Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Menunggu


__ADS_3

Menunggu


Keesokan Harinya


Di pagi hari yang cerah Aleta berjalan jalan mengelilingi halaman rumah, ia memetik banyak bunga disana. Duduk di rerumputan yang hijau dan membuat mahkota dari bunga yang ia petik tadi.


Sudah lama ia tak bertemu kedua orang tua tirinya, Aleta merasa kangen sekali dengan keluarganya, ia selalu berdoa kepada tuhan, supaya keluarga yang ia sayangi berubah, dan tak pilih kasih kepadanya.


Tak selang waktu lama Reynand datang menghampiri Aleta yang sedang duduk. Ia membawa laptop.


" Aleta." Panggil Reynand.


Aleta menoleh


" Kenapa tuan ?." Tanya Aleta.


" Aku mau bicara tentang rencana kita untuk balas dendam kepada keluargamu itu." Ucap Reynand.


" Ok tuan, tapi sebelum tuan menyusun rencana, aku ingin memberikan sesuatu untuk tuan." Ucap Aleta menghampiri Reynand, dengan tangan yang disembunyikan di belakang tubuh nya.


" Apa yang kamu sembunyikan itu ?." Tanya Reynand.


Aleta memakaikan mahkota bunga itu kepada Reynand, Reynand pun terkejut, mereka berdua saling bertatap tatapan. Banyak daun daun beterbangan, serta tiupan angin yang membuat rambut Aleta tertiup lembut.


Reynand yang melihat Aleta membuat nya terpesona akan kecantikannya. Ia sadar bahwa wanita yang didepannya itu adalah istri nya. Pipinya menjadi merah merona.


" Hihi... tuan terpesona yah dengan kecantikan ku." Ucap Aleta.


" Ih, sok tahu." Ucap Reynand.


Aleta melihat laptop yang Reynand bawa, ia merampas laptop dan menyalakannya. Aleta mengotak atik laptop milik Reynand. Di Laptop itu Aleta menemukan banyak foto foto Reynand yang masih kecil bersama orang tuanya.


" Oh... jadi ini, mertua ku." Ucap Aleta dengan senyuman.

__ADS_1


" Hey, apa yang kamu lihat ?!." Ucap Reynand.


Reynand terkejut melihatnya, dan merebut kembali laptopnya. Aleta juga menarik laptop itu sampai terlempar dan rusak karena jauh mental nya. Reynand terdiam seketika.


Aleta melihat wajah Reynand perlahan lahan.


" Aleta !!!." Teriak Reynand.


" Ups, tak sengaja." Ucap Aleta sambil tertawa hambar.


" Ahhhh... dasar manusia perusak barang !!!." Bentak Reynand.


" Maaf tuan." Ucap Aleta memberikan bunga mawar kepada Reynand dengan wajah imut nya.


" Hah.... sudah lah, ini akan kau ganti dengan gajimu nanti." Ucap Reynand.


" Yah.... ." Aleta mengeluh.


Reynand membuka pesan itu dan membacanya, ternyata itu dari orang tua Reynand. Ia sembunyi sembunyj untuk untuk membalas pesan itu, Aleta pun jadi penasaran dan berusaha untuk mengintip. Lalu Reynand pun pergi dari tempat itu.


" Aleta tunggu aku di sini, jangan kemana mana !, dengerin apa yang aku bilang." Suruh Reynand.


" Iya tuan." Sahut Aleta.


Reynand pergi, Aleta menatapnya dari jauh, tatapannya penuh dengan rasa penasaran. Sembari menunggu Reynand kembali, Aleta berbicara dengan semut semut yang berlewatan sejak tadi.


Dan berkata,


" Semut semut itu sepertinya tidak pernah mempunyai masalah hidup ya, tidak seperti ku. Jika aku di sana, pasti masalah juga di sana." Ucap Aleta.


Sedari tadi Aleta sudah menunggu Reynand. Namun, Reynand tak kunjung kembali juga, semakin hari angin mulai berdatangan dengan kencang. Daun daun yang tadinya tenang, menjadi berjatuhan menimpa wajah Aleta. Matahari mulai di tutupi awan awan. Langit semakin gelap, air mulai berjatuhan dari langit menandakan hujan akan datang. Aleta hanya terdiam menunggu kehadiran Reynand.


Hujan pun turun membasahi tubuh nya. Aleta masih terdiam disana sambil duduk. Ia melihat para semut berlari larian karena hujan yang menimpa mereka. Dengan sigap Aleta melindungi mereka dengan tangannya, agar semut semut itu tak kehujanan.

__ADS_1


" Hey semut, tenang saja aku akan melindungi kalian." Ucap Aleta sambil tersenyum manis.


Disisi lain Reynand sedang berada di kamar sambil menatap jendela, ia berada di tempat yang nyaman dan hangat. Sedangkan Aleta, ia sedang kedinginan karena kehujanan. Tak ada payung dan pohon besar yang melindunginya dari hujan.


Sore pun tiba, namun hujan tak kunjung henti. Aleta masih duduk rapih, menunggu Reynand datang. Tubuhnya yang basah itu menahan rasa dinginnya air hujan sambil menggigil dan berkata,


" Haduh, tuan Reynand kok gak datang datang yah." Ucap Aleta menggigil kedinginan.


Akhirnya Reynand pun keluar dari rumah, dan baru teringat pada Aleta. Ia pun bergegas menghampiri Aleta. Dengan perasaan terkejut melihat Aleta yang masih duduk disana.


" Aleta !." Panggil Reynand.


Aleta menoleh ke arah Reynand, ia pun berjalan ke arah nya. Tapi kakinya tak kuat lagi untuk berjalan dan pada akhirnya Aleta terjatuh.


" Aleta !." Reynand berlari ke arah Aleta tanpa menggunakan payung.


" Tuan, kenapa anda menghampiri ku. Jadi basah deh baju nya." Ucap Aleta.


" Kamu kenapa masih ada disini ?." Tanya Reynand.


" Aku menunggu tuan." Jawab Aleta.


" " Kamu ini polos atau memang bosoh sih, kalau hujan pergi saja. Jangan tetap menunggu ku di sini." Ucap Reynand menggendong Aleta.


" Maaf tuan." Ucap Aleta.


" Hah, seharuanya yang minta maaf itu aku, bukan kamu." Ucap Reynand.


" Betul tuh, sini minta maaf pada ku, pasti aku terima permintaan maaf tuan dengan ketulusan hatiku yang paling dalam ini." Ucap Aleta sambil tersenyum manis.


" Diam kamu !." Ucap Reynand.


" Iya tuan, maaf." Ucap Aleta.

__ADS_1


__ADS_2