
Felix dengan sengaja menabrakkan dirinya kepada Julian. Bryan yang berdiri di samping Julian kaget saat melihat Julian yang sempat hoyong saat berdiri.
"Felix" ujar Bryan.
"Sorry Bryan. Gue nggak sengaja nabrak istri loe" kata Felix dengan gugup, Felix takut Bryan salah mengartikan apa yang dilakukannya terhadap Julian sebentar ini.
Bryan memberikan tatapan tajam kepada Felix. Bryan tidak menyukai apa yang telah dilakukan oleh Felix kepada Julian.
"Aku tidak apa apa" ujar Julian kepada Bryan.
Julian bisa melihat kemarahan Bryan suaminya itu kepada Felix. Julian tau kalau Felix tidak sengaja menabraknya.
"Loe selamat kali ini gara gara Julian. Awas kalau terjadi lagi" kata Bryan berbisik di telinga Felix.
Felix mengangguk, dia tahu kalau Bryan marah dengan apa yang dilakukan oleh dirinya sebentar ini.
"Loe sedang cari buku apa?" tanya Felix kepada Bryan.
"Julian yang cari. Gue untuk apa buku. Ada ada aja loe" ujar Bryan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Felix.
Bryan sekarang paham, kenapa tadi Felix sempat menabrak Julian. Dia ingin meminta maaf kepada Felix. Tetapi itu suatu hal yang tidak mungkin dilakukan sekarang ini. Dia akan melakukan itu besok. Bryan berhutang permintaan maaf kepada Felix.
"Oh" jawab Felix yang nggak tau mau mulai percakapan dari mana lagi.
"Ah kebetulan. Julian, Felix ini S2 manajemen, jurusan yang sama dengan kamu. Coba kamu tanyakan buku yang kamu butuhkan sama dia" kata Bryan yang memilih untuk menyelamatkan percakapan antara dirinya dengan Felix.
Julian kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Bryan. Dia melihat ke arah Felix.
"Ya saya senior di kampus kamu" jawab Felix yang seperti tidak terdengar suaranya saat mengatakan kata kamu kepada Julian.
"Oh" haya itu komentar yang diberikan Julian.
__ADS_1
"Jadi buku apa yang dicari?" ujar Felix bertanya.
Julian memberikan judul buku yang sedang dicari oleh dirinya.
"Kalau ini saya punya. Rasanya hari ini saya bawa" kata Felix sesaat setelah membaca judul buku yang ingin di cari oleh Julian.
"Benarkah? Apa boleh saya pinjam?" tanya Julian dengan wajah berseri seri. Julian benar benar berharap kalau Felix mau meminjamkan buku buku yang dibutuhkannya itu.
"Bisa. Sebentar saya lihat dulu" jawab Felix.
Bryan tersenyum dengan apa yang dilakukan oleh Felix. Sahabatnya ini sudah membantu istrinya.
Felix mengeluarkan semua buku buku miliknya dari dalam tas. Dia memberikan buku buku itu kepada Julian.
"Ini, coba lihat dulu, sesuai tidak dengan judul buku yang kamu inginkan" kata Felix sambil memberikan buku buku yang dikeluarkannya dari dalam tas.
Buku buku yang memang sudah tidak dibutuhkan oleh Felix lagi. Isi buku buku itu sudah di rangkum Felix kedalam beberapa scrapbook.
"Empat ada. Tinggal satu yang tidak ada" jawab Julian dengan wajah yang berbinar binar saking bahagianya karena dia mendapatkan apa yang diinginkan oleh dirinya.
"Boleh tau satu judul lagi apa?" tanya Felix
Bryan memberikan kelima judul buku yang dicari oleh Julian sebagai sumber untuk membuat tugas akhirnya. Felix pura pura membaca kelima judul buku itu.
"Kalau yang ini ada di rumah. Bagaimana kalau kalian berdua ke rumah saya aja?" kata Felix yang ingin menyelamatkan Bryan dari tempat itu.
