Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Teriakan Reynand


__ADS_3

Teriakan Reynand


Malam pun tiba, Aleta terbangun dari tidurnya ditengah malam. Ia melihat kearah kanannya, terlihat ada Reya yang tengah tertidur di sampingnya dengan nyenyak. Malihat Reynand yang tidak ada membuatnya merasa tidak nyaman. Aleta pun keluar dari kamar Reya untuk mencari suaminya.


Ketika ia membuka pintu kamar Reynand dan keluar, Aleta merasa takut serta merinding karena suasana yang begitu menyeramkan. Semua lampu mati, Aleta pun langsung mengambil handphonenya di laci meja kamar Reya. Lalu Aleta langsung menelphone Reynand. Seketika ia terkejut ketika mendengar suara handphone yang berdering.


Katika ia menolehkan pangdangnnya kearah belakang ia terkejut melihat Reynand yang tengah tertidur di lantai dengan pulas. Aleta langsung mematika telphonenya dan menghampiri suaminya serta membangunkannya.


" Tuan, tuan ayo bangun !" Bisik Aleta.


Aleta membangunkan Reynand dengan pelan agar tidak mengganggu Reya yang sedang tertidur. Wajah Reynand ketika tidur membuat Aleta tersenyum - senyum sendiri akibat wajah suaminya yang imut serta tampan. Aleta membelai rambut Reynand yang telah menutupi matanya.


Lalu Aleta tak sengaja menyentuh hidung Reynand dan membuat suaminya terbangun. Mata Reynand yang belum terbuka sempurna melihat bayang - bayang seorang wanita yang berada didepan matanya. Sambil mengendipkan matanya beberapa kali, Reynand berusaha untuk melihat lebih jelas perempuan yang ada didepannya. Ketika penglihatannya mulai jelas, ia melihat istrinya yang tengah menatapnya.


" Loh, Aleta ! Kok kamu udah bangun sih ?" Ucap Reynand dengan terkejut.


" Enggak papa sih, terus kalau tuan, kok tidur di lantai ?" Tanya Aleta.


" A- aku cuma mau menemani kamu saja." Ucap Reynand.


" Ouhh begitu." Ucap Aleta dan naik ke atas kasur Reya.


" Kenapa, kamu mau pindah kamar lagi ? " Tanya Reynand.


" Iya." Gumam Aleta.


Lalu Reynand pun mengajak Aleta untuk pindah kamar ke kamar tamu untuk tidur disana. Ketika keluar dari kamar Reya Aleta merasakan takut lagi karena suasana diruang tengah masih gelap. Aleta pun berjalan dibelakang Reynand sambil memegang baju suaminya.


" Kamu takut yah ?" Tanya Reynand sambil tersenyum.


" E-enggak !" Ujar Aleta, langsung melepaskan baju Reynand.

__ADS_1


Reynand berjalan begitu saja meninggalkan Aleta jauh dibelakang. Aleta berjalan sendirian, ia mencari stop kontak untuk menyalahkan lampu. Namun tidak ketemu- ketemu, Reynand yang melihat Aleta sedari tadi meraba raba didinding untuk mencari stop kontak membuatnya tersenyum.


Lalu Reynand menyalakan lampu senter di handphonenya untuk membantu Aleta mencari stop kontak tersebut. Bukannya malah membantu, justru Reynand malah membuat Aleta kesal karena ia tidak membantu istrinya yang kesusahan dengan benar.


Karena kesal Aleta langsung pergi ke kamar tamu tanpa menggunakan cahaya apapun. Reynand yang melihat Aleta kesal begitu langsung mengejar istrinya yang sedang marah.


" Hey Aleta !" Panggil Reynand sambil mengejar Aleta.


Reynand menggenggam tangan Aleta dan menariknya. Dengan keras Aleta langsung melepaskan genggaman tangan Reynand begitu saja. Aleta pun tidak jadi kekamar tamu tersebut melainkan kembali ke kamar Reya sambil menahan emosinya.


" Aleta, jangan marah donk !" Ucap Reynand yang masih mengejar Aleta.


Tiba tiba keluarlah sosok wanita dari kamar Reya dengan rambut yang berantakan. Wajahnya juga tertutup oleh rambunya yang panjang. Melihat sosok wanita itu membuat Reynand dan Aleta terkejut. Seketika Reynand langsung berteriak dengan sangat kencang, sedangkan Aleta hanya menutup mata dengan tangannya. Ternyata sosok wanita yang keluar dari kamar itu adalah Reya.


" AHHHH !" Teriak Reynand dan langsung memeluk Aleta dengan erat.


" Aduh tuan sakit !" Ucap Aleta.


Para pelayan yang berdatangan pun langsung menyalakan semua lampu ruangan. Melihat Reynand yang tengah berpelukan dengan Aleta membuat semua orang yang ada dirumah Reynand heran sebenarnya apa yang terjadi.


