
Kita kemana lagi?" tanya Julian kepada dua orang yang sedang duduk di depannya saat ini.
Makanan yang untuk kedua kalinya mereka pesan sudah habis semuanya. Tidak ada satupun yang bersisa, semuanya sudah berpindah ke dalam perut Julian, Vian dan Tania.
"Cuci mata yok" ajak Tania yang sebenarnya ada yang mau dibelinya di salah satu toko fashion yang ada di dalam mall besar itu.
"Hem oke. Boleh juga" Julian setuju dengan ide dari Tania.
Ketiga wanita cantik itu kemudian keluar dari dalam warung penjual es krim. Sekarang mereka menuju autlet autlet yang menjual berbagai barang barang dari merk fashion terkenal di dunia.
"Kemana dulu?" tanya Julian sambil melihat lihat ke arah toko toko barang barang breanded yang ada di mall itu.
.
"Kesitu bagaimana?" tunjuk Tania kesebuah toko yang berlogo satu huruf dan merupakan merk merk yang menjadi koleksi banyak selebritis.
"Okeh" jawab Julian dan Vian yang sebenarnya nggak ada rekomendasi mereka berdua mau kemana, jadi mereka memutuskan untuk ikut saja kemana Tania mau masuk toko.
Mereka bertiga kemudian masuk ke dalam toko yang ditunjuk oleh Tania tadi. Mereka akan melihat lihat barang barang yang ada di toko itu.
"Kamu mau beli apa Tania?" tanya Julian saat mereka sudah berada di dalam toko
"Rencana mau cari dress Kak. Tapi nggak tau juga mau yang seperti apa. Belum ada bayangannya" jawab Tania menjelaskan apa yang mau dicarinya di toko itu
"Oh. Lihat lihat dulu atau mau langsung tanya sama karyawannya mintak di perlihatkan koleksi terbaru?" tanya Julian memberikan dua pilihan kepada Tania.
"Hem, cuci mata dulu" jawab Tania.
"Okeh. Mari jalan"
Mereka bertiga kemudian berjalan jalan mengelilingi setiap rak rak tempat menggantung dress yang ada di toko itu. Tania melihat beberapa dress yang ada di sana.
"Huf semuanya udah gue miliki. Apa lagi ya yang harus gue beli?" ujar Tania dengan suara lemah. Dia tidak mau apa yang dikatakannya itu terdengar oleh Julian dan Vian.
"Gimana apa ada yang kamu suka?" tanya Julian yang udah capek dan lelah berkeliling toko tersebut.
"Kayaknya yang warna sage itu keren juga" ujar Tania sambil menunjuk sebuah dress keluaran terbaru yang sebenarnya Tania sudah memilikinya di rumah, hanya beda warna saja.
__ADS_1
"Modelnya keren. Warnanya juga cocok untuk kulit kamu yang terang" kata Julian mengomentari pilihan dress yang dilakukan oleh Tania tadi.
"Serius Kakak itu cocok untuk aku?" tanya Tania yang ntah kenapa sekarang sangat mementingkan pendapat dari Julian.
"Cocok. Kalau nggak percaya kamu cobain aja sana dulu. Nanti aku dan Vian akan menilai apakah dress itu cocok dengan kamu atau tidak" lanjut Julian memberikan saran kepada Tania.
Tania meminta karyawan toko untuk mengambilkan pakaian yang diinginkannya itu.
"Eh Nona Tania. Nona mau warna ini juga?" ujar Karyawan toko dengan sangat ramah menyapa Tania.
"Rencananya. Apa bisa saya coba dulu?" tanya balik Tania dengan ramah juga.
"Oh silahkan Nona Tania." Ujar karyawan yang memperbolehkan Tania untuk mencoba pakaian yang mau dibelinya itu.
Tania kemudian masuk ke dalam kamar pas yang ada di toko terkenal tersebut. Setelah itu dirinya keluar dan memperlihatkan kepada Julian dan Vian.
"Kakak, Vian, bagaimana? Cantik atau biasa aja?" tanya Tania kepada kedua wanita yang nggak kalah cantik dan elegan dengannya itu.
