
" Ih... tuan nyebelin, ku ajak bicara dia malah masih fokus saja sama buah itu. " Ucap Aleta.
Sepanjang jalan ia selalu ngendumel, ketika sesampainya di tempat cemilan ia tak sengaja melihat Samuel yang sedang memilih milih camilan. Aleta pun langsung berlari ke arah Samuel dan menyapa nya.
" Kak Samuel !." Panggil Aleta.
Samuel pun langsung menoleh ke arah Aleta yang tengah berlari menghampiri nya.
" Kak Samuel, kok kakak ada disini ?." Tanya Aleta.
" Haha, aku hanya ingin membeli cemilan disini." Jawab Samuel.
" Oh, kakak sendirian ke sini nya ?." Tanya Aleta lagi.
" Tidak, aku ke sini bersama Muel." Jawab Samuel.
" Muel, wahhh mana kak Muel nya ?
Sudah lama sekali aku tidak bertemu dengan Muel. Aku kangen sekali." Ucap Aleta.
Lalu keluarlah Muel dari tas yang digunakan oleh Samuel, wajah nya yang keluar dari celah celar tas Samuel membuat nya terlihat sangat lucu. Wajah nya yang bulat bagaikan bola, bulu nya yang lebat serta halus membuat Aleta gemes untuk menggendong nya.
Aleta pun mengeluarkan si Muel dari dalam tas Samuel. Ia menggendong nya dan mencium bulu kucing gemuk itu.
Cup
Terlihat kucing itu tersipu malu akibat ciuman yang diberikan oleh Aleta, Muel menatap Samuel dengan senyuman iblis.
" Apa kamu lihat lihat, aku tidak akan iri dengan mu." Ucap Samuel dengan senyuman, sambil mengusap ngusp kepala Muel.
" Miaww." Muel mengeong.
" Hmm, iri. Memang nya iri kenapa ?." Tanya Aleta dengan perasaan yang bingung.
" Iri karena Muel mendapat ciuman dari mu, sedangkan aku tidak. Sudah lah tidak perlu di pikirkan, lagi pula dia memang kucing yang suka meledek. Jadi aku biasa biasa saja." Jawab Samuel melanjutkan memilih makanan nya.
Seketika wajah Aleta pun memerah akibat malu. Lalu Muel, si kucing pintar itu turun dari gendongan Aleta ia pun berlari lari. Aleta yang melihat nya pun mengejar kucing itu. Samuel pun juga ikut mengejar Muel, kucing nya.
Aleta dan Samuel bekerja sama untuk menangkap Muel yang berlari. Sedangkan Reynand masih berada di tempat buah itu. Ia masih saja memilih milih buah, dan tidak menyadari bahwa Aleta pergi meninggalkan nya.
" Sayang, lihat deh. Kamu mau buah yang mana ?." Tanya Reynand sambil memilih milih buah yang ingin ia beli.
Karena tidak ada jawaban dari Aleta, Reynand pun bertanya lagi.
" Sayang, kok kamu diam saja. Sayang.....sayang." Ujar Reynand.
__ADS_1
Akhirnya Reynand pun menoleh ke arah Aleta, ia pun terkejut ketika Aleta pergi menghilang.
" Loh, Aleta pergi kemana. Kok dia gak izin sih sama aku." Ucap Reynand, pergi mencari Aleta.
Dengan tak sengaja Reynand melihat Aleta dan Samuel yang sedang tertawa sambil menggendong Muel. Reynand pun menjadi emosi, ia menghampiri mereka berdua dengan rasa kesal yang membara. Tiba tiba Reya dan Joshua datang menghampiri Reynand. Mereka langsung menarik lengan Reynand dan membawa nya pergi dari tempat itu.
" Hey, kalian apa apaan sih ! kenapa kalian menarik tangan ku begini. Aku mau menghampiri Aleta tahu !." Ucap Reynand.
" Sudah lah, nanti saja. Soalnya kakak dipanggil sama bunda." Ucap Reya.
" Ta- tapi !?." Lirih Reynand.
" Udah, ayo ikut kami saja." Ujar Joshua.
Reynand pun mengalah dengan mereka berdua. Aleta dan Samuel masih tertawa sambil menggendong Muel. Lalu Muel meronta ronta akibat tidak ingin di gendong, karena kesal Samuel pun memasukan Muel ke dalam tas nya lagi.
Aleta pun melanjut kan memilih camilan nya lagi. Ketika ia mau mengambil ciki, namun ia tidak bisa. Akhirnya Samuel membantu Aleta untuk mengambil ciki tersebut. Seketika tangan mereka malah bersentuhan bersama pada saat ingin mengambil ciki itu.
Mereka pun saling bertatap tatapan, lalu secara tiba tiba Reynand datang, dia melihat itu semua. Emosi Reynand pun semakin meluap luap.
" Aleta !." Panggil Reynand.
Aleta pun terkejut.
