
"Huf uang bener bener membuat manusia khilaf. Padahal udah direktur, kurang apalagi coba. Gaji gede tunjangan gede. Masih juga nyuri yang nggak hak nya" kata Bryan yang tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh orang orang yang sangat tamak itu.
"Tuan muda ini maaf ya. Mereka merasa kalau mereka pakai sedikit tidak akan ketahuan. Samalah dengan orang mana gitu, saya lupa daerahnya. Mereka mengatakan, Bak Ayam mati kelaparan di lumbuang padi" ujar Andri mengutip sebuah pesan atau pribahasa dari sesuatu daerah.
"Maknanya apa?" Tanya Bryan tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Andri kepada dirinya dan Felix
"Ya, mereka punya uang. Mereka duduk di atas uang, tetapi karena mereka terlalu jujur membuat mereka mati di atas uang." ujar Andri lagi.
"Tapi kalau kita memakai uang itu tanpa izin jatuhnya mencuri. Kita bisa memakai dengan meminjam dan mengganti kembali uang yang kita pakai. Itu seharusnya. Tetapi kebanyakan orang orang itu memakai tidak mengganti dan memakai juga sangat banyak." lanjut Andri lagi.
"Memakai banyak ini ya karena gaya hidup tadi. Gaya hidup melebihi kemampuan untuk hidup. Bagi mereka hidup untuk gaya bukan hidup untuk bahagia" ujar Andri sambil tersenyum.
Felix menatap ke arah pemuda yang tadi mengajarkan dirinya dan Bryan tentang arti kehidupan. Mereka berdua semakin penasaran dengan Andri. Mereka yakin kalau Andri bukanlah tamatan sma seperti yang dikatakan oleh beberapa office boy yang sempat ditanya oleh Felix.
"Felix, menurut kamu siapa lagi orang yang akan kita angkat menjadi direktur menggantikan orang yang tadi?" tanya Bryan yang tidak tau siapa yang akan di harusnya menjadi direktur di perusahaan yang sedang bermasalah itu.
"Kalau menurut saya bagaimana kalau nyonya yang menjadi manager HRD itu kita angkat menjadi direktur?" ujar Felix memberikan usul kepada Bryan.
"Andri menurut kamu bagaimana?" tanya Bryan kepada Andri.
Bryan memang sengaja meminta usulan dari Andri untuk mengangkat direktur di perusahaan yang sedang bermasalah itu.
"Kalau saya setuju dengan Tuan Felix, apa yang dikatakan tuan Felix benar. Manager HRD layak untuk menjadi direktur" jawab Andri memberikan alasan kepada Bryan kalau manager HRD yang tadi pertama kali berbicara tentang kecurangan di perusahaan itu layak menjadi seorang direktur menggantikan direktur yang bermasalah tadi.
"Oke kita akan angkat dia sebagai direktur. Tapi besok saja. Biarkan sekarang mereka bekerja sebagai manager saja. Besok pagi kita akan ke sini lagi, untuk mengumumkan siapa yang kan mengisi jabatan direktur yang kosong" kata Bryan.
Bryan melihat jam tangan mewahnya. Ternyata jarum jam sudah menunjukkan pukul satu siang. Sudah saatnya mereka untuk makan siang. Walaupun sudah telat satu jam.
"Kita makan siang dulu" ujar Bryan mengajak Felix dan Andri untuk makan siang.
Tetapi sebelum mereka makan siang, ponsel milik Bryan berdering. Felix melihat ke arah Bryan.
"Julian" ujar Bryan menyebutkan siapa yang menghubunginya.
"Angkat aja" Felix membolehkan Bryan untuk menerima panggilan telpon dari Julian karena pekerjaan mereka sudah selesai.
"Hallo sayang" sapa Bryan saat dirinya mengangkat panggilan telepon dari Julian.
"Kamu sedang sibuk sayang?" tanya Julian yang pekerjaannya sudah selesai.
Julian ingat janjinya kepada Bryan kalau dia akan menceritakan apa saja yang sudah dilakukannya kemaren di mall bersama dengan Vian.