Walaupun pakaian yang dipakai oleh Julia tidak ada yang mahal, tetapi karena Julian cantik dan aura kecantikannya keluar, sehingga pakaian seperti apapun yang dikatakan oleh Julian akan tetap membuat Julian menjadi sangat cantik.
"Cantik. Hajar saja. Cocok dengan kamu" kata Vian.
"Hem oke kalau begitu. Aku ambil yang ini saja" Kata Tania yang sudah memutuskan kalau dia akan membeli dress yang sedang dikenakannya itu.
"Saya ambil yang ini saja" ujar Tania kepada karyawan toko.
"Oke Nona Tania. Silahkan ke kasir" ujar karyawan.
Karyawan toko berjalan ke bagian belakang toko. Mereka akan mencarikan produkk yang sama tetapi belum pernah di coba oleh orang lain.
Sedangkan Tania kembali berjalan ke arah Julian dan Vian yang sedang duduk di sebuah sofa yang ada di dalam toko itu.
"Jadi ambilkan ya?" tanya Julian.
"Jadi Kak. Warnanya pas" jawab Tania sambil tersenyum.
"Berapa juta Tania?" kali ini Vian yang bertanya.
__ADS_1
"Biasalah. Nggak mahal" jawab Tania lagi dengan santai.
Tania tidak ingin menyebutkan angka pasti dari dress yang dibelinya itu kepada Julian dan Vian. Dirinya takut dikatakan sombong oleh kedua orang itu. Sehingga keputusan untuk mengatakan biasa dirasa Tania lebih tepat dari pada menyebutkan nominal angkanya.
Tania melakukan proses pembayaran di kasir. Setelah itu dia kembali ke Julian dan Vian yang sudah menunggu di depan pintu keluar toko. Tania sudah membawa paperbag berlogo toko brended yang baru saja mereka masuki.
"Kita kemana lagi?" tanya Vian kepada kedua orang yang sedang terlihat sedikit mengobrol.
"Jalan jalan aja lagi. Kalau aku nggak ada yang mau aku beli. Ntah kok Tania masih ada yang mau dibelinya" kata Julian menjawab pertanyaan dari Vian.
"Aku juga udah nggak ada. Kita jalan jalan saja lagi" jawab Tania yang memang tidak memiliki rencana mau membeli apapun lagi
Mereka bertiga kemudian berkeliling mall besar itu. Semua toko merek kunjungi untuk melihat lihat barang barang yang sekiranya mereka berminat.
"Eh tunggu bentar" ujar Julian saat melihat sebuah kemeja putih gading yang keren menurut dirinya.
Vian hanya bisa geleng geleng kepala saja saat melihat benda yang membuat mereka berhenti.
"Ada apa?" tanya Tania kepada Vian.
"Kebiasaan Nyonya muda nggak bisa melihat pakaian untuk Tuan Muda. Selalu saja dibelikan, padahal untuk dia sendiri dia nggak pernah beli" kata Vian menjelaskan kepada Tania kenapa dirinya bisa geleng geleng gepala saat melihat apa yang dilakukan oleh Julian.
"Terus pakaian Julian yang cantik dan modis itu siapa yang belikan?" tanya Tania yang mulai kepo dengan kehidupan Julian dan Bryan.
"Terkadang dia beli sendiri, terkadang di belikan Tuan Muda. Kebanyakan sih Tuan Muda yang belikan" jawab Vian.
"Berarti mereka barter dong ya. Sama sama memperhatikan kebutuhan pasangan masing masing" ujar Tania menarik kesimpulan dari apa yang dikatakan oleh Vian kepada dirinya
"Bisa dikatakan seperti itulah Nona muda" jawab Vian.
"Hem baiklah aku mulai mengerti" jawab Tania sambil tersenyum.
Julian kemudian melakukan pembelian terhadap pakaian yang diinginkannya itu Pakaian yang sangat cocok untuk dipakai oleh Bryan suami tercintanya.
"udah kak?" Tanya Tania.
"udah, mari jalan" jawab Julian.
__ADS_1
Mereka bertiga kembali melanjutkan perjalanan mengelilingi mall besar itu. Ntah hal apa lagi yang akan mereka cari.
Tapi bagi Tania satu yang dapat diambilnya. Julian sangat mencintai Bryan kakaknya itu. Tania sangat bahagia melihat semuanya