Istri Sah Tuan Muda

Istri Sah Tuan Muda
Istri Sah Tuan Muda #85


__ADS_3

Tania tau masalah itu. " Jadi anak gadis yang diceritakan oleh Mammy di rumah adalah Julian?" kata Tania memberikan respon akan perkataan dari Felix


"Maksud kamu? Emangnya ada Mammy cerita masalah ini di mansion?" tanya Bryan yang kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Tania sebentar ini


"Ya memang ada. apa sih yang nggak diceritain oleh Mammy kepada kita selama ini. Mammy digigit semut aja cerita, apa lagi ini" jawab Tania


"Mammy beberapa bulan yang lalu sempat cerita ke aku dan Papi, kalau dirinya di buat malu oleh seorang wanita di mall" kata Tania menceritakan kesimpulan dari apa yang dikatakan Mammy kepada dirinya dan Papi beberapa bulan yang lalu itu.


"Dibuat malu maksudnya bagaimana?" tanya Bryan yang semakin penasaran dengan sikap sebenarnya seorangnNyonyanhesar Witama.


"Ya, kata Mami dia mau di tampar oleh wanita tersebut. Kemudian kata Mammy lagi, dia dikasari dengan kata kata kasar oleh wanita itu" Tania merincikan dengan sangat jelas apa yang dikatakan oleh Mammy kepada mereka saat makan malam itu


"Terus kamu percaya begitu saja dengan cerita dari Mammy, tanpa mencari kebenaeannya?" kata Bryan bertanya kepada adiknya itu


"Saat mendengar cerita dari Mammy aku layak percayakan ya. Tetapi setelah bertemu langsung dengan Julian juga sudah mendengar secara langsung seperti apa Julian dari Kakak dan Felix, maka aku yakin kalau cerita Mammy adalah salah besar. Alias omong doang" kata Tania yang sekarang sudah mengerti dengan jelas bagaimana watak Julian sebenarnya.


Bryan tersenyum mendengar jawaban dari Tani. Tetapi dia tidak ingin Tania percaya karena kesimpulannya saja. Bryan ingin Tania melihat bukti yang didapatkannya dari toko tempat kejadian keributan antara Mammy dengan Julian.


"Apa kamu sudah lihat video kebenaran dari keributan itu?" tanya Bryan kepada Tania.


"Emang ada? Aku sudah ke toko itu dengan Papi, tapi kata manager toko, CCTV mereka rusak saat kejadian." jawab Tania dengan nada kesal.


"Terus kamu dan Papi langsung percaya saja?" tanya Bryan lagi


"Percaya nggak percaya. Tapi taulah Papi. Papi mana mau cari keributan dengan orang lain. Makanya saat itu kami main pergi saja dari sana" lanjut Tania bercerita.


Bryan mengambil laptopnya yang terletak di atas meja. Dia kemudian membuka laptop itu. Bryan mencari rekaman CCTV yang sudah disalinnya ke laptop tersebut.


"Ini lihat sama kamu" kata Bryan memberikan rekaman CCTV yang sudah diputarnya kepada Tania.


"Emang kakak punya?? kok bisa??" tanya Tania yang heran kenapa Bryan sampai punya rekaman CCTV kejadian tersebut.


"Kamu meragukan aku?" tanya balik Bryan


"males" Tania hanya menjawab dengan satu kata saja yaitu Males.

__ADS_1


Tania melihat rekaman CCTV yang didapatkan oleh Bryan. Dia melihat semua yang dikatakan oleh Mammy tidaklah benar. Ternyata yang memulai keributan untuk pertama kalinya adalah Mammy, bukan Julian seperti yang dikatakan oleh Mammy kepada dirinya dan Papi.


"Wah beneran neh Mammy. Dia sudah keterlaluan banget. Masak tega boongin Papi dan aku" ucap Tania berkomentar saat melihat kejadian asli yang sebenarnya dari cerita yang diceritakan oleh Mammy dengan menggebu gebu di rumah waktu itu.


