Istri Sah Tuan Muda

Istri Sah Tuan Muda
Istri Sah Tuan Muda #90


__ADS_3

Papi dan Tania hanya mengangguk saja menjawab sapaan dari manager restoran. Mereka berdua kemudian di arahkan oleh manager untuk menuju ruang makan vvip yang memang sudah di siapkan dari tadi untuk menyambut kedatangan pemilik restoran mewah tersebut.


"Silahkan masuk Tuan dan Nona. Nona Vian sudah menunggu dari tadi di dalam" ujar manager memberitahukan kepada papi dan tania kalau tamu mereka berdua sudah terlebih dahulu datang sebelum mereka datang


"Terimakasih" ujar Tania.


Manager kemudian membukakan pintu ruangan VVIP tersebut. Vian yang ada di dalam ruangan, langsung berdiri saat tau siapa yang datang. Dia harus menyambut Tuan besar dan nona muda Witama.


"Selamat sore Tuan besar" ujar Vian sambil membungkukkan badannya ke arah Tuan besar Witama.


"Selamat sore Nona muda" ujar Vian kali ini menyapa kepada Tania.


"Selamat sore Vian" ujar Tania menjawab sapaan dari Vian.


Sedangkan Tuan besar Witama hanya mengangguk saja. Dia sama sekali belum pernah bertemu dengan wanita yang bernama Vian di depannya ini, satu kalipun belum pernah bertemu.


"Silahkan duduk Vian" kata Tania mempersilahkan Vian untuk kembali duduk ke kursi yang ada di belakangnya.


"Terimakasih Nona" jawab Vian.


Tuan besar Witama dan Nona muda Witama duduk terlebih dahulu, setelah itu barulah Vian.


"Vian, sebelumnya saya meminta maaf karena sudah mengundang kamu untuk datang saat makan sore seperti sekarang ini" ujar Tania membuka percakapan antara dirinya dengan Vian.


Vian mengangguk, dia pastinya akan mendengar apa yang akan dikatakan oleh Nona muda Witama itu.


"Tujuan saya meminta kamu untuk datang, adalah menceritakan tentang Nyonya muda Witama." kata Tania selanjutnya


"Kamu pahamkan siapa yang saya maksud?" Tania bertanya kepada Vian.


"Siap saya paham Nona muda" jawab Vian.


Tuan besar Witama melihat ke arah Tania. Tania baru saja menyebut Nyonya muda Witama. Tuan besar Witama tidak mengerti siapa yang dimaksud oleh Tania.


"Tania, apa yang kamu maksud dengan Nyonya muda Witama?" ujar Papi bertanya kepada Tania.

__ADS_1


"Papi sabar Papi. Nanti Papi akan tau sendiri apa maksud dari pertanyaan Tania tadi" jawab Tania yang tidak mau menjelaskan kepada Papi secara langsung. Tania ingin Papi mendengar cerita dari Vian terlebih dahulu.


"Oke" jawab Papi yang sebenarnya sangat penasaran dengan apa yang akan diceritakan oleh Vian.


"Vian tolong ceritakan kepada kami berdua tentang Nyonya muda Witama itu" kata Tania meminta Vian untuk menceritakan tentang Julian.


"Baiklah Nona muda, saya akan menceritakan menurut apa yang saya tau dan saya rasakan" jawab Vian.


Vian kemudian menceritakan semua yang diketahuinya kepada Tania dan Tuan besar Witama. Mulai dari awal dia diminta menjadi teman Julian sampai sekarang kenapa dia tidak bekerja di perusahaan Witama lagi.


"Jadi, bryan sudah menikah?" tanya Tuan besar Witama yang kaget saat mengetahui fakta yang sedang terjadi saat sekarang ini.


"Setau saya, se penglihatan saya, memang seperti itu faktanya Tuan besar" jawab Vian.


"Apa mereka nikah karena terpaksa?" tanya Papi selanjutnya.


"Maaf Tuan kalau itu saya tidak mengetahuinya" jawab Vian.


Tuan besar Witama terdiam. Dia sekarang tidak tau harus berbuat apa. Tuan besar Witama gak makan buah simalakama. Dia benar benar akan menjadi sangat pusing sekarang karena Bryan sudah menikah.


