Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Rahasia Yang Diketahui


__ADS_3

" Reynand ! kenapa kamu diam saja hah ! Aleta, cepat jelaskan sama bunda, ini apa ?" tanya bunda.


" Waktu itu Reynand membuat surat kontrak itu dengan tujuan untuk kerja sama denganku bunda," ucap Aleta.


" Kerja sama apa ?" tanya bunda lagi.


Aleta melihat ke arah wajah Reynand yang sedang menundukkan kepalanya. Ia hanya pasrah dengan sesuatu yang akan terjadi kepadanya. Reynand juga sudah siap untuk dimarahi oleh bundanya.


" Kerja sama untuk... balas dendam kepada keluarga Aleta bunda," ucap Aleta.


" Apa !?" bunda Reynand terkejut.


" B- bunda," ucap Reynand.


" Apa benar yang dikatakan oleh Aleta Rey ?" tanya bunda.


" T- tapi bunda, aku melakukan itu hanya untuk me-"


PLAKKK


Tiba- tiba Reynand di tampar lagi oleh bundanya dengan kencang. Reynand hanya terdiam, sambil merasakan rasa sakit. Hari ini terlihat bunda Reynand sangatlah kecewa kepada anaknya, Reynand. Suara bisik terdengar dari kamar Reynand hingga ke ruang tamu. Ayah, Reya, Joshua dan para pelayan menghampiri kamar Reynand. Karena di kamar Reynand terdengar suara ribut.


Sesampainya di kamar Reynand, ayah, Reya, dan Joshua langsung masuk saja ke dalam kamar itu. Mereka ingin tahu sebenarnya apa yang sedang terjadi.


" Reynand ! bunda benar- benar kecewa sama kamu ! bunda gak nyangka, anak bunda akan sepeti ini. Bunda sudah bilang kan sama kamu, selesaikan masalah kamu secara kekeluargaan, lagi pula bunda sudah memaafkan mereka ! bunda juga tidak mengajarkan Reynand untuk mempunyai perasaan dendam seperti ini !" ucap bunda kepada Reynand.


" Bunda, ada apa ini ? kenapa bunda marah- marah begini ?" tanya ayah.


" Iya, bunda, kak Reynand juga kenapa ?" tanya Reya.


" Ayah tanya saja sama anak kebanggaan ayah !" ucap bunda sambil memberikan surat itu kepada suaminya dan pergi begitu saja.


" B- bunda ! Reynand minta maaf," ucap Reynand.


Kemudian ayah tiri Reynand pun melihat surat yang diberi oleh istrinya itu. Seketika ayah tiri Reynand langsung terkejut ketika membaca suratnya. Ia juga tak pernah menyangka bahwa anak kebanggaannya akan melakukan hal seperti itu.


" Reynand, a- apa ini ?" tanya ayah.


" Reynand, ternyata pernikahanmu ini hanyalah pura- pura !" ucap Joshua.


" Tidak, pernikahanku ini sungguhan !" ucap Reynand.


" Kalau pernikahan kamu sungguhan, lalu kenapa kamu membuat surat perjanjian kontrak ini Rey ?" tanya ayah.


" Haduh, bagaimana ini, kak Reynand sudah ketahuan," ucap Reya dalam hati.


Aleta hanya terdiam, wajahnya terlihat pucat. Teringat dingin juga mulai berjatuhan dari wajahnya. Ia benar- benar sangat takut jika terjadi pertengkaran di antara Reynand dan keluarganya.

__ADS_1


" Reynand, kenapa kemu melakukan ini ?" tanya ayah.


" A- aku melakukan ini hanya untuk membalas orang yang sudah menyakiti bunda ayah," ucap Reynand.


" Memangnya kamu pikir Aleta tidak sedih jika orang tuanya disakiti oleh suaminya sendiri. Kamu saja merasa marah bukan, jika bunda disakiti oleh orang lain. Begitu juga dengan Aleta, dia pasti juga merasa sedih," ucap ayah.


" Yang dikatakan ayah benar, seharusnya aku tidak boleh melakukan hal seperti ini, ternyata aku adalah suami yang egois untuk Aleta, aku benar- benar tidak pantas untuk Aleta," ucap Reynand dalam hati.


Tiba- tiba Reynand pergi keluar kamar, ia ingin menghampiri bundanya untuk meminta maaf karena telah membohonginya.


" Reynand ! kamu mau kemana !" ucap ayah.


Reynand berlari menuju kamar bundanya, Aleta yang melihat suaminya sepeti itu menjadi khawatir. Ia pun mengejar Reynand. Sesampainya di depan kamar bunda, Reynand langsung mengetuk pintu kamar.


" Bunda ! Reynand minta maaf bun, bunda !" panggil Reynand.


Sudah beberapa kali Reynand memanggil bundanya, namun bunda Reynand tetap saja tidak menjawab. Kemudian ayah datang menghampiri Reynand.


" Reynand,


" Rey, biarkan bunda sendiri dulu ya, mungkin bunda butuh waktu," ucap ayah sambil menepuk bahu Reynand.


