Istri Sah Tuan Muda

Istri Sah Tuan Muda
Istri Sah Tuan Muda #43


__ADS_3

"Sayang, kamu seriusan mau pergi melamar kerja?" tanya Bryan saat mereka sedang duduk untuk menikmati sarapan pagi.


Sarapan pagi yang disiapkan oleh Julian hari ini adalah basi goreng kampung, telur dadar montok dan juga irisan sayur lobak serta irisan timun.


"Ya. Aku nggak mungkin nggak kerja. Lagian aku harus ngapain kalau di rumah saja, mendingan aku kera sayang" kata Julian sambil mengambil sepotong telur dadar montok yang berada di depannya saat ini. Telur dadar yang dari tadi menggoda Julian untuk dinikmati.


"Oh baiklah, aku tidak akan larang kamu untuk bekerja" kata Bryan sambil tersenyum hangat kepada istri cantiknya yang saat sekali tidak pernah memiliki keinginan untuk berpangku tangan saja. Selagi Julian bisa bekerja, maka dia akan terus bekerja sesuai dengan keinginannya.


"Apa kamu sudah punya target perusahaan yang akan kamu lamar dan kamu jadikan untuk tempat kamu bekerja?" tanya Bryan lagi. Bryan sangat penasaran dengan perusahaan yang akan dilamar oleh Julian.


Bryan berharap bisa membantu Julian untuk lolos masuk ke dalam perusahaan tempat Julian ingin melamar pekerjaan itu. Makanya dia sangat ingin tahu sekali perusahaan apa yang akan dilamar oleh Julian.


Julian mengangguk. "Sudah. Rencananya mau melamar pekerjaan ke perusahaan VJ Grub" jawab Julian dengan santai.


"Oh" Bryan hanya bisa oh saja. Raut wajah Bryan sedikit berubah saat mendengar nama perusahaan yang akan dilamar oleh Julian.


Perusahaan yang disebutkan oleh Julian tadi adalah sebuah perusahaan yang besar, bergerak di semua bidang bisnis. VJ Grub juga merupakan saingan Witama Grub dalam berbisnis. Tetapi sampai sekarang siapa pemilik perusahaan itu sama sekali masih dirahasiakan. Setiap ada pertemuan bisnis, pastilah yang hadir selalu diwakili oleh wakil direktur perusahaan.


Beberapa kali perusahaan perusahaan besar membuat acara makan malam bersama rekan bisnis, maka perusahaan itu tetap diwakili wakil direktur mereka.


"Menurut kamu bagaimana dengan perusahaan itu?" tanya Julian.


"Perusahaan yang bagus. Tapi kamu taulah aku tidak mengerti akan perusahaan. Tetapi menurut yang aku dengar, perusahaan itu bagus dan sangat maju" jawab Bryan dengan santainya.


'Maafkan aku Julian.' ujar Bryan dalam hatinya meminta maaf kepada istrinya itu.


'Maafkan aku sekali lagi. Aku tidak bisa membantu kamu untuk masuk ke dalam perusahaan itu. Aku sama sekali tidak punya koneksi ke perusahaan VJ Grub' kata Bryan menyesali kenapa dirinya selama ini tidak ingin mencari tau siapa CEO dari perusahaan besar itu.


'Seandainya aku sama dengan pengusaha lain, pasti sekarang akun sudah tau siapa pemilik perusahaan itu' ujar Bryan.


Bryan sedikit memandang Julian dengan tatapan penyesalan. Kali ini Bryan tidak bisa membantu Julian. Walaupun Bryan adalah pebisnis handal, tetapi untuk urusan dengan perusahaan VJ Grub, Bryan benar benar tidak bisa membantu siapapun.


Sebenarnya Bryan sangat sedih tidak bisa membantu Julian. Tapi mau bagaimana lagi, Bryan tidak punya pilihan lain. Bryan hanya bisa membantu Julian dengan doa saja untuk kali ini.


Mereka berdua kemudian melanjutkan sarapan yang sempat tertunda itu. Julian akan menunggu Vian di rumah. Mereka akan berangkat berdua untuk memasukkan beberapa lamaran pekerjaan.


