Istri Sah Tuan Muda

Istri Sah Tuan Muda
Istri Sah Tuan Muda #57


__ADS_3

Rendi sudah berdiri di sudut meja Julian. Dia menatap Julian seperti seseorang yang sedang jatuh cinta dengan wanita yang ada di hadapannya saat ini


"Kamu mau pulang sekarang Julian?" tanya Rendi sambil tersenyum ke arah Julian.


Vian memperhatikan gerakan gerakan kecil yang diberikan oleh Rendi kepada Julian.


'Ini orang terlihat banget ya sedang ngincer Nona muda. Mana baru hari pertama lagi' kata Vian dalam hatinya saat melihat maksud lain dari seorang Rendi.


"Maaf Pak Rendi, saya pulang di jemput suami saya" kata Julian menolak dengan sopan ajakan pulang bersama dari Rendi manager dibagian Julian bekerja.


"Jadi kamu sudah punya suami?" tanya Rendi kaget saat mendengar dari mulut Julian sendiri kalau Julian sudah bersuami.


"Ya sudah jalan enam bulan" jawab Julian dengan yakin dan tanpa ada senyum di bibirnya.


Rendi berbalik arah. Rendi langsung berjalan meninggalkan Julian dan Vian. Dia benar benar malu saat ini. Rendi yang sudah sangat yakin kalau Julian belum memiliki suami, langsung menjadi malu luar biasa saat mendengar Julian akan pulang dijemput suaminya.


"Yah dia malu" ujar Vian saat melihat Rendi yang main langsung kabur setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Julian tadi.


"Biarin aja. Orang kayak gitu memang harus dibegitukan biar kita aman kerjanya" kata Julian.


"Yuk pulang" ajak Julian.


"Hari ini loe pulang naik taksi online aja ya. Gue ada perlu" kata Vian yang sudah mendapatkan pesan dari Bryan untuk datang ke perusahaan utama Witama.


"Oke. Tapi loe tungguin gue sampai dapat taksi online ya. Gue nggak mau tu pria keganjenan datang lagi gangguin gue" ujar Julian yang nggak mau nanti di ganggu sama Rendi lagi.


"Sip. Gue nggak akan ninggalin loe. Bisa bisa gue di bunuh suami loe nanti" kata Vian sambil tersenyum ke arah sahabatnya yang sangat cantik dan menarik itu.


Tidak lama menunggu akhirnya taksi online yang dipesan oleh Julian sudah datang. Julian sudah naik ke atas taksi online. Setelah yakin Julian berangkat dengan selamat, Vian mengemudikan motornya dengan kecepatan tinggi menuju perusahaan Witama Grub. Bryan, Felix dan Kevin sudah menunggu dirinya di sana.

__ADS_1


Setelah berkendara lebih kurang lima belas menit dengan kecepatan membabi buta. Vian memarkir motornya di depa lobby perusahaan. Dia langsung menuju lift yang akan mengantarkannya ke ruangan Bryan.


"Maaf telat. Tadi memastikan Nona muda naik taksi online dulu" ujar Vian saat dirinya baru masuk ke dalam ruangan Bryan.


"Tidak apa apa Vian. Silahkan duduk" ujar Bryan mempersilahkan Vian untuk duduk di sofa yang masih kosong di sebelah Felix.


"Jadi bagaimana cerita kejadian kemaren Vian?" tanya Bryan langsung ke topik permasalahan.


Vian melihat ke arah Felix. Felix menganggukkan kepalanya tanda memperbolehkan Vian menceritakan apa kejadian yang sebenarnya terjadi kemaren.


Vian mulai menceritakan kejadian yang terjadi di mall itu. Mulai dari awal cerita sampai terakhir. Malahan Vian memperlihatkan kepada Bryan rekaman kejadian yang dimintanya ke toko tersebut.


"Apa kamu sudah menghapus rekaman CCTV toko tersebut Vian?" tanya Felix yang melupakan CCTV yang ada di toko itu.


"Sudah. Hari itu juga saya langsung meminta pihak toko untuk menghapus rekaman CCTV, kalau tidak maka toko mereka akan diusir dari mall, itu sebagai ancamannya" kata Vian menjelaskan bagaimana cara dirinya bisa menghapus rekaman video tersebut.


