
Tu - tuan !!!
Aleta pun berfikir bahwa Reynand itu, punya penyakit yang mematikan. Aleta pun panik dan langsung menanyakan hal hal aneh kepada Reynand.
" Tu- tuan, tuan punya penyakit mematikannya !?." Ucap Aleta dengan raut wajah yang khawatir.
" Pe - penyakit mematikan ??." Reynand bingung.
" Tuan, tuan jangan mati duluan, nanti kalau tuan meninggal siapa yang gaji aku donk. Terus aku gak bisa dapet duit lagi donk." Ucap Aleta.
" Perempuan ini, dasar.... ." Ucap Reynand didalam hati.
" Huhu.... tuan, jangan meninggal dulu. Tuan saja belum memberikan ku gaji pertama, masa tuan sudah mau meninggal saja." Ucap Aleta, dengan tangisan.
" Siapa yang mau meninggal Aleta !!! Aku juga belum mau meninggal kali !!." Bentak Reynand.
" Oh... ta- tapi." Gumam Aleta.
" Apa !!." Bentak Reynand lagi.
" Tapi kok, detak jantung tuan keceng banget sih ?." Tanya Aleta.
" I - itu... ." Reynand tak bisa berkata kata.
" Apa tuan ?." Tanya Aleta.
" Sudah lah, aku mau tidur." Ucap Reynand.
" Yah, tuan beritahu aku dulu." Ucap Aleta, menarik tangan Reynand.
" Jangan memaksa !!." Ucap Reynand, berbaring ke arah kiri.
" Ish, yaudah deh." Ucap Aleta, langsung berbaring di kasur dan tertidur.
Suara mulai tak ada, Aleta tertidur pulas. Reynandpun menoleh ke arah Aleta, memeriksa apakah Aleta sudah tidur atau belum. Reynand menghela nafas lega, ketika mengetahui bahwa Aleta sudah tertidur.
" Huft.... untung saja Aleta tidak curiga. " Ucap Reynand, dalam hati.
Di Pagi Hari......
Di Jam 04.00 pagi....
Aleta terbangun dengan wajah yang berseri seri, sedangkan Reynand masih tertidur. Aleta pun membengunkan Reynand yang masih tertidur pulas.
" Tuan ayo bangun !." Ucap Aleta, menggoncang goncangkan tubuh Reynand.
__ADS_1
Reynand tidak bangun juga, Aleta pun menepuk pipi Reynand. Tapi Reynand masih saja tidak bangun. Aleta sudah mulai panik, ia pun mengambil segayung air dari kamar mandi, lalu memercikkan air itu ke wajah Reynand.
Sudah 3 kali percikan air, namun Reynand tak bangun juga.
" Ah... tuan gak bangun bangun jadi kesel deh." Ucap Aleta.
Karena emosi, Aleta pun melemparkan air bersama dengan gayung nya ke wajah Reynand.
BUAKKKK.......
Reynand terbangun, wajahnya memerah akibat lemparan gayung yang mengenai mukanya. Emosi Reynand meluap luap setelah mengetahui kalau Aleta yang sudah melemparkan gayung ke wajah nya.
" Aleta !!!!." Teriak Reynand.
" Ma - maaf tuan, habisnya tuan tidak bangun bangun sih, oh ya tuan, jangan marah terus donk, nanti cepet tua loh." Ucap Aleta.
" Huft... ( menghela nafas ). Memangnya sekarang jam berapa, sampai sampai kamu membangun kan ku begini ?." Tanya Reynand.
" Eum... terakhir aku lihat sih.... jam 04.00 pagi." Jawab Aleta dengan senyuman polos nya.
" Ja - jam 4 pagi !?." Reynand terkejut.
" Iya, emangnya kenapa, kok muka tuan begitu ?." Tanya Aleta.
" Maaf, tuan.... aku kan mau ngajakin kamu shalat shubuh." Ucap Aleta.
" Ahhh !!!, azan shubuh aja belum berbunyi, masa kamu udah nyuruh aku buat shalat !!." Bentak Reynand lagi.
" Ih... kan biar tuan bisa mandi dulu sebelum shalat shubuhnya." Ucap Aleta.
" Kamu gak liat, aku ini udah basah kuyup, apa lagi kalau bukan yang namanya mandi. Dasar perempuan idiot !!." Ucap Reynand.
" Ih, itu namanya bukan mandi tuan... ." Ucap Aleta.
" Diam !!!. " Teriak Reynand.
" Ma - maaf tuan." Ucap Aleta.
Lalu Reynand menyuruh Aleta untuk mengambilkan handuk untuk nya. Lalu Reynand pun ke kamar mandi, Aleta mengikuti Reynand masuk ke kamar mandi juga.
" Ngapain ikut masuk ke dalam kamar mandi Aleta !!." Bentak Reynand.
" Mau mandi juga tuan." Sahut Aleta.
" Ma- maksudnya kamu mau... mandi bareng." Ucap Reynand.
__ADS_1
Jantung nya mulai berdetak kencang, nafasnya pun juga mulai tak beraturan.
" Enggak lah. Tuan aneh deh." Ucap Aleta.
" Te - terus ngapain kamu masuk kesini kalau begitu !." Bentak Reynand.
" Emangnya kenapa ?." Tanya Aleta.
" Dasar idiot ! Aku mau mandi lah... Emangnya kamu mau ngeliatin aku mandi !." Bentak Reynand.
" Oh iya, ngapain yah aku juga ikut tuan ke sini ?." Ucap Aleta bertanya pada dirinya sendiri.
" Dasah perempuan idiot ." Ucap Reynand dalam hati.
Reynand pun mendorong Aleta keluar dari kamar mandi. Sudah beberapa menit Aleta menunggu Reynand keluar kamar mandi, namun ia tak keluar keluar. Aleta pun mengetuk pintu kamar mandinya berulang kali.
" Tuan, lama banget sih mandi nya !." Teriak Aleta, mengetuk pintunya.
" Baru juga masuk, masa udah disuruh keluar !!. " Sahut Reynand.
" Tapi tuan lama banget mandinya !." Ucap Aleta.
" Sabar !!." Ucap Reynand, dari dalam kamar mandi.
" Ih... cepetan !." Teriak Aleta dengan tidak sabaran.
" Sabar Ale-."
DUBRAK !!!
Suara Reynand terjatuh dari kamar mandi.
" Ahhh !!." Teriak Reynand.
" Tu- tuan !!!. tuan tidak apa apa kan !?." Ucap Aleta dengan khawatir.
Aleta khawatir ketika mendengar Reynand jatuh di dalam kamar mandi, ditambah lagi ketika Reynand tak menjawab pertanyaan Aleta. Aleta ingin membuka pintu kamar mandinya namun terkunci. Karena saking khawatirnya Aletapun mendobrak pintu itu.
BUAKKK....
Aleta memdobrak pintunya dengan tendangannya yang dasyat. Dan secara tiba tiba, Aleta melihat Reynand yang sedang............................
Titik... titik.... titik....
Tunggu episode selanjutnya yah....😁
__ADS_1