"Kamu berangkat dengan Vian, sayang?" tanya Bryan.


Bryan memasang sepatunya. Dia hari ini tidak di jemput oleh Kevin. Bryan akan ke perusahaan memakai taksi online. Kevin hari ini juga ditugaskan oleh Bryan untuk mewakili dirinya melakukan pertemuan bisnis dengan salah satu perusahaan yang rencananya akan melakukan kerjasama dengan perusahaan Witama Grub.


"Ya rencananya memang akan sama Vian" ujar Julian. Julian merapikan make up tipisnya. Dia tidak ingin baru datang ke perusahaan terlihat sangat menor sekali.


"Kamu sama siapa sayang? Aku lihat tidak ada Kevin yang datang?" ujar Julian yang heran Kevin belum juga datang.

__ADS_1


"Aku naik taksi online saja sayang. Kevin dia sepertinya ada tugas keluar" jawab Bryan.


"Aku jalan duluan ya. Kamu hati hati. Sukses selalu" kata Bryan sekalian herpamitan kepada Julian.


"Doakan supaya diterima kerja ya" pinta Julian dan tersenyum ke arah Bryan. Senyuman yang manis diberikan oleh Julian kepada suami gantengnya itu.


"Siap siap siap. Aku akan mendoakan selalu istri cantik aku ini supaya sukses selalu"


Bryan melangkah meninggalkan rumah mereka. Sedangkan Julian akan menunggu Vian yang sebentar lagi akan datang ke rumah mereka.


Bryan dengan tenang menunggu taksi online yang sudah di pesannya melalui aplikasi. Saat itulah sebuah mobil mewah lewat di depan dirinya.


Mami Witama dan juga Tania anak bungsu dari keluarga Witama berada di dalam mobil mewah itu.


'Bukannya itu Kak Bryan ya?' Tania berpikir sendiri dan melihat kembali ke arah belakang.


"Ada apa sayang?" tanya Mami saat melihat anak perempuannya itu melihat kembali ke arah belakang. Mami Witama juga melihat ke belakang ingin memastikan apa yang dilihat oleh Tania di belakang.


"Tania seperti melihat Kak Bryan, Mi" ujar Tania mengatakan apa yang ada di dalam pikirannya sekarang ini.


"Nggak mungkinlah sayang kamu melihat Kak Bryan di daerah sini. Kamu ada ada aja" jawab Mami Witama yang sangat tidak yakin kalau Bryan ada di daerah seperti daerah ini.


Tania terdiam. 'Bener apa yang dikatakan oleh Mami. Tidak mungkin Kak Bryan berada di daerah sini.' ujar Tania dalam hatinya.


"Kamu berhalusinasi itu. Kamu kangen sama kakak kamu, makanya setiap melihat pria yang berperawakan seperti kakak kamu, maka kamu akan menganggap itu adalah Bryan" lanjut Mami Witama yang sama sekali tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Julian kepada dirinya.


"Bisa jadi juga ya Mi. Kapan kapan aku ke perusahaan Kakak saja Mi" Tania bersemangat sekali saat mengatakan akan pergi berkunjung ke perusahaan kakaknya itu.


"Kalau kamu ke sana. Kamu harus membujuk kakak kamu untuk pulang ke rumah" kata Mami menitipkan sebuah tugas yang lumayan berat untuk dilakukan oleh seorang Tania.


"Hem...... Tania akan usahakan" jawab Tani.


"Tapi Tania nggak janji berhasil ya Mami" lanjut Tania yang tidak akan mungkin berhasil membujuk kakak laki lakinya itu untuk pulang ke mansion keluarga.


Nada pesimis terdengar jelas dari mulut Tania. Tania sangat mengenal kakaknya yang keras itu. Kalau Bryan sudah mengatakan tidak, maka tidak seorang pun akan bisa mengubah apa yang diinginkan dan sudah diputuskan oleh Bryan.


