Istri Sah Tuan Muda

Istri Sah Tuan Muda
Istri Sah Tuan Muda #104


__ADS_3

Dret dret dret. Ponsel milik Felix bergetar di dalam saku celana levis nya itu. Dia yakin kalau itu adalah telpon bukan sebuah pesan chat. Felix tidak ingin liburannya terganggu oleh siapapun.


"siapa pula yang nelpon. nggak tau gue lagi santai apa" ujar Felix yang kesal saat ponselnya berdering di saat yang tidak tepat.


Felix membiarkan saja ponselnya itu berdering, dia sama sekali tidak minat untuk menerima panggilan itu. Tetapi yang namanya penelpon itu sudah sangat niat untuk nelpon, dia mengulang kembali panggilan yang tidak di angkat oleh Felix.


"memang lah ya. penelpon sekarang gigih gigih. kalau panggilannya nggak di angkat, maka dia akan coba terus selalu" ujar Felix sambil mengambil ponsel dari dalam saku celananya itu.


"Kevin? Tumben tu anak nelpon gue sekarang. Ada apa?" ujar Felix bertanya tanya maksud dari Kevin yang menghubungi dirinya saat seperti sekarang ini.


"Hallo Kevin. Tumben loe telpon gue. Ada ingat gue juga loe di sana?" kata Felix langsung menyembur Kevin saat dirinya mengangkat panggilan telpon dari Kevin.


"jangan banyak cerita." kata kevin yang kesal karena dia harus nelpon Felix untuk ke tiga kalinya barulah Felix mengangkat panggilannya itu.


"jangan marah marah. sudahlah nelpon jarang, apalagi loe udah nggak ingat gue lagi" kata Felix yang tidak ingin Kevin marah marah di saat dirinya sedang menikmati liburan kali ini.


"Sorry bro bukan gue nggak ingat loe di sini, tapi kerjaan gue sangat banyak sekali di sini, sampe sampe untuk makan aja gue harus diingatin" kata Kevin menjelaskan bagaimana kehidupannya di francais. Kevin tidak mau Felix salah sangka dengan dirinya sehingga menyangka dirinya di sini hidup dalam keadaan damai damai saja.


"Hahaha haha haha" Felix tertawa ngakak saat mendengar bagaimana Kevin berusaha menjelaskan kepada dirinya tentang keadaanya saat ini.


"Kenapa loe tertawa sampai sebegitunya. Loe seneng nengok gue susah kayak gini. Super sibuk gini" kata Kevin berusaha merajuk.


"Udahlah Vin, semakin loe gini semakin bikin gue pengen ketawa ngakak jadinya. Jadi nggak usah ada drama gitulah."


"Gue sangat tau bagaimana sibuknya membetulkan perusahaan yang sudah penyekit kronis bin komplikasi gitu" kata Felix yang tidak ingin Kevin salah sangka kepada dirinya.


"Itulah, pikiran gue bener bener fokus ke satu itu saja" jawab Kevin lagi.


Mereka berdua kemudian mengobrol tentang berbagai hal. Felix dan Kevin seperti sahabat lama yang sudah tidak bertemu lama, padahal baru seminggu kemaren Felix balik dari negara francaia dan bertemu dengan Kevin di sana.


"Oh ya, ngapain loe nelpon gue. Tumben tumben nya loe nelpon gue di saat jam kerja gue" kata Felix yang ingat kenapa Kevin menghubunginya mendadak seperti itu. Biasanya kalau mereka berdua akan saling menghubungi, siapa yang akan menelpon itu akan memberitahukan sebelumnya tidak seperti sekarang yang tiba tiba saja Kevin menghubungi Felix.


"Loe hari ini nggak aktif internet?" tanya Kevin.


"Tumben tumben nya loe nanyak paket internet gue aktif apa nggak. Emangnya ada apa?" Felix penasaran dengan pertanyaan dari Kevin.


Pertanyaan yang menurut Felix sama sekali tidak seharusnya ditanyakan oleh Kevin kepada dirinya.

__ADS_1


"Jawab aja susah betul" Kata Felix dengan kesal.


