
Tepung
" Gorengan !?." Ucap Reynand.
" Iya... ." Ucap Aleta.
" Ujan ujan begini kamu mau beli dimana." Ucap Reynand.
" Ih... aku gak mau beli." Ucap Aleta.
" Terus aku gitu yang beli. Gak mau, mana ujan ujan begini aku keluar cuma buat beli gorengan sih." Ucap Reynand.
" Ih... gak usah beli... kita bikin aja." Ucap Aleta menarik narik lengan Reynand.
" Bikin !? yaudah deh aku suruh pelayan buat bikin gorengan." Ucap Reynand dan pergi.
" Ih.. tuan tunggu dulu, tuan !." Panggil Aleta.
" Apa lagi sih." Ucap Reynand berbalik arah.
" Aku mau nya tuan yang bikin buat ku." Ucap Aleta.
" Ih... gak mau, aku gak bisa masak !." Ucap Reynand.
" Ish... tenang aja, aku ajarin tuan masak kok." Ucap Aleta.
Aleta langsung beranjak dari kasur dan menarik tangan Reynand pergi keluar kamar. Reynand pun melepaskan genggaman Aleta.
" Hey, kenapa kamu jalan jalan. Memangnya gak sakit kaki nya !?." Ucap Reynand dengan perasaan yang khawatir.
" Enggak, udah ayo ikut aja." Ucap Aleta dan menarik tangan Reynand untuk menuruni tangga.
Sesampainya di tangga, Aleta hanya menatapi tangga itu saja, karena ia takut terjatuh di tangga akibat kaki nya yang sedang sakit. Reynand yang peka melihat Aleta takut akan terjatuh membuat nya merasa kasihan. Ia pun langsung menggendong Aleta turun ke tangga. Aleta sangat terkejut ketika Reynand menggendong nya.
Lalu jantung Aleta berdetak kencang. Wajah Reynand terlihat sangat tampan ketika di lihat dari dekat. Kulit wajah yang berwarna putih, halus serta badan nya sangat harum.
" Baju tuan wangi sekali." Ucap Aleta didalam hati.
__ADS_1
" Tuan, tuan pakai minyak wangi sebotol yah ?." Tanya Aleta.
" Enggak, sok tau banget sih kamu." Ucap Reynand berhenti melangkah.
" Ih... bau minyak wangi nya terlalu menyengat tau." Ucap Aleta.
" Lebih pilih diam atau aku lempar kamu ke bawah." Ucap Reynand dengan tatapan mata yang tajam.
" Di- diam tuan." Ucap Aleta.
Sesampainya di dapur Reynand menurun kan Aleta. Aleta langsung mengambil sayur sayuran di dalam kulkas. Sedangkan Reynand memanggil para pelayan.
Lalu Aleta memberikan Reynand pisau dan menyuruh nya untuk mengiris sayuran itu. Para pelayan pun datang, akhirnya Reynand menyuruh pelayan itu untuk mengiris sayur sayuran itu. Aleta pun menarik para pelayan itu dan menyuruh mereka untuk diam.
" Ih... ayo iris, kenapa malah nyuruh pelayan sih !." Ucap Aleta.
" Aku gak bisa memotong sayurannya Aleta !." Ucap Reynand.
" Aku gak mau tau, pokok nya harus kamu yang bikin gorengan itu, mulai dari memotong sayuran sampai gorengan itu siap di sajikan." Ucap Aleta dan duduk di bangku meja makan.
Reynand pun mulai memotong motong sayuran itu, ia memotong wortel dengan sangat besar besar. Aleta pun bangun dan menghampiri Reynand. Aleta memegang tangan Reynand dari berlakang dan mengajarinya bagaimana memotong sayuran itu.
Reynand terkejut, tapi didalam hatinya ia sangat bahagia ketika tangan nya di sentuh oleh Aleta. Sedangkan para pelayan hanya melihat mereka saja dan tak melakukan apa apa.
" Nah... sekarang ambil tepung nya !." Suruh Aleta.
" Oke. Pelayan ambilin tepung !." Suruh Reynand.
Pelayan itu pun mengambilkan tepung untuk Reynand, namun Aleta menghentikan pelayan itu.
" Gak, kamu aja yang ambil !." Ucap Aleta yang kembali duduk di kursi meja makan.
" Apa !? aku yang ambil !." Ucap Reynand.
" Ya, kamu aja yang ambil." Ucap Aleta.
" Aleta.... aku gak tau benda yang nama nya tepung itu apa !!!." Ucap Reynand.
__ADS_1
" Ih... yang itu tuh.... ." Aleta menunjuk ke arah dimana tepung itu di letakkan.
Reynand pun mengambil tepung itu lalu ia membukanya, tapi tidak bisa bisa.
" Ih... gimana sih bukanya." Gumam Reynand.
" Ih... makanya di sobek aja plastik nya !!!." Ucap Aleta.
Reynand pun membuka tepung itu dengan sekuat tenaga nya, lalu......
BOOMMMMM !!!
Semua tepung nya tumpah dan mengenai seluruh baju, wajah Reynand, dan lantai.
" Haccu... uhuk uhuk !." Reynand batuk.
" Hahahha..... ." Aleta tertawa terbahak bahak.
" Ketawa aja terus... ketawain sepuas nya.... ." Ucap Reynand dengan nada suara yang emosi.
" Yaampun ternyata tuan Reynand lucu yah... ." Bisik para pelayan.
" Apa sih kalian." Ucap Reynand kepada pelayan itu.
" Ma- maaf tuan." Ucap para pelayan.
" Hahahha.... ." Aleta masih saja tertawa ketika melihat wajah Reynand yang berwarna putih.
" Ih... diam kamu Aleta !." Bentak Reynand.
" Iya deh.... maaf... ." Ucap Aleta sambil tersenyum.
Bersambung.....
Tunggu episode selanjutnya yah....😁
Selamat membaca....🤗
__ADS_1