Istri Sah Tuan Muda

Istri Sah Tuan Muda
Istri Sah Tuan Muda #54


__ADS_3

"Mari kita bekerja" ujar Julian dengan bersemangat. Julian sangat senang sekali berada di perusahaan itu. Perusahaan yang benar benar sangat nyaman untuk tempat mereka bekerja.


"Mari" Vian mengomentari kata kata semangat yang diberikan oleh Julian tadi.


Julian dan Vian kedua wanita cantik yang baru saja diterima di perusahaan VJ Grub itu melangkahkan kakinya menuju ruangan bagian pengadaan. Ruangan bagian pengadaan terletak di lantai tiga perusahaan besar tersebut.


"Julian, ini perusahaan benar benar besar sekali" kata Vian memuji bagaimana besarnya gedung perusahaan tempat mereka bekerja dibandingkan gedung perusahaan Witama Grub tempat dirinya bekerja selama ini.


'Pepatah yang mengatakan di atas langit masih ada langit itu adalah benar. Gue membuktikannya sekarang' kata Vian dalam hatinya saat melihat gedung mewah yang sekarang menjadi tempat dirinya bekerja.


"Ya sangat besar. Kalau kita mau berkeliling di sini ntah butuh berapa hari Vian" kata Julian mengomentari pendapat dari Vian tadi.


Beberapa karyawan yang berselisih jalan dengan Julian dan Vian selalu tersenyum ramah kepada mereka berdua. Julian dan Vian selalu membalas senyuman mereka dengan senyuman yang ramah pula. Julian dan Vian tidak ingin dicap sebagai karyawan baru tetapi sombong.


"Kapan kapan kita keliling aja Julian. Kita coba berapa hari habis sama kita untuk berkeliling di perusahaan" Vian mengajak Julian untuk berkeliling perusahaan suatu hari nanti.


"Gue setuju. Gue penasaran juga bagaimana sudut lain dari perusahaan ini" kata Julian yang setuju untuk berkeliling perusahaan tempat mereka bekerja ini bersama dengan Vian.


Mereka berdua kemudian masuk ke dalam lift yang ternyata semua dindingnya terbuat dari kaca dan tembus pandang. Julian dan Vian bisa melihat ke sekelilingnya.


"Wow itu bagian pemasaran kali ya Julian. Semua dinding bewarna biru dan dipenuhi gambar gambar dari produk yang dihasilkan." kata Vian menatap kagum ke ruangan bagian pemasaran yang sangat menarik dan membuat betah para karyawan untuk bekerja di sana.


"Spot foto juga terlihat banyak di sana. Waduh gue nggak sabar untuk nengok ruangan kerja kita Julian" lanjut Vian yang tidak henti hentinya memuji bagaimana kerennya perusahaan tempat dia akan bekerja sekarang ini.


"Haha haha haha" tawa Julian langsung meledak keluar saat melihat bagaimana kekaguma dari seorang Vian saat melihat desain gedung tempat mereka bekerja itu.


Vian menatap Julian yang tertawa renyah itu. Dia tidak menyangka kalau Julian akan tertawa dengan begitu kerasnya.


"Apa yang loe ketawain?" tanya Vian yang tidak mengerti kenapa Julian bisa tertawa sebahagia itu.


Julian melihat ke arah Vian. Julian tersenyum. "Loe tau kenapa perusahaan ini begitu keren?" tanya Julian.


"Nggak. Mana gur tau. Kita kan baru masuk perusahaan ini hitungan jam. Makanya gue nggak tau. Kalau udah hitungan hari pastilah gue bisa memahaminya" jawab Vian dengan pasti. Padahal di perusahaan itu tidak satupun karyawannya tau mengapa perusahaan tempat mereka bekerja dibuat deaainnya seperti itu.

__ADS_1


"Karena pemiliknya keren dan hobby menggambar" jawab Julian dengan pasti kepada Vian.


"Emang loe kenal pemilik perusahaan?" tanya Vian penasaran dengan arti ucapan dari Julian tadi.


Setau Vian sampai sekarang tidak satupun pengusaha maupun rekan bisnis dari perusahaan VJ Grub yang kenal dengan pemilik perusahaan itu. Setiap kali perusahaan akan melakukan kerjasama maupun acara makan malam atau gala dinner dengan berbagai perusahaan lainnya, perusahaan VJ Grub selalu digantikan oleh wakil direktur mereka saja.


"Nggak lah. Gila aja kali kalau gue kenal" jawab Julian dengan santainya.


"Kirain loe kenalkan ya sama orangnya" jawab Vian dengan nada pelan. Dia berharap jawaban Julian adalah kenal, tetapi ternyata di luar dugaan Vian.


Pint lift terbuka di lantai tiga perusahaan VJ Grub. Julian dan Vian berjalan masuk ke dalam ruangan tempat mereka ditugaskan oleh manager HRD.


"Kita laporan dulu ke managernya Vian"


"Oke. Mari cari ruangan manager" jawab Vian dengan bersemangat. Vian sudah tidak sabar lagi untuk memulai pekerjaannya. Selama ini dia bekerja di perusahaan hanya mengerjakan pekerjaan yang dilakukan oleh manager, sekarang saatnya dia merasakan bagaimana menjadi seorang karyawan.


