Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Penganggu


__ADS_3

Di Malam Hari


Terlihat Reynand sedang duduk di kasurnya sambil memainkan handphonenya. Sedangkan Aleta tengah makan cemilan di dapur bersama bunda Reynand dan Reya. Aleta memakan banyak sekali cemilan yang ada di kulkas, Reya yang melihat kakak iparnya hanya tercengang.


" Kak Aleta, kakak gak makan berapa hari kak ? makannya lahab banget, " tanya Reya.


" Hehe... aku suka ngemil Reya," sahut Aleta sambil tertawa.


Bunda hanya tersenyum melihat menantunya. Tak lama kemudian Reynand datang menghampiri istrinya. Ia yang melihat istrinya memakan cemilan dengan lahab langsung mengambil cemilan itu dari tangan Aleta.


Seketika Aleta terkejut, ia marah dengan Reynand karena cemilannya dia rampas begitu saja.


" Ish Rey, kenapa kamu ambil cikinya sih ! " ucap Aleta dengan nada kesal.


" Kamu gak boleh ngemil banyak- banyak, nanti jadi gendut ! " ucap Reynand.


" Dasar suami tega ! gak punya perasaan, istri mau makan masa gak boleh ! " ucap Aleta dengan wajah masamnya.


" Tau nih Reynand, kenapa kamu ngelarang Aleta makan ? " tanya bunda.


" Iya bun, soalnya Reynand mau ngajak Aleta jalan- jalan, " jawab Reynand.


Aleta langsung berdiri, dan memegang tangan suaminya. Wajahnya menjadi sangat semangat ketika Reynand bilang, kalau dia akan mengajaknya pergi jalan- jalan. Tiba- tiba Reya juga ikut berdiri, ia mau ikut pergi bersama kakak, dan kakak iparnya. Namun, Reynand tak mengizinkan Reya untuk ikut, karena ia tak mau, jika adiknya itu akan menjadi pengganggu saja.


" Gak boleh ! kamu gak boleh ikut ah ! nanti kamu gangguin kita berdua lagi ! " ucap Reynand.


" Yah... pliss kak, aku gak bakalan gangguin kalian berdua yang lagi pacaran deh ! pliss... boleh ya.. " ucap Reya sambil memohon kepada kakaknya.


" Oke, awas aja ya, kalo kamu gangguin kakak berduaan sama Aleta ! " ucap Reynand.


" Siap kak ! Asikkk ! " seru Reya, dan pergi untuk bersiap- siap.


Sebelum pergi, bunda berpesan kepada Reynand, bahwa Reynand harus menjaga istri dan adiknya. Beberapa menit kemudian, Reynand, Aleta, dan adiknya pergi menaiki mobil. Reynand membawa mereka berdua ke taman yang biasanya Aleta datangi. Di perjalanan Reya dan Aleta mengobrol dengan asiknya, tanpa menghiraukan Reynand.


Mendengar suara tawa Aleta, Reynand merasa senang. Ia berharap, semoga Aleta selalu bahagia seperti ini. Sesampainya di taman, Aleta dan adik iparnya itu langsung turun dari mobil.


Di taman itu, ada banyak sekali pengunjung. Bahkan ada anak- anak muda yang sedang berpacaran sambil melihat bintang- bintang di langit. Tiba- tiba Reya tak sengaja melohat penjual gulali di taman tersebut. Ia pun mengajak kakak iparnya untuk membeli gulali.


" Sayang, kita ke sana yu-"


" Kak Aleta, ayo kita beli gulali yukk ! " ajak Reya.


" Ayoo ! " seru Aleta.


" Tuh kan, aku dicuekin ! hish seharusnya tadi aku gak usah ngizinin Reya, buat ikut jalan- jalan sama aku aja ! kalo ada dia, aku jadi gagal romantis- romantisan deh sama Aleta. Dasar adik pengganggu ! " ucap batin Reynand.


Reynand terlihat kesal, lalu Reynand melihat ada penjual bunga mawar. Ia pun pergi untuk membeli bunga mawar itu, untuk istrinya. Setelah membeli setangkai bunga mawar, Reynand langsung menghampiri istrinya.


" Sayang ! " panggil Reynand.


" Ya, kenapa Rey ? " tanya Aleta, yang tengah memakan gulali bersama Reya.


" Eum... aku punya sesuatu buat kamu, " ucap Reynand, sambil menyembunyikan bunga mawar tadi di belakang tubuhnya.


" Sesuatu ? apaan tuh ? " tanya Aleta lagi.


Tiba- tiba ada penjual ice cream yang lewat. Seketika Reya langsung mengajak Aleta untuk pergi membeli ice cream.

__ADS_1


" Kak Aleta, yuk kita beli ice cream ! " ajak Reya.


" Ayukk ! " sahut Aleta, dan pergi begitu saja meninggalkan suaminya.