"Nggak aktif. Lagi males ngaktifin. Emangnya ada apa?" Tanya Felix yang masih penasaran dengan penyebab pertanyaan itu muncul dari Kevin.


"Oh pantesan. Loe nggak bisa nengok apa kalau ada berita heboh di dunia maya?" Kali ini Kevin semakin membuat Felix bertanya tanya dengan maksud perkataan dari Kevin kepada dirinya.


"Berita apa lagi? Gue nggak aktif paket tentu nggak tau gue berita yang sedang hangat itu" ujar Felix setengah kesal menjawab pertanyaan dari Kevin yang semakin tidak jelas juntrungannya.


"Aktifkan paket loe" Perintah Kevin kepada Felix.


Felix mengaktifkan paket internet dirinya. Felix menunggu beberapa menit sampai semu pesan masuk ke dalam ponsel miliknya itu. Betapa kagetnya Felix aaat melihat berita yang masuk ke dalam ponselnya.


"Loe serius?" tanya Kevin kepada Felix.


"Lah seperti yang loe lihat sendiri. Mau serius atau ndak gue yang ada beritanya udah nyebar itu" kata Kevin lagi.


"Gila kalau sampai nyonya muda tau. Bisa gawat ini" lanjut Felix lagi mengomel sendirian.


"Ya udah, loe coba aja benned beritanya mana tau bisa kan ya" Kevin memberikan saran terbaiknya kepada Felix.


"Gue coba dulu" ujar Felix lagi.


Felix terlihat sibuk menghubungi orang orangnya. Dia tidak mau berita yang sudah tersebar itu makin tersebar.


"ada ada aja yang bikin gue repot. apa orang orang itu tidak tau kalau gue sedang liburan. atau mereka sirik karena gue sedang liburan" Kata Felix lagi sambil duduk santai menunggu perkembangan dari perintah yang diberikan kepada orang kepercayaan nya itu.


"bener bener lah Bryan. Ntah apa yang sedang merasuki otaknya sekarang ini. Sehingga apapun itu dia sampai tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri" Lanjut Felix mengomel sendirian seperti seseorang yang baru saja makan cabe rawit pedas.


Felix terlihat sedang dihubungi oleh seseorang. Dia beberapa kali tersenyum saat mendengar laporan yang diberikan oleh sang penelpon.


"Akhirnya selesai juga" ujar Felix saat melihat tidak ada lagi berita yang memamerkan Bryan sedang duduk santai di sebuah warung makan kecil. Wajah Bryan memang tidak terlihat jelas di foto yang tersebar itu, tetapi kalau seseorang sudah sangat kenal dengan Bryan maka mereka akan tau kalau itu adalah Bryan. Mereka bisa yakin saat melihat postur tubuh dari Bryan saja.


Dret dret dret bunyi ponsel Bryan berdering saat dirinya sedang duduk santai di sebuah warung makan kecil untuk menikmati sarapan sekaligus makan siang yang dihidangkan di sana. Menurut Andri makanan di warung biru sangat enak walaupun warungnya kecil dan terletak di tempat yang sedikit terpencil.


"Hallo Tania, ada apa?" ujar Bryan menyapa Tania adik perempuan yang menghubungi dirinya di siang hari itu.


"Kakak kamu di pulau Balis?" Tanya Tania langsung saja saat Bryan baru mengangkat panggilan telpon dari dirinya.

__ADS_1


"Ya kok kamu tau. Felix yang ngasih tau?" Tebak Bryan dengan santainya.


"Mana ada Felix yang ngasih tau. Ado orang yang posting foto kakak yang sedang makan di sana" kata Tania menjelaskan dari mana dirinya mengetahui kalau Bryan sedang di pulau Balis.


"Serius kamu?" tanya Bryan yang paling tida suka fotonya di publish dimana mana.


" Serius lah, kalau boong ngapain aku nelpon kakak" ujar Tania lagi yang langsung menjawab keraguan dari Bryan akan berita yang disampaikan oleh dirinya tadi.