Bryan melihat ke arah Felix. Bryan tidak suka kalau Felix membawa dirinya dan Julian ke rumah Felix. Dia tidak ingin penyamarannya di ketahui oleh Julian. Bryan tidak ingin menyakati hati Julian.
Felix memperlihatkan sesuatu di ponselnya kepada Bryan. Bryan terdiam membaca isi pesan chat tersebut. Dia tidak menyangka kalau hal itu akan terjadi.
"Sayang, menurut aku, kita memang lebih baik ke rumah Felix. Aku yakin kamu akan banyak menemukan buku buku yang kamu butuhkan di rumahnya. Kamu dan Felix satu jurusan." kata Bryan yang tiba tiba saja mendukung keinginan dari Felix.
__ADS_1
Julian menatap ke arah Bryan. Bryan mengangguk memastikan apa yang dikatakan oleh dirinya adalah benar.
"Emang boleh dipinjam untuk di fotocopy dibagian yang mana dibutuhkan?" tanya Julian dengan polosnya.
"Nggak usah di fotocopy, kamu boleh pinjam selama lamanya, sampai kamu merasa sudah puas dan sudah menguasai itu buku baru pulangkan" kata Felix sambil melirik ke arah Bryan.
Felix memberikan kode supaya mereka cepat pergi dari toko buku itu sebelum semuanya terlambat.
"Gimana sayang? Dari pada kita cari di sini, belum tentu juga kita ketemu buku yang satu itu." kata Bryan mencoba meyakinkan Julian untuk pergi dari toko buku.
"Oke. Tapi kalau di rumah Felix tidak ada, kita cari lagi ke toko buku yang lain ya?" tawar Julian yang sangat sangat membutuhkan buku yang satu itu. Buku yang memang menjadi bahan bacaan wajib Julia dalam menyelesaikan tugas akhirnya.
"Oke. Kita akan cari ke toko buku yang lainnya, pokoknya seharian ini kita akan mencari buku yang kamu inginkan, kalau buku itu tidak ada di rumah Felix" kata Bryan yang setuju dengan apa yang diminta oleh Julian.
"Janji?"
Julian menatap lurus ke mata Bryan. Julian tidak ingin nantinya Bryan membatalkan apa yang sudah dikatakan oleh dirinya sebentar ini.
"Janji. Udah ayuk jalan. Sama suami sendiri tidak percaya itu dosa. Mau dosa?"
Bryan bali menatap ke arah Julian. Julian menggeleng dan tersenyum. Felix dan Kevin yang sekarang sudah berada di dekat mereka hanya bisa menyunggingkan sedikit senyuman saja saat mendengar apa yang dikatakan oleh Tuan dan Nona muda mereka itu.
"Ayok berangkat" Bryan mengajak istri dan juga kedua sahabatnya untuk pergi meninggalkan toko buku itu.
Saat mereka mau akan turun dari lantai dua toko buku. Felix melihat jelas Nyonya besar berjalan masuk ke dalam toko buku dengan empat pengawal setia yang selalu mengiringi kemanapun nyonya besar pergi.
"Bryan, bisa kita ke sana sebentar. Ada satu buku yang harus gue cari." kata Felix mengalihkan dan menunda waktu mereka untuk turun ke lantai satu toko buku.
Bryan yang tidak mengerti dengan maksud Felix menatap Felix dengan tatapan marah. Felix memberikan kode dengan mulutnya. Bryan mengikuti ke arah mana mulut Felix menunjuk. Setelah melihat siapa yang ada di lantai satu toko buku. Bryan pun setuju dengan ajakan Felix untuk mereka berempat pergi menuju tempat buku yang secara abstrak di tunjuk oleh Felix. Bagi Felix yang paling penting mereka berempat tidak terlihat oleh pengawal dan juga Nyonya besar.
Felix memilih buku yang diinginkannya. Sedangkan Kevin melihat lihat keadaan. Sedangkan Bryan sekarang sudah kembali memasang topi dan kaca mata hitamnya.
__ADS_1
'Kenapa dan ada apa ini?' ujar Julian berkata dalam hatinya melihat perubahan yang dilakukan oleh Bryan, Felix dan Kevin.