
Akhirnya mereka berdua telah sampai di rumah Reynand. Aleta langsung membuka pintu mobil dan masuk kedalam rumah. Reynand yang melihat istrinya meninggalkannya dimobil sendirian membuatnya emosi.
" Aleta !" panggil Reynand.
Mendengar Reynand memanggilnya Aleta langsung berbalik arah. Reynand berlari menghampiri Aleta dengan wajah emosinya.
" Kenapa ?" tanya Aleta.
" Sayang ! kenapa kamu ninggalin aku sih !" ucap Reynand dengan nada yang manja dan menggenggam tangan Aleta.
" Ih sejak kapan kamu jadi manja kayak begini !" Aleta terkejut melihat ekspresi wajah suaminya yang manja seperti itu.
" Semenjak aku jatuh cinta sama kamu," sahut Reynand.
Bukannya merasa tersipu malu, tapi Aleta malah meninggalkan Reynand begitu saja. Reynand benar- benar bingung dengan istrinya.
" Ish, dimanja salah, dimarahin juga salah. Haduh emangnya, perempuan itu susah ditebak !" ucap Reynand.
Reynand mengejar Aleta lagi sambil memanggilnya. Aleta berjalan seraya melangkahkan kakinya kedalam rumah. Terlihat ada ibu dan ayah yang sedang duduk disofa sambil mengobrol.
" Hey Aleta tunggu aku !" ucap Reynand.
" Ih kamu lelet banget sih, aku males sama yang lelet- lelet tau !" ucap Aleta.
" Aleta, kok kamu jadi baperan begini sih !" ucap Reynand.
" Siapa yang baperan, udah sana ajak Muel main aja !" suruh Aleta.
Seketika Reynand teringat pada Muel, ia lupa bahwa Muel belum ia keluarkan dari mobil. Aleta langsung pergi ke kamar Reynand dan tak bicara sepatah katapun kepada mertuanya, ia hanya tersenyum.
Tak lama kemudian Reynand menghampiri Aleta dikamarnya bersama Muel. Di dalam kamar, Aleta duduk di kursi meja rias seraya melamun dan menatap wajahnya di kaca meja rias.
Reynand menghampiri istrinya yang tengah duduk diam, Aleta tak sadar bahwa Reynand masuk ke dalam kamar. Tiba- tiba Reynand memeluk Aleta dengan erat dan bertanya pada Aleta.
" Sayang, kamu kenapa sih kok murung terus ?" tanya Reynand.
" Hm, Reynand kamu ngapain sih meluk- meluk aku kayak begini, aku kan jadi kaget," ucap Aleta.
" Ehm, kan udah aku bilang sayang, aku maunya dipanggil sayang," ucap Reynand.
" Iya- iya aku lupa," ucap Aleta dan melepaskan pelukan Reynand.
Muel mendekati Aleta dan naik kepangkuannya. Melihat Muel yang tengah bermanja kepada Aleta, Reynand merasa iri dengan kucing itu. Reynand pun langsung memeluk istrinya kembali, ia tak peduli Aleta akan marah atau tidak, yang penting Reynand bisa memeluk istrinya itu.
" Aduh Reynand kamu ngapain sih peluk aku ?" tanya Aleta.
" Kamu itu wanitaku, masa aku gak boleh peluk wanitaku sendiri," ucap Reynand sambil tersenyum.
Leher Aleta terasa dingin dan harum, membuat Reynand nyaman. Kulitnya yang halus dan berwarna putih salju. Aleta hanya tersenyum melihat Muel dan suaminya sedang bermanja dengannya.
" Hm, apa benar aku ini wanitamu Rey, wanita yang kamu cintai ?" tanya Aleta sambil mengusap- ngusap bulu Muel.
" Iya, kamu itu milikku seorang, wanitaku yang sangat kucintai," ucap Reynand.
" Ih, bohong !" ucap Aleta sambil mencubit pipi suaminya.