"Aku kirimkan screenshot nya" ujar Tania yang tidak ingin dikatakan sebagai pembohong oleh Bryan


Tania mengirimkan foto yang sudah sempat di screenshot nya itu. Bryan melihat fhoto tersebut. Untung saja dia masih memakai topi dan kacamata sehingga wajahnya tidak terlihat jelas di dalam fhoto itu.


"Gila ini" ujar Bryan dengan wajah memerah menahan marah.


Andri yang berada di depannya langsung kaget saat melihat tuan muda itu marah dan sedikit memaki yang tujuannya andri sama sekali tidak mengetahuinya.


"Kamu tau siapa yang sudah mengambil fhoto saya?" tanya Bryan kepada Andri yang hari ini bertindak sebagai asistennya itu


"Maaf Tuan Muda, sama sekali tidak. Saya tidak tau siapa yang sudah mengambil foto tuan muda" jawab Andri dengan sikap tenangnya. Dia memang sama sekali tidak tau siapa yang telah dengan sangat berani mengambil foto tuan mudanya itu dan sampai sampai mempublikasikan di media sosial.


Tania yang tadinya sudah memutuskan panggilan dengan Bryan kembali mengulang telponnya kembali kepada Bryan.


"Hallo Tania. Ada apa lagi? Apa ada fhoto lainnya yang masuk ke sosial media?" tanya Bryan yang sekarang sedang dalam keadaan mood yang tidak baik baik saja. Bryan sangat kesal sekarang karena ada yang mengambil foto dirinya secara diam diam dan yang lebih parahnya lagi fhoto itu di upload di media sosial. Sesuatu yang Bryan dan Julian saja tidak ingin melakukannya.


"Foto kamu tadi sudah ilang kak dari situs manapun, sudah tidak ada satupun lagi. Jadi kamu aman sekarang" ujar Tania memberitahukan kepada Bryan perkembangan terbaru dari fhoto nya itu.


"Kamu serius? Situs manapun tidak ada lagi fhoto itu? " tanya Bryan lagi yang masih kurang yakin dengan apa yang dikatakan oleh Tania kepada dirinya.


"Ya sangat serius. Sudah tidak ada sama sekali. Bahkan jejak pencariannya saja sudah tidak kelihatan lagi" kata Tania memberitahukan kepada Kakaknya yang sekarang sudah panik itu.


"orang orang kamu bekerja dengan sangat cepat kakak" puji Tania dengan tulus kepada semua orang orang yang menjadi kepercayaan Bryan selama ini.


"Oh baiklah terimakasih" kata Bryan.


"Kak, kamu harus hati hati di sana. Jangan lepas masker, topi dan kaca mata. aku nggak mau kamu jadi viral lagi nantinya, apalagi kalau kakak ipar sampai tau. Bisa bisa kamu diamuk habis sama Julian nanti" ujar Tania mengingatkan Bryan untuk selalu waspada dengan orang orang yang ada di sekitarnya itu. Apalagi kalau sampai Julian melihat fhoto itu, maka sesuatu yang buruk sudah bisa dipastikan akan terjadi menimpa Bryan ke depannya. Hubungan Bryan dan Julian sudah akan rusak, apalagi Julian sepertinya wanita yang teguh pendirian


"Sip aku akan hati hati. Jangan cemas akan hal itu, kejadian ini tidak akan terjadi untuk kedua kalinya" jawab Bryan meyakinkan Tania kalau kejadian itu tidak akan terjadi lagi.

__ADS_1


"aku juga tida ingin Julian marah sama aku. Jadi, aku akan pastikan akan lebih berhati hati lagi" Kata Bryan meyakinkan Tania sekali lagi.


Bryan kemudian memutuskan panggilan dengan Tania setelah basa basi obrolan yang sama sekali tidak penting. Satu yang penting diberitahukan oleh Bryan kepada Tania adalah mengatakan kalau Julian kangen ingin bertemu dengan Tania. Ternyata hal yang sama juga terjadi kepada Tania. Tania juga kangen ingin bertemu dengan kakak iparnya itu.


__ADS_2