"Baru selesai kerjanya sayang. Ini mau makan siang dengan Felix dan Andri" kata Bryan menjelaskan kepada Julian apa yang akan dilakukan oleh dirinya sebentar lagi.
"Oh Oke sayang, nanti saja aku telpon lagi" ujar Julian.
__ADS_1
"Ada apa sayang? Kalau ada yang penting ngomong aja tidak apa apa" kata Bryan yang tidak ingin mengecewakan Julian.
"Nggak ada sayang. Aku hanya karena udah selesai kerja aja, dan kangen denger suara kamu, makanya aku memilih untuk nelpon kamu" lanjut Julian menjelaskan kenapa dirinya menelpon Bryan kali ini.
"Ooooo. Nanti ya saat aku udah selesai makan siang, aku akan nelpon kamu" Bryan memberikan usulan kepada Julian kapan dirinya akan menghubungi Julian kembali.
"Oke sayang. Selamat makan. Aku nengok Vian kerja dulu ya" kata Julian.
Julian kemudian menutup telponnya. Dia sama sekali tidak marah kepada Bryan. Julian tau bagaimana sibuknya Bryan saat ini, sehingga untuk makan siang saja Bryan telat dua jam.
"Kenapa nggak jadi nelpon?" tanya Vian kepada Julian.
"Bryan belum makan siang ternyata. Aku nelpon tadi dia sama Felix terus temannya satu lagi baru mau pergi cari makan siang" kata Julian menjelaskan kenapa dirinya tidak jadi menelpon Bryan.
"Oooo. Nanti saja telpon lagi" vian memberikan usulannya kepada Julian.
"Yup. Kata Bryan juga seperti itu" jawab Julian.
Bryan, Felix dan Andri kemudian berjalan keluar dari dalam gedung perusahaan cabang tersebut. Mereka bertiga menjadi pusat perhatian seluruh karyawan. Semua karyawan sudah tau kalau direktur mereka yang lama di tahan oleh pihak keamanan karena menggelapkan dana perusahaan serta mengambil upah lembur para manager. Apalagi isu kalau direktur dimiskinkan oleh Tuan Muda Witama juga sudah menyebar di kalangan karyawan.
"Ternyata Tuan Muda Witama itu keren. Gue kita sudah bapak bapak, ternyata masih muda" ujar salah satu karyawan wanita.
"Gue berharap Tuan muda Witama belum menikah" sambung yang lainnya.
Semua karyawan yang melihat bagaimana menakutkannya tatapan dari Felix langsung memilih untuk diam dan tidak lagi melanjutkan membahas tentang Tuan Muda Witama itu.
"Kalian berdua kalau tidak ada kerjaan mending keluar saja dari perusahaan. Kami tidak butuh karyawan yang sukanya menggosip" ujar Felix dengan nada marah dan dingin.
Kemarahan Felix bisa di lihat dari tatapan matanya yang benar benar tajam dan seperti akan memakan orang itu.
"Maafkan kami Tuan" jawab salah seorang karyawan.
"Sekarang kerja atau silahkan angkat kaki dari perusahaan" lanjut Felix.
Bryan dan Andri melihat dan mendengar apa yang dilakukan dan dikatakan oleh Felix kepada dua orang karyawan tersebut.
"Tuan muda ini maaf ya. Apa tuan Felix selalu seperti itu?" tanya Andri kepada Bryan.
"Ya, dia paling tidak suka melihat karyawan yang kerjanya menggosip seperti tadi" jawab Bryan menjelaskan kepada Andri bagaimana sifat Felix yang keras.
"Oh" komentar Andri yang sekarang sudah tau ternyata Bryan dan Felix akan sangat keras saat berurusan dengan perusahaan.
"saya ambil mobil dulu Tuan muda" ujar Andri sambil berlari ke mobil yang ada di posisi depan mereka.
Andri tidak mau Bryan dan Felix harus berjalan ke mobil walaupun jaraknya hanya lima langkah saja.
__ADS_1
Andri memutar mobil terlebih dahulu. Sedangkan Bryan dan Felix terlihat berbincang bincang saat menunggu kedatangan Andri.
"silahkan masuk Tuan Muda" ujar Andri sambil membukakan pintu mobil untuk Bryan.
