Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Kecurigaan Bunda


__ADS_3

Di Ruang Rawat Reynand


Terlihat Joshua tengah membuka perban di wajah Aleta, Reya yang sedari tadi melihat, sudah merasa tak sabar untuk mengetahui wajah dari wanita itu, begitu juga Reynand. Ia ingin tahu, apakah wanita ini adalah istrinya ataukah bukan.


Sedikit demi sedikit, perban di wajah wanita tersebut mulai terbuka. Samuel yang membantu Joshua untuk membuka perbannya pun juga ikut tegang. Ia sangat berharap, semoga wanita itu adalah Aleta. Suasana tegang pun mulai terasa. Melihat Joshua dan Samuel yang membuka perban dengan sangat lambat, membuat Reya merasa kesal.


" Haduh ! kalian berdua lama banget sih ! cepet donk, aku udah gak sabar nih ! " ucap Reya.


" Syutt ! jangan berisik Reya, kamu mengganggu konsentrasi kami berdua tahu ! " ucap Joshua.


Reynand hanya terdiam, ia masih saja menatap ke arah wajah wanita yang tengah berbaring di kasur itu. Setengah dari wajah wanita tersebut pun mulai terlihat, setelah terbuka semua perbannya, seketika mereka semua terkejut. Apa lagi Reynand, Reynand sangatlah terkejut, ternyata wanita itu adalah Aleta, istrinya.


Reya yang melihat kakak iparnya langsung sangat gembira, ia tak menyangka akan bertemu dengan kakak ipar kesayangannya lagi. Tiba- tiba air mata Reynand keluar begitu saja ketika melihat istrinya seperti ini. Ia sangat bahagia setelah melihat istrinya. Namun, di balik itu semua, Reynand juga merasa sangat kesal, setelah mengetahui siapa yanh telah menculik istrinya Aleta, sampai Aleta seperti ini.


" Rey, sudahlah, jangan menangis, lihatlah istrimu, dia sudah berada di hadapanmu lagi kan, " ucap Joshua sambil menenangkan Reynand.


" Tau ih kak Reynand, cengeng banget, seharusnya kak Reynand bahagia, setelah bertemu dengan kak Aleta, bukannya malah menangis, " ucap Reya.


" Kalian semua berisik ! cepat keluar dari sini !" suruh Reynand.


Melihat Reynand yang emosi seperti itu, mereka langsung keluar dari ruangan rawat Reynand. Setelah mereka semua keluar, Reynand duduk di sambing Aleta, sembari memegang tangan istrinya tersebut. Setelah sekian lama Reynand mencari, akhirnya Reynand menemukan istrinya. Hatinya yang selama ini menghilang, akhirnya kembali lagi.


Hari- hari yang suram, kini kembali lagi menjadi berwarna setelah istrinya kembali. Reynand merasa tak sabar, ingin melihat istrinya membuka matanya kembali.


Di Kamar Aleta Di Rawat

__ADS_1


Terlihat Raka tengah memasuki ruang rawat Aleta, ia ingin memastikan keadaan Aleta. Tak lama kemudian dokter pun datang untuk memeriksa keadaan Aleta. Setelah memeriksa keadaannya, dokter berkata bahwa Aleta sudah boleh untuk dibawa pulang.


Setelah mendengar perkataan dokter, Raka langsung menyuruh para bodyguardnya untuk merapihkan semua barang milik Aleta. Raka masih tak tahu, sebenarnya wanita yang tengah tertidur di kasur bukanlah Aleta, melainkan seorang wanita suruhan Reynand.


Di ruang rawat Reynand, Aleta masih saja belum sadarkan diri. Reynand yang sedari tadi melihat istrinya hanya melamun sambil membelai rambut istrinya. Tak lama kemudian, jari- jari Aleta bergerak sedikit. Matanya pun juga mulai terbuka perlahan- lahan.


" Aleta, kamu sudah sadar ? " tanya Reynand dengan nada suara yang bergemetar.


" R- Reynand, " ucap Aleta dengan terkejut.


Tiba- tiba Aleta langsung memeluk Reynand, dengan erat. Ia menangis di pelukan suaminya. Melihat sang istri menangis, Reynand pun mengelap air matanya dengan lembut.


" Sayang, udah ya, jangan nangis, sekarang kamu kan sudah berada di dekatku, aku berjanji tidak akan meninggalkanmu sendirian lagi, " ucap Reynand, seraya mengelap air mata istrinya.


" Reynand, aku kangen sama kamu ! aku kangen ocehan kamu, aku kangen manjanya kamu, aku juga kangen suara teriakan kamu, waktu kamu gak ada disamping aku, rasanya aku benar- benar kesepian lagi, seperti dulu, hiqs," ucap Aleta.


" Oh ya, Reynand, kok kamu bisa ada disini, terus, kenapa kepala kamu juga di perban ? " tanya Aleta dengan panik.


" Oh, ini... aku habis kecelakaan kecil, pada saat sedang mencari kamu, tapi gak parah kok, lagi pula aku juga gak kenapa- napa, " jawab Reynand.


" Yaampun Reynand, kenapa bisa kecelakaan lagi ! makanya hati- hati donk, " ucap Aleta dengan wajah yang khawatir.


" Maaf, habisnya, aku benar- benar terpuruk waktu itu, disaat kamu di culik. Ku kira, rasa kebahagiaan ini tidak akan pernah kembali lagi dalam hidupku, di saat itu, aku tak tahu apa yang harus ku lakukan pada saat itu, dan bahkan aku sampai menyerah untuk mencarimu Aleta, " ucap Reynand.


" Rey, maaf, karena aku kamu jadi menderita seperti ini, " ucap Aleta.

__ADS_1


" Enggak sayang, kamu adalah wanita terbaik yang dikirim oleh tuhan untukku, " ucap Reynand seraya menyentuh pipi Aleta dengan lembut.


Reynand dan Aleta pun saling mengungkapkan isi hati mereka berdua, sedangkan Reya, Joshua, dan Samuel hanya terdiam. Mereka tak tahu harus apa. Reya merasa kesal dengan kakaknya, karena dia tak diizinkan untuk masuk oleh kakaknya itu. Padahal Reya ingin sekali masuk, menemui kakak iparnya itu.


Tak lama kemudian ada yang menelphon Reya, ternyata yang menelphon Reya adalah bundanya. Seketika Reya langsung terkejut. Ia pun mengangkat telphonnya dengan wajah yang tegang.


" Reya, kamu lagi dimana ? " tanya bunda di telphon.


" A- aku lagi ada di-"


" Oh ya, Reynand dimana ? kenapa dia gak ada dirumah ? " tanya bunda.


" Haduh, bunda segala nanyain kak Reynand lagi, aku harus jawab apa nih, " ucap batin Reya.


" Reya, kenapa kamu diam aja ? " tanya lagi bunda.


" M- mungkin kak Reynand lagi ada di kantornya kali bun, " jawab Reya.


" Tapi gak mungkin, gak biasanya Reynand kayak gini. Dari kemarin Reynand gak jengukin bunda, mau sepenting apapun urusan kerjanya, Reynand gak pernah ninggalin bunda, kalau bunda sedang sakit seperti kemarin, " ucap bunda.


" Haduh, aku harus jawab apa !? " ucap batin Reya.


" Reya, ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari bunda ya ? " tanya bunda di telphon.


Reya tak bisa berkata apa - apa.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2