" Sayang, aku belum selesai bicara lohh ! kamu mau kemana ? " tanya Reynand.


" Sebentar Rey, aku mau beli ice cream, " jawab Aleta.


" Ish, dasar nyebelin ! padahal aku mau kasih Aleta kejutan, tapi dia malah ninggalin aku ! dari pada semuanya jadi hancur gara- gara Reya, mendingan aku suruh Joshua datang ke sini aja, biar dia bisa nemenin Reya, dan aku, bisa berduaan deh sama Aleta," ucap batin Reynand.


Bersambung.....


Hai kak, mampir yuk di novel baruku....


( Pengasuh Luar Biasa )



Zeint membawa Gland pergi ke rumahnya. Ingin sekali Gland kabur dari pria yang tidak ia kenal, namun tak bisa, karena para bodyguard Zeint selalu mengawasi Gland, dan menjaganya supaya tidak bisa kabur.


" Haduhhh ! gimana nih ! aku mau dibawa kemana... nanti kalau gak bisa pulang gimana donkkk ! " ucap batin Gland dengan panik.


Kini perasaan Gland sangat tidak enak. Ia takut, jika dirinya akan diperlakukan dengan kejam oleh seorang pria yang tidak ia kenal itu. Sesampainya dirumah Zeint, Gland disuruh untuk keluar dari mobil Zeint.


Para bodyguard Zeint menarik tangan Gland dengan kasar. Perlakuan yang diberikan oleh bodyguard Zeint sangat tak menyenangkan untuk Gland. Lalu, Zeint menyuruh bodyguardnya itu untuk membawa Gland ke dalam rumahnya.


Baru saja Gland dibawa masuk oleh bodyguard Zeint, seketika Gland dibuat kagum dengan rumah Zeint. Betapa luas dan megahnya bagunan itu. Gland hanya tercengang melihatnya, semua barang- barang didalam rumah Zeint terlihat sangat mewah.


" Wahh, ini rumah apa istana ? " ucap Gland dengan takjub, sampai dia terlupa dengan masalah yang tengah menimpanya saat ini.


Para pelayan yang didalam rumah Zeint terkejut melihat kedatangan Gland. Karena baru kali ini, Zeint membawa seorang wanita ke rumahnya setelah sekian lama. Mereka semua bertanya- tanya, siapa wanita yang dibawa oleh tuan Zeint.


Mendengar Gland berbicara tanpa sopan santun terhadap Zeint, membuat semua pelayan serta bodyguard dirumah Gland terkejut. Bagaimana bisa, dengan begitu saja mulut Gland berkata seenaknya saja didepan tuan Zeint.


Zeint yang hanya terdiam ketika ada orang yang berani menagatainya dengan sebutan cowok aneh. Tatapan mata Zeint kini menjadi sinis, ia merasa kesal dengan Gland.


" Hey anak kecil, kamu berani mengatai saya hah ! emangnya kamu itu gak tahu, siapa saya hah ? " tanya Zeint dengan wajah yang emosi.


" Enggak ! emangnya kamu siapa hah ! lagian buat apa saya takut sama kamu !" cetus Gland.


" Cih, dasar wanita gak punya etika, " ucap Zeint dengan nada kesal.


" Enak aja ! " ucap Gland.


" Haduhh ! udahlah, jangan banyak omong ! pusing saya denger ocehan kamu terus. Oh ya, kalian berdua cepat bawa wanita ini ke kamar saya ! " suruh Zeint kepada para bodyguardnya.


" Baik pak, " sahut para bodyguardnya.


Gland ditarik oleh bodyguard Zeint ke arah kamar tuannya. Sudah beberapa kali Gland mencoba untuk melepaskan dirinya dari para bodyguard Zeint, tapi tetap saja dia tak bisa. Akhirnya Gland pasrah saja dengan masalahnya saat ini.


Sesampainya di kamar Zeint, tiba- tiba Gland langsung didorong untuk masuk ke dalam kamar hingga dia terjatuh.


" Heh ! saya ini bukan barang tau, seenak aja, lempar sana- lempar sini ! " bentak Gland.


" Maaf nona, ini atas perintah tuan Zeint, " sahut salah satu bodyguard Zeint.


" Cih, emangnya Zeint itu siapa sih ? seenaknya aja dia ngelakuin ini ke saya ! " ucap Gland dengan emosi.

__ADS_1


" Tuan Zeint itu CEO dari PT. Arshaka nona, perusahaan terbesar pertama di negara ini, " sahut salah satu bodyguard Zeint.


" Hish, pantes aja, dia berani ngelakuin ini ke aku ! emang yah, orang kaya itu suka menindas orang yang lemah dengan kekuasaannya itu ! " ucap batin Gland.


