
Perlakuan Reynand Untuk Aleta
Reynand segera membawa Aleta untuk istirahat kekamar. Tanpa diduga oleh Aleta Reynand menggendong Aleta hingga ke kamar mereka. Semua orang yang ada di ruang tamu tertegun melihat kasih sayang Reynand yang ditunjukan untuk Aleta. Hingga Reya dibuat iri olehnya. Begitu juga dengan Joshua yang sedari tadi memperhatikan keromantisan mereka.
Mereka semua pun akhirnya kembali kekamar masing - masing untuk beristirahat.
Didalam kamar Reynand
" Tuan sampai kapan kamu akan menggendong ku, apa tuan tidak lelah. Memangnya badan aku tidak berat! Kita sudah sampai." Ucap Aleta.
" Iya aku akan menurunkanmu."jawab Reynand.
Reynand pun menurunkan Aleta dari gendongannya dengan sangat hati- hati. Ia membaringkan Aleta diatas kasurnya yang empuk dan harum. Aletapun diselimuti dengan penuh kasih sayang. Ia membelai lembut rambut Aleta sambil menatap wajahnya dengan penuh cinta.
" Tidurlah Aleta , mimpi yang indah lupakan kejadian hari ini. Esok pagi akan ada kejutan untuk mu." Ucap Reynand sambil tersenyum.
Reynand pun beranjak dari tempat tidurnya meninggalkan Aleta. Saat Reynand akan membalikkan tubuhnya, tangannya di raih oleh Aleta. Reynand pun berbalik arah seraya menatap wajah Aleta
" Tuan kamu mau kemana ? aku takut sendirian." Ucap Aleta.
" Aku akan ke kamar mandi sebentar. Aku ingin membersihkan diriku, seharian ini aku sibuk di kantor. Tenanglah kau tidurlah lebih dulu. Aku akan menjagamu. Tidak akan ada apa- apa , aku pastikan itu." Ucap Reynand sambil menenangkan Aleta.
Selang setengah jam berlalu Reynand sudah selesai mandi dan sudah memakai baju tidurnya. Dengan langkah yang pelan ia menghampiri tempat tidurnya, ia takut mengganggu istirahat Aleta, dan ternyata benar saja Aleta sudah tertidur pulas.
Reynand pun tidur disamping Aleta, ia pandangi terus wajah istrinya hingga ia pun ikut tertidur pulas hingga fajar menjelang.
Dipagi harinya Reynand bangun tidur lebih dulu dari Aleta, Ia menyiapkan sarapan untuk Aleta dengan membawanya ke kamar mereka. Ia juga meletakkan setangkai mawar merah yang sangat indah.
" Aleta.... bangun lah sudah pagi , sampai kapan kamu akan tidur terus. Ayo segera bersihkan dirimu dan kita akan sarapan bersama ! Aku sudah membuatkan sarapan untuk kita berdua." Ucap Reynand.
Aleta yang masih mengantuk, hanya mengangguk - agukkan kepalanya. Tanpa ia sadari Reynand pun menggendongnya, membawanya ke kamar mandi.
" Tuan apa yang kau lakukan ! Aku bisa jalan sendiri. Sudah turunkan aku." Rengek Aleta
__ADS_1
"Aku akan menurunkanmu ketika aku sudah sampai menggendongmu hingga ke kamar mandi. Diamlah, jadilah istri yang baik untuk hari ini. Bajumu juga sudah aku siapkan didalam. Kamu hanya tinggal mengenakannya. tidak usah membantah." Ucap Reynand.
Aleta pun hanya menuruti apa yang dikatakan Reynand. Ia segera membersihkan dirinya. Ketika ia selesai mandi , ia terkaget melihat gaun berwarna biru yang sudah di siapkan Reynand untuk Aleta.
" Untuk apa pagi- pagi begini Reynand menyuruhku mengenakan gaun sebagus ini . Apakah akan ada pesta di rumah ini ! Sudahlah lebih baik aku pakai saja gaunnya. Daripada nanti aku kena marah Reynand." Ucap Aleta.
Dari luar pintu kamar mandi sudah terdengar suara teriakan Reynand yang memanggil - manggil Aleta.
" Aleta.... sampai kapan kamu mau berada di dalam kamar mandi. Apa kamu ingin membuat suami mu ini mati kelaparan." ucap Reynand.
" iya , sebentar lagi tuan !" Sahut Aleta.
Lalu, terbukalah pintu kamar mandi, Aleta pun keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan gaun biru lengkap dengan perhiasannya yang sudah disiapkan Reynand untuknya.
