
Bryan dan Felix dua pria tampan yang sangat berpengaruh di perusahaan witama grub baik perusahaan utama maupun perusahaan cabang berjalan masuk dengan gagahnya ke dalam area restoran. mereka berdua tidak memanfaatkan pelayanan VVIP yah seharusnya mereka Terima saat menginap di hotel itu.
Orang orang yang berada di restoran menatap ke arah kedua pemuda tampan itu. Bryan dan Felix sama sekali tidak peduli dengan tatapan panjang yang melihat ke arah mereka. Mereka berdua sudah terbiasa mendapatkan tatapan seperti itu dari siapapun sehingga mereka sekarang sama sekali tidak peduli lagi dengan tatapan tatapan yang seperti itu. ibarat nya tatapan tatapan itu sudah makanan mereka sehari hari.
Bahkan ada seorang wanita muda dengan sengaja untuk menabrakkan dirinya kepada Bryan dengan harapan dia bisa berkenalan dengan Bryan. Tapi bukan Bryan namanya kalau dia tidak bisa membaca niat buruk seseorang terhadap dirinya.
Bryan yang melihat gelagat buruk seperti itu, langsung menghindar saat wanita itu seperti akan menubruk nya. Bryan tidak mau ikut dalam drama yang dibuat wanita malang tersebut.
Brug. Wanita yang bermaksud jahat itu jatuh langsung ke lantai restoran. Wajahnya tepat mencium lantai restoran yang dingin tersebut. Wanita itu sukses berada di lantai restoran karena ulahnya sendiri.
"Hahaha hahaha hahaha" Suara tawa memenuhi restoran hotel mewah itu saat melihat wanita tersebut sukses mencium lantai restoran, bukan mendarat di dalam pelukan Bryan seperti yang ada di film film romantis yang selama ini di tonton oleh wanita itu dan dijadikan sebagai referensi untuk mendapatkan pria ganteng, keren dan mapan yang semuanya ada di diri Bryan.
"Makanya Nona kalau jalan lihat lihat. Jangan lihat ke atas terus Tapi lihatnya ke jalan. jadi tersandung sendirikan" Ujar salah satu pengunjung sambil manahan tawa yang hendak lepas menertawakan kebodohan-kebodohan wanita itu.
"Kebanyakan nonton drama ya gitu. Makanya serasa menjadi artis aja langsung" Sambung yang lainnya.
"Nona nona, kalau mau jadi artis jangan di sini nona. Tapi di sana di studio bukan di restoran" Sambar yang pengunjung yang lainnya.
Wanita yang jatuh itu langsung menatap tajam ke arah orang orang yang berkumpul untuk menertawakan kebodohan-kebodohan yang dilakukan oleh dirinya tadi.
Sedangkan Bryan dan Felix yang menjadi pusat kebodohan wanita itu sudah duduk di kursi mereka dan terlihat sedang menikmati sarapan yang sudah mereka ambil.
"Loe ada ada aja Bryan. Kan asik tadi kalau wanita itu loe biarkan jatuh ke pelukan elo. Jadikan dramanya semakin masuk" ujar Felix sambil manahan tawanya mengatakan hal hal yang membuat Bryan menjadi kesal.
"Gila aja loe, mana mau gue di peluk wanita kayak gitu. Yang ada gue harus mandi lagi nanti." jawab Bryan sekena nya saja. Menjawab dengan apa yang ada di dalam hatinya tanpa memikirkan perasaan wanita yang mendengarnya. Untung saja wanita itu tidak ada dekat Bryan kali ini. Kalau ada sudah bisa dibayangkan bagaimana malunya wanita itu.
"Mana tau kan ya" jawab Felix ikutan ngasal.
Sedangkan wanita yang penuh drama tadi sudah tidak terlihat lagi di dalam area restoran. Wanita itu pergi dengan membawa malu yang sangat besar ke kamarnya. Tindakan bodoh yang dilakukan oleh dirinya sudah bisa dipastikan akan menjadi aib saat dirinya bertemu dengan orang orang yang ada di hotel itu.
"Berangkat felix?" Tanya Bryan saat mereka sudah selesai menikmati sarapan yang diambil hanya sedikit saja.
