Istri Sah Tuan Muda

Istri Sah Tuan Muda
Istri Sah Tuan Muda #82


__ADS_3

"Sayang, aku pergi beli cemilan dulu ya" kata Bryan yang sudah berdiri dari posisi duduknya.


Julian menatap ke arah Bryan. Dia tidak ingin karena ada Tania di antara mereka berdua, membuat Bryan merasa tidak nyaman dan ingin pergi dari mereka berdua.


Bryan berjalan mendekat ke arah Julian. " Aku tidak marah. Tenang saja. Malahan aku suka melihat kamu memiliki teman baru, yang tidak hanya sebatas Vian saja" ujar Bryan berbisik lembut di telinga istrinya itu.


Cup. Sebuah kecupan mendarat di dahi Bryan. Julian sangat bahagia sekali kalau Bryan tidak marah kepada dirinya karena dia sibuk mengobrol denga Tania. Tania yang melihat apa yang dilakukan oleh Julian kepada Bryan hanya bisa tersenyum saja. Pemandangan yang membuat Tania menjadi sangat nyaman sekali.


Bryan pergi meninggalkan Julian dan Tania. Dia membiarkan saja adiknya itu untuk dekat dengan Julian. Dalam pikiran Bryan, kalau Tania sudah menerima Julian, maka satu permasalahan selesai sudah. Tinggal dua orang lagi yang harus diamankan.


"Jadi kamu kerja dimana Tania?" tanya Julian saat sudah tidak melihat punggung Bryan lagi.


"Udah lihatin suaminya pergi?" tanya Tania balik.


"Haha haha. Jadi kamu perhatikan dari tadi?" tanya Julian sambil terlihat malu kepada Tania.


"Ya" Tania mengangguk. Tania memang memperhatikan tingkah Julian saat Bryan pergi meninggalkan mereka berdua untuk membeli makanan dan minuman.


"Jadi kamu kerja dimana?" tanya Julian kembali kepada Tania.


"Aku seorang dokter muda di rumah sakit Harapan Kita. Sedangkan kamu kerja dimana?" tanya balik Tania.


Tania pasti akan selalu bertanya kepada Julian, hal hal yang menurut Tania menarik. Apalagi melihat betapa bucinnya Bryan kepada Julian serta sebaliknya Julian kepada Bryan.


"Aku kerja di VJ Grub. Bagian pengadaan barang" jawab Julian sambil melihat ke arah Tania.


"Suami kamu kerja di mana?" tanya Tania selanjutnya.


"Oh, Bryan. Bryan baru saja mendapatkan pekerjaan di Witama Grub. Dia bekerja sebagai staff di sana" jawab Julian mengatakan kepada Tania, apa pekerjaan Bryan.


"Staff?" tanya Tania tidak percaya saat mendengar apa pekerjaan Bryan di perusahaan Wiratama Grub.


"Iya staff. Kenapa kamu kaget begitu?" tanya Julian yang melihat ekspresi dan tanggapan yang diberikan oleh Tania sangat berbeda sekali.

__ADS_1


"Oh tidak, aku cuma kaget aja. Aku kira dia manager di sana" jawab Tania yang berusaha menghilangkan keterkejutannya supaya Julian tidak curiga kepada dirinya lagi.


"Haha haha haha. Mungkin karena dia tampan kali ya, jadi kamu tidak percaya kalau dia staff di sana" Julian memberikan tanggapannya kepada Tania.


Semua orang pasti tidak akan menyangka dan tidak akan percaya kalau Bryan adalah staff di perusahaan ternama. Kenapa demikian, karena tampilan dan juga rupa Bryan tidak layak di sebut sebagai staff. Paling rendah adalah manager. Tapi pada kenyataannya Julian hanya mengetahui kalau suaminya adalah seorang staff.


"Oh ya Julian. Nama sosial media kamu apa ya? Biar aku follow" ujar Tania sambil mengeluarkan ponsel keluaran terbaru miliknya itu.


"Haha haha haha" Julian tertawa mendengar pertanyaan dari Tania.


Pertanyaan ini bukanlah kali pertama di dengar oleh Julian, tetapi sudah berkali kali. Jawabannya akan tetap sama, begitu juga dengan reaksi orang yang mendengarnya juga akan sama.


"Kenapa kamu tertawa?" tanya Tania yang tidak mengerti kenapa dengan tiba tiba Julian tertawa saat Tania menanyakan tentang sosial media kepada Julian.


