Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Modus Sama Suami


__ADS_3

Keesokan Harinya


Terlihat Reynand, dan Aleta masih tertidur pulas. Kemudian bunda datang, dan membangunkan mereka berdua.


" Reynand, Aleta yuk bangun, " Ucap bunda, dengan lembut.


Tak lama kemudian, Aleta terbangun, sedangkan Reynand belum. Ia masih saja tertidur pulas, sambil memegangi tangan istrinya. Aleta yang melihat tangannya digenggam pun melepaskan genggamannya Reynand.


" Yaampun, Reynand tidur aja, pegang tangan kamu, kayaknya dia takut banget kehilangan kamu deh, " Ucap bunda sambil tersenyum.


" Hehe... Oh iya bun, bunda mau ngapain ? " Tanya Aleta.


" Bunda mau ngajakin kamu olahraga, yuk kita olahraga ! " Ajak bunda.


" Yaudah ayuk ! " Seru Aleta, beranjak dari kasurnya.


Tiba- tiba Reynand terbangun, dan menghentikan istrinya.


" Gak ! aku gak izinin Aleta pergi ! " Ucap Reynand.


" Kenapa gak boleh sih Rey, lagian Aleta sama bunda, " Ucap bunda.


" Kalo begitu Reynand harus ikut ! " Ucap Reynand.


" Yaudah, kamu ganti baju juga sana ! " Suruh bunda.


Reynand pun beranjak dari kasurnya. Ia menggenggam tangan Aleta, dan menuntunnya ke kamar mandi.


" Rey, kamu ngapain nuntun aku ke kamar mandi ? " Tanya Aleta.


" Ayo, kita ganti baju ! " Ajak Reynand.


" Ih, kamu aja sana duluan, baru aku ! " Ucap Aleta.


" Emangnya kamu gak mau bareng ? " Tanya Reynand.


" E- enggak lah ! aneh kamu ! " Ucap Aleta.


Mendengar perkataan Aleta, seketika wajah Reynand berubah menjadi masam. Akhirnya dia masuk ke kamar mandi sendiri. Beberapa menit kemudian, akhirnya mereka bertiga, sudah siap untuk pergi berolahraga.


" Bun, ayah gak diajak ? " Tanya Reynand.


" Gak usah, ayah susah banget dibanguninnya, " Jawab bunda.


Baru saja mereka keluar rumah, seketika Aleta dan Reynand terkejut. Karena suasana masih sangat sunyi, dan gelap.


" Bunda, ini jam berapa ? kok masih gelap !? " Tanya Reynand.


" Jam 04.00," sahut bunda.

__ADS_1


" Hah !? " Aleta, dan Reynand terkejut.


" B- bunda, inikan masih subuh, " Ucap Aleta.


" Gak papa sayang, lebih enak olahraga jam segini, " Ucap bunda, dan langsung menarik tangan anak, dan menantunya.


Mereka bertiga berjalan menuju keluar komplek. Bunda terlihat sangat bersemangat, sedangkan Reynand, dan Aleta merasa sedikit ketakutan.


" Bun, inikan masih subuh, bunda gak takut, ada hantu ? " Tanya Aleta.


" Disini gak ada hantu sayang, " Ucap bunda.


" Tau tuh, sama hantu aja takut, " Ucap Reynand.


" Emangnya kamu gak takut ? " Tanya Aleta.


" Ya enggak lah, " Ucap Reynand dengan percaya dirinya.


Setelah keluar dari komplek, bunda mengajak Aleta dan Reynand pergi ke taman. Sesampainya di taman, mereka tak melihat ada satu orang pun disana. Suasana terasa sangat sunyi. Angin terus berhembus, membuat bulu kuduk Reynand berdiri. Reynand pun memegang tangan istrinya.


" Rey, kenapa ? kok tiba- tiba pegang tangan aku ? " Tanya Aleta.


" A- aku tau, kamu pasti takut kan, makanya aku pegang tangan kamu, supaya kamu gak takut, " Ucap Reynand.


