Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Sakit Aja Masa Barengan....


__ADS_3

Sakit Aja Masa Barengan


Reynand bersin terus menerus, badan nya juga terasa panas dan lemas akibat terkena air hujan yang dingin.


" Haccu !." Aleta dan Reynand bersin bebarengan.


" Haduh kalian ini, sakit aja masa barengan." Ucap bunda menyuapkan bubur untuk Aleta dan Reynand yang sedang duduk di tempat tidur.


Keringat Reynand berjatuhan ke selimut kasur nya. Ia sambil mengelap teringat dengan tangannya. Aleta hanya melihat nya saja, Aleta tak menyangka akan sakit barengan bersama dengan Reynand.


" Haccu !." Aleta bersin dan mengeluarkan banyak ingus.


" Ih, Aleta kamu jorok banget sih." Ucap Reynand.


" Ma - maaf, habisnya hidungku gatal. Jadinya bersin deh terus.... Haccu !." Aleta bersin lagi.


" Ih tambah banyak tuh !." Ucap Reynand.


Ibu Reynand pun mengelap hingus Aleta, Aleta yang terkejut serta terharu akibat kasih sayang yang diberikan kepada ibu mertuanya membuatnya menangis.


" Kamu kenapa nangis sayang ?." Tanya Bunda.


" Terharu aja bunda sama perlakuan bunda ke aku, soalnya aku gak pernah diperhatiin seperti ini sama orang tua ku..... Hiks... ." Aleta menangis tersedu sedu.


Bunda Reynand pun memeluk Aleta yang menangis dan menenangkannya dengan pelukan hangat yang bunda Reynand berikan.


" Bunda !, masa Aleta doang yang dipeluk." Ucap Reynand, mengerutkan dahinya.


" Yaudah sini kamu juga mau bunda peluk." Ucap Bunda dengan senyum.


" Mau.... ." Ucap Reynand dengan wajah bagaikan anak kecil yang manja pada ibunya.


Aleta hanya melihat wajah Reynand yang dekat dengannya ketika dipeluk oleh ibu nya.


" Apa liat liat." Bisik Reynand.

__ADS_1


" Si - siapa yang liatin tuan !." Bisik Aleta juga.


Tiba tiba Reynand bersin dan memuncratkan hingus nya ke wajah Aleta, tubuh Aleta pun langsung refleks dan berteriak, membuat bunda dan Reynand terkejut.


" Ahhhh.... tisyu... mana tisyunya.... ." Teriak Aleta memeperkan hingus di wajahnya menggunakan baju milik Reynand.


" Aleta, kamu jorok !!!!." Bentak Reynand.


" Ih... tuan yang jorok !, makanya ingus nya jangan dibuang sembarangan !." Ucap Aleta.


" Stoppppp !!." Teriak Bunda.


Mereka berdua langsung berhenti bicara dan diam seperti patung.


" Kalian ini bertengkar terus sih, Aleta. Kamu juga, kan udah bunda bilang jangan panggil Reynand dengan sebutan tuan." Ucap Bunda.


" Maaf bunda." Ucap Aleta.


" Yaudah, kamu juga Reynand. Udah gede masih aja buang ingus sembarangan." Ucap Bunda.


" Haccu !."


" Haccu !."


Flu mereka berdua semakin memburuk, demam pun juga semakin tinggi sampai sampai thermometer menunjukan suhu tubuh mereka mencapai 39,4 °C.


Tak lama kemudian demam Aleta turun, tapi tidak dengan Reynand. Suhu tubuh Reynand semakin tinggi dari sebelumnya. Karena panik ibu Reynand pun memanggil dokter. Karena demam yang tinggi, Reynand langsung dibawa ke rumah sakit. Aleta benar benar khawatir dengan keadaan Reynand.


Tiba tiba orang tua angkat Aleta datang menjenguk Reynand di rumah sakit. Mereka berpura pura khawatir di depan mertua Aleta dengan keadaan Reynand yang seperti ini. Mereka menghampiri orang tua Reynand. Ibu Reynand pun terkejut ketika melihat orang tua Aleta.


" Aleta, mereka ini siapa kamu ?." Tanya Bunda.


" Mereka orang tua angkat aku bunda." Jawab Aleta.


Lalu ibu angkat Aleta mengulurkan tangan untuk berkenalan dengan ibu mertua Aleta.

__ADS_1


Karena waktu itu mereka berdua belum sempat bertemu, akibat Reynand yang menyembunyikan pernikahan nya dengan Aleta dari orang tuanya.


" Perkenalkan saya ini ibu Aleta." Ucap ibu angkat Aleta.


" Sa - saya ibu nya Reynand." Ucap Bunda.


" Oh, ternyata ini ibu Reynand yah, oh ya Aleta ini adalah anak kesayangan saya, pasti Reynand sangat beruntung jika menikahi putri saya. Karena Aleta ini anak nya manis, pintar, dan sangat penyayang." Ucap ibu angkat Aleta dengan senyuman palsu.


" Ih, mamah kok malah muji muji Aleta sih." Bisik Sella.


" Syut, udah diem." Bisik Ibu angkat Aleta dan kembali senyum ke arah mertua Aleta.


" Dasar perempuan bermuka dua." Ucap Reya didalam hati dengan tatapan mata yang sinis ke arah ibu angkat Aleta.


" Jadi Aleta anak dari perempuan ini." Ucap ibu Reynand dalam hati.


" Heh kamu perempuan yang u-." Reya berhenti bicara ketika bundanya menyentuh tangan Reya dan menggeleng geleng pelan.


Bunda Reynand dan Reya tidak ingin ada masalah di rumah sakit itu, karena dapat mengganggu pasien yang ada dirumah sakit itu. Tiba tiba ibu tiri Aleta menarik Aleta.


" Heh, kamu. Cepet bilang kalau saya itu sayang sekali sama kamu !." Bisik ibu angkat Aleta.


Aleta hanya mengangguk pelan


" Oh iya bunda, mamahku ini sangat sayang denganku. Aku benar benar sangat bersyukur karena memiliki ibu seperti dia." Ucap Aleta dengan wajah yang sangat terpaksa.


" Kak Aleta, kakak gak usah bohong. Pasti perempuan brengsek itu udah ngancem kakak kan supaya kakak bicara hal yang gak benar kayak begitu." Ucap Reya.


Aleta tak bisa bicara apa apa, ia hanya diam dan tak bisa berbuat apapun. Ibu Aleta pun merasa kesal atas apa yang dikatakan oleh Reya.


" Heh kamu, kurang ajar banget yah !." Ucap ibu angkat Aleta.


Mereka pun membuat keributan dirumah sakit. Susterpun berdatangan untuk menghentikan pertengkaran mereka sampai akhirnya dokter keluar dari ruangan Reynand dirawat. Dokter mengatakan bahwa Reynand harus dirawat inap, karena demamnya.


Dokter pun hanya membolehkan satu orang untuk menjenguk Reynand, dikarenakan agar tidak mengganggu Reynand yang sedang beristirahat. Bunda Reynand pun menyuruh Aleta yang masuk ke dalam, karena orang yang Reynand butuhkan saat ini adalah istrinya yaitu Aleta.

__ADS_1


__ADS_2