Julian dan Vian bertanya kepada karyawan yang sudah berada di ruangan dimana letak ruangan manager pengadaan. Karyawan memberikan petunjuk arah dar ruangan manager. Julian dan Vian mengikuti arah yang dikatakan oleh karyawan itu. Akhirnya mereka berdua sampai di depan pintu ruangan manager.


"Masuk" sahut manager dari dalam ruangan.


Vian membuka pintu ruangan manager bagian pengadaan barang itu. Setelah itu dia dan Julian masuk ke dalam ruangan tersebut.


Seorang manager yang terlihat sangat tampan dan masih muda, Vian memperkirakan usia manager itu sama dengan usia Kevin.


"Selamat datang di bidang pengadaan, silahkan duduk, ada yang bisa saya bantu?" kata manager itu dengan sangat ramah. Tidak terlihat sedikitpun nada kesombongan dari suara manager tersebut.


'Satu lagi keistimewaan perusahaan ini. Tidak ada yang sombong, siapapun dia dan apapun jabatannya' kata Vian dalam hatinya. Vian benar benar mengamati sistem yang dibangun oleh perusahaan ini.


"Perkenalkan Pak, Saya Julian dan ini Vian. Kami berdua baru saja di Terima masuk ke perusahaan ini kemaren. Jadi, tadi bagian HRD menempatkan kami di bagian pengadaan ini" kata Julian memperkenalkan diri mereka dan kenapa mereka bisa sampai di tempat itu sekarang.


Manager menyimak apa yang dikatakan oleh Julian. Manager memang sudah mendapatkan email dari bagian HRD bahwa mereka akan mendapatkan dia karyawan baru.


"Baiklah Julian dan Vian, sekali lagi selamat datang di perusahaan VJ Grub." kata manager sambil tersenyum.

__ADS_1


"Berhubung kita akan berkomunikasi setiap harinya. Perkenalkan nama saya Rendi." kata manager memperkenalkan dirinya.


Julian dan Vian tersenyum. Mereka berdua sangat senang manager itu menghargai kedatangan mereka. Apalagi manager itu memperkenalkan langsung namanya kepada Julian dan Vian.


"Oh ya satu lagi. Kalian berdua jangan kaget nantinya saat tidak menemukan karyawan wanita di bagian ini. Karena memang hanya kalian berdua saja karyawan wanita di bagian ini" lanjut Rendi yang tidak mau nanti Julian dan Vian kaget saat mengetahui hal itu, makanya Rendi mengatakannya sekarang.


Julian dan Vian saling menatap satu dengan yang lainnya. Mereka tidak mengerti kenapa tidak ada karyawan wanita yang lainnya yang ada di bidang pengadaan itu.


Rendi paham dengan gerakan gerakan yang dilakukan oleh Julian dan Vian.


"Biasanya untuk bagian administrasi selalu dikerjaan oleh orang dari bagian lain. Nah kemaren ini kami diberikan kesempatan untuk menambah karyawan. Makanya saya sebagai manager memutuskan untuk menerima dua karyawan wanita sebagai tenaga administrasi" kata Rendi menjelaskan kepada Julian dan Vian kenapa hanya mereka berdua saja yang wanita di bidang tersebut.


"Baiklah Pak Rendi, kami berdua paham. Kalau begitu kami akan lanjut kerja dulu" ujar Julian.


"Mari saya antar ke meja kalian berdua" Rendi menawarkan dirinya langsung untuk mengantarkan Julian dan Vian ke meja kerja mereka masing masing.


"Di sini meja kalian berdua" kata Rendi menjelaskan kepada Julian dan Vian dimana letak meja kerja mereka.


"Terimakasih sekali lagi kami ucapkan kepada Pak Rendi. Kami sangat senang mendapatkan pelayanan prima dari seorang manager" kata Julian.


"Sudah tugas saya Julian. Jadi santai saja" jawab Rendi.


Rendi kemudian berpamitan dan kembali ke dalam ruangannya. Pekerjaan masih banyak menunggu Rendi di sana untuk diselesaikan.


Julian dan Vian mulai mengerjakan pekerjaan yang ternyata sudah menunggu mereka di atas meja kerja.


"Gue kira hari pertama belum ketemu dengan dokumen. Ternyata oh ternyata" ujar Vian saat melihat ada dua tumpukan dokumen yang harus diselesaikannya.


"Nikmati saja Vian. Jangan mengomel melulu. Nanti cepat tua" kata Julian sambil tersenyum.


Julian dan Vian mulai menghidupkan komputer mereka masing masing. Ternyata komputer di ruangan itu adalah tipe terbaru. Luar biasa kerennya. Julian dan Vian mulai mengerjakan pekerjaan mereka untuk hari ini. Pekerjaan yang pastinya akan menantang bagi Julian dan Vian. Dalam sekejap Julian dan Vian sudah larut dalam menyelesaikan pekerjaan mereka masing masing. Mereka yang tadinya masih sempat berbincang bincang saat sudah memulai pekerjaan, mereka berdua sama sama serius.


"Wow, bener bener tidak salah pilih karyawan gue" kata Rendi saat melihat dari CCTV kedua karyawan barunya di bagian administrasi sudah sibuk dengan pekerjaan mereka masing masing.

__ADS_1


__ADS_2