" Hemp, bilang aja, kalau kamu yang takut ! " Ucap batin Aleta.


" R- Reynand ikut bunda aja ! " Ucap Reynand.


" Eum... Aleta tunggu sini aja ya bun, " Ucap Aleta.


" Gak ! kamu harus ikut ! " Paksa Reynand, dan menarik tangan istrinya.


Mereka bertiga berjalan mengelilingi taman. Bunda terlihat sangat bersemangat, membuat Aleta juga ikut bersemangat.


" Ternyata kata bunda benar, olahraga di jam segini, enak, suasananya sepi, terus udaranya masih sejuk, " Ucap Aleta.


" Tuh kan bener apa kata bunda, pasti kalian suka, " Ucap bunda.


" Enak apanya, masih gelap begini, udah gitu ada pohon bambu lagi, bikin tambah merinding, " Ucap batin Reynand.


Aleta yang melihat suaminya merasa takut, langsung mempunyai sifat jahil. Ia pun mencoba untuk menakut- nakuti Reynand.


" Rey, kamu kenapa sih, pegang tangan aku terus ? " Tanya Aleta.


" Gak papa ! " Sahut Reynand.


" Reynand, kamu ngerasa gak sih, makin lama, suasananya bikin merinding, bulu kuduk aku aja, sampai berdiri, " Ucap Aleta.


" E- enggak ! masasih, a-aku gak ngerasain, " Ucap Reynand.

__ADS_1


" Tuh kan, a- ada yang niup leher aku, tiba- tiba, kamu ngerasa gak ? " Tanya Aleta.


" Kan yang ditiup leher kamu, ngapain nanya ke aku ! " Ucap Reynand yang sudah mulai merinding.


" Bukan gitu, maksud aku, kamu ngerasain gak ? siapa tahu, kamu juga ditiup lehernya, " Ucap Aleta.


" D- ditiup s- sama siapa ? " Tanya Reynand.


" Gak tau, pokoknya sama penghuni yang ada disini, " bisik Aleta.


" Hah !? p- penghuni disini ? " Tanya Reynand.


" Syutt, ngomongnya jangan kenceng- kenceng, nanti dia denger, " Bisik Aleta lagi.


Kini rasa takut Reynand semakin menjadi. Ia pun memegang tangan Aleta dengan erat.


" Oh ya Rey, kamu tahu gak ? banyak orang bilang, kalau sebelum taman ini dibangun, ada perempuan yang bunuh diri tahu, " Bisik Aleta.


" B- bunuh d- diri !? " Reynand terkejut.


" Iya, dia bunuh diri di pohon bambu itu, " Ucap Aleta sambil menunjuk ke arah pohon bambu.


" Bohong kamu ! " Ucap Reynand.


" Serius, dia bunuh diri gara- gara-"


" U- udah cukup ! j- jangan cerita lagi, k-kamu gak iseng, kalau ceritain orang yang udah mati hah !? " Ucap Reynand dengan emosi.


" Rey, i- itu a- apa dibelakang k- kamu ! " Aleta pura- pura ketakutan.


" Ah ! " Teriak Reynand, dan memeluk istrinya.


Aleta yang dipeluk oleh suaminya hanya terdiam sambil tersenyum. Karena tak kuat menahan tawa, akhirnya Aleta tertawa.


" Hahaha, lucu banget kamu Rey, ternyata kamu penakut banget, " Ucap Aleta sambil tertawa.


Mendengar ucapan Aleta, seketika dia langsung melepaskan pelukannya. Reynand merasa sangat emosi, karena sudah ditakut- takuti.


" Dasar kamu yah ! modus ! " Ucap Reynand.


" Biarin, modus sama suami sendiri, emangnya dosa ! " Ucap Aleta sambil tertawa.


Ketika Aleta melihat ke arah depannya, ia terkejut, karena tak ada bunda.


" Loh, R-Reynand, bunda dimana ? " Tanya Aleta.


" Eh, iya, bunda kemana !? " Reynand terkejut.


Bersambung..........

__ADS_1


__ADS_2