" Yaampun siapa sih yang teriak - teriak dimalam hari begini ?" Tanya bunda.


Melihat bundanya datang secara tiba- tiba, Reynand langsung melepaskan pelukannya kepada Aleta. Lalu Aleta membuka matanya dan melihat banyak orang didepannya. Bunda pun bertanya lagi kepada Aleta dan Reynand sebenarnya siapa yang berteriak di tengah malam seperti ini.


" A-Aleta bunda, yang teriak." Ucap Reynand.


Mendengar perkataan Reynand barusan membuat Aleta terkejut, kenapa Reynand malah berkata bahwa Aletalah yang berteriak sangat kencang tadi.


" Tuan, kok malah aku sih !" Bisik Aleta sambil menyenggol tangan Reynand.


" Kamu kenapa berteriak sayang, memangnya ada yang meneror kamu lagi ?" Tanya bunda dengan wajah yang khawatir.

__ADS_1


" E- enggak bun, Aleta gak kenapa - napa." Ucap Aleta sambil tertawa hambar.


" Benar nih ?" Tanya ayah.


" Itu tuh ayah, Reya yang membuat Aleta berteriak. Lagian sih rambutnya berantakan banget, bikin orang kaget aja !" Ucap Reynand.


" Hehe... ma- maaf, oh iya bukannya yang teriak tadi kak Reynand yah ?." Ucap Reya.


" Masa sih ?" Tanya bunda.


" U- udah ya bun, bunda tidur lagi aja sama ayah sana. Aku sama Aleta juga mau tidur." Ucap Reynand mendorong bundanya ke arah kamarnya dengan lembut.


Setelah kedua orang tua Reynand masuk ke dalam kamar, Reynand langsung menyuruh para pelayan untuk masuk ke kamar mereka masing masing. Lalu Reynand pun menarik tangan Aleta dan membawanya ke arah kamar tamu. Setelah Reynand dan Aleta masuk ke kamar tamu, dengan cepat Reynand menutup pintu kamar.


" Tuan, kenapa tuan malah bilang kalau aku sih yang teriak !" Ucap Aleta dengan ekspresi yang marah.


" Maaf deh, yasudah sana cepat tidur !" Suruh Reynand.


Aleta langsung naik ke kasur dan berbaring di atasnya begitu pula dengan Reynand. Seketika Aleta langsung tertidur pulas di kasur. Reynand yang tak sadar Aleta sudah tertidur pulas masih saja mengajaknya bicara. Ketika Reynand menolehkan kepalanya ke arah Aleta, ia tersenyum sendiri di buatnya.


" Aleta , Aleta , cepat sekali kamu tertidur pulas. Rupanya dari tadi aku bicara sendiri." gumam Reynand sambil mengerutkan dahinya.


Reynand tak bosan memandangi wajah Aleta yang sedang tetidur pulas, Bagi Reynand Aleta tetap cantik walaupun ia sedang tidur. Lama kelamaan rasa ngantuk itu pun hinggap . Sedikit demi sedikit matanya tertutup dan pada akhirnya ia pun ikut tertidur pulas disamping Aleta dengan tangan yang tak sengaja menggenggam telapak tangan Aleta.


Fajar pun menjelang, Aleta dan Reynand masih tertidur pulas dengan posisi tangan Reynand yang masih menggenggam telapak tangan Aleta. Begitu pulasnya mereka tidur hingga suara ketukan pintu pun tak dapat mengusik tidur mereka.


Berulang kali bunda Reynand mengetuk pintu tapi tak ada jawaban. Dengan berat hati bunda Reynand akhirnya sedikit membuka pintu kamar untuk melihat keadaan anak dan menantu kesayangannya. Pelan - pelan bunda Reynand membuka pintu karena dikhawatirkan akan mengganggu istirahat mereka berdua.


Bunda pun masuk kedalam, dan mendekati kasur yang ditempati Reynand dan Aleta. Bunda Reynand merasa sangat bahagia karena anak dan menantunya hidup rukun dan bahagia, juga melihat tingkah Reynand yang sudah tertidur pulas tapi masih saja tak mau melepaskan genggaman tangan Aleta seolah tak mau jauh dari Aleta. walaupun sekarang sedang ada masalah yang menimpa rumah tangga anak dan menantunya namun bunda Reynand selalu berdoa agar semua akan selalu baik - baik saja.


Seolah tak ingin mengganggu istirahat mereka berdua, bunda pun meninggalkan kamar tamu yang ditempati Reynand dan Aleta. Sebelum bunda Reynand pergi, bunda menarik ke atas selimut yang digunakan Reynand dan Aleta. Menyelimuti anak dan menantu kesayangannya. Bunda pun menutup pintu kamar dengan pelan dan kembali ke ruang makan.

__ADS_1


__ADS_2