
Beberapa hari telah berlalu, akhirnya Aleta diperbolehkan untuk pulang ke rumah, sedangkan Reynand masih belum boleh untuk pulang. Wajah Aleta terlihat berseri- seri. Ia sudah tidak sabar untuk pulang ke rumahnya lagi. Reynand merasa kesal, karena ia belum diperbolehkan untuk pulang. Padahal ia ingin pulang bersama istrinya.
Karena tak terima akan hal ini, akhirnya Reynand menghampiri ruangan dokter untuk protes. Aleta yang melihat Reynand marah, langsung berusaha untuk menghentikan niatnya.
" Reynand, jangan bikin keributan disini, lagian kamu kan belum boleh pulang, ya... jadi kamu masih harus ada disini Rey, " ucap Aleta.
" Aku gak mau ! kecuali kalau ada kamu, baru aku mau disini" ucap Reynand.
" Huftt, jangan begitu donk Reynand, " ucap Aleta seraya membujuk suaminya.
Namun bujukan Aleta hanyalah sia- sia. Reynand masih saja dengan pendiriannya. Ia tetap ingin menghampiri dokter. Tiba- tiba ada dua orang suster yang masuk ke dalam ruang rawat Aleta. Reynand yang melihat kedua suater itu, langsung menghampiri mereka. Ia menyuruh kedua suster itu, untuk memanggilkan dokter.
Tak selang waktu lama, dokter pun datang ke ruang rawat Reynand.
" Iya, ada apa pak Reynand ? apa ada yang bisa saya bantu ? " tanya dokter tersebut.
" Dok ! kenapa saya belum boleh pulang hah !? sedangkan istri saya sudah boleh pulang, sayakan udah sembuh ! " ucap Reynand.
" Tapi pak Reynand masib belum diperbolehkan untuk pulang, karena belem sembuh total, " ucap dokter.
" Yasudah, kalau dokter tidak mengizinkan saya untuk pulang, saya akan menutup rumah sakit ini, dan dokter akan hilang pekerjaan, " ucap Reynand.
" Huftt, yasudahlah, tapi pak Reynand harus cek up setiap seminggu sekali ya, " ucap dokter.
" Haduh, Rey... kamu gak ngerti banget sih, dibilangin, " ucap Aleta.
" Syutt, akukan kayak begini untuk kamu, supaya kamu gak kesepian dirumah, dan gak akan main sama cowok lain, " ucap Reynand.
" Tau ah, terserah kamu, " ucap Aleta.
Akhirnya Reynand dan Aleta pulang ke rumah dengan menaiki mobil. Terlihat Aleta tersenyum gembira.
" Aleta, kamu kenapa? Kelihatannya seneng banget? " tanya Reynand.
" Reynand, aku udah gak sabar, mau pulang ke rumah, aku kangen banget tidur dikasur yang lembut dan nyaman, " jawab Aleta sambil tersenyum.
" Masasih, kamu kangen sama kasur? Bukan kangen sama kasur kali, tapi kangen bobo berdua sama aku, " ledek Reynand.
" Jangan kepedean deh," ucap Aleta.
" Hahaha... Iya deh, sebagai suami yang baik, aku nurut aja sama istri kecilku ini, " ucap Reynand sambil tertawa.
Aleta tersenyum lebar, seraya mencubit lembut pipi suaminya. Reynand pun membalas cubitan Aleta. Pak supir yang sedari tadi melihat kelakuan atasannya, yang tengah asik bercanda hanya tersenyum.
__ADS_1
" Hm, semoga saja tidak ada lagi masalah di keluarga tuan Reynand, " ucap batin supir yang tengah mengendarai mobil Reynand.
Sesampainya di rumah, Aleta langsung membuka pintu mobil, dan masuk ke dalam rumah.
" Sayang, jangan buru- buru begitu, nanti jatuh! " ucap Reynand.
" Enggak kok! " sahut Aleta.
" Hemp, dasar anak kecil, " ucap Reynand sambil tersenyum.
Aleta masuk ke dalam rumah, untuk menemui kedua mertuanya. Ia berjalan menuju kamar ibu mertuanya.
Para pelayan yang melihat kedatangan nona Aleta, langsung terkejut. Mereka pun menghampiri nona Aleta dengan wajah yang bahagia.
" N- nona, apakah ini benar nona Aleta? " tanya salah satu dari pelayan dirumah Reynand.
