Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Berbaikan


__ADS_3

" Bun, Aleta boleh masuk? " tanya Aleta dengan nada yang sedikit bergetar.


" Aleta! " panggil Reynand.


Tiba-tiba tiba Reynand datang menghampiri istrinya. Ia menyuruh Aleta untuk kembali ke kamarnya.


" Aleta, jangan ganggu bunda, biarkan bunda sendiri dulu," ucap Reynand dan menyentuh tangan istrinya.


" T- tapi Reynand, " ucap Aleta.


" Sudahlah Aleta, kita biarkan bunda sendiri dulu, " ucap Reynand.


Aleta hanya bisa pasrah saja. Ia tak ingin membuat suaminya tambah sedih. akhirnya mereka berdua pergi ke kamar. Pada saat Aleta dan Reynand pergi, ayah Reynand membuka pintu kamar untuk melihat siapa yang mengetuk- ngetuk pintu kamar.


" Loh, kok gak ada orang sih, perasaan tadi ada suara Aleta, mungkin itu hanya perasaanku saja ya, " ucap Ayah mertua Aleta dan menutup pintu kamar lagi.


Reynand melepaskan genggamannya dari tangan istrinya. wajahnya masih saja terlihat lesu. Aleta pun menuntun tangan suaminya. Reynand langsung melihat ke arah Aleta. Telrihat wajah istrinya sedang tersenyum manis.


" Sayang, aku aja tersenyum, masa kamu wajahnya sedih begitu, senyum donk," ucap Aleta.


" Bagaimana bisa tersenyum Aleta, sedangkan saat ini sedang ada masalah, " ucap Reynand.


" Sudahlah Reynand, jangan terlalu dipikirkan begitu, nanti kamu sakit loh, " ucap Aleta.


Reynand hanya terdiam, sesampainya di kamar, Aleta juga merasa sedih, karena suaminya masih saja tak ingin bicara. Lalu Reynand membaringkan badannya di kasur menghadap ke arah samping.


" Reynand, jangan sedih terus donk, " ucap Aleta.


Reynand tak menjawab pertanyaan dari istrinya. Aleta pun menghampiri Reynand dan memeluknya. Pada saat Aleta memeluk suaminya, Tiba-tiba ia terkejut ketika menyentuh tangan Reynand yang sedikit hangat.


" Reynand, kamu sakit? " tanya Aleta dengan khawatir.


" Enggak, " jawab Reynand dengan singkat.


" Tapi dahi kamu juga hangat, kamu demam? " tanya Aleta lagi sembari menyentuh dahi suaminya.


" Enggak Aleta, sudahlah aku mau tidur, kamu juga istirahat sana!" suruh Reynand.


Aleta melepaskan pelukannya, lalu ia menyelimuti tubuh Reynand dengan selimut. Aleta mengusap- ngusap punggung suaminya.


" Hm, kayaknya malam ini gak akan dapet pelukan deh dari Reynand, " ucap Aleta dalam hati.


Tiba-tiba Reynand langsung berbalik arah, dan memeluk istrinya. Sontak Aleta terkejut, ia berpikir apakah Reynand bisa membaca pikirannya.


" Reynand, kok kamu peluk aku? " tanya Aleta.

__ADS_1


" Ya, soalnya aku tenang kalau didekat kamu, " ucap Reynand.


Aleta hanya terdiam. Tak lama kemudian Alera tertidur, Reynand masih saja memeluk Aleta dengan erat. Suasana mulai terasa sangat sunyi, Reynand tak bisa tidur, ia selalu melihat ke arah istrinya yang tengah tertidur pulas. Wajahnya tampak tersenyum sedikit, ia mengurai rambut sang istri dengan lembut.


Sudah pukul 01. 00 pagi, Reynand masih saja belum bisa tidur. Ia selalu bergerak- gerak, dan membuat Aleta terbangun.


" Reynand, kamu kenapa? " tanya Aleta.


" Aku gak bisa tidur Aleta, " sahut Reynand.


Kemudian Aleta memeluk Reynand. Terlihat Aleta sangat perhatian kali ini pada Reynand. Biasanya pada saat Aleta tertidur, Aleta tak pernah ingin diganggu oleh suaminya.


" Hm, rasanya tenang kalau dipeluk istri sendiri, tapi sayangnya dia perhatian kayak gini, cuma di saat- saat seperti ini, " ucap Reynand dalam hati sambil memejamkan matanya.


Akhirnya Reynand tertidur pulas bersama dengan Aleta. Beberapa jam telah berlalu, pagi pun sudah tiba, sinar matahari sudah menembus gorden kamar Reynand. Kemudian Reynand terbangun, karena cahayanya mengenai wajah Reynand.


