
" Hm, kayaknya aku harus menyelidiki soal ini, " ucap batin Aleta.
Terlihat Reynand pergi dari kamarnya, meninggalkan Aleta sendiri. Sudah beberapa jam Reynand tak kembali ke kamarnya. Lama kelamaan, Aleta semakin penasaran dengan suaminya itu, kenapa Reynand sangat membenci ayahnya.
" Eum, apa aku tanya aja ya ke bunda? " pikir Aleta.
Aleta pun mencari sobekan foto ayah Reynand yang sudah dibuang di tempat sampah. Kemudian ia sambungkan lagi menjadi satu, untuk melihat wajah ayah kandung Reynand lagi.
Krekkk
Tiba-tiba Reynand datang, seketika Aleta langsung menyembunyikan sobekan foto ayah kandung Reynand di belakang tubuhnya, agar tidak ketahuan oleh Reynand.
Wajah Aleta terlihat tegang, dan membuat Reynand merasa curiga. Sejak dulu, Aleta memang tidak pernah bisa berbohong. Lalu Reynand menghampiri istrinya.
" Apa yang kamu sembunyikan Aleta? " tanya Reynand.
" Bukan apa- apa kok, " ucap Aleta sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain.
" Sekarang kamu sudah berani menyembunyikan sesuatu dari suamimu ini hah, cepat beri tahu aku! " suruh Reynand sambil memegang tangan Aleta.
" Ih, ini bukan apa- apa Reynand, " ucap Aleta.
" Jangan bohong! " bentak Reynand dan memegang salah satu tangan Aleta dengan sangat kencang.
" Aku gak bohong Reynand! " ucap Aleta, dan melepaskan genggaman tangan Reynand.
Aleta pergi berlari meninggalkan Reynand di kamar, sambil membawa sobekan foto itu.
" Aleta, kamu mau kemana! " ucap Reynand sambil mengejar Aleta.
Aleta berlari ke kamar Joshua dengan cepat, supaya suaminya itu tidak dapat menangkapnya. Lalu Aleta tak sengaja melihat Joshua yang baru saja keluar dari kamarnya. Seketika Aleta langsung menarik tangan Joshua masuk ke dalam kamar Joshua, dan mengunci pintu kamarnya.
Joshua sangat terkejut melihat Aleta yang tiba-tiba datang, lalu menariknya masuk ke dalam kamarnya lagi dengan terburu- buru.
" Se- sebenarnya apa yang ingin di- dilakukan oleh Aleta, kenapa dia seperti ini? " pikir Joshua.
" Aleta! buka pintunya!" suruh Reynand sambil mengetuk- ngetuk pintu kamar Joshua.
" Loh, itukan suara Reynand, " ucap Joshua.
" Joshua! " ucap Aleta seraya memegang tangan Joshua dengan erat.
" A- Aleta, jangan aneh kamu, j- jangan jangan kamu mau selingkuh dengan ku ya, a- aku tidak mau! kalau Reynand tahu, dia pasti akan marah besar padaku, kalau kamu mau selingkuh denganku. Hm, walaupun aku tertarik padamu, tapi aku tidak ingin menghianati saudaraku sendiri Aleta, jadi maaf ya, aku-"
" Haduh, bicara apa sih kamu, jangan ngomong sembarangan deh, siapa yang mau selingkuh sama kamu, aku juga gak tertarik denganmu, " potong Aleta.
Seketika Joshua terdiam mendengar perkataan Aleta.
" Tega sekali sih Aleta, dia bilang, dia tidak tertarik padaku, dasar jahat, " ucap batin Joshua.
__ADS_1
" Aleta, buka pintunya! " suruh Reynand.
" Gak mau! " sahut Aleta.
Lalu Aleta mengajak Joshua untuk duduk di kasur. Ia ingin bertanya tentang ayah kandung Reynand kepada Joshua.
" Eum... Joshua, aku boleh nanya gak? " tanya Aleta.
" Bole-"
" Aleta, jangan macam- macam kamu di dalam kamar, berduaan dengan Joshua," ucap Reynand.
" Ih, siapa yang macam- macam, mending kamu ke kamar aja Reynand, aku mau bicara sebentar sama Joshua, " ucap Aleta.
" Aleta, Jangan-jangan kamu mau khianatin aku ya! " ucap Reynand.
" Haduh, Aleta, aku gak berani sama Reynand, kamu gak tahu sih, betapa kejamnya dia, " ucap Joshua yang menghampiri pintu kamarnya, untuk membuka kunci pintu.
" Yah, Joshua jangan di buka dulu, " ucap Aleta.
Joshua tak mendengarkan apa kata Aleta, baru saja ia membuka kunci pintunya. Seketika Reynand menendang pintu kamar Joshua dengan kencang, hingga kepala Joshua terbentur pintu kamarnya sendiri.
