
Reynand dan Joshua mengelilingi ibu kota mencari Aleta hingga menjelang pagi, namun Aleta tak juga ditemukan. Wajah putus asa begitu terlihat diwajah Reynand. Joshua yang mendampingi Reynand mencari Aleta merasa sangat kasihan melihat kondisi Reynand. Reynand terlihat sangat terpuruk kehilangan Aleta. Namun tak banyak yang bisa dilakukan Joshua untuk membantu Reynand. Reynand pun memutuskan untuk membuat laporan kehilang ke kantor polisi terdekat. Reynand mengajak Joshua untuk menemaninya. Joshua menolak ajakan Reynand untuk ke kantor polisi. Joshua mengajak Reynand untuk pulang terlebih dahulu kerumah. Agar Reynand beristirahat, dan menenangkan pikarannya dulu sejenak. Joshua khawatir jika Reynand memaksakan diri untuk ke kantor polisi, Reynand bisa jatuh sakit akibat kelelahan.
" Rey lebih baik kita pulang lebih dulu, biar aku yang mengantarmu pulang. Serahkan semuanya padaku. Biar aku sendiri yang membuat laporan ke kantor polisi," Ucap Joshua sambil meyakinkan Reynand.
" Tapi.. " Jawab Reynand dengan nada datar.
" Sudahlah, percayakan semuanya padaku," ucap Joshua kembali.
Joshua terus saja meyakinkan Reynand, untuk mempercayakan semuanya kepadanya. Ia juga membujuk Reynand agar mau pulang.
Joshua menyuruh Reynand untuk bertukar posisi tempat duduk. Ia yang akan mengemudikan mobilnya Reynand hingga menuju ke rumah. Dengan langkah yang lemah Reynand keluar dari mobilnya. Ia mengijinkan kendali mobilnya dibawah Joshua. Di sepanjang jalan Reynand hanya diam sambil memandangi foto istrinya Aleta di layar handphonenya. Air mata Reynand keluar begitu saja. Joshua semakin tidak tega melihat keadaan Reynand yang seperti ini. Rupanya Reynand begitu mencintai Aleta, hingga membuatnya terpuruk seperti ini.
" sudah lah Rey jangan kau tangisi terus. Aku percaya jauh disana Aleta akan baik - baik saja. Aleta gadis yang baik, tidak akan ada yang tega menyakitinya. Percayalah!" ucap Joshua yang kembali menghibur Reynand.
Tak ada jawaban yang keluar dari mulut Reynand. Reynand hanya terdiam sambil memandang foto Aleta.
Mereka berdua pun tiba dikediaman Reynand. Reynand langsung masuk kerumah, dan pergi menuju kamarnya. Sedangkan Joshua pergi ke dapur untuk mencari kepala pelayan. Joshua berpesan kepada kepala pelayan untuk mempersiapkan tuan Reynand sarapan dan diantarkan ke kamar tuan Reynand. Joshua juga berpesan agar kepala pelayan memastikan tuan Reynand memakan sarapannya barulah ia boleh meninggalkan Reynand sendiri dikamar.
Setelah mengakhiri pembicaraannya Joshua langsung pergi menuju kantor polisi, untuk membuat laporan. Dengan tergesa - gesa Joshua keluar dari rumah Reynand. Tanpa disadari Joshua bunda Reynand melihat Joshua terburu - buru keluar rumah. Bunda Reynand pun memanggil Joshua. Joshua mendengar panggilan bundanya Reynand namun ia tidak menghiraukannya. Joshua bukannya tidak hormat, melainkan ia bingung harus mengatakan apa jika ia diserang banyak pertanyaan oleh bundanya Reynand.
" Lebih baik aku pura - pura tidak dengar!" ucap Joshua dalam hati.
Joshua pun mempercepat langkahnya menuju mobil, agar tidak dapat disusul bunda Reynand.
__ADS_1
Bunda Reynand semakin curiga dengan sikap Joshua, ia pun menyelidikinya sendiri. Bunda Reynand bertanya kepada salah seorang pelayan di rumahnya yang kebetulan berpapasan dengannya di ruang tamu.
" Bi, apa bibi tahu Joshua pagi ini mau kemana? terlihat sangat terburu - buru," tanya Bunda Reynand kepada salah seorang pelayan di rumahnya.
" Maaf nyonya saya tidak tahu,"Jawab pelayan itu dengan sopan.
" Ok, jam berapa Reynand dan Aleta pulang semalam? " Tanya bunda Reynand kembali.
" Mohon maaf sekali lagi nyonya, saya sudah tidur lebih awal dikarenakan saya kurang enak badan. Apa perlu nyonya, saya lihat ke kamar tuan?" tanya pelayan itu kembali.
" Ya sudah bi, tidak usah biar saya saja, tolong disiapkan sarapannya ya!" ucap bunda Reynand kembali.
Pelayan itu pun segera meninggalkan bunda Reynand dan bergegas pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan.
Aleta yang sudah bangun dari pingsannya akibat obat bius, merasa aneh dengan apa yang ia lihat. Aleta merasa bingung karena tempat ini merasa asing baginya, belum lagi dihadapannya begitu banyak pelayan yang sedang memperhatikannya. Yang akan melayani Aleta bak putri raja.
