Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Teror Untuk Aleta


__ADS_3

Teror Untuk Aleta


" Hey, Aleta kamu mendengar ku tidak ? kenapa diam saja !" Ucap Reynand di telphone.


" I- iya tuan. Ti- tidak aku, Reya, dan Joshua tidak membicarakan tuan." Ucap Aleta.


" Bohong !" Ucap Reynand.


Reya dan Joshua yang tak sengaja mendengar perkataan Reynand membuat mereka curiga dengan para bodyguard Reynand. Setelah Aleta mematikan telphonenya, Reya langsung bertanya kepada para bodyguard Reynand.


" Hey, kalian memberitahu kak Reynand yah, tentang pembicaraan kami yang tadi !" Ucap Reya.


" Maaf nona, ini perintah dari tuan Reynand." Sahut para bodyguard itu.


Mendengar jawaban dari para bodyguard itu membuat Reya semakin kesal dengan kakaknya. Tak lama kemudian, mereka pulang ke rumah dan pergi lagi menggunakan mobil. Sebelum berangkat, salah satu dari bodyguard Reynand menghubungi Reynand untuk meminta izin.


Reynand pun mengizinkan mereka untuk pergi namun harus tetap dalam pengawasan para bodyguardnya. Lalu Reynand juga menyuruh tiga bodyguardnya lagi untuk menemani Aleta, Joshua, dan Reya untuk berjalan jalan. Kalau tidak setuju dengan Reynand maka mereka tidak akan diperbolehkan untuk pergi dari rumah itu. Dengan terpaksa Reya, Joshua, dan Aleta pun setuju.


Mereka langsung naik mobil dan pergi untuk berjalan jalan. Lalu keluarlah tiga mobil mewah dari rumah Reynand, betapa tidak nyamannya Reya, Aleta, dan juga Joshua ketika harus selalu di awasi seperti itu.


Diperjalanan suasana sangatlah membosankan. Membuka kaca jendela mobil saja tidak boleh, bernyanyi juga tidak boleh. Pak supir menyetir mobil yang di naiki oleh Aleta, Reya, dan Joshua sangatlah pelan membuat Joshua dan Reya geregetan.


" Haduhhh, lama banget sih jalannya, kencangin sedikit donk !" Ucap Reya.


" Baik nona." Sahut pak supir yang sedang menyetir mobil.


Seketika mobil yang dinaiki Reya, Aleta, dan Joshua semakin lama semakin kencang dan kencang. Reya pun membuka kaca jendela mobilnya, angin angin mulai masuk dari jendela mobil yang terbuka itu, semakin lama semakin terasa. Tiba tiba mobil itu berjalan dengan kecepatan yang sangat tinggi membuat Reya dan Joshua terkejut.


SWUSHHHHHH......


" Oahhhh !" Teriak Reya dan Joshua.


Reya dan Joshua berteriak sedangkan Aleta tertidur karena angin yang membuatnya menjadi mengantuk. Reya dan Joshua pun berpelukan dan menyuruh pak supir itu untuk mengendarai mobilnya dengan pelan.


" Pak supir, pelankan mobilnya !" Ucap Joshua.


" Baik tuan." Sahut pak supir itu dan langsung mengurangi kescepat mobilnya.


Beberapa jam telah berlalu, akhirnya mereka semua sampai di mall. Reya pun langsung membangunkan Aleta yang tengah tertidur pulas didalam mobil. Setelah Aleta bangun, mereka bertiga keluar dari mobil. Lalu keluarlah enam bodyguard dari dua mobil.


Baru saja Reya, Aleta, dan Joshua masuk semua orang langsung tercengang melihat kedatangan mereka dan para bodyguard mereka. Pandangan semua orang yang berada di dalam mall tersebut hanya terfokus pada mereka.

__ADS_1


Karena sedari tadi mereka diperhatikan oleh semua orang hingga mrmbuat mereka tidak nyaman, akhirnya Reya mengajak Aleta dan Joshua untuk pergi ke toko baju.


" Eum, Reya kamu beli baju ?" Tanya Aleta.


" Enggak sih kak." Jawab Reya.


" Kalau enggak, ngapain kita masuk ke sini Reya !" Ujar Joshua.


" Ihh, yaudah deh mending kita beli baju aja disini." Ucap Reya.


" Yaudah deh." Ucap Joshua.


Mereka pun memilih baju untuk mereka beli, Aleta dan Reya memilih beberapa kaus sedangkan Joshua sedang menunggu mereka berdua di luar toko bersama dengan para bodyguard Reynand. Beberapa jam telah berlalu, tiba tiba perut Aleta berbunyi menandakan bahwa dia sedang lapar.


" Kak Aleta lapar ?" Tanya Reya.


" Hehe, i- iya." Jawab Aleta sambil tertawa.


" Yasudah, ayo kita makan siang. Kebetulan aku juga sudah lapar hehe." Ucap Reya.