"Kamu bukan orang pertama yang bertanya kepada aku tentang sosial media Tania. Aku tidak memiliki sosial media apapun. Kamu pasti tidak akan percaya mendengarnya. Tapi itulah kenyataannya" kata Julian menjawab pertanyaan dari Tania.


"Jadi beneran kamu nggak punya sosial media?" tanya Tania sekali lagi yang tidak yakin dengan jawaban yang diberikan oleh Julian kepada dirinya


"Ya, aku tidak punya sosial media" jawab Julian dengan tegasnya


'Kok bisa sama dengan Bryan ya? Ini menarik' kata Tania dalam hatinya.


"Kamu uni Julian. Kamu bisa tidak memakai sosial media di zaman seperti sekarang ini. Bahkan ini ya, ada orang yang rela beli followers agar centang biru. Nah kamu sama sekali tidak punya" komentar Tania selanjutnya.


"Mau bagaimana lagi Tania. Aku beneran nggak minat punya sosial media apapun Lagian aku juga tidak ada yang mau di publish di sana. sehingga menurut aku, aku lebih nyaman tidak punya itu" kata Julian menjelaskan latar belakang dirinya tidak punya sosial media


"Oh baiklah. Kamu memang orang yang paling keren" jawab Tania lagi sambil tersenyum.


Bryan yang sebenarnya sudah balik ke tempat Julian dan Tania menunggu, memutuskan untuk duduk di tempat yang berbeda. Bryan ingin melihat bagaimana kedekatan adiknya dengan istrinya itu. Kedekatan yang dibayangkan oleh Bryan tidak semudah itu.


"Semoga Tania benar benar menerima keberadaan Julian nantinya. Aku cemas kalau ini hanya sesaat saja" kata Bryan dalam hatinya.


Setelah yakin Julian dan Tania larut dalam obrolan mereka berdua, barulah Bryan berjalan kembali untuk menuju tempat duduk Tania dan Julian.

__ADS_1


"Maaf lama sayang. Agak jauh belinya" kata Bryan saat dia sudah duduk kembali di dekat Julian.


Sedangkan Tania memajukan bibirnya tanda tidak percaya dengan alasan yang diberikan oleh Kakaknya itu. Alasan yang sangat tidak masuk di akal sama sekali.


"Sayang tau nggak kamu. Tania nggak percaya kalau kamu hanya staff biasa di perusahaan Witama Grup" ujar Julian memberitahukan salah satu percakapannya dengan Tania tadi kepada Bryan.


"Karena suami kamu ini ganteng sayang, makanya orang nggak percaya kalau aku ini hanya staff biasa di perusahaan itu" jawab Bryan sambil membanggakan dirinya sendiri.


"Mula sombongnya" komentar Julian akan perkataan dari Bryan tadi.


"Dikit sayang" jawab Bryan.


Mereka bertiga kemudian mengobrol sebentar sebelum Tania memutuskan untuk pamit pulang karena hari yang sudah sore.


"Sama aja kalau gitu. Kami juga mau pulang Tania" ujar Julian yang juga memutuskan untuk pulang karena sudah terlalu sore.


"Oh oke" jawab Tania.


Mereka bertiga kemudian turun dari kebun teh menuju parkiran.


"Kami ke sana ya Tan" ujar Julian saat mereka harus berpisah di parkiran.


"Loh ke sini naik apa?" tanya Tania yang kaget.


"Motor. Kami belum mampu beli mobil. Jadi pake motor dulu ke mana mana" jawab Julian sambil tersenyum dan meremas tangan Bryan suaminya itu.


Bryan tersenyum kepada Julian. Julian tidak malu mengatakan kalau mereka ka sana pakai motor kepada Tania.


"Oh oke. Hati hati pulangnya" ujar Tania.


Mereka bertiga berpisah di parkiran. Tania masuk ke dalam mobilnya, sedangkan Julian dan Bryan sudah menuju parkiran motor.


"Sayang Tania itu baik ya" ujar Julian saat mereka sudah di atas motor untuk menuju pulang ke rumah.

__ADS_1


"Kamu jangan percaya pada pertemuan pertama sayang. Nanti kamu kecewa kalau hasilnya tidak sama dengan yang kamu harapkan" kata Bryan mengingatkan Julian.


Julian tersenyum, Bryan benar benar posesif. Untuk teman barunya saja Bryan masih harus meminta Julian untuk berpikir.


__ADS_2