Tania dan Vian bisa membaca raut wajah Tuan besar Witama yang berubah drastis setelah mendengar kalau Bryan sudah menikah saat ini.


Vian menyimak percakapan antara anak dan ayah itu. Apalagi ini berkaitan dengan Julian, Nyonya muda sekaligus sahabat Vian sendiri.


"Tidak apa apa, Papi sangat senang kalau Bryan mendapatkan istri yang sangat baik dan bisa mengerti keadaan Bryan sekarang. Apalgi saat Papi emndengar kalau istri Bryan tidak tau siapa Bryan sebenarnya. Bahkan rela menampung dan memberi Bryan makan saat Bryan mengatakan kalau dia tidak punya uang" jawab Tuan besar Witama yang tidak ingin Tania dan Vian salah sangka dengan dirinya.


"Terus kenapa Papi?" tanya Tania yang semakin penasaran.


"Tidak usah di bahas sekarang" jawab Papi memutuskan untuk mendiamkan saja permasalahan ini.


"Oh Oke" jawab Tania yang tau kenapa Papi tidak mau membahas tentang hal itu hari ini.


Tuan besar Witama kemudian menekan sebuah tombol yang ada di bawah meja. Para pelayan yang sudah berdiri di depan ruang VVIP kemudian masuk dengan membawa makanan di atas nampan masing masing. Para pelayan menaruh semua makanan di atas meja. Vian hanya melihat makanan yang disajikan yang luar biasa banyak jenisnya itu.


"Silahkan makan Vian" ujar Tania mempersilahkan Vian untuk menikmati hidangan yang tersaji di depan mereka saat ini.

__ADS_1


Tuan besar Witama mengambil hidangan untuk yang pertama kali, setelah itu barulah Tania dan terakhir Vian.


"Oh ya Vian, apa orang tua kamu masih di sini?" tanya Tania uang ingat Vian sempat menjemput orang tuanya yang datang dari luar negeri beberapa hari yang lalu.


"Masih di sini Nona muda" jawab Vian.


Tania dan Vian terlibat dalam beberapa obrolan. Sedangkan Tuan besar Witama memiliki pemikiran sendiri. Dia harus menemukan jalan keluar dari permasalahan yang baru saja diketahuinya itu.


Setelah selesai makan dan juga Tania serta Vian sudah selesai mengobrol, ketiga orang itu berjalan keluar dari dalam ruangan VVIP. Mereka akan kembali menuju rumah masing masing.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Bryan yang sudah sampai di rumah melihat Julian turun dari taksi online. Bryan langsung mengernyitkan keningnya yang heran, kenapa Julian bisa turun dari taksi online.


"Hay sayang" sapa Julian sambil memberikan kecupan kiri dan kanan pipi Bryan.


Bryan tidak membalas apa yang dilakukan oleh Julian kepada dirinya.


"Kamu kenapa?" tanya Julian yang merasa kalau sikap Bryan aneh dari pada biasanya.


"Harusnya aku yang bertanya sayang. Kamu kenapa?" tanya Bryan kepada Julian.


"Loh kok aku sayang? Kalau kamu tanya aku, maka jawaban aku sama. Aku tidak kenapa kenapa" jawab Julian.


"Kamu yang kenapa. Kenapa pas aku cium pipi kamu, kamu tidak membalasnya" ujar Julian yang merasakan sikap aneh dari Bryan.


"Kamu kenapa pulang naik taksi online?" tanya Bryan yang heran melihat Julian pulang naik taksi online tidak di antar Vian.


"Vian tadi ada urusan, sepertinya sangat penting. Jadi, aku pulang sendirian aja lagi" jawab Julian.


"Kenapa ndak nelpon aku, biar aku jemput" kata Bryan.


"Nggak mau. Nanti kamu menjadi santapan ibuk ibuk lagi. Aku mana mau hal itu terjadi. Aku hanya ingin memiliki kamu seorang saja. Tidak berbagi sama siapapun" kata Julian.


"Okeh. Setuju" jawab Bryan.

__ADS_1


"Mandi bareng yuk" lanjut Bryan yang memang belum mandi dari tadi.


"oke. siapa takut" jawab Julian dengan santainya


__ADS_2