
Mereka bertiga kemudian duduk di kursi yang sudah disediakan. Bryan dan felix melihat ke arah bawah. Orang orang terlihat sangat menikmati makanan mereka. Saat itulah Bryan melihat satu makanan yang sangat unik.
"Apa itu yang dalam bambu? Sepertinya menarik juga" kata Bryan yang melihat makanan yang tidak pernah dilihatnya ada di atas meja orang yang jaraknya hanya lima meter dari tempat Bryan dan Felix serta Andri duduk.
"Itu namanya nasi bambu Tuan Muda" jawab Andri.
"Enak Andri?" tanya Bryan penasaran dengan rasa makanan tersebut. Bryan sangat sangat penasaran dengan rasa makanan yang ada di dalam bambu itu.
"Enak Tuan Muda" jawab Andri.
"Pesan Andri. Saya mau coba" perintah Bryan kepada Andri saking penasarannya Bryan dengan rasa makanan yang ada di dalam tabung bambu tersebut.
"Tenang Tuan Muda sudah saya pesan kan juga nasi bambu itu" ujar Andri.
"Oke sip. Makasi" jawab Bryan.
Bryan kembali melihat lihat ke seluruh penjuru yang ada di sungai tersebut. Lampu lampu di pasang membentang di atas sungai.
"Malam pasti keren duduk di sini" ujar Bryan lagi mengomentari bagaimana bagusnya sungai itu di malam hari
"Kalau malam kursi kursi di sini tidak dipakai Tuan Muda. Kita hanya duduk duduk di bagian yang luas itu" ujar Andri menunjuk tempat yang luas pas di atas aliran sungai.
Bryan dan felix melihat ke arah yang ditunjuk oleh Andri tadi. Bryan sangat penasaran sekali dengan jawaban yang akan diberikan oleh Andri kepada dirinya.
"Ya untuk keamanan aja Tuan Muda" jawab Andri lagi.
"Oh begitu" komentar Bryan
"Tapi walaupun begitu, walaupun mereka duduknya di sini, akan tetap bagus juga itu pemandangannya" lanjut Bryan lagi
"Jadi apa Tuan Muda akan ikut ke sini nanti malam? Atau mau ke tempat lain lagi?" tanya Andri kembali kepada Bryan.
Andri mencoba menggoyahkan pendirian Bryan yang tidak mau keluar nanti malam. Felix hanya melihat bagaimana perjuangan seorang Andri untuk bisa menggoyahkan pendirian dari seorang Bryan. Apakah akan berhasil atau tidak.
__ADS_1
"Jangan coba coba menggoyahkan apa yang sudah saya katakan Andri. Itu tidak akan berhasil" ujar Bryan menjawab apa yang sedang dilakukan oleh Andri kepada dirinya.
"Haha haha haha" Felix tertawa ngakak mendengar jawaban yang diberikan oleh Bryan kepada Andri.
"Saya dengan kevin sudah beribu cara kami lakukan Andri. Tidak pernah berhasil" kali ini Felix yang angkat suara saat melihat usaha dari seorang Andri untuk mencoba menggoyahkan apa yang sudah dikatakan oleh Bryan kepada dirinya.
Saat mereka mengobrol membicarakan usaha Andri untuk bisa menggoyahkan apa yang sudah dikatakan oleh Bryan, saat itulah datang lima orang pelayan sambil membawa makanan yang ada di atas nampan untuk mereka bertiga.
"Permisi Tuan, kami akan menghidangkan makanan" ujar pelayan meminta izin kepada mereka bertiga sebelum menaruh makanan di atas meja.
"Silahkan Bli" jawab Felix mewakili dua orang rekannya yang lain.
Seorang pelayan menaruh makanan yang dibawa oleh dirinya terlebih dahulu. Setelah itu bergiliran dengan pelayan yang lain untuk menaruh makanan di atas meja. Sampai semua meja penuh oleh makanan yang di pesan Andri.
Bryan dan Felix melihat begitu banyak pesanan yang dipesan oleh Andri. Mereka berdua bukan melihat dari segi uang yang harus dikeluarkan, tetapi mereka memikirkan bagaimana cara menghabiskan makanan sebegitu banyaknya.
"Andri ini banyak sekali" ujar Felix saat melihat begitu banyak makanan yang terhidang di atas meja mereka saat ini.
"Oh oke. Kalau kami kekenyangan kamu harus habiskan semua makanan ini" ujar Felix memberikan ancaman kepada Andri.
"Tenang saja Tuan Felix, Tuan Felix secara tidak sadar akan menghabiskan semua makanan di sini nanti. Tenang sajalah itu" ujar Andri dengan percay dirinya mengatakan hal itu kepada Felix.