" Tapi ayah,"


" Lebih baik kamu istirahat ya, kamu kelihatan sudah lelah," ucap ayah dengan lembut.


Kemudian Aleta menuntun Reynand untuk pergi ke kamarnya. Terlihat para pelayan sedang berkumpul sambil bergosip hal yang tidak- tidak tentang Reynand. Aleta yang tak sengaja mendengarnya menjadi sangat emosi.


Sesampainya di kamar Reynand, masih ada Reya dan Joshua tengah berdiri di depan kamar. Joshua ingin sekali bertanya kepada Reynand, tapi situasinya sedang tidak enak. Akhirnya Joshua mengajak Reya pergi untuk membiarkan Reynand bersama dengan istrinya saja.


Reya yang melihat kakaknya diam seprti itu membuatnya khawatir, begitu pula dengan Aleta.


" Reynand, sini, peluk aku," ucap Aleta.


Reynand hanya menatap istrinya saja, Aleta pun tersenyum melihat suaminya. Reynanad langsung memeluk iatrinya dengan erat.


" Aleta, aku minta maaf," ucap Reynand.


Tiba- tiba air mata Reynand mengalir dan membasahi pipinya. Aleta pun menenangkan suaminya yang sedang bersedih. Ia mengusap- ngusap punggung Reynand dengan lembut.


"Aku sudah memafkanmu, jauh sebelum kamu memintanya Rey!" Ucap Aleta dengan lembut.


Tak banyak yang terucap dari bibir Reynand, ia pun melepaskan pelukan Aleta. Lalu terduduk lesu diatas kasurnya, tatapan matanya pun kosong.


Tak banyak yang dapat dilakukan Aleta, Aleta pun tak tahu harus berbuat apa. Ia juga merasa sangat berdosa dengan kedua mertuanya, yang terpaksa berbohong demi Reynand. Ia pun tak yakin bisa membujuk ibu mertuanya agar mau memaafkan Reynand. Karena Aleta juga ikut salah dalam hal ini.


"Oh tuhan, apa yang harus aku lakukan. Aku tak tega melihat suamiku seperti ini!" ucap Aleta didalam hati.

__ADS_1


Aleta semakin tak tega melihat keadaan suaminya yang semakin terpuruk. Iapun segera berlari menuju kamar ibu mertuanya.


Ketika Aleta sampai didepan pintu kamar ibu mertuanya. Langkah Aleta terhenti seketika. Tak sengaja ia mendengar pembicaraan kedua mertuanya. Ibu mertua Aleta terdengar menangis mengeluhkan betapa besar kekecewaannya terhadap Reynand kepada suaminya.


Sontak saja Aleta yang mendengarnya ikut meneteskan air mata. Aleta pun bingung apakah ia akan melanjutkan niatnya untuk menemui ibu mertuanya atau kah mengurungkan niatnya.


Sudah cukup lama Aleta mondar mandir didepan kamar ibu mertuanya. Entah kenapa keyakinan Aleta menjadi luntur seketika ketika mendengar pembicaraan ibu mertuanya. Aleta menjadi sangat takut untuk menemui ibu mertuanya.


Akhirnya Aleta pun memutuskan kembali kekamarnya. Tetapi ketika ia ingin melangkahkan kakinya dari depan kamar ibu mertuanya, tiba - tiba ia teringat keadaan Reynand saat ini. Aleta tak mungkin kembali ke kamar. Saat ini juga ia harus menemui ibunya. Ia tidak bisa menunggu waktu yang tepat.


"Aku tak mungkin membiarkan Reynand terlalu lama seperti ini. Aku tak ingin suamiku kenapa - kenapa!" ucap Aleta dalam hati.


Aleta pun menarik nafas panjang. Ia meyakinkan hatinya dan memberanikan diri untuk menemui ibu mertuanya.


Walaupun agak sedikit ragu, Aleta tetap memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar ibu mertuanya.


Tok


Tok


Tok


" Bunda.... ini Aleta bolehkah Aleta masuk?" ucap Aleta dengan suara yang bergetar.


Tak ada jawaban dari kamar mertua Aleta.


Tiba - tiba Reya datang. Ternyata Reya juga memiliki maksud yang sama dengan Aleta ia ingin membujuk bundanya agar mau memaafkan kakanya Reynand.


"Kak Aleta, sedang apa di depan kamar bunda?" tanya Reya.


"Aku...sudahlah. Kamu mau apa kesini Reya? " Tanya Aleta balik.


"Aku mau menemui bunda kak!" jawab Reya.


Aleta pun meminta Reya untuk mengurungkan niatnya menemui bunda karena ia tidak ingin Reya mendengarkan pembicaraannya nanti.


Reya pun menuruti permintaan kakak iparnya Aleta, Ia pun segera kembali kekamarnya.


"Baik kak aku tinggal kekamar dulu. Kak Aleta yakin tidak ingin Reya temani ketemu bunda?" ucap Reya.


" Tidak usah, aku bisa sendiri". jawab Aleta dengan pasti.


Aletapun tak ingin membuang buang waktu ia pun mencoba mengetuk pintu lagi.


Tok


Tok

__ADS_1


Tok


Bersambung....


__ADS_2