Ia tersadar, ternyata sedari tadi Aleta masih saja memeluknya. Reynand ingin membangunkan istrinya, tapi ia merasa tak tega, akhirnya ia ingin pergi ke taman dibelakang rumah untuk menenangkan diri.


Krekk


Reynand membuka pintu kamarnya, pada saat ia membuka pintu kamarnya, tiba-tiba ada bundanya yang sedang berdiri di depan kamarnya. Seketika mereka berdua yang saling berhadapan terkejut.


" Bu- bunda, " ucap Reynand.


Bunda Reynand pun langsung pergi meninggalkan anaknya. Reynand yang melihat bundanya pergi langsung mengejar. Kemudian ia peluk bundanya dari arah belakang sambil meminta maaf. Kali ini Reynand benar- benar menangis, ia terlihat sangat sedih.


" Bunda, Reynand minta maaf, karena sudah mengecewakan bunda, " ucap Reynand yang tengah menangis.


Dari dalam kamar, Aleta tak sengaja mendengar suaminya yang sedang menangis, ia pun langsung terbangun dan beranjak dari kasur untuk menghampiri suara Reynand.


Ketika ia melangkahkan kakinya keluar, Aleta melihat ada ibu mertua dan suaminya yang sedang berbicara. Aleta pun menghentikan langkahnya, ia hanya mengintip mereka berdua dari dalam kamar.


" Reynand kasihan, aku tak tega melihatnya menangis seperti itu, " gumam Aleta.


Terlihat bunda Reynand melepaskan pelukan anaknya dan membalikkan dirinya ke arah Reynand. Bunda memegang pipi Reynand dengan lembut sambil tersenyum.


" Sudah ya, anak bunda masa menangis, " ucap bunda.


Reynand pun memeluk bundanya lagi sambil menangis, dan terus- menerus meminta maaf.


" Iya sayang, bunda sudah memaafkan Reynand kok, " ucap bunda seraya mengusap air mata anaknya.


Aleta yang mendengar pembicaraan mereka berdua merasa sangat lega. Akhirnya Reynand dan bundanya berbaikan. Tiba-tiba bunda Reynand tak sengaja melihat Aleta yang sedang mengintip dari dalam kamar.


" Aleta, " panggil bunda.

__ADS_1


Seketika Aleta langsung terdiam.


" Haduh, ketahuan lagi, " ucap Aleta dalam hati.


" Aleta, sini! " suruh bunda.


Jantung Aleta berdetak kencang, ia tak tahu apa yang akan dilakukan oleh ibu mertuanya kepada dia. Aleta pun menghampiri ibu mertuanya sambil menundukkan kepalanya.


" Aleta, sini, mau bunda peluk juga gak? " tanya bunda.


Seketika Aleta langsung berlari ke bunda Reynand dan memeluknya.


" Bunda, Aleta juga minta maaf, " ucap Aleta.


" Iya, bunda udah maafin kalian berdua kok, " ucap Ibu mertua Aleta.


" Makasih bun, " ucap Aleta.


" Tapi kalian berdua jangan lupa ya, bunda masih mau cucu dari kalian berdua, " ucap bunda.


Aleta dan Reynand langsung tersipu malu akibat perkataan bunda mereka. Melihat anak dan menantunya yang masih malu- malu, akhirnya bunda Reynand mengajak mereka untuk jalan- jalan.


" Hm, yaudah yuk kita jalan- jalan pagi! " ajak bunda.


Lalu bunda juga menyuruh Reynand dan menantunya untuk berganti pakaian. Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya mereka bertiga pun pergi dari rumah.


" Bunda, kita gak ajak ayah, Reya, sama Joshua? " tanya Aleta.


" Enggak, bunda mau menghabiskan waktu seharian sama kalian berdua saja, " jawab bunda.


Reynand mengahmpiri mobilnya, Tiba-tiba bunda Reynand menghalanginya untuk naik mobil. Karena bunda Reynand ingin berjalan kaki saja.


" Kenapa jalan kaki bunda, nanti kalau bunda capek bagaimana? " tanya Reynand.


" Sekalian olahraga, " jawab bunda.


Akhirnya mereka pun pergi berjalan kaki. Kemudian Aleta mengajak bunda dan Reynand pergi ke taman yang biasa ia kunjungi.


" Masa taman itu terus sih," ucap Reynand.


" Ih, gak papa, kan sekalian sarapan, " ucap Aleta sambil tersenyum.


" Iya, gak papa Reynand, yuk kita kesana aja, " ucap bunda.


" Asikk ! " ucap Aleta.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2