__ADS_1
" Aku gak bohong," ucap Reynand sambil tersenyum.
" Aku juga mencintaimu Reynand," gumam Aleta dalam hati.
Tak lama kemudian Joshua datang ke kamar Reynand. Reynand dan Aleta masih berpelukan begitu juga dengan Muel, Muel masih duduk di pangkuan Aleta. Tiba- tiba Joshua membuka pintu kamar Reynand.
" Reynand, kamu sedang si-"
Seketika Joshua terkejut melihat Aleta dan Reynand yang sedang berpelukan. Reynand dan Aleta yang tak sengaja melihat Joshua pun juga ikut terkejut. Mereka berdua langsung melepaskan pelukan mereka masing- masing, karena malu jika terlihat oleh Joshua dan saling menjauh satu sama lain.
" Cie, cie... yang lagi peluk- pelukan," ledek Joshua.
" Ih apaan sih kamu Joshua !" bentak Reynand.
Terlihat wajah Reynand sedang berekspresi menahan malunya. Pipinya berwarna merah jambu begitu pula dengan Aleta.
" Hehe... maaf ya, udah ganggu kalian berdua. Kalau begitu aku pergi saja deh dari pada mengganggu kalian," ujar Joshua yang keluar dari kamar Reynand dan menutup pintu kamar tersebut dengan pelan.
" Haduh aku jadi malu," ucap Reynand.
Tiba- tiba Aleta tertawa mendengar ucapan Reynand tadi barusan.
" Sayang, kok kamu ketawa ?" tanya Reynand.
" Enggak," ucap Aleta.
" Ih kenapa ! kasih tau donk !" ucap Reynand.
" Gak mau," ujar Aleta.
" Hish, dasar istri nyebelin," ucap Reynand.
Aleta menatap wajah suaminya, Reynand yang diperhatikan oleh Aleta seperti itu membuatnya tersipu malu. Ia pun bangun dan duduk dikasurnya. Tiba- tiba Aleta juga ikut duduk disamping Reynand, lalu dia mengusap kepala Reynand dengan lembut sambil terenyum.
" Hehe... kamu lucu banget sih," ucap Aleta.
" Ih, aku gak suka kalau kepala aku diusap- usap kayak begitu !" ucap Reynand memegang tangan Aleta dan menurunkannya dari kepala Reynand.
" Hmm, yaudah kalau gak boleh ngusap- ngusap kepala kamu, aku peluk kamu aja deh," ucap Aleta, memeluk tubuh suaminya dengan erat, seakan- akan ia tak ingin jauh dari suaminya.
" Kalau peluk gak papa," ucap Reynand, memeluk balik Aleta.
Tak lama kemudian mereka berdua tertidur dengan keadaan yang masih berpelukan dikasur. Tak terasa hari semakin gelap, Reya dan Samuel baru saja pulang dari taman. Joshua yang melihat mereka berdua kelelahan langsung bertanya.
" Hey kalian berdua habis dari mana ?" tanya Joshua.
" Habis dari taman !" cetus Reya sembari duduk di sofa.
" Jutek amat sih," ujar Joshua.
" Oh ya, kamu lihat Muel, kucingku tidak ?" tanya Samuel.
" Dia ada didalam kamar Reynand," jawab Joshua.
Samuel langsung pergi menghampiri kamar Reynand, seketika Joshua menghentikannya, dan bertanya Samuel ingin pergi kemana. Samuel langsung menjawab bahwa dia ingin pergi menghampiri Muel. Joshua yang mendengarnya langsung tidak mengizinkan Samuel untuk pergi kekamar Reynand.
__ADS_1
" Loh, kenapa aku tidak boleh pergi kekamar Reynand untuk mengambil Muel ?" tanya Samuel.
" Karena Aleta dan Reynand sedang tidur bersama didalam kamar," ucap Joshua dengan tatapan tajam.
