
Pengganggu
Masih di tempat yang sama, mereka masih berada dikamar berduaan. Reynand menemani Aleta yang sedang duduk diranjang akibat kaki nya yang terluka.
" Aleta." Panggil Reynand dengan nada suara yang lembut.
" Kenapa tuan ?." Tanya Aleta yang masih menghitung uang yang tadi diberikan oleh Reynand.
Mata Aleta hanya terfokus pada sejumlah uang, ia mengabaikan Reynand yang sedang berbicara pada nya.
" Aleta, bisa berhenti dulu gak sih ngitung uang nya." Ucap Reynand.
" Gak bisa tuan, tuan sih ngasih uang nya kebanyakan." Ucap Aleta.
Tiba tiba Reynand pun merenggut semua uang itu dari tangan Aleta.
" Kok di ambil !?." Aleta terkejut.
" Dengar kan aku dulu." Ucap Reynand, mendekatkan wajah nya ke wajah Aleta.
Tatapan Reynand sangat aneh hingga membuat Aleta tengang.
" A- ada apa tuan ?." Tanya Aleta menjauhi tatapan mata Reynand.
" Aku harus jujur ke Aleta kalau aku itu sudah mulai menyukai nya. Dan aku tidak mau kehilangan Aleta seperti didalam mimpi." Ucap Reynand didalam hati.
" Ke- kenapa tuan, kok diam saja ?." Ucap Aleta sambil tertawa hambar.
" Aleta, aku..... ." Tangan Reynand gemetar, karena saking canggung nya.
" Kenapa ?." Tanya Aleta.
" Sebenar nya.... aku... ."
" Tuan kenapa sih ?." Ucap Aleta.
" Ih... diam dulu aku belum selesai bicara !!!." Bentak Reynand.
__ADS_1
" Iya deh... ." Ucap Aleta.
" Huftt.... ( menghela nafas ). Aleta sebenar nya aku itu ci-."
Krekkkk...
Suara pintu terbuka, tiba tiba Reya datang dan menghancurkan semuanya. Ia langsung melompat ke ranjang Reynand dan memeluk nya.
" Kakak.... akhirnya kakak sadar." Ucap Reya memeluk erat Reynand.
Reynand hanya terdiam sambil menahan kesal. Perasaan nya yang selama ini ingin ia ungkapkan kepada Aleta gagal sudah. Reya yang tiba tiba datang mengehentikan pembicaraan Reynand kepada Aleta.
" Sial, kenapa Reya tiba tiba masuk ke kamar ku sih !. Gagal deh nyatain perasaan aku ke Aleta." Ucap Reynand di dalam hati.
" Kak Reynand gak kenapa napa kan... aku panik tahu... ." Ucap Reya.
" I- iya gak papa." Ucap Reynand sambil tersenyum kesal.
Urat urat di wajah Reynand mulai terlihat, akibat emosinya yang meluap luap. Reya yang menyadari nya pun langsung menghindari Reynand.
" Be- betul tuh." Ucap Aleta.
" Reya... kalau begitu... dari pada kamu ganggu kaka sama Aleta yang lagi berduaan, mending kamu pergi aja dari sini." Ucap Reynand sambil tersenyum.
" Gak mau !." Jawab Reya menolak mentah mentah.
" Lebih pilih pergi atau tidak dapat uang jajan selama 1 bulan." Ucap Reynand dengan tatapan mata sinis.
Aura mematikan mulai terasa oleh Reya dan Aleta. Aleta ingin sekali pergi dari tempat itu namun tidak bisa diakibatkan kaki nya yang sedang sakit.
" I- iya, aku pergi. Ta- tapi... di luar ada tamu yang menunggu kak Reynand." Ucap Reya yang sedang bersembunyi di belakang Aleta.
" Tamu ?." Ucap Aleta.
" Iya." Sahut Reya.
" Siap yang pagi pagi begini bertamu ke rumah ku." Ucap Reynand.
__ADS_1
" Mana ku tahu." Ucap Reya.
" Tamu nya pria atau wanita ?." Tanya Reynand.
" Eum... tamu nya itu cogan." Jawab Reynand.
" Cogan !?." Ucap Reynand.
" Iya, cogan... ih... artinya cowok ganteng !." Ucap Reya.
" Oh... ." Ucap Aleta dengan wajah polos nya.
" Yasudah. Kalau begitu aku ke bawah dulu yah Aleta, aku mau melihat siapa yang datang." Ucap Reynand dengan senyuman.
" I- iya tuan." Ucap Aleta.
Reynand dan Reya pun pergi.
" Ke- kenapa perlakuan tuan pada ku sedikit berbeda yah. Belakangan ini dia sering tersenyum begitu." Ucap Aleta.
Di Ruang Tamu...
" Itu kak, orang nya... ganteng kan !!!." Ucap Reya sambil menunjuk ke arah seorang pria yang sedang duduk di bangku sofa dengan pakaian berwarna putih polos.
Reynand berjalan dan melihatnya tiba tiba terkejut.
" O- orang itu... ." Reynand terkejut.
" Reynand... ." Sapa pria itu dan melambaikan tangannya.
" Ma- mana mungkin." Ucap Reynand dengan tatapan yang aneh.
Bersambung.......
...Tunggu episode selanjut nya yah....😁...
...Selamat membaca😘😘...
__ADS_1