
Aleta !
Aleta dan Joshua pun masuk ke dalam mobil, pada saat Joshua ingin menyalakan mesin mobil nya, Aleta langsung teringat dengan pesan Reynand. Mobil sudah berjalan, Aleta langsung meminta Joshua untuk menghentikan mobilnya.
Lalu Joshua memberhentikan mobilnya dengan mendadak. Aleta langsung keluar dari mobil itu, joshua pun menarik tangan Aleta dan bertanya kepada Aleta, " Aleta, kenapa kamu malah keluar dari mobil ? "
" Maaf yah Joshua, tadi Reynand udah berpesan sama aku. Dia gak bolehin aku keluar rumah." Jawab Aleta.
" Ayolah Aleta, Reynand tidak mungkin marah pada ku, aku inikan saudaranya. Ayo Aleta ! " Ajak Joshua.
" Aku ga- "
" Aleta ! " Panggil Reynand.
Aleta terkejut ketika ada suara Reynand dari arah belakang yang memanggil nya. Ia pun menoleh ke arah belakang dan melihat ada Reynand.
" Tu- tuan, kok tuan pulang lagi ! " Ucap Aleta.
" Handphone ku ketinggalan. Oh ya, mau kemana kamu tadi, naik mobil ?" Tanya Reynand.
Aleta hanya terdiam, lalu Reynand menghampiri mobil berwarna putih yang di kendarai oleh Joshua. Wajah nya terlihat emosi, Reynand langsung bertanya pada Joshua, kenapa Aleta ingin pergi bersamanya.
Aleta pun langsung menghampiri Reynand, dan menjawab pertanyaan suaminya. Namun Reynand tidak percaya dengan ucapan Aleta barusan. Reynand pergi dan masuk kerumah meninggalkan Aleta bersama dengan Joshua.
Reynand pergi ke kamar nya untuk mengambil handphone, sesampainya di kamar, handphone Aleta berbunyi. Reynand pun menghampiri handphone milik Aleta. Seketika Reynand tambah marah, ternyata Samuel menelphone Aleta.
Dengan emosi yang meluap luap, Reynand keluar dan membanting pintu kamarnya dengan sangat kencang. Aleta yang baru saja ingin menghampiri Reynand pun merinding ketika melihat wajah Reynand yang begitu emosi. Joshua yang melihat Reynand berwajah emosi pun langsung pergi dari rumah Reynand dengan mobilnya.
" Tuan !" Panggil Aleta.
Reynand tak menjawab, dan mengabaikan Aleta begitu saja. Reynand berjalan ke arah mobilnya, melihat Reynand yang tiba tiba bersifat dingin begitu membuat Aleta heran. Aleta pun langsung mengejar Reynand.
" Tuan ! " Panggil Aleta.
Reynand masih saja berjalan tanpa mempedulikan Aleta yang sedari tadi sudah memanggil nya. Akhirnya Aleta menarik tangan suami nya. Reynand pun berhenti melangkahkan kaki nya. Ia menoleh ke arah Aleta, dengan wajah yang emosi.
" Tuan, tuan marah pada ku ? " Tanya Aleta.
__ADS_1
" Iya aku marah !" Bentak Reynand.
" Marah kenapa, memangnya aku salah apa sih !" Ucap Aleta.
" Kamu masih berhubungan kan sama Samuel." Ujar Reynand.
" Ma- maksudnya ?" Aleta tak mengerti dengan apa yang Reynand katakan.
Lalu Reynand pun memberitahukan bahwa Samuel menelphone Aleta. Reynand terus menerus memarahi istrinya, Aleta hanya bisa terdiam. Karena suara bisik terdengar dari luar membuat ibu mertua Aleta keluar rumah dan melihat siapa yang sedang membuat kegaduhan di depan rumah.
" Tuan kenapa sih ! aku ini udah gak punya hubungan apapun sama kak Samuel, lagi pula aku udah muve on kok dari kak Samuel ! " Bentak Aleta.
" Bohong ! " Bentak Reynand.
" Ihhhh, benar ! aku ini cinta nya sama tuan ! kenapa sih gak percayaan banget ! " Teriak Aleta.
" Kamu cinta sama aku ! " Ucap Reynand terkejut.
" Iya ! udahlah terserah, bikin aku kesal saja ! " Teriak Aleta dan pergi.