"kamu usahakan saja dulu. Mana tau dengan kamu yang mengajak Bryan pulang, dia mau mengikuti apa yang kamu katakan" jawab Mami Witama. Nada optimis masih terdengar jelas dari nada suara Mami. Mami masih berharap anak laki laki satu satunya itu mau pulang ke mansion keluarga mereka.


Mobil hitam mewah itu, berlalu meninggalkan tempat Bryan berdiri tadi. Sedangkan Bryan juga sudah berada di dalam taksi online yang akan mengantarkannya ke perusahaan Witama Grub.


..............................


"Tumben loe lama?" ujar Julian berkata sambil melihat ke arah Vian yang telat datang sekitar sepuluh menit.

__ADS_1


"Minyak gue habis tadi di jalan" ujar Vian memberikan alasan yang masuk akal kepada Julian.


"Oh kirain baru bangun" ujar Julian.


"Haha haha haha. Gila loe. Gini gini gue manusia yang bangunnya tepat waktu. Jaranglah gue yang bangunnya telat" jawab Vian dengan sumringah.


Julian mengambil helm yang diberikan oleh Vian. Mereka berdua akan menuju perusahaan VJ Grub.


"Siap Nona cantik?" tanya Vian seperti seorang sopir menyapa Tuan nya.


"siap juga nona cantik. Mari kita berperang" sambut Julian dengan penuh semangat.


Julian naik ke atas motor Vian. Vian mengendarai motornya menuju perusahaan VJ Grub, jarak perusahaan dari rumah Julian lumayan jauh. Dengan motor menghabiskan jarak tempuh selama tiga puluh menit kurang.


"Julian, loe yakin mau mendaftar kerja di perusahaan VJ Grub?" tanya Vian saat mereka berdua sedang berkendara menuju perusahaan VJ Grub.


"Yakin, sangat yakin" jawab Julian dengan penuh percaya diri dengan pilihan perusahaan tempat dia akan melamar kerja.


"Kenapa sampai yakin banget?" lanjut Vian bertanya. Vian sangat penasaran kepada Julian memilih perusahaan itu. Perusahaan yang sangat besar dan luar biasa bagus prestasinya.


"Gimana nggak akan bakalan yakin. Loe tau sendiri lah ya, bagaimana gaungnya perusahaan itu. Gue penasaran mau kerja di sana" jawab Julian dengan santainya menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Vian kepada dirinya.


"Oh baiklah semoga kita berdua di Terima di perusahaan itu" ujar Vian.


'Gimana gue bisa kerja di sana ya. Gue nggak ada koneksi ke sana lagi. Malahan tadi Tuan Muda juga mengatakan kalau dirinya juga tidak punya koneksi untuk bisa memasukkan Vian bekerja di perusahaan itu' ujar Vian dalam pikirannya sendiri.


'Gue harus cari cara, supaya gue bisa diterima kerja di perusahaan itu' lanjut Vian lagi.


'Semangat Vian' Vian memberikan semangat kepada dirinya sendiri. Dia benar benar tidak tahu harus berbuat apa lagi. Vian hanya bisa memberikan semangat kepada dirinya sendiri.


Motor yang dikendarai Vian berjalan membelah jalanan ibu kota. Mereka berdua asik mengobrol di sepanjang perjalanan menuju perusahaan VJ Grub.


"Vian, menurut loe, kita di usir nggak sama satpam nya?" kata Julian saat mereka hampir sampai di perusahaan itu.


"Hem menurut gue, kalau motornya lebih buntut lagi dari ini sih bisa jadi kita di lempar keluar sama satpam" jawab Julian sambil tersenyum senyum mendengar jawaban yang diberikan oleh dirinya sendiri.


Vian main masuk saja ke dalam parkiran perusahaan yang lumayan luas itu. Dia memarkirkan motornya di parkiran khusus kendaraan roda dua para pegawai perusahaan.


"Oke, siap?" tanya Vian kepada Julian.


"Siap selalu" jawab Julian dengan sangat yakin.


Kedua wanita cantik itu berjalan masuk ke dalam perusahaan. Mereka jalan dengan penuh percaya diri. Mereka sama sekali tidak peduli dengan orang orang yang menatap ke arah mereka.

__ADS_1


__ADS_2