
Seorang manager wanita mengangkat telunjuknya. Dia sudah tidak bisa menahan diri lagi untuk bertanya tentang isi laporan laporan itu. Laporan yang membuat semua manager memiliki pertanyaan yang sama.
"Silahkan nyonya, mau bertanya apa?" Ujar Felix mempersilahkan manager perempuan itu untuk bertanya kepada Bryan dan dirinya sendiri.
"Sebelumnya saya meminta maaf kepada Tuan Muda atas pertanyaan saya yang lancang ini. Tetapi bagaimanapun juga saya akan tetap bertanya karena saya penasaran dengan isi dari laporan yang sudah saya baca ini" ujar manager wanita itu membuka pertanyaan yang akan diajukan oleh dirinya kepada Bryan.
"Oke, saya maafkan. Silahkan lanjutkan pertanyaan Anda" jawab Bryan sambil melihat dengan tatapan tajamnya kepada manager wanita yang akan bertanya tentang isi laporan yang ada di hadapan mereka saat itu.
"Dalam laporan ini kami melihat kalau gaji lembur kami angkanya sangat fantastis" ujar manager wanita itu.
Bryan dan Felix menatap ke arah manager itu dengan sangat sangat intens. Manager wanita sama sekali tidak gentar di tatap sedemikian rupa oleh Bryan dan Felix.
"Tetapi yang mau saya tanyakan di sini adalah, kenapa yang kami Terima dengan yang ada di laporan ini sangat jauh berbeda sekali" ujar manager wanita itu.
"Kalau saya boleh tau, berapa Anda menerima?" tanya Bryan kepada manager wanita.
"Setiap bulan sama Tuan Muda yaitu lima juta saja" jawab manager wanita dengan nada pasti.
"Apa itu bisa dibuktikan?" tanya Bryan selanjutnya.
"Bisa Tuan Muda. Semua uang masuk dan uang keluar saya ada banking nya" jawab manager wanita.
"Baiklah. Apa ada yang sama dengan manager wanita ini? Atau hanya dia saja yang mengalami kerugian yang sangat besar?" tanya Bryan kepada semua orang dengan nada dingin dan menahan emosinya.
"Saya juga mengalami hal yang sama dengan manager HRD Tuan Muda" ujar salah seorang manager laki laki.
"Saya juga mengalaminya Tuan muda" jawab yang lainnya.
"Saya juga" ujar yang lain.
__ADS_1
Bug bug bug. Bryan menepuk meja sebanyak tiga kali. Semua manager kembali terdiam.
"Sekarang begini, siapa yang merasa dirugikan silahkan angkat tangan Anda" ujar Bryan meminta kepada para manager untuk mengangkat tangan bagi yang merasa dirugikan oleh perusahaan.
Semua manager ternyata mengangkat tangannya. Bryan melihat ke arah Felix. Begitu juga dengan Felix yang juga melihat ke arah Bryan. Mereka berdua sebelumnya menyangka kalau direktur bekerja sama dengan salah satu manager. Ternyata praduga mereka itu salah. Direktur bermain sendiri dalam melakukan tindakan kecurangan itu.
"Apakah kalian semua mendapat angka lima juta setiap bulannya?" tanya Bryan kembali.
"Ya Tuan Muda" jawab semua manager dengan kompak.
Direktur yang mendengar apa yang dikatakan oleh manager hanya bisa menundukkan kepalanya dalam dalam. Dia tidak mampu lagi untuk melihat suasana di dalam ruang meeting itu. Semua manager sudah membuka suaranya. Sekarang habislah dia dibuat oleh Bryan dan Felix.
Bryan kemudian melihat ke arah direktur yang duduk di sebelahnya.
"Bagaimana Anda bisa menjelaskan hal ini, kepada saya dan juga kepada para manager" ujar Bryan kepada direktur itu.
"Perusahaan mengalami defisit Tuan Muda. Penjualan produk kita tidak sesuai dengan biaya produksi. Sehingga saya melakukan pemotongan uang bonus para manager" ujar direktur memberikan alasan kepada Bryan.