" Ya, ini aku, " jawab Aleta dengan senyuman manis.
" Syukurlah nona, anda tidak apa- apakan? " tanya para pelayan dengan khawatir.
" Enggak papa, aku baik- baik saja, " jawab Aleta.
" Aleta! " bunda menyeletuk.
" Yaampun sayang, kenapa kamu pulang gak bilang ke bunda, bundakan mau jemput kamu, oh iya, dimana Reynand? " tanya bunda.
" Kenapa bun? " Reynand datang dan menyeletuk.
" Hm,bunda kira, kamu belum boleh diizinin pulang, " jawab bunda, dengan singkat.
Tak lama kemudian, Reya dan Joshua datang. Mereka berdua senang, melihat Reynand dan Aleta sudah pulang ke rumah. Mereka berdua berharap, semoga keluarga ini tidak mendapatkan masalah lagi.
" Aleta, kita ke kamar yuk! Katanya kamu kangen sama kasur kamu, " ucap Reynand.
" Ayo! Bunda, Aleta pergi ke kamar dulu ya, " ucap Aleta.
" Iya, " jawab bunda.
Aleta dan Reynand pergi ke kamar, untuk menghabiskan waktu berdua. Dengan tiba- tibanya, Reynand menggenggam tangan istrinya, dan menuntun Aleta. Terlihat betapa bahagianya Reynand, bisa menghabiskan waktu berdua bersama sang istri.
Reya yang melihat kakaknya dan istrinya bertuntunan seperti itu merasa iri. Ia juga ingin merasakan genggaman hangat dari tangan seorang lelaki yang ia sukai.
" Huh... dasar kak Reynand membuatku iri saja ! " ucap Reya dengan nada kesal.
__ADS_1
Joshua yang mendengar perkataan Reya, seketika langsung peka. Ia pun menyenggol tangan Reya, dan mengulurkan tangannya untuk memberikan kode- kode kepada Reya. Reya hanya melihat ke arah tangan Joshua saja. Ia tak peka dengan apa yang dilakukan oleh Joshua. Bahkan Reya mengira bahwa Joshua meminta sesuatu padanya.
" Apasih kak Joshua ! aku gak punya apa- apa, jadi, gak usah meminta apapun dariku ! " cetus Reya seraya menghempas telapak tangan Joshua.
" Hish, dasar gak peka ! mana tangan kamu ? sini ! " suruh Joshua.
Reya pun memberikan tangannya kepada Joshua. Lalu Joshua pun menggenggam tangan Reya.
" Sekarang udah peka ? " tanya Joshua.
" Yaampun... kak Joshua... ternyata kamu mengerti perasaanku ini, aku jadi salting deh... " ucap Reya sambil tersenyum malu.
" Yaudah, yuk kita ke taman, menghabiskan waktu berdua disana ! " ajak Joshua.
" Ayokkk ! " seru Reya.
Mereka berduapun pergi ke taman, sambil bergandengan tangan. Bunda yang melihat kelakuan Reya dan Joshua hanya bisa menggelengkan kepalanya.
" Yaampun, mereka berdua ini ada- ada saja, " ucap bunda.
Di kamar Reynand
Terlihat Aleta dan Reynand tengah duduk di kasur mereka. Tiba- tiba Reynand menyentuh pipi istrinya dengan lembut. Seketika air mata Reynand berlinang, ia tak sanggup menahan sedihnya, ketika melihat wajah Aleta.
" R- Reynand, kamu kenapa ? kok nangis ? " tanya Aleta.
" E- enggak, siapa yang nangis, " ucap Reynand sambil mengelap air matanya, dan berusaha untuk tidak bersedih.
" Rey, kamu gak papa kan ? " tanya Aleta.
" Enggak, aku cuma merasa takut aja, aku takut kehilangan kamu lagi, " ucap Reynand.
" Oh, " jawab Aleta dengan singkat.
" Aleta ! kamu cuma bilang ,oh, setelah kamu melihat suami kamu ini menangis ? kamu itu bener- bener istri yang gak punya perasaan ya ! " ucap Reynand.
" Haha... aku bercanda doank, sayang, dengerin aku ya... aku akan selalu ada disisi kamu," ucap Aleta.
" Ya, berjanjilah," ucap Reynand.
" Ya... aku janji, " ucap Aleta sambil tersenyum dan langsung memeluk suaminya.
Bersambung......
__ADS_1