Mata Reynand tak berkedip walau sekejap ketika ia melihat istrinya. Ia sangat terpukau dengan penampilan Aleta pagi ini. Aleta sangat cantik dengan gaun birunya serta satu set perhiasan berlian yang menempel ditubuhnya , sungguh membuat penampilannya semakin sempurna. Pagi ini Aleta seperti putri raja yang sangat cantik nan rupawan.
" Tuan... Tuaan." Ucap Aleta yang sedari tadi memanggil Reynand tanpa dihiraukan.
" Oh iya , Aleta! kamu cantik sekali." Puji Reynand.
Reynand pun meraih tangan Aleta dengan lembut dan mengajak ia sarapan bersama.
" Ayo kita sarapan! Aku sudah lapar, dari tadi aku menunggumu." Ucap Reynand.
" Maafkan aku tuan sudah membuat tuan menunggu lama, aku hanya bingung kenapa tuan menyiapkan baju sebagus ini , memangnya akan ada pesta ya ? atau kita akan pergi." tanya Aleta.
" Sudah kita sarapan saja dulu nanti juga kamu akan tau, kita akan kemana." jawab Reynand.
Mereka berdua pun sarapan sambil bersenda gurau didalam kamar mereka. Diruang makan ibu mertua Aleta, Reya dan Joshua sudah mengunggu Reynand dan Aleta untuk sarapan bersama.
" Pelayan...! Tolong panggilkan tuan Reynand dan nona Aleta ya, bilang kepada mereka bahwa ibu dan ayahnya sudah menunggunya untuk sarapan bersama." Ucap bunda Reynand.
Pelayan itu pun mengahmpiri ibu Reynand dan menjawab bahwa Reynand dan Aleta sedang makan berduaan di kamar mereka. Pelayan itu juga bilang bahwa Reynanf yang menyiapkan makanannya sendiri.
__ADS_1
" Sudahlah bun jangan kita ganggu Reynand dan Aleta, biarkan dia lakukan apa yang mereka mau. Bukankah kamu sudah tak sabar ingin menimang cucu dari Reynand dan Aleta ?" Seru ayah Reynand.
" Iya juga sih yah, hanya saja tidak biasanya Reynand dan Aleta makan dikamar. Jangan- jangan Aleta sakit pah karena kejadian semalam." Ucap bunda Reynand dengan perasaan khawatir.
" Sudahlah jangan berlebihan, Reynand sudah dewasa dia pasti tau yang terbaik untuk Aleta istrinya. Biarkan pagi ini menjadi awal hari yang menyenangkan untuk mereka berdua. Sebagai orang tua kita doa kan saja yang terbaik untuk anak - anak kita." Ucap ayah Reynand.
" iya ayah Reya juga setuju. Reya juga sudah tak sabar ingin menggendong keponakan yang lucu dan cantik seperti kak Aleta dan yang tampan seperti kak Reynand." Celetuk Reya.
Joshua yang mendengar perkataan Reya hanya tersenyum - senyum dibuatnya.
" Dasar anak kecil yang satu ini." Gumam Joshua didalam hatinya.
Aleta dan Reynand pun selelai sarapan, mereka berdua segera pergi menuju ruang makan untuk berpamitan kepada kedua orang tuanya. Aleta berjalan sambil di tuntun oleh Reynand menuruni tangga.
" Ayah, bunda coba lihat siapa yang baru saja turun dari tangga." Ucap Reya sambil menyenggol tubuh bundanya.
" Reynand, Aleta ! pagi ini kalian terlihat tampan dan cantik. Memangnya kalian akan pergi kemana ?" Tanya bunda .
" Reynand akan mengajak Aleta jalan - jalan bun." Jawab Reynand.
" Nah gitu donk itu baru jagoannya bunda." Ucap bunda.
selang beberapa menit setelah Reynand dan Aleta Berpamitan tiba - tiba saja handphone Reynand berdering. Rupanya ada panggilan masuk.
" Tuan, eh maksudku sayang handphone mu berbunyi, angkatlah sebentar , takutnya itu telephone penting dari kantor." Ucap Aleta yang mengingatkan suaminya.
" Sudah biarkan saja , hari ini aku tidak ingin ada yang mengganggu kita." Jawab Reynand.
Joshua yang mendengar percakapan mereka , hanya tersenyum - senyum sambil sambil berdehem seraya meledek Reynand dan Aleta.
" Tapi sayang aku tidak mau pergi, sebelum kamu mengangkat telephonenya . Pasti itu telephone yang sangat penting." Ucap Aleta.
Mendengar perkataan Aleta, Reynand pun langsung bergegas mengangkat telphonenya. Reynand pun beranjak dari ruang makan untuk menjawab telephone. Ia pergi menjauh dari ruang makan agar percakapan di telephone tidak terganggu.
__ADS_1
Bersambung.........