"Loe tau apa yang dikatakan oleh Mammy kepada Julian?" kata Bryan bertanya kepada Tania


Tania menggeleng, sekarang Tania sudah tidak peduli lagi dengan cerita versi Mammy, bagi Tania sekarang yang terpenting adalah cerita dari versi Julian. Versi yang sebenarnya.


"Mammy mengancam Julian saat itu. Mammy mengatakan dia akan membuat hidup Julian menjadi tidak mudah" kata Bryan memberitahukan salah satu ancaman dari Mammy kepada Tania.


"Loe serius Kak, Mammy mengancam Julian?" tanya Tania yang perlu diyakinkan lagi oleh Bryan.


"Ya, Julian yang cerita sendiri." jawab Bryan.


"Saksi kalau Mammy mau menampar Julian, adalah Vian. Vian ada di tempat kejadian saat Mammy memperlakukan Julian dengan sangat kasar" kata Bryan yang memberikan saksi hidup untuk ditanya oleh Tania seandainya Tania tidak percaya atau masih ragu dengan apa yang dikatakan oleh Bryan dan juga bukti CCTV.


"Kenapa Vian sampai tau?" tanya Tania yang tidak mengerti.


"Vian, bekerja sebagai pengawal pribadi Julian" jawab Bryan memberitahukan posisi Vian.


"Ya, dia tidak tau" jawab Bryan lagi.


Tania, Bryan dan Felix terdiam. Mereka mencomot sebuah jajanan pasar yang dibawa oleh Tania tadi saat berkunjung ke perusahaan Bryan.


"Oh ya satu hal lagi" kata Tania yang mengingat satu masalah yang belum ditanyakan kepada Bryan.


"Apa apa satu hal lagi?" tanya balik Bryan yang menatap gemas kepada adiknya itu.


"Santai aja kakak, nggak usah gregetan gitu. Santai santai kayak di pantai" kata Tania yang sedikit kesal melihat Bryan yang bertanya dengan gaya seperti itu.


"Jadi apa yang mau kamu tanyakan Tuan putri Witama?" kata Bryan lagi dengan gayanya.


"Julian kerja di VJ Grub, apa ada sangkut pautnya dengan koneksi kamu?" tanya Tania. Pertanyaan yang masih mengganjal dalam diri Tania.


"Kenapa nanyak kayak gitu?" Bryan balik bertanya kepada adiknya sebelum menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Tania kepada dirinya.

__ADS_1


"Ya, kakak tau sendirikan bagaimana susahnya masuk ke perusahaan itu. Aku aja yang daftar untuk jadi dokter di klinik mereka aja nggak lulus" jawab Tania yang memang pernah mendaftar untuk menjadi dokter klinik di perusahaan VJ Grub.


"Nah itu dia. Pertama Kakak, Felix dan Kevin agak ragu dia bisa diterima bekerja di perusahaan itu. Ternyata seperti yang kamu ketahui sendiri. Dia berhasil masuk ke dalam perusahaan tersebut" jawab Bryan dengan nada bangga dan mengangkat sebelah alisnya kepada Tania.


"Paten. Aku beneran salut sama Julian, bisa tembus perusahaan VJ Grub. Sekarang aku sangat yakin kalau dia luar biasa pintar" puji Tania yang tidak tanggung tanggung memuji kakak iparnya itu.


"Kakak yang rugi sebenarnya kak" ujar Tania dengan nada pelan.


Bryan dan Felix yang mendengar apa yang dikatakan oleh Tania, langsung beralih pandang kepada adiknya itu.


"Kenapa kakak yang rugi? Dia kan istri kakak bukan istri orang lain, ya beruntunglah kakak" ujar Bryan yang tidak mengerti maksud dari kata rugi yang dikatakan oleh Tania kepada dirinya.


"Ya Tuhan kenapa kakak aku bisa sebego ini tapi dapat istri sepintar Julian. Tragis banget nasib kamu Julian" kata Tania.


Tania menepuk nepuk pundak Bryan. Sedangkan Bryan hanya bisa melongo tidak percaya saat mