
Semak Semak
" Siapa yang teriak yah ?." Tanya Aleta.
" Miaw... miaw... ." Kucing itu memberikan suatu petunjuk kepada Aleta.
Lalu Aleta menghampiri kucing itu, Aleta melihat kalau kucing itu duduk menghadap ke arah semak semak, dimana Reynand bersembunyi.
" Sial, dasar kucing licik !." Ucap Reynand di dalam hati.
" Miaw... miaw... ." Kucing nya mengeong lagi, menunjukan bahwa ada sesuatu di semak semak itu.
" Ada apa ? memang nya sesuatu di semak semak ini ?." Tanya Aleta.
" Miaw... . " Kucing itu mengangguk.
Aleta pun mengintip ke belakang semak semak itu, ia terkejut ketika melihat Reynand disitu.
" Tu- tuan !." Aleta terkejut.
" Sial, aku malah ketahuan." Ucap Reynand didalam hati.
" Tuan, sedang apa tuan disini hah !." Ucap Aleta.
" A - aku, cuma mau liat taman mawar aku doank kok." Ucap Reynand mencari cari alasan.
Aleta tak percaya dengan ucapan Reynand, karena dari raut wajah Reynand seperti sedang berbohong. Sedangkan kucing jalanan itu tersenyum ketika melihat Reynand.
" Dasar... kucing ini, seperti nya dia meledek ku !." Ucap Reynand di dalam hati.
" Tuan, jangan bohong. Tuan ngapain ada disini hah !?." Ucap Aleta.
__ADS_1
Tiba tiba ibu mertua Aleta datang dan memanggil Aleta.
" Aleta.... ." Panggil ibu mertua.
" I- iya bunda. Ada apa ?." Ucap Aleta menghampiri ibu mertuanya.
Kucing itu terus menerus mengikuti Aleta, membuat Reynand tambah muak dengan nya.
" Loh, ini kucing siapa Aleta ?." Tanya bunda.
" Oh... aku menemukannya di jalanan tadi bunda." Jawab Aleta.
" Kok di bawa kesini ?." Tanya bunda.
" Iya bunda, soalnya Aleta kasihan sama kucing ini." Jawab Aleta.
" Tau tuh Aleta, seharusnya kucing itu gak usah di bawa ke sini." Ucap Reynand.
" Boleh donk sayang." Ucap bunda dengan senyuman.
" Asik... terimakasih bunda." Ucap Aleta dan langsung memeluk kucing itu.
" Ih... jangan dipeluk kucing nya Aleta !!!." Teriak Reynand, mengambil kucing itu dari pelukan Aleta.
" Ih... emangnya kenapa sih !!." Ucap Aleta.
" Kalau aku bilang gak boleh, ya gak boleh !." Ucap Reynand.
" Ish, kak Reynand kalau cemburu bilang aja kali. Gak usah gengsi begitu, iya gak bun." Ucap Reya.
" Tau tuh, sama kucing aja masa cemburu." Ucap bunda.
__ADS_1
" Ih... apaan sih kalian siapa yang cemburu !." Ucap Reynand, mengelak perkataan Reya dan bundanya.
" Eum... kak, Aleta. Kakak yakin kalau kucing ini kucing jalanan. Sepertinya ini bukan kucing jalanan deh." Reya menyeletuk.
" Iya yah, dia juga punya kalung. Eh, ternyata ada namanya." Ucap Aleta.
" Namanya siapa kak ?." Tanya Reya.
" Namanya.... Muel. Wah.... ternyata namanya muel, lucu banget !!!." Ucap Aleta.
" Muel !?." Kata Reynand.
" Ih...cocok banget namanya sama kucing imut ini." Ucap Reya.
Beberapa menit kemudian, Aleta membawa kucing itu yang bernama Muel ke dalam kamar Reynand. Siang pun datang, Aletapun tertidur dengan Muel di kasur. Muel merasa sangat nyaman sekali katika bersama dengan Aleta.
Tiba tiba ada yang menelphone Aleta. Aleta pun terbangun, dan menjawab telphone itu. Ternyata yang menelphone adalah Samuel.
" Kak Samuel, kakak kenapa menelphone ku ?." Tanya Aleta.
" Kamu sibuk gak ?." Tanya Samuel di telphone.
" Nggak, memangnya kenapa ?." Tanya Aleta balik.
" Aku mau bertemu dengan mu, kamu mau gak ?." Tanya Samuel.
" Mau donk !!." Ucap Aleta.
Aleta pun pergi diam diam dari rumah, dan membawa Muel ikut bersamanya.
Bagaimanakah, Reaksi Reynand ketika mengetahui bahwa Aleta bertemu dengan Samuel ???
__ADS_1
Tunggu episode selanjutnya yah...🤗🤗