" Ti- tidur bersama !" Samuel terkejut mendengar perkataan Joshua.
Seketika hatinya terasa sakit, ketika dia mengetahui bahwa Aleta dan Reynand sedang tertidur bersama. Samuel tak pernah menyangka bahwa Aleta akan mencintai Reynand, orang yang pernah membuat hidup Aleta sengsara.
" Hmm, sudahlah aku tidak mau memikirkan Aleta lagi. Aleta sudah ku anggap sebagai adikku sendiri, mana mungkin aku menghancurkan rumah tangganya, lagi pula aku juga tidak mau menjadi orang ketiga dirumah tangga mereka" ucap Samuel dalam hati.
Lalu Samuel akhirnya duduk disamping Reya, sambil menunggu Muel untuk keluar dari kamar Reynand. Samuel tak ingin mengganggu Aleta dan Reynand yang sedang tertidur.
Semakin lama, hari semakin gelap. Bulanpun sudah menampakkan wajahnya. Samuel yang menunggu Muel sudah merasa bosan, akhirnya ia memilih untuk meninggalkan Muel dari rumah Reynand, dan akan menjemputnya diesok hari.
" Eumm Reya, aku pulang dulu ya," ucap Samuel.
" Terus Muelnya gimana donk kak ?" tanya Reya.
" Besok aku akan datang kesini lagi dan menjemputnya," jawab Samuel dengan senyuman.
Tiba- tiba kedua orang tua Reynand datang keruang tamu dan tak sengaja melihat Samuel yang sedang berbicara dengan Reya.
" Ouh... yasudah kalau begitu hati- hati ya kak," ucap Reya.
" Loh nak Samuel mau kemana ?" tanya ayah Reynand.
" Eh, om... aku mau pulang, soalnya udah malam," jawab Samuel dengan senyuman.
" Kenapa terburu- buru pulang sih, nanti aja Samuel pulangnya," ucap bunda Reynand.
" I- iya tante, soalnya Samuel juga ada urusan yang harus Samuel selesaikan," ucap Samuel.
" Oh begitu, yasudah kalau begitu hati- hati ya nak Samuel," ucap ayah Reynand.
Kemudian Samuel berpamitan dengan kedua orang tua Reynand, Reya, dan juga Joshua, dan pergi dari rumah Reynand. Tak lama kemudian Aleta terbangun dari tidurnya, ia melihat Reynand yang masih tertidur pulas.
Aleta langsung pergi dari kamar Reynand menuju dapur, ia ingin mengambil cemilan untuk ia makan karena perutnya terasa lapar. Mata Aleta masih belum terbuka sempurna, ia masih mengantuk.
Aleta berjalan menuruni tangga, tiba- tiba ia tersandung kakinya sendiri dan terjatuh dari tangga.
DUBRAKKK
" Aduh !" teriak Aleta.
Semua orang yang yang ada dirumah itu terkejut mendengar teriakkan Aleta, begitu pula dengan Reynand. Reynand langsung terbangun dari tidurnya. Ia merasa suara teriakan yang ia dengar seperti suara istrinya, Aleta. Reynand pun menoleh kearah samping, ternyata Aleta sudah tidak ada dikasur. Ia pun berlari dan menghampiri suara teriakkan yang barusan ia dengar untuk memastikan suara istrinya atau bukan.
Para pelayan terkejut melihat Aleta yang terjatuh dari tangga, mereka pun menghampiri Aleta dan menolongnya untuk berdiri.
" N- nona, apakah nona tidak papa ?" tanya para pelayan yang khawatir dengan keadaan Aleta.
" Gak papa kok, hehe... tadi aku abis kesandung makanya jatuh," ucap Aleta sambil tertawa sedikit.
" Aleta !" panggil Reynand.
" T- tuan," para pelayan terkejut melihat kedatangan Reynand.
__ADS_1
" Hey apa yang kalian lakukan pada istriku hah !" bentak Reynand.
Bersambung.......