BUAKKKK
" Akh! " teriak Joshua.
" Aleta! habis ngapain kamu sama Joshua hah! cepet ikut aku, ayo kita ke kamar kita, dasar istri nakal! " ucap Reynand sambil menarik tangan Aleta.
" Aku gak peduli, ayo kita ke kamar! " ucap Reynand.
" Yah, gak jadi deh, bertanya soal ayahnya Reynand, " ucap batin Aleta.
Mereka berdua pergi ke kamar dan meninggalkan Joshua yang tengah kesakitan, karena kepalanya terbentur pintu kamar tadi.
" Haduh, dasar pria kejam, bisa- bisanya dia berbuat seperti ini kepada saudaranya sendiri! " ucap Joshua.
Kemudian Joshua pergi keluar kamarnya, tak sengaja Joshua melihat Reya. Ia pun menghampiri Reya dan menyapanya. Mendengar suara Joshua, Reya langsung menoleh ke arah belakang.
" Reya! " panggil Joshua.
" K- kak Joshua! pufft, hahaha... i- itu kepala kak Joshua kenapa, kok benjol, hahaha... " ucap Reya sambil tertawa.
" Ih, jahat, seharusnya khawatir kek, ini mah malah diketawain! " ucap Joshua dengan nada yang kesal.
" Iya- iya maaf, " ucap Reya sambil mengelap air mata yang keluar dari matanya, akibat tertawa terlalu terbahak- bahak.
" Hm, tau ah, kakak sama adik sama- sama nyebelin! " ucap Joshua dan pergi meninggalkan Reya ke luar rumah.
" Hey kak Joshua, mau kemana, tungguin aku donk! " ucap Reya.
__ADS_1
Di Dalam Kamar Reynand
Terlihat Aleta masih saja menyembunyikan sesuatu dari suaminya. Reynand pun semakin penasaran dengan benda yang tengah Aleta sembunyikan di belakang tubuhnya.
" Aleta, sebenarnya apa sih yang kamu sembunyikan? " tanya Reynand.
" Bukan apa- apa, kamu kepoan banget sih! " ucap Aleta.
" Aku ini suamimu, apa salah jika kepoan dengan istrinya sendiri? " tanya Reynand kepada Aleta.
" I- iya! " ucap Aleta.
" Dasar, hmm, " ucap Reynand sambil tersenyum licik.
Reynand menyentuh pipi Aleta dengan lembut. Perlahan- lahan ia melangkahkan kakinya ke depan. Sedangkan Aleta melanglahkan kakinya ke arah belakang. Tiba- tiba, di belakang Aleta ada dinding, yang membuatnya tidak bisa melangkah ke belakang lagi.
" A- apa yang m- mau kamu lakukan? " tanya Aleta dengan gugup.
" Cepat beri tahu aku, apa yang sedang kamu sembunyikan Aleta! " suruh Reynand.
" E- enggak, ih Reynand kamu maksa banget sih! " ucap Aleta seraya mendorong suaminya untuk menjauh dari dirinya.
" Hm, baiklah Aleta aku sudah tidak tahan lagi, aku akan bertindak kasar dengan mu!" ucap Reynand.
" Bertindak kasar? " tanya Aleta.
Tiba-tiba Reynand mendorong Aleta ke arah kasur dengan kencang, hingga Aleta berbaring di kasur Reynand. Seketika Reynand memegang kedua tangan Aleta dengan erat, dan mencoba mengambil sobekan kertas yang ada di genggaman tangan Aleta.
" Ih, Reynand lepaskan aku! " bentak Aleta.
" Tidak, " ucap Reynand.
Wajah Aleta berwarna merah, akibat wajahnya dengan wajah suaminya sangat dekat. Semakin lama semakin dekat, Aleta sudah tak tahan dengan rasa tengangnya, dengan terpaksa, ia menendang kaki Reynand.
BUAKKK
" Akh! " teriak Reynand.
Aleta bangun dan mencoba untuk pergi dari situasi itu. Namun tidak bisa, karena tangan Aleta masih belum terlepas dari genggaman tangan Reynand.
" Haduh, bagaimana ini, sebenarnya apa yang ingin dilakukan oleh Reynand! " ucap batin Aleta.
" Aleta, kamu lebih pilih, aku melakukan sesuatu atau kamu memberitahu ku, apa yang kamu sembunyikan? " tanya Reynand.
" Memangnya kamu akan melakukan apa? " tanya Aleta balik.
" Bersiap- siaplah, aku akan memberikan hadiah yang tak akan kamu lupakan seumur hidup," ucap Reynand dengan senyuman yang licik.
" Ha- hadiah?" pikir Aleta.
__ADS_1
Bersambung........