Direktur terdiam. Dia tidak bisa menjawab pertanyaan dari Tuan Muda itu.
"Saya sudah tau jawabannya" jawab Bryan sambil tersenyum smirk.
"Felix tampilkan" ujar Bryan meminta Felix untuk menampilkan penyebab direktur itu melakukan tindakan tercela tersebut yang tidak hanya merugikan perusahaan tetapi juga karyawan dan manager.
Felix menampilkan bagaimana kehidupan hedon keluarga direktur yang bisa jalan jalan keluar negeri sekali sebulan dan belanja barang barang branded sesuai dengan keinginan mereka.
"Oooooo pantesan saja semua uang lembur kita di potong, ternyata untuk itu" ujar salah satu manager yang sudah kesal dengan kelakuan direktur tersebut.
"Kami kira beneran kaya, ternyata nipu orang" lanjut salah seorang manager lagi.
__ADS_1
"Jadi bagaimana direktur? Anda akan mengembalikan uang perusahaan dan uang semua milik karyawan atau Anda akan saya kasuskan?" tanya Bryan kepada direktur tersebut.
"Saya mohon maaf Tuan Muda. Saya akan mengembalikan semua uang perusahaan dan uang karyawan" ujar direktur tersebut dengan terbata bata.
"Haha haha haha. Tidak semudah itu ferguso" ujar Bryan lagi.
"Semua barang barang milik kamu uang berupa rumah tiga buah, satu villa, lima mobil, dan barang barang mewah di dalam rumah itu sudah saya sita. Saya sudah hitung dengan pengacara saya, semuanya masih belum cukup untuk melunasi semua yang sudah Anda curi dari perusahaan" ujar Bryan melemparkan bom kemiskinan ke arah direktur tersebut.
Direktur terkejut mendengar apa yang terjadi dengan kehidupannya saat ini. Dia langsung jatuh miskin dalam hitungan menit.
'Tidak apa apa Tuan Muda mengambil semua harta gue. Terpenting tabungan gue di luar negeri aman, tidak diganggu Tuan muda' kata direktur dalam pemikirannya.
"Oh ya Tuan Muda saya baru dapat info dari anggota kita yang di bank luar negeri, kalau tabungan atas nama direktur sudah di bekukan. Sebentar lagi akan dilakukan pengiriman uang uang tersebut ke rekening perusahaan" Kata Felix dengan santainya.
Direktur semakin tertekan saat ini. Dia sekarang sudah bisa dikatakan sebagai orang yang sudah tidak punya apa apa lagi.
"Felix suruh orang orang yang kamu telpon tadi untuk membawa orang ini enyah dari hadapan saya" ujar Bryan meminta Felix untuk menyuruh pihak keamanan untuk membawa direktur ke kantor mereka.
Tiga orang pihak keamanan yang sudah membawa surat penangkapan langsung saja mengeksekusi direktur tersebut. Mulai malam ini direktur akan tidur di balik jeruji besi yang sangat dingin.
Semua orang melihat apa yang terjadi dengan direktur itu. Para manager bergidim ngeri melihat apa yang terjadi. Mereka sekarang sangat tau bagaimana hebatnya keluarga Witama.
"Saya harap kejadian hari ini merupakan pelajaran bagi anda semua." kata Bryan sambil menatap wajah wajah ketakutan yang ada di depannya saat ini.
"Kalau anda lurus dan menghormati saya dan keluarga saya serta perusahaan, maka saya akan lebih menghormati Anda. Tetapi kalau tidak maka akan seperti direktur itulah nasip kalian" ujar Bryan.
"Meeting saya tutup terimakasih atas kerja sama nya. Uang kalian yang kurang akan di proses saat direktur baru masuk ke perusahaan" janji Bryan kepada semua manager yang sudah kehilangan uang mereka segitu banyaknya.
"Terimakasih Tuan Muda" Ujar para manager dengan sangat kompak.
__ADS_1
Bryan, Felix dan Andri kemudian keluar dari dalam ruangan meeting. mereka menuju ruang kerja direktur untuk membahas beberapa hal tentang kekosongan jabatan di anak cabang perusahaan itu.