Istri Sah Tuan Muda

Istri Sah Tuan Muda
Istri Sah Tuan Muda #101


__ADS_3

Dret dret dret dret, getar ponsel Bryan sangat kuat di atas nakas. Bryan sedang mencharge ponsel miliknya itu.


"Siapa yang nelpon pagi pagi begini" kata Bryan sambil mengusap matanya yang terasa masih mengantuk. Bryan benar benar lelah sekarang sehingga untuk mengangkat telpon saja Bryan malas.


Bryan sama sekali tidak bisa tidur semalam. Dia sangat gelisah putar kiri putar kanan, sampai pada akhirnya dia menyerah dan memutar rekaman suara Julian untuk pengantar tidurnya. Setelah mendengar suara Julian yang renyah itulah Bryan bisa terlelap tidur. Sehingga saat ponselnya bergetar membuat Bryan sedikit kesal.


Bryan kemudian meraih ponselnya yang bergetar, karena ada dua ponsel di atas nakas, Bryan mengira kalau Felix yang menghubunginya, makanya dia mengambil ponsel yang biasa dibawa ke perusahan. Ternyata bukan ponsel itu yang bergetar, melainkan yang satunya lagi.


"Wah Julian telpon pagi pagi. Ada apa?" kata Bryan mulai cemas karena istri cantiknya nelpon terlalu dini hari.


Bryan mengambil telpon miliknya dengan tergesa gesa. Bruk, akhirnya karena tidak bisa menjaga keseimbangan, Bryan akhirnya sudah menciun karpet kamar hotel yang untungnya tebal kalau tidak sudah membuat bibir Bryan menjadi maju.


"Gara gara pengen cepet dengar suara istri, malah nyungsep" Kata Bryan kesal dengan kebidihan dirinya sendiri.


Akhirnya panggilan pertama dari Julian tidak berhasil diterima oleh Bryan. Karena adegan nyungsep di ke lantai kamar dengan indahnya.


Bryan kemudian mengulang menelpon ke ponsel Julian. Bryan tidak mau menunggu Julian untuk menghubunginua. Terkadang Julian tidak akan mengulang panggilan telponnya kepada Bryan karena mengura Bryan sedang sibuk.


"Hallo sayang, ada apa? Kenapa nelpon pagi pagi? Kamu sakit?" ujar Bryan mengeluarkan pertanyaan secara beruntun kepada Julian.


Julian yang pertamanya sudah semangat menerima telpon dari Bryan mendadak langsung lesu saat mendengar pertanyaan yang sangat banyak dan berentetan keluar dari mulut Bryan.


"Sayang pertanyaan kamu nggak bisa satu satu kenapa harus sekali banyak kayak gitu" kata Julian mengomel saat mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Bryan sangat banyak sekali.


"Gimana nggak akan banyak sayang. Kamu nelpon aku di jam segini" kata Bryan yang sudah cemas dan tidak sedang memakai akal sehatnya.

__ADS_1


"Sayang kamu dan aku bukan berjarak waktu sayang. Kita sama sama masih di waktu bagian barat, kenapa kamu seperti di waktu bagian timur" ujar Julian menyuarakan protesnya kepada Bryan.


Bryan yang tersadar kalau dirinya salah dan hampir saja membuka kedoknya sendiri. Langsung saja menukar arah pembicaraannya. Dia tidak mau Julian curiga kepada dirinya.


"Maaf sayang, aku tadi baru tidur jam satu pagi karena membahas masalah pekerjaan dengan Felix. Sehingga dampaknya aku kehilangan orientasi waktu sayang" ujar Bryan berusaha membuat Julian tidak mencurigai dirinya.


"Oooo maafkan aku sayang tidak seharusnya aku menghubungi kamu. Maaf ya, aku kira kamu sudah dari jam berapa tidurnya. Ternyata baru tidur" kata Julian meminta maaf kepada Bryan.


"Tidak apa apa sayang. Lagian aku sangat senang kamu sudah membangunkan aku, jadi aku tidak telat untuk ke perusahaan. Terimakasih banyak sayang karena sudah membangunkan aku" kata Bryan lagi yang tidak ingin Julian bersedih dan merasa bersalah karena sudah membangunkan dirinya yang baru saja bisa tertidur beberapa jam yang lalu.


"Oh ya kamu sedang ngapain?" tanya Bryan lagi berusaha untuk tidak membuat Julian memikirkan kesalahannya itu.


"Ini sedang siap siap sayang." jawab Julian yang sedang membersihkan rumah.