Tak selang waktu lama, Zeint datang. Lalu ia menyuruh bodyguardnya untuk pergi dari kamarnya, karena dia ingin berbicara empat mata dengan Gland. Setelah mendengar perintah Zeint, bodyguardnya pun pergi begitu saja. Setelah semua bodyguardnya pergi, tiba- tiba Zeint menutup pintu kamar dan menguncinya.


Seketika Gland terkejut dengan kelakuan pria yang ada didepannya, yaitu Zeint.


" Heh ! a- apa yang mau kamu lakuin ke saya hah ! " ucap Gland.


Suara Gland terdengar bergemetar, akibat takut. Tubuhnya merinding bagaikan orang yang sedang melihat hantu didepan matanya. Zeint berjalan mendekati Gland, sedangkan Gland melangkahkan kakinya ke arah belakang perlahan- lahan untuk menghindar dari Zeint. Sampai pada akhirnya, dia menabrak dinding yang ada di belakang tubuhnya.


Gland tak bisa menghindar lagi. Semakin lama, wajah Zeint semakin dekat dengan wajah Gland. Dengan sekuat tenaga, Gland langsung mendorong pria didepannya itu denga kencang, hingga Zeint terjatuh.


BUGHHH


" Ughh, dasar perempuan sialan ! " bentak Zeint.


" Ma- makanya ! j- jangan coba- coba kurang ajar kamu sama saya ! " bentak balik Gland.


" Hemp, berani juga kamu ya, bicara begitu sama saya ! " ucap Zeint.


" Kan udah saya bilang, saya gak takut sama kamu, walaupun kamu mempunyai banyak kekuasaan !" ucap Gland.


" Berani banget kamu, bicara begitu sama saya ! " ucap Zeint sambil tersenyum licik.


" Beranilah ! kan udah saya bilang, saya gak takut sama kamu ! kamu denger gak sih apa kata saya tadi ! " bentak Gland.


Zeint hanya terkekeh mendengar ucapan Gland. Ia tak menyangka, akan ada seorang wanita yang berani bicara seperti itu padanya.


" Ckck, kamu tahu siapa saya ? saya ini adalah Zeint Arshaka, seorang CEO terkenal, dan memiliki cabang perusahaan besar dimana- mana. Sedangkan kamu, kamu gak ada apa- apanya jika dibandingkan sama saya, " ucap Zeint.


" Ckck, saya memang tidak ada apa- apanya jika dibandingkan dengan anda, ya, saya mengakuinya. Tapi, belum tentu, anda bisa lebih baik dari pada saya ! kenapa ? karena, saya mengakui kekurangan saya sebagai manusia, sedangkan anda, tidak, bahkan anda angkuh, hanya karena memiliki banyak harta. Ingat ini baik- baik, banggalah karena kaya hati, jangan bangga dengan diri sendiri, hanya karena kaya harta. Karena harta, tak akan berguna jika dibawa mati ! " ucap Gland, dengan ekspresi wajah yang kesal.


Zeint yang mendegar ucapan Gland hanya terdiam, ia pun semakin kesal dengan Gland.


" Heh, anak kecil ! sebenarnya kamu itu siapa ? kenapa kamu berani sekali sama saya ? " tanya Zeint dengan wajah yang penasaran.


" Gak usah kepo ! " cetus Gland.


" Kurang ajar ! awas aja kamu, kamu pasti menyesal sudah tidak sopan dengan saya ! dan asalkan kamu tahu, kamu tidak akan saya biarkan pergi dari sini ! Karena kamu, akan saya kurung selamanya disini ! " ucap Zeint.


" A- apa kamu bilang !? " Gland terkejut.


" Apa perlu saya ulang sekali lagi perkataan saya ? " tanya Zeint.


" Haduh, kalo aku gak bisa pergi dari sini gimana donkkk ! aku gak mau, kalau harus tinggal disini, walaupun rumah ini sangat mewah, tapi kalau ada pria ini, pasti hari- hariku selalu di isi dengan kesengsaraan ! " ucap batin Gland.


Wajah Gland terlihat panik. Kemudian Zeint pergi, tiba- tiba Gland memegang tangan Zeint, dan menghentikan langkah kakinya. Ia memohon kepada Zeint, supaya dia boleh untuk pergi dari rumah ini. Kali ini Zeint benar- benar merasa terhibur dengan kelakuan Gland. Bahkan ia sampai tertawa terbahak- bahak ketika melihat ekspresi wajah Gland yang sedang panik seperti itu. Melihat Zeint yang menertawainya, Gland merasa sangat emosi.


" Hey wanita aneh, ingat ini baik- baik, kamu gak akan bisa pergi dari rumah ini ! karena saya, saya akan selalu mengawasi kamu, supaya kamu tak bisa pergi dari rumah ini ! " ucap Zeint sambil tersenyum licik.


" A- apa !? " Gland terkejut.


Bersambung.......


Jangan lupa like dan favorit ya...

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2