella dan ibu angkat Aleta yaitu bu Tari terkejut seketika melihat seorang pelayan suruhannya yang dibawa masuk oleh Joshua.


" Mah, gimana nih kita udah ketahuan !" bisik Sella dengan wajah yang tegang.


" Syut, kamu jangan kelihatan tegang gitu, nanti kita bisa ketahuan," bisik ibu angkat Aleta.


" Hmm, kalian terkejut ?" ujar Reynand dengan senyuman liciknya.


Deg... Deg...


Suasana dirumah orang tua angkat Aleta semakin menegangkan. Lalu Reynand duduk dibangku sofa sambil menatap kedua wanita yang tengah berdiri di depannya dengan wajah yang ketakutan. Melihat wajah mereka yang seperti itu, ingin sekali Reynand tertawa.


" Bagaimana, apakah kalian masih tidak mau mengaku ?" tanya Reynand.


Seketika si pelayan itu meminta tolong dengan wajah yang memelas kepada ibu angkat Aleta supaya dia bisa bebas dari para bodyguard Reynand dan agar tidak dilaporkan ke polisi. Ibu Aleta dan Sella hanya terdiam melihat pelayan itu. Mereka hanya tertunduk lesu dengan wajah cemas memikirkan nasib mereka selanjutnya.


Pelayan itu pun menceritakan kalau ia telah dibayar oleh ibu angkat Aleta, untuk meneror Aleta. Untuk memuluskan rencananya itu ia pun disuruh melamar bekerja sebagai pelayan dirumahnya Reynand. Mendengar perkataan pelayan itu ibu angkat Aleta tak bisa berbuat apa- apa. Ia pun tak mampu menyangkal perkataan pelayan itu sedikitpun. Secara sepontan ibu angkat Aleta menarik tangan anaknya Sella, agar berlari bersamanya menuju pintu belakang untuk melarikan diri.


Tak selang waktu lama, datanglah dua bodyguard Reynand sambil membawa ibu angkat Aleta dan Sella. Lalu Reynand berdiri, ia melangkahkan kakinya menghampiri ibu mertuanya.


" Hm, mamah mertuaku tersayang... apakah ada kata- kata terakhir yang ingin mamah sampaikan kepada ku sebelum mamah dilaporkan ke kantor polisi ?" tanya Reynand.


Karena tak bisa berbuat apa- apa, ibu tiri Aleta langsung memohon kepada Reynand supaya dia tidak dilaporkan ke polisi. Sella yang melihat ibunya memohon kepada Reynand hanya diam tak berdaya. Sebenarnya ia tak tega melihat ibunya seperti itu. Merengek memohon ampunan kepada Reynand.


Sella mencari celah untuk bisa mengirim pesan singkat melalui ponselnya kepada ayahnya disaat bodyguard Reynand lengah. Sella pun merasa sedikit lega karena pesan yang ia tulis sudah berhasil terkirim ke ponsel ayahnya. Karena pesannya belum juga dibaca Sella pun menjadi semakin panik, ia segera menelphone ayahnya yang saat itu sedang berada di kantor. Dengan nada bicara yang gemetar karena rasa takut dan panik, Sella memberitahu ayahnya agar membaca pesan yang ia kirim. Melalui pesan itu Sella menceritakan tentang kejadian yang sedang terjadi dirumahnya dan menyuruh ayahnya untuk segera pulang.


Reynand yang mendengarnya langsung mengambil handphone Sella dan melemparnya dengan sangat kencang hingga handphone itu pecah.


" Hm, Sella... jangan coba- coba kamu menelphone siapapun !" ucap Reynand.


Ayah Sella terkejut karena disaat bersamaan ia mendengar suara Reynand yang terdengar sedang marah sebelum telephone dari Sella terputus. Karena panik, ayah langsung memeriksa pesan yang masuk keponselnya. Setelah ayah membaca pesan yang dikirim Sella, ayah angkat Aleta langsung menelphone Aleta. Ia tidak ingin jika Reynand menyakiti Sella dan istrinya.