Bryan masuk ke dalam mobil, begitu juga dengan Felix yang masuk lewat pintu sebelah kanan.
"kita mau makan kemana Tuan muda?" tanya Andri selanjutnya.
"makanan yang menurut kamu enak, tapi khas pulau Balis" jawab Bryan menyerahkan tempat makan kepada Andri tapi dengan syarat menjual makanan khas daerah itu.
"oh kalau itu gampang tuan muda. saya akan membawa tuan muda makan bebek betutu yang sangat enak. tapi maaf tempatnya terpelosok" jawab andri yang sudah bisa membayangkan kemana dirinya akan membawa tuan muda dan juga tuan felix untuk menikmati makanan yang enak tersebut.
"oke" jawab Bryan dan Felix kompak.
mereka berdua menyerahkan tempat makan siang kepada Andri. orang yang lebih tau tempat tempat makanan favorit dari daerah Balis.
Andri kemudian mengarahkan mobilnya menuju warung yang menjual bebek betutu yang sangat enak. Lama perjalanan yang harus di tempuh oleh Andri adalah lebih kurang empat puluh lima menit dari anak cabang perusahaan witama.
Bryan dan Felix menikmati pemandangan yang disajikan oleh alam. pemandangan yang luar biasa indahnya. Bryan dan Felix tidak pernah melihat pemandangan seindah itu sewaktu mereka berada dj ibu kota. Bryan dan Felix tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada itu. mereka menatap lurus ke luar jendela.
Andri yang melihat merasa bangga kepada dirinya sendiri karena telah membuat Bryan dan Felix menjadi senang dalam perjalanan menuju warung bebek betutu. Semula andri mengira kalau Bryan dan Felix akan bosan selama perjalanan, ternyata sama sekali tidak Bryan dan Felix menikmati perjalanan menuju tempat penjual bebek betutu.
"Andri, dari mana kamu tau daerah daerah seperti ini?" tanya Felix yang sangat puas dengan keindahan alam yang belum pernah di jumpainya selama ini.
"saya hobby jalan jalan Tuan Felix. Kalau lepas kerja dan saya shif malam, maka saya akan keliling keliling dengan motor. saya tidak suka jalan jalan di pusat kota, saya lebih menyukai daerah daerah yang seperti ini" jawab Andri menjelaskan kepada Felix kenapa dirinya bisa tau ada daerah seperti ini.
"apa kamu sering membawa tamu hotel ke tempat makan yang akan kita tuju sekarang?" kali ini Bryan yang bertanya kepada Andri.
"kalau siang pernah tapi sangat jarang tuan muda. Tamu lebih meminta untuk malam ke situ malam hari. karena keindahan daerah itu saat malam hari sangat luar biasa" kata Andri menjelaskan jawaban dari pertanyaan yang diajukan oleh Bryan kepada dirinya.
"kenapa tidak malam saja kamu bawa kami kemari, kalau pemandangan di malam hari lebih bagus dari pada siang hari?" tanya Felix kepada Andri.
"lah bukannya tadi Tuan Muda yang minta sekarang tuan Felix. kalau tuan Felix mau malam juga bisa. nanti malam akan saya antar tuan Felix ke sini. apalagi kalau pakai motor. wah makin keren" jawab Andri semakin membuat Felix penasaran dengan tempat yang akan mereka tuju sekarang ini.
"oke nanti malam kita pergi berdua naik motor ke sini. Gimana?" tantang Felix kepada Andri.
"siap tuan Felix. kita akan pergi nanti malam ke sini lagi Saya janji akan mengantarkan tuan Felix ke sini" jawab Andri dengan semangat.
"tuan muda ikut? kalau mau ikut saya akan carikan satu motor tambahan lagi" kata Andri yang tidak mau tuan mudanya merasa ditinggalkan.
"Terimakasih Andri. tapi saya tidak suka keluar malam" jawab Bryan
Bryan memang tidak mau ikut, dia sama sekali tidak suka keluar malam semenjak sudah menikah. Makanya Bryan langsung menolak saat Andri membawa dirinya untuk ikut kegiatan mereka berdua nanti malam.
"oh baiklah kalau begitu tuan muda." jawab Andri.
__ADS_1