Ibu Reynand pun masuk lagi ke dalam rumah dengan perasaan yang lega. Aleta memegang tangan Reynand dan berkata, " Iya, aku maafkan tuan deh, yasudah berangkat ke kantor sana ! "
Reynand langsung tersenyum dan pergi menghampiri mobil sport nya yang berwarna putih. Beberapa menit kemudia Reynand pun menyetir mobilnya keluar pagar.
" Sayang hati hati yah ! " Teriak Aleta.
Seketika Reynand terkejut dan memberhentikan mobil nya secara mendadak. Ia pun membuka pintu mobilnya dan berlari ke arah Aleta. Aleta tak tahu apa yang ingin dilakukan oleh Reynand sampai ia keluar dari mobil, berlari mendekati istrinya.
Tiba tiba Aleta terdiam serta terkejut ketika Reynand memeluk nya serta mencium dahinya. Detak jantung Aleta berdetak kencang, serta sedikit sesak nafas. Aleta pun tak tahan dengan perasaan yang ia rasakan. Ia langsung mendorong Reynand dan menyuruh Reynand untuk berhenti memeluknya.
Aleta hanya memegang dadanya serta nafasnya yang terdengar terengah engah. Reynand pun merasa khawatir dengan Aleta karena nafas istrinya yang terengah engah.
" Aleta, kamu kenapa ! " Ucap Reynand dengan panik.
" Hehe, e- enggak a-aku cuma gugup. Eh maksud ku bukan begitu ! " Ucap Aleta, pipinya tiba tiba memerah serta salah tingkah.
Reynand yang melihat Aleta salah tingkah membuatnya tersenyum senyum serta tertawa kecil. Aleta yang melihatnya merasa malu.
__ADS_1
" Ihhh, apasih ketawa tawa begitu ! " Ucap Aleta.
" Hahaha... ." Reynand pun tertawa, ia tak sanggup menahan tawanya karena tingkah laku istrinya.
" Udah sana pergi ke kantor ! " Ucap Aleta dan mendorong Reynand menuju mobilnya.
Akhirnya Reynand pun pergi ke kantornya. Beberapa menit kemudian Aleta masuk ke dalam rumahnya, pergi ke dalam kamar Reynand. Sesampainya di kamar Reynand, Aleta menghampiri bingkai pernikahannya. Menatap dengan penuh perasaan.
Wajah Aleta tersenyum sambil memikirkan hari hari yang telah ia lakukan bersama dengan Reynand. Hari hari sebelumnya penuh dengan tawa, candaan, serta amarah dari Reyanand, sebelum Reynand mencintai Aleta dengan tulus.
Betapa menyenangkannya di waktu itu. Mengingat masa masa itu membuat Aleta tersenyum sendiri sambil membayangkan sewaktu ia dimarahi oleh Reynand, hingga Reynand terbatuk, akibat teriakannya terlalu kencang.
" Kak Aleta ! " Teriak Reya dan membuka pintu kamar Reynand secara tiba tiba.
Tiba tiba Reya berlari ke arah Aleta dan memeluknya. Seketika bingkai pernikahan Aleta dan Reynand pun terlempar, dan pecah. Aleta dan Reya pun terkejut ketika melihat bingkai pernikahan Reynand dan Aleta hancur.
" Ups, gak sengaja." Ucap Reya.
" Yahhh, kaca bingkainya pecah." Ucap Aleta.
Reya dan Aleta pun memebersihkan serpihan kaca bingkai itu dan membuangnya ke tempat sampah. Wajah Aleta panik, karena takut kalau Reynand mengetahui ini semua.
" Haduhhh, kak Reynand bisa marah pasti." Ucap Reya.
" Iyaaa, bagaimana ini Reya !" Ujar Aleta.
Lalu Aleta dan Reya pun bergegas untuk membeli bingkai baru untuk foto pernikahan Aleta dan Reynand. Beberapa jam telah berlalu, sampailah Aleta di rumah dengan bingkai foto pernikahannya yang sudah bagus seperti semula.
* Di Rumah Ibu Angkat Aleta *
Terlihat ibu angkat Aleta sedang berada di ruang tamu, bersama dengan anak kandungnya. Wajahnya terlihat emosi, ternyata ia sedang emosi dengan kejadian tadi. Emosinya yang meluap luap membuat ibu angkat Aleta semakin dendam padanya.
" Sayang, bagaimana kalau kita balas perbuatan yang dilakukan oleh Aleta dan suaminya kepada kita tadi." Ucap Ibu angkat Aleta.
Anaknya menyetujui perkataan ibu nya, mereka pun menyusun rencana untuk membalas perbuatan Reynand dan Aleta.
Bersambung.......
__ADS_1