Andri mengatakan hal seperti itu bukan tanpa alasan. Andri sudah berkali kali membawa orang ke tempat ini dan memesan makanan yang lebih banyak dari pada ini, tetap habis saking enaknya. Walaupun sebelumnya mereka juga protes kepada Andri seperti yang dilakukan oleh Felix sebentar ini.
"Sudah sudah dari pada ribut mending langsung dimakan aja makanannya. Saya sudah lapar" ujar Bryan yang sudah kelaparan dan harus menghentikan pembicaraan yang sudah kemana mana itu.
"Kamu tolong buka nasi bambu nya Andri. Saya tidak bisa" kata Bryan meminta Andri untuk membuka nasi bambu itu.
Andri mencukil bagian yang sudah di buka oleh pelayan rumah makan. Dia hanya tinggal mengangkat bagian itu saja lagi sehingga isi dari makanan yang ada di dalam bambu itu bisa terlihat dengan sangat jelas.
"Loh kok gampang?" ujar Bryan yang kaget bagaimana Andri yang dengan gampangnya bisa membuka batang bambu itu tanpa menggunakan pisau.
"Haha haha haha tentu gampang Tuan besar, bambu nya sudah dibuka oleh pelayan. Saya tinggal membuka bambu nya saja lagi" kata Andri menjelaskan kepada Bryan kenapa dia dengan gampangnya bisa membuka tabung bambu itu.
__ADS_1
"Oh begitu. Pantesan mudah saya lihat" jawab Bryan lagi.
Mereka bertiga kemudian mengambil makanan yang ingin mereka nikmati. Bryan langsung saja mengambil ayam betutu dan sambal matah kesukaannya asal ke pulau Bali.
Bryan mencoba ayam betutu dan sambal matah itu tanpa nasi. Bryan mengunyah ayam itu dengan sebegitunya.
"Bagaimana Tuan muda?" tanya Andri yang penasaran dengan penilaian dari Bryan terhadap rasa masakan dari tempat yang direkomendasikannya itu.
"Mantap. Mantap dari pada tempat biasa saya dan Felix makan" jawab Bryan memuji bagaimana rasa dari masakan yang sedang dimakannya saat ini.
Felix yang mendengar apa yang dikatakan oleh Bryan kepada Andri langsung saja mengambil ayam betutu dan juga sambal matah serta nasi bakar bambu. Andri yang melihat Felix sudah mulai makan pada akhirnya juga mengambil makanan yang ingin dimakan oleh dirinya. Andri mengambil ayam betutu dan juga sambal matah seperti Bryan dan Felix.
Mereka bertiga menikmati makan ayam betutu sambal matah denga nasi bakar bambu. Bryan dan Felix tanpa sadar sudah menghabiskan ayam betutu dan juga cumi bakar saus balis.
"Hah kenyangnya" ujar Bryan sambil memegang perutnya yang sudah kekenyangan habis makan siang yang lumayan banyak itu.
"Sama, gue juga kekenyangan banget" jawab Felix yang merasa perutnya hampir begah karena kekenyangan.
Andri hanya geleng geleng kepala mendengar apa yang dikatakan oleh kedua bos besarnya itu. Mereka berdua pada akhirnya sama sama kekenyangan karena terlalu banyak makan hidangan yang lezat lezat itu.
"Benerkan apa yang aku katakan sama Tuan Muda dan tuan Felix. Makan di sini nggak akan terasa banyak saking enaknya. Coba aja lihat. Semua makanan di atas meja habis nggak ada sisanya" kata Andri sambil melihat ke arah meja mereka yang memang sudah bersih dari semua makanan.
Bryan dan Felix kemudian ikut ikutan melihat ke arah meja mereka. Ternyata apa yang dikatakan oleh Andri memang ada benarnya, meja mereka sekarang sudah dalam keadaan bersih. Tidak ada makanan yang masih ada di atas piring. Semua makanan sudah berpindah ke dalam perut mereka bertiga.
"Haha haha haha haha, ternyata apa yang dikatakan oleh Andri ada benarnya juga" kata Felix saat menyadari kalau dirinya memang bener bener menghabiskan makanan sesuai dengan yang dikatakan oleh Andri kepada mereka berdua tadi.
"Makanannya sangat enak, makanya membuat kita tidak tahan untuk tidak menghabiskan semuanya" lanjut Bryan lagi.
Mereka bertiga kemudian melanjutkan obrolan seputar permasalahan perusahaan. Andri sekali sekali menimpali apa yang dikatakan oleh Bryan dan Felix.
"Pulang. Aku udah capek. Mau istirahat" ujar Bryan yang merasakan kalau badannya saat ini beneran lelah sekali dan minta untuk diistirahatkan.
Mereka bertiga kemudian beranjak dari tempat duduknya masing masing. Felix pergi melakukan pembayaran semua makanan mereka kali ini. Sedangkan Bryan dan Andri langsung menuju ke mobil. Mereka akan menunggu Felix di atas mobil saja.
__ADS_1