Bryan berkali kali memutar rekaman CCTV itu. Tetapi sayangnya apa yang dikatakan oleh Julian dan Mami sama sekali tidak terdengar, hal ini di sebabkan karena jarak yang cukup jauh dari CCTV.


Felix memutar kembali rekaman CCTV itu, dia melihat apa yang dikatakan oleh Bryan tadi.


"Sepertinya Julian sempat melawan dan balik mengatakan sesuatu kepada Nyonya besar" ujar Felix mengomentari apa yang dilihatnya berdasarkan CCTV tersebut.


"Ya. Sepertinya Julian mengatakan sesuatu kepada Mami"


" Tapi apa yang dikatakan oleh Julian ya?" kata Bryan yang tidak bisa menebak apa yang dikatakan oleh Julian kepada Mami


"Bryan" panggil Kevin yang tiba tiba mendapatkan ide di kepalanya.


Bryan dan Felix serta Vian yang mendengar suara Kevin, memalingkan wajah mereka bertiga ke arah Kevin dengan serempak.

__ADS_1


"Menurut gue ini ya, kan Julian mengatakan ke loe kalau dia diancam oleh Nyonya besar. Nah bisa jadi Julian balik mengancam Nyonya besar. Sehingga membuat Nyonya besar semakin marah" kata Kevin lagi menjelaskan menurut versi dirinya.


Vian menayangkan video rekaman CCTV itu ke layar besar yang ada di ruangan Bryan. Mereka menyaksikan dari awal kembali bagaimana keributan antara Julian dan Mami bisa terjadi sampai terakhir.


"Stop Vian" ujar Bryan.


Bryan memutar video itu dengan pelan. Video itu memperlihatkan Mami yang menunjuk Julian dengan jarinya, setelah itu video menampilkan Julian memelintir tangan Mami.


"Bener bener lah Julian. Nggak ada takut takutnya" komen Kevin saat melihat apa yang dilakukan oleh Julian kepada Nyonya besar Witama.


Vian kembali memutar video rekaman itu. Kali ini terlihat Julian yang marah marah kepada Mami. Sedangkan Mami bali marah kepada Julian.


"Maaf ya Bryan kalau boleh gue ngomong. Ini sepertinya pertengkaran yang seimbang" ujar Felix mengomentari pertengkaran antara Nyonya besar Witama dengan Nyonya muda Witama.


"Maksud loe gimana Felix?" tanya Kevin yang tidak paham dengan maksud perkataan dari Felix.


"Ya, loe lihat aja. Julian tidak ada takut sama sekali kepada Nyonya besar. Jelas jelas di sana Nyonya besar sudah menunjuk nunjuk wajahnya, Julian malah memelintir jari Nyonya besar" kata Felix menceritakan dari mana dia bisa mengambil kesimpulan seperti yang dikatakan oleh dirinya tadi.


Semua orang menyimak apa yang dikatakan oleh Felix. Mereka semua tidak bisa memungkiri hal itu. Dalam video terlihat jelas Julian yang juga melawan Nyonya besar Witama.


"Aku setuju dengan yang dikatakan oleh Felix" kata Vian.


"Malahan menurut aku. Julian yang sekarang bukanlah Julian yang asli" kata Vian selanjutnya.


Bryan melihat tajam ke arah Julian.


"Maksud saya begini Tuan Muda. Julian kasusnya hampir mirip dengan Tuan Muda. Sama sama menyembunyikan jati dirinya" kata Vian menjelaskan kepada Bryan, Felix dan Kevin.


"Kalau bagian yang itu saya tidak sepaham. Maaf ya Vian." kata Bryan yang sama sekali tidak setuju dengan yang dikatakan oleh Vian kepada mereka bertiga.

__ADS_1


"Menurut saya Julian tidak takut itu karena dia sudah terbiasa hidup keras selama ini. Jadi apapun itu Julian tidak memikirkannya lagi. Makanya Julian dengan berani melawan Mami" kata Bryan.


Ketiga bawahannya itu menjadi terdiam. Mereka antara percaya dengan Vian dan percaya dengan Bryan. Tetapi mereka tidak bisa berbuat apa apa karena Bryan yakin kalau Julian keadaan kehidupan nya memang seperti yang ditampilkan nya sekarang. Bukan seperti apa yang dikatakan oleh Vian tadi


__ADS_2