" Selamat pagi, nonya Aleta. Kami siap melayani nyonya. ucap para pelayan dengan kompak.
" Siapa kalian? kenapa aku bisa ada di sini?" tanya Aleta dengan penuh heran.
Para pelayan itu pun menjawab, bahwa meraka disuruh untuk melayani segala keperluan nyonya Aleta. Atas perintah tuan Raka.
Aleta yang mendengar perkataan pelayan itu langsung berdiri kaget sambil memegang kepalanya yang masih terasa pusing akibat obat bius.
__ADS_1
" Apa.. Tuan muda Raka?" tanya Aleta balik dengan suara yang agak gemetar.
" iya nyonya Aleta, tuan muda Raka yang menyuruh kami untuk melayani segala keperluan nyonya," Jawab para pelayan dengan kompaknya.
Para pelayan pun menuntun Aleta ke kamar mandi, mereka melayani Aleta. Aleta yang merasa aneh diperlakukan seperti itu, ia menolak perlakuan mereka semua. Aleta marah karena bisa melakukan semua sendiri. Para pelayan itu takut membuat Aleta semakin marah. Mereka pun mengijinkan Aleta untuk membersihkan diri dikamar mandi dan memakai pakaiannya sendiri.
Tak lama kemudian Aleta keluar dari kamar mandi dan memakai pakaian yang sudah di siapkan untuknya. Tangan Aleta langsung di raih oleh salah seorang pelayan dan mengajaknya untuk duduk di kursi rias. Rupanya pelayan itu ingin merias Aleta agar terlihat sangat cantik berbeda seperti biasanya. Sesuai dengan permintaan tuan muda Raka.
Aleta masih bingung dengan apa yang sedang terjadi, Ia pun tidak bisa menolak lagi perlakuan para pelayan Raka. Aleta tidak ingin semua pelayan yang ditugaskan Raka untuk melayani segala keperluannya dimarahi oleh Raka. Akibat tidak bekerja sesuai yang Raka perintahkan. Aleta juga tidak sabar ingin segera bertemu dengan Raka. Ia ingin tahu kenapa Raka berani menculiknya.
Aleta pun bertanya kepada salah seorang pelayan. Dia bertanya dimana ia bisa menemuai Raka. Para pelayan itu pun menjawab, bahwa tuan muda Raka sedang tidak ada dirumah.
Mendengar jawaban dari pelayan itu membuat Aleta sangat marah. Aleta pun menarik kalung berlian yang menempel dilihernya dan melemparkannya ke lantai. Aleta berteriak histeris memanggil nama Raka untuk segera dilepaskan dan mengantarkannya pulang kerumah Reynand. Tidak hanya itu Aleta juga memukul kaca rias yang ada didepannya hingga melukai tangannya. Aleta juga tidak mau makan apa - apa. Ia hanya ingin pulang dan kembali bertemu suaminya Reynand.
Para pelayan, ketakutan melihat Aleta yang emosi seperti itu. Pelayan itu pun takut, jika Aleta akan nekad melukai dirinya sendiri. Salah seorang pelayan itu pun berlari keluar kamar itu untuk memberi tahu tuan muda Raka. Rupanya pelayan itu sudah berbohong dengan mengatakan Tuan muda tidak ada di rumah.
Suasana dirumah Reynand kembali berduka, Reynand yang begitu terpukul dengan penculikkan Aleta menutup pintu kamarnya rapat - rapat. Ia tidak ingin bertemu dengan siapapun dan tidak ingin berbicara dengan siapapun.
Reynand kembali terpukul ketika melihat keadaan kamarnya, yang telah rapih dihias oleh Joshua. Kamar Reynand memang dipersiapkan untuk Reynand dan Aleta untuk mrnghabiskan malam romantis bersama. Reynand terduduk lesu dibawah kasur sambil memandang disekeliling kamarnya. Ia mengambil satu kelopak bunga mawar merah yang sudah dihias diatas kasurnya berbentuk hati. Air mata Reynand kembali menetes. Reynand merasa sangat kehilangan. Ia mencoba mengambil handphone untuk menelphone orang suruhannya untuk mencari keberadaan Aleta. Reynand juga menghubungi Joshua untuk memastikan apakah ia sudah ke kantor polisi.
Dari depan pintu kamar Reynand terdengar suara ketukan pintu. Berkali kali suara itu terdengar namun Reynand tidak memperdulikannya. Ia ingin sendiri dalam keadaan seperti ini. Ia tidak ingin di ganggu oleh siapapun.
Kepala pelayan yang sudah ditugaskan tuan Joshua untuk mengantarkan sarapan untuk tuan Reynand, merasa khawatir. sudah berkali kali pintu kamar Reynand diketuk tetapi tak ada jawaban. Pintu kamar Reynand juga di kunci dari dalam. sehingga kepala pelayan itu tidak dapat masuk ke dalam untuk melihat keadaan tuannya. Kepala pelayan itu takut akan terjadi sesuatu kepada tuannya. Ia pun kembali turun ke lantai bawah dan membawa kembali makanan yang ia bawa. Kepala pelayan itu menghubungi tuan Joshua untuk meberitahu keadaan tuan Reynand.
__ADS_1
Bersambung....