Bryan hanya makan nasi goreng dengan ayam bakar, sedangkan Felix mengambil gado gado dan sepotong croissant untuk menu sarapan mereka pagi ini.
"Oke. Lebih cepat lebih baik sehingga mereka semua bisa menerima akibat yang sudah mereka buat" kata Felix lagi
Bryan dan Felix kemudian berdiri dari posisi duduknya. Mereka berdua kemudian berjalan meninggalkan restoran hotel tersebut.
Sebuah mobil sudah parkir di depan lobby hotel. Andri sudah terlihat berada di depan pintu mobil, sudah siap dengan gagahnya untuk menjemput Bryan dan Felix, serta mengantarkan dirinya menuju perusahaan.
"Keren Andri" ujar Bryan memuji penampilan andri untuk hari ini.
__ADS_1
"Pinjaman general manager Tuan Muda" jawab andri menjelaskan kenapa dirinya bisa segagah itu pada hari ini.
"Haha haha haha. Tidak apa apa yang penting kamu keren" ujar Bryan lagi.
"apa kamu sudah sarapan?" tanya Bryan kepada andri yang sudah sangat baik untuk mengantarkan dirinya kemanapun seharian kemaren.
"sudah tuan muda. tadi saat baru selesai bersiap siap" jawab Andri yang memang sudah menyempatkan untuk sarapan sebelum mengantarkan Bryan ke tempat yang ditujunya hari ini.
Bryan dan Felix kemudian masuk ke dalam mobil yang akan mengantarkan mereka ke perusahaan. Jarak dari hotel ke perusahaan ada sekitar setengah jam perjalanan dengan memakai mobil.
"Andri kenalkan, rekan saya namanya Felix." ujar Bryan memperkenalkan Felix kepada Andri.
"Saya andri tuan Felix" Ujar andri memperkenalkan dirinya kepada Felix.
"Felix" Jawab Felix dengan sangat ramah kepada Andri.
"Kita kemana Tuan Muda? Maaf saya tidak tau jadwal tuan muda selama di sini" lanjut andri menanyakan kemana dirinya harus mengantarkan tuan muda dan juga tuan Felix hari ini.
"Kita ke perusahaan cabang Witama grub. Nanti Felix akan share lock ke kamu" jawab Bryan.
Felix kemudian memberikan ponsel miliknya kepada Andri. Andri tinggal mengikuti map yang sudah aktif itu.
"Kamu ikuti saja mapnya" Ujar Felix meminta andri untuk mengikuti map yng sudah aktif itu.
Sepanjang perjalanan Bryan dan Felix membahas tentang perusahaan cabang lainnya. Ada satu lagi perusahaan cabang yang sedang bermasalah.
"Tuan muda maaf saya memotong pembicaraan tuan muda." Kata andri sambil melihat melalui kaca spionnya itu.
"Ada apa andri?" tanya Bryan setelah dirinya menahan Felix untuk tidak menegur Andri karena Andri sudah berani memotong pembicaraan mereka berdua.
"Kalau sudah beberapa anak cabang perusahaan bermasalah, sebaiknya tuan muda memanggil seluruh kepala cabang beserta manager ke kantor pusat. Jadi, tuan muda tidak perlu mendatangi satu persatu perusahaan cabang" Kata andri memberikan saran kepada Bryan.
"Mengapa seperti itu?" tanya Bryan yang tertarik dengan apa yang dikatakan oleh Andri kepada dirinya.
"Ada dua hal keuntungan yang menurut saya bisa tuan muda ambil kalau tuan muda mengumpulkan semua kepala cabang dan juga manager" lanjut andri menjelaskan kepada Tuan Muda maksud dari ucapannya tadi.
"Jelaskan" kali ini Felix yang meminta kepada Andri. Felix tertarik juga dengan pola pikir sopir hotel itu.
"Pertama Tuan Muda akan hemat waktu dan tenaga, karena mengunjungi setiap anak cabang perusahaan akan memakan waktu dan juga tenaga Tuan Muda. Kalau tuan muda mengumpulkan mereka di perusahaan utama, maka tuan muda tidak perlu kemana mana lagi" kata Andri menjelaskan keuntungan yang pertama.