Reya mengajak Joshua untuk makan siang juga, setelah membeli baju, mereka semua pergi ke restoran yang ada di mall tersebut. Betapa repotnya para bodyguard dan Joshua membawakan belanjaan Reya dan Aleta. Reya pun memesan makanan untuk mereka semua.


Betapa kangennga Aleta dengan Reynand, ingin sekali ia memeluk suaminya. Sepanjang perjalanan Aleta terus menerus memikirkan Reynand. Tanpa ia sadari, ternyata ia sudah sampai dirumah.


Joshua yang terbangun langsung pergi menuju kamarnya untuk beristirahat. Lalu datanglah kedua mertua Aleta dan langsung bertanya pada Aleta dan juga Reya.


" Kalian habis dari mana, kok gak izin sih sama bunda dan ayah." Ucap bunda.


" Ma- maaf bun, kami lupa." Jawab Aleta.


" Yasudah, kelihatannya kalian kelelahan yah habis jalan jalan ?" Tanya bunda.


" Iya bunda, Reya capek banget." Ucap Reya.


Datanglah para bodyguard dengan repotnya membawa barang belanjaan milik Reya, dan Aleta. ibu dan ayah mertua Aleta sampai terkejut melihat belanjaan mereka yang sangat banyak.


" Yaampun, ini belanjaan siapa ?" Tanya bunda.


" Ma- maaf nyonya, ini belanjaan nona Aleta, dan nona Reya." Ucap salah satu bodyguard Reynand.


" Ke- kenapa banyak sekali. Reya, Aleta ! kalian boros sekali sih !" Ucap bunda.

__ADS_1


" Bunda, aku hanya membeli dua kaus saja dan sisanya itu milik Reya. " Ujar Aleta.


" Yaampun, apa benar begitu Reya !" Tanya bunda.


" Ma- maaf bunda !" Ucap Reya dan langsung pergi berlari.


" Jangan lari kamu Reya, sini bunda hukum !" Ucap bunda mengejar Reya.


Lalu tinggallah Aleta dan ayah mertuanya di ruang tamu.


" Eumm ayah, aku pergi ke kamar dulu ya." Ucap Aleta.


" Iya, ayah juga mau menyusul bunda yang sedang marah." Ucap ayah dengan senyuman.


Aleta pun langsung pergi ke kamar Reynand untuk beristirahat. Sesampainya disana ia membuka pintu kamar Reynand. Aleta berjalan kearah jendela hendak ingin menutup gorden. Seketika Aleta teriak ketika melihat ke kaca jendela kamar Reynand.


" AHHHHH !" Teriak Aleta.


Semua orang yang ada dirumah Reynand pun terkejut dan berlari ke arah kamar Reynand. Terlihat Aleta sedang menutup mata dengan tangannya. Mertuanya pun terkejut kenapa Aleta berteriak. Sesampainya di kamar Reynand ibu mertua Aleta langsung bertanya kepada Aleta.


" Sayang, kamu kok berteriak begitu ?" Tanya bunda dengan ekspresi wajah yang panik.


Aleta yang mendengar suara ibu mertuanya pun langsung memeluknya dengan erat. Wajah Aleta terlihat pucat, tangannya masih bergetar. Mertua Aleta, Reya, dan juga Joshua pun tambah khawatir melihat Aleta yang seperti ini.


" Nak Aleta, kamu kenapa ?" Tanya ayah mertua.


Aleta hanya terdiam, jarinya hanya menunjuk ke arah kaca jendela kamar Reynand. Tiba tiba Aleta menangis dipelukan ibu mertuanya. Ia benar benar sangat ketakutan dengan sesuatu yang ia lihat.


Para bodyguard pun langsung masuk ke dalam kamar Reynand untuk memeriksa apa yang telah terjadi, sampai Aleta ketakutan seperti tadi. Ketika mereka masuk, terlihat ada suatu yang tertulis di kaca jendela kamar Reynand. Tulisan tersebut ditulis dengan cairan darah segar.


Di jendela itu tertulis, ' Waspadalah, aku akan terus mengawasimu Aleta !'


Reya, Joshua, mertua Aleta serta para pelayan pun juga ikut terkejut melihat tulisan itu. Joshua pun mendekati tulisan tersebut dan memfotonya.


" Hmm, siapa yang sudah menulis ini semua. Tidak mungkin jika ada orang luar yang menulis, karena keamanan dirumah ini sangatlah ketat. Jadi tidak mungkin sembarang orang bisa masuk ke dalam rumah ini." Ucap Joshua didalam hati.


"Tulisan ini memakai darah segar, dan masih baru darahnya belum mengering pasti ini baru saja dibuatnya."


"Satpam ... Bodyguard cepat cari pelakunya pasti masih disekitar rumah ini."Teriak Joshua dengan nada marah.


Bersambung.............

__ADS_1


__ADS_2