Di Taman....

__ADS_1


Terlihat Aleta dan Samuel masih duduk berdua di kursi taman sambil mengobrol, sedangkan Reya sedang duduk dan mengobrol dengan kakek- kakek pemilik warung ditaman itu. Sekarang Reya sudah mulai akrab dengan kakek pemilik warung tersebut. Reya juga mengajak ngobrol tukang ice cream sambil tertawa- tawa. Betapa menyenangkannya mereka bertiga mengobrol.


Aleta yang tengah mengobrol dengan Samuel, tiba- tiba ada yang menelphone Aleta. Ternyata yang menelphone Aleta adalah ayah angkatnya.


" Eh, ternyata ayah yang menelphone. Eum, kak Samuel aku angkat telphonenya dulu ya," ucap Aleta kepada Samuel.


" Ya," sahut Samuel sambil tersenyum.


Lalu Aleta pergi menjauh dari Samuel untuk mengangkat telphonenya. Aleta sudah mengangkat telphonenya, setelah mengangkat ia terkejut ketika ayah angkatnya memohon kepadanya untuk menyuruh menghentikan Reynand yang sedang menyakiti istri dan anak kandungnya.


Mendengar ucapan ayah angkatnya, Aleta langsung pergi dari taman menuju rumah orang tua angkatnya tanpa memberitahu Samuel dan Reya. Begitu juga dengan ayah angkat Aleta. Ayah angkat Aleta pergi dari kantornya menuju rumahnya.


Samuel yang tak tahu ketika Aleta pergi dari taman itu, Ia masih menunggu Aleta.


Di rumah orang tua angkat Aleta


Beberapa menit kemudia, Reynand menyuruh bodyguardnya untuk membawa ibu angkat Aleta ke kantor police. Sudah berulang - ulang kali ibu angkat Aleta memohon kepada Reynand untuk tidak melaporkannya ke kantor police, namun Reynand tidak memedulikannya.


Walaupun ibu angkat Aleta sudah memohon sambil menangis, Reynand masih belum merasa puas. Ia ingin ibu angkat Aleta masuk penjara.


" Reynand, mamah mohon jangan bawa mamah ke kantor polici," ucap ibu angkat Aleta yang masih ditarik tangannya oleh para bodyguard Reynand menuju mobil.


" Cepat masukkan wanita ini kedalam mobil !" suruh Reynand.


" Baik tuan," ucap bodyguar Reynand.


Karena tak tega melihat ibunya diperlakukan seperti itu oleh Reynand, akhirnya Sella juga ikut memohon kepada Reynand agar dia tidak membawa ibunya ke kantor polisi. Namun itu semua tidak ada artinya, Reynand masih saja ingin memenjarakan ibu angkat Aleta. Karena perbuatannya yang sudah sangat keterlaluan kepada istrinya, Aleta.


" Cepat kalian bawa masuk ke dalam mobil ! jangan membuang- buang waktu !" bentak Reynand.


" Reynand !" teriak Aleta.


Tiba- tiba Aleta datang dan menghentikan semuanya. Reynand yang melihat istrinya datang, membuatnya sangat terkejut. Aleta menghampiri Reynand dengan wajah yang cemas.


" Sa- sayang, k- kamu ngapain disini ?" tanya Reynand.


Ibu angkat Aleta dan Sella yang menyadari kehadiran Aleta segera berlari menghampiri Aleta memohon dan bersimpuh dikaki Aleta untuk diampuni.

__ADS_1


" Aleta, mamah minta maaf sayang. Mamah mohon jangan bawa mamah ke kantor polisi," ucap ibu angkat Aleta sambil menangis.


Tak jauh berbeda dengan ibu angkat Aleta, Sella pun melakukan hal yang sama. Memohon sambil menangis untuk meminta Aleta untuk memaafkan segala kesalahan ibunya.


__ADS_2