"Pagi kali. Kamu pasti sedang nyapu kan ya?" tebak Bryan.


"Vian mana? Apa dia masih tidur?" kata Bryan menanyakan keberadaan anak buahnya yang ditugaskan untuk menjaga Julian selama ini.


"Ada sedang nyuci piring. Tadi aku masak sarapan dan bekal makan siang. Nah vian langsung menawarkan dirinya untuk mencuci piring serta peralatan dapur yNg siap aku pakai untuk masak" Jawab Julian lagi sambil melihat ke arah Vian yang sedang sibuk di dapur mencuci piring serta peralatan masak yang siap digunakan oleh Julian untuk memasak sarapan serta bekal mereka ke perusahaan.


"Oh oke. Aku kira dia masih tidur" jawab Bryan yang sangat senang pengawalnya itu sudah membantu Julian sekalipun Bryan tidak ada di rumah untuk saat ini.


"Kamu jam berapa ke perusahaan sayang?" tanya Julian yang penasaran dengan aktivitas yang akan dilakukan oleh Bryan di luar sana.


"Kata Felix sekitar setengah delapan sudah sampai perusahaan sayang. Jadi, aku ya bagian menurut saja. Tidak membantah dan juga tidak memberikan saran" jawab Bryan.

__ADS_1


Bryan selalu akan banyak bicara dan mengeluarkan kata kata dari mulutnya apa bila sudah berbicara dengan Julian. Kalau tidak maka Bryan termasuk orang yang sangat irit dalam berbicara sampai sampai saat pembicaraan bisnis dengan kolega bisnis perusahaan Witama grub, yang akan banyak berbicara adalah Felix dan Kevin. Sedangkan Bryan hanya berbicara di bagian bagian yang dirasanya sangat penting dan memang harus dia yang mengatakan.


"Kamu jam berapa ke perusahaan?" Bryan balik bertanya kepada Julian.


"Jam tujuh lah sayang. Oh ya sayang, aku nanti ke mall ya. Nggak apa apakan?" Julian meminta izin kepada Bryan untuk pergi ke mall dengan Vian.


"Boleh sayang. Tapi sama vian juga kan tidak sendirian?" tanya Bryan.


"Iya sama Vian sayang mau sama siapa lagi. Teman aku cuma vian doang yang ada, terus Tania kalau ia ketemu. Kan udah lama sangat tidak pernah ketemu dia" jawab Julian yang ntah kenapa tiba tiba keinget Tania dan menyebut nama Tania kepada Bryan.


Bryan hanya bisa tersenyum saja saat Julian menyebut nama adik perempuannya itu. Bagi Bryan kalau kedekatan Julian dengan Tania akan mempermudah urusannya besok, maka Bryan akan setuju setuju saja. Tapi kalau tidak maka Bryan akan berusaha membuat Julian tidak bertemu dengan Tania lagi.


"Okeh pokoKnya kamu harus hati hati terus dan tidak boleh jauh jauh dari Vian." Ujar Bryan memberikan syarat berikutnya kepada Julian.


"Kenapa?" tanya Julian yang iseng saja mengeluarkan pertanyaan itu dari mulutnya.


"Masih juga nanyak sayang. Aku nggak mau kejadian yang waktu kamu dimarahi sama ibuk ibuk sosialita itu kembali terulang. Aku nggak mau kejadian seperti itu lagi menimpa kamu" kata Bryan yang sampai sekarang masih belum bisa melupakan kejadian buruk yang menimpa Julian di mall besar itu.


"Haha haha haha haha tenang saja sayang tidak akan terulang lagi." jawab Julian meyakinkan Bryan kalau kejadian seperti itu tidak akan terulang lagi. Serta Julian juga ingin menenangkan Bryan. Julian tidak ingin Bryan cemas saat dirinya berada di luar rumah.


"Oke sayang. Mandi sana, aku juga mau mandi" kata Bryan yang sebenarnya ingin mengulang kembali tidurnya karena masih ada sekitar dua jam lagi.


"Baik sayang. Kamu juga mandinya. Hati hati kerjanya sayang" kata Julian memberikan semangat kepada Bryan.


"Makasi sayang. Kamu juga harus hati hati" kata Bryan lagi.

__ADS_1


Akhirnya Julian menutup panggilan telponnya dengan Bryan. Setelah itu Julian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Sedangkan Bryan kembali ke atas ranjang untuk tidur. Dia benar benar mengantuk saat ini.


__ADS_2