Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Mimpi Buruk


__ADS_3

Mimpi Buruk


Reynand terbangun akibat suara tangisan seseorang, ia membuka matanya dan melihat Aleta yang menangis di sebalah nya. Reynand pun bertanya...


" Aleta, kamu kenapa ?." Tanya Reynand.


" Tuan.... ." Ucap Aleta memeluk Reynand dengan erat.


" Ke- kenapa ?." Ucap Reynand.


" Aku minta maaf." Ucap Aleta.


" Minta maaf untuk apa ?." Tanya Reynand sekali lagi.


Perasaan Reynand mulai tidak enak. Wajah Aleta menunjukan bahwa ia ingin meninggalkan Reynand. Reynand pun mulai merasa tegang.


" Aku... mau kita... pi-."


" Tunggu ! ja- jangan bicara lagi." Ucap Reynand memotong pembicaraan Aleta.


" Ke- kenapa tuan ?." Tanya Aleta.


" Se- sepertinya Aleta mau meminta pisah dari ku." Ucap Reynand didalam hati.


" Tuan... ." Panggil Aleta.


" A- aku mau ke kantor, nanti kita bicara lagi." Ucap Reynand dan langsung beranjak dari ranjang nya.


Reynand meninggalkan Aleta, ia pun membuka pintu kamar mandi untuk mandi.


Kreekkkk....


Suara pintu yang terbuka, Reynand melangkahkan kaki nya ke dalam kamar mandi.


" Tuan, aku mau kita pisah !." Ucap Aleta.


Langkah Reynand pun terhenti seketika ketika mendengar perkataan Aleta barusan. Jantung nya berdetak kencang, ia sangat terkejut. Reynand pun membalikan badannya ke arah Aleta.


" Kenapa. Kenapa kamu mau pisah dari ku ?." Tanya Reynand.


" Aku... aku tidak tahu, kenapa aku ingin pisah dari mu." Ucap Aleta.


" Tidak mungkin kau tidak punya alasan Aleta. Jawab lah pertanyaan ku dengan jujur."


" Kenapa kau ingin pisah dari ku ?." Tanya Reynand dengan tatapan mata yang berbeda.


Aleta menundukan pandangan nya dan menjawab pertanyaan Reynand dengan jujur.


" Karena... aku sudah tidak sanggup lagi. Aku juga sudah muak dengan pernikahan ini. Lagian tuan tidak menyukai ku kan. Makanya aku meminta mengakhiri pernikahan ini." Ucap Aleta.


" Kenapa kau beranggapan seperti itu. Apa kau yakin, kalau aku ini tidak menyukai mu ?." Tanya Reynand.


" A- apa, apa maksud tuan." Aleta terkejut.


" Aku menyukai mu." Ucap Reynand.


" Apa." Aleta terkejut.

__ADS_1


Aleta langsung, menghampiri Reynand. Ia melepaskan cincin pernikahan nya, dan memberikan nya kepada Reynand. Reynand yang menerimanya sangat terkejut.


" K- kau serius, ingin pisah dengan ku ?." Tanya Reynand, merasa tidak percaya dengan kejadian ini.


" Iya, maaf tuan." Ucap Aleta.


Tiba tiba keluar air dari mata Reynand, ia tak kuasa menahan air mata nya ketika ia tahu bahwa Aleta ingin bercerai dari nya. Rasa sakit yang ia rasakan semakin terasa. Hati nya terasa teriris oleh pisau.


" Tidak. Aku tidak ingin bercerai dengan mu." Ucap Reynand.


" Maaf tuan, keputusan ku sudah bulat. Aku harus pergi." Ucap Aleta mengelap air mata nya dan langsung pergi.


" Aku tidak akan membiarkan mu pergi !." Ucap Reynand memegang lengan Aleta dengan kencang.


" Maaf tuan, aku harus pergi." Ucap Aleta dan melepaskan genggaman tangan Reynand.


Aleta pun pergi.


" Aleta ! jangan pergi !!." Panggil Reynand.


Aleta tetap saja menjauh, Reynand pun mengejar nya.


" Aleta !!!." Teriak Reynand.


" Kakak, kakak mau kemana ! biarin aja kak Aleta pergi." Ucap Reya yang tiba tiba datang dan menghentikan Reynand.


" Gak, aku tak akan membiarkan Aleta pergi." Ucap Reynand mendorong Reya sampai terjatuh.


Terlihat Aleta membuka pintu pagar dan berlari ke arah mobil yang ada di depan rumah nya Reynand. Tiba tiba keluar lah Samuel dari mobil itu. Lalu Aleta langsung memeluk Samuel dan pergi bersama nya.


" A- Aleta !." Reynand terkejut.


" Tuan, sudah berhenti. Jangan seperti ini !." Ucap salah satu satpam yang menghentikan Reynand.