"Tuan muda dan tuan Felix pasti taulah, kalau perusahaan bermasalah pasti intinya hanya penggelapan dana perusahaan, ata paling tidak memberikan contoh proposal proyek kepada perusahaan lain. Hanya seputar seputar itu saja. Tuan muda dan tuan Felix bisa langsung mengeksekusi permasalahan permasalahan itu di depan semua orang" lanjut Andri lagi dengan pola pikirnya yang memakai sebab akibat.
__ADS_1
"Nah karena sudah dikumpulkan semua dan sudah diberikan sanksi semuanya, dari apapun permasalahan yang ditemukan di perusahaan cabang. Maka keuntungan kedua akan tuan muda dan tuan Felix raih." kata andri berikutnya.
"Apa?" tanya Bryan yang kali ini penasaran.
"Tuan muda secara tidak langsung sudah memberitahukan kepada semua kepala cabang dan juga para manager kalau mereka berani berbuat seperti orang orang yang bersalah itu, maka mereka harus siap menerima hukuman seperti yang diterima oleh contoh contoh yang ada di depan mereka" kata Andri menjelaskan keuntungan yang kedua kepada Bryan dan Felix.
Bryan dan Felix saling memandang satu dengan yang lainnya. Mereka paham sekarang alur pemikiran dari Felix.
"Satu tepukan dua nyamuk mati" ujar Felix kepada Bryan.
"Benar" Bryan setuju dengan yang dikatakan oleh Felix kepada dirinya.
"Kita akan cari waktu untuk meminta semua kepala cabang dan para manager untuk berkumpul di perusahaan utama. Kita harus melakukan secepatnya" kata Bryan.
"Oke. Gue akan cari waktu yang tepat" jawab Felix setuju dengan apa yang dikatakan oleh Bryan kepada dirinya.
Mobil yang dikemudikan oleh Andri sudah berbelok masuk ke dalam komplek perusahaan witama yang berada di kota balis itu. Andri memarkirkan mobilnya tepat di depan lobby perusahaan. Andri kemudian turun untuk membukakan pintu Bryan. Sedangkan Felix sudah turun sendirian tanpa dibukakan pintu oleh Andri.
"Kamu parkir mobil dulu. Kami akan tunggu di lobby" ujar bryan meminta andri untuk memarkirkan mobil dan ikut dengan mereka berdua.
"Siap tuan muda" jawab Andri.
Andri kemudian memarkir mobilnya tepat di sisi sebelah kanan lobby hotel. Dia tidak memarkir mobil itu di parkiran seperti mobil lain.
"kamu harus cari tau siapa Andri. Gue rasa dia bisa untuk mendapatkan posisi yang lebih baik selain menjadi sopir dan office boy di hotel" Kata Bryan memberikan lerintah selanjutnya kepada Felix untuk mencari tau tentang Andri.
"oke, itu anak memang sangat menarik. gue sangat yakin kalau dia pintar" ujar Felix yang sependapat dengan Bryan.
"gue Terima datanya sore nanti" Bryan memberikan tenggang waktu yang sangat pendek untuk Felix mencari tau siapa Andri sebenarnya.
"oke sip. itu gampang" ujar Felix dengan santai
Mencari data diri seseorang bagi Felix sangatlah gampang selama ini. Tetapi yang susah adalah mencari data diri Julian yang sampai sekarang sama sekali tidak ditemukan oleh Felix.
"Sudah tuan muda" jawab andri yang sekarang sudah berdiri di depan Bryan dan felix dengan gagahnya.
"Kamu ikut kami berdua sekarang" Perintah Bryan kepada Andri
Andri hanya bisa terngaga dan tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Bryan kepada dirinya. Dia tidak mengerti kenapa Bryan meminta dirinya untuk ikut dalam rapat dewan direksi itu.
"Si siap tuan muda" jawab andri yang sudah bisa menguasai dirinya kembali. Andri tidak akan bisa menolak perintah yang diberikan oleh Bryan kepada dirinya.
__ADS_1
Mereka bertiga kemudian berjalan menuju meja resepsionis yang berada tepat di lobby perusahaan cabang witama grub. Mereka akan mengisi buku tamu terlebih dahulu, walaupun Bryan yang memiliki perusahaan itu, tetapi karena mengisi buku tamu adalah SOP yang ada di setiap perusahaan, makanya Bryan tetap mengikuti aturan tersebut.