Reynand menghampiri Aleta dengan ekspresi wajah yang sangat emosi. Ia pun bertanya kepada Aleta, " Ngapain kalian berduaan di sini hah !?." Tanya Reynand.
Aleta terdiam tak bisa menjawab pertanyaan Reynand, jantung nya berdetak kencang, serta suasana yang tadi nya terasa menyenangkan, berubah drastis menjadi suasana yang tegang.
Lalu si Muel pun keluar dari tas nya Samuel dan langsung berlari ke arah Reynand. Tanpa berfikir, Muel pun langsung mencakar kaki Reynand hingga terluka.
" AHHH !." Teriak Reynand.
Samuel pun terkejut dan langsung mengambil Muel yang sedang menggigit kaki Reynand. Reynand langsung terjatuh, Aleta yang melihat nya pun merasa khawatir.
" Ups, ma- maaf yah." Ucap Samuel.
" Tu- tuan, tuan tidak apa apa ?." Tanya Aleta.
" Sakit tahu ! masa gitu aja nanya !." Bentak Reynand.
Aleta merasa bersalah akibat perbuatan Muel, lalu Samuel pun memarahi Muel, karena hal itu si kucing gemuk itu juga marah pada Samuel, ia pun mencakar cakar Samuel.
" Ahhh, sakit Muel !." Ucap Samuel yang berusaha untuk menghindar dari Muel.
Aleta yang melihat Samuel di cakar terus menerus oleh Muel pun langsung mengambil kucing itu dan melepaskan kuku nya yang mencakar baju milik Samuel.
__ADS_1
" Aduh, kak Samuel gak papa ?." Tanya Aleta.
" Aleta, kok kamu malah khawatir sama Samuel sih ! aku ini suami kamu, masa kamu lebih khawatir sama dia dibandingkan sama aku !." Bentak Reynand.
Tak lama kemudian datanglah Reya dan Joshua, mereka terkejut ketika melihat keadaan Reynand dan Samuel. Reya pun bertanya apa yang telah terjadi pada mereka bertiga. Lalu Muel pun menghampiri Reya yang tengah berwajah serius.
" Miaww." Muel mengeong.
" Wahhh Muel !." Ucap Reya dan langsung memeluk kucing itu.
" Gara gara kucing gendut itu aku jadi begini Reya !." Reynand menyeletuk.
" Masa sih." Ucap Reya.
" Iya, kalau gak percaya tanya aja sama Aleta." Ujar Reynand.
Aleta membantu Samuel untuk bangun, sedangkan Reynand di biarkan begitu saja. Aleta terus menerus memperhatikan Samuel dan Reynand hanya di abaikan. Reynand yang melihat nya pun semakin emosi akibat kelakuan istri nya.
" Aleta, kenapa kamu malah tolongin Samuel sih, bukannya tolongin suami kamu sendiri !." Ucap Reynand.
Rasa iri Reynand yang berlebihan membuat Joahua bertanya tanya. Sebenar nya siapa lelaki di samping Aleta, dan kenapa Reynand sangat sensitif dengan lelaki itu.
" Joshua ! cepat bangun kan aku !." Suruh Reynand.
" I- iya." Sahut Joshua.
Reynand pun pergi meninggalkan mereka semua dengan amarah yang meluap luap. Ia menghampiri bunda nya yang tengah memilih milih sayuran. Dari belakang Reynand langsung memeluk ibu nya. Ibu nya pun terkejut ketika anak nya memeluk nya di tempat keramaian seperti ini.
" Kamu kenapa sayang kok tiba tiba meluk bunda ?." Tanya bunda.
" Gak papa bun, aku cuma bosen aja." Jawab Reynand.
" Bohong, kamu lagi ada masalah ya. Makanya peluk bunda kayak begini." Ucap bunda.
" Enggak kok !." Ucap Reynand yang masih memeluk bunda nya.
Semua orang yang berjalan pun memerhatikan Reynand yang sedang memeluk ibu nya. Orang orang pun membicarakan Reynand sebagai lelaki yang manja. Reynand yang mendengar nya tidak memperdulikan itu semua. Ibu nya pun berkata ke pada Reynand, apakah ia tidak malu kalau di bilang seperti itu pada orang orang disekitanya. Reynand pun menjawab tidak, ia sama sekali tidak memikirkan hal itu. Karena menurut nya itu tidak penting.
Beberapa jam telah berlalu, mereka semua sudah pulang dan sampai di rumah. Namun suasana hati Reynand masih saja suram akibat kejadian tadi. Aleta sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menghibur suaminya, tapi percuma. Karena Reynand tidak ingin bertemu dengan nya.
Aleta tak tahu harus berbuat apa, karena ia sudah berbuat banyak untuk menghibur Reynand. Akhirnya ia pun membuat sesuatu untuk Reynand, agar Reynand tidak marah lagi dengan nya.
Bersambung......
Lalu, apa yang akan Aleta buat untuk menghibur Reynand ?
__ADS_1