" Cepat lepaskan !." Bentak Reynand.


Aleta pun keluar dari mobil Samuel lagi dan menghampiri Reynand.


" Reynand ." Ucap Aleta.


" A- Aleta.... ."


" Aku tidak mencintai mu Reynand, jadi jangan pernah mencari ku lagi." Bisik Aleta dan langsung pergi meninggalkan Reynand.


" A- apa.... ." Reynand terkejut.


Lalu Reynand pun terbangun dari tidur nya dan menyadari bahwa itu semua hanya mimpi. Betapa lega nya Reynand ketuka mengetahui itu hanya mimpi. Nafas Reynand tidak beraturan, detak jantung nya yang kencang. Keringat nya membasahi wajah. Ia pun langsung mengelap keringat yang ada di dahinya.


" Huft.... syukur lah itu hanya mimpi." Ucap Reynand.


" Tuan, tuan sudah bangun ?." Tanya Aleta.


" Aleta, sejak kapan kamu ada di si-." Ucap Reynand dan berhenti seketika.


Pandangan Reynand terfokus pada kaki Aleta yang di perban.


" Aleta, kaki kamu kenapa !!." Reynand terkejut.

__ADS_1


" Oh... ini... tadi itu aku tak sengaja menginjak serpihan kaca." Ucap Aleta.


" Kok bisa !?." Reynand terkejut.


" Iya, gara gara itu.... ." Tangan Aleta menunjuk ke arah kaca yang tadi ia pecahkan.


Reynand pun terkejut ketika ia melihat kaca jendelanya yang pecah.


" Ke- kenapa kaca kamar ku bolong begitu !?." Ucap Reynand.


" Hehe.... habis ku lemparkan pot bunga." Jawab Aleta sambil tertawa.


" Aleta !!! Dasar pe-."


" Ihhhh.... aku kan berbuat seperti itu untuk mnyelamatkan tuan !." Ucap Aleta.


" Menyelamatkan ku !?." Ucap Reynand.


" Iya, karena tuan tadi pingsan. Udah gitu pintu kamar nya dikunci lagi sama tuan. Makanya aku lewat jendela saja. Waktu aku naik ke lantai dua, terus kan aku udah sampai di balkon, terus aku mau masuk, tapi terus aku gak bisa, soalnya dikunci dari dalam. Makanya aku lemparin kaca jendela tuan aja. Terus.... a-."


" Aduhhhh.... cukup, kamu bisa cerita gak sih. Kalau mau cerita itu jangan pakai kata terus terus mulu donk. Orang yang dengerin jadi gak paham. Kamu tuh ya kalau cerita pemborosan kata banget sih !." Ucap Reynand.


" Lah... terserah aku donk, mau pakai kata apaan aja. Kenapa malah jadi tuan yang repot." Ucap Aleta.


" Ish... dasar." Ucap Reynand.


" Iyadeh... aku minta maaf. Maaf tuan." Ucap Aleta sambil menundukan kepalanya.


Tiba tiba mata Reynand mengeluarkan air mata. Ia langsung teringat dengan mimpinya tadi akibat ekspresi wajah Aleta yang sama persis di mimpinya tadi.


" Tu- tuan, kenapa tuan menangis ?." Tanya Aleta.


" Ah... ti- tidak." Ucap Reynand dan mengelap air matanya.


" Haduh... tuan, tuan menangis karena terharu yah dengan pengorbanan ku. Iya tuan aku tahu, memang aku ini sangat baik." Ucap Aleta memuji diri nya terus menerus.


" Ish, siapa yang terharu." Ucap Reynand.


" Terus, kenapa donk." Ucap Aleta.


" Aku hanya kesal saja, karena kau terus menerus merusak barang barang ku. Lalu kau tidak mau ganti rugi lagi." Ucap Reynand.


" Oh... ku kira tuan terharu dengan perbuatan ku tadi. Ternyata aku hanya salah paham." Ucap Aleta.


" Aku hanya bercanda... iya deh, aku terharu dengan perbuatanmu. Terimakasih yah, sudah menolong ku." Ucap Reynand dengan senyuman.


" Sama sama tuan, tapi ini semua tidak gratis loh. Tuan harus bayar pengorbanan ku ini. Karena tuan, kaki ku jadi terluka begini." Ucap Aleta sambil tersenyum.


" Ih... dasar perempuan menyebalkan." Ucap Reynand, dan langsung memberikan Aleta uang yang ada di dompet nya.


" Asikkkk. Terimakasih tuan." Ucap Aleta.


" Ya, sama sama." Ucap Reynand.


Bersambung........


Tunggu episode selanjut nya ya....

__ADS_1


...Maaf jika masih banyak kata kata yang salah....🙏😅...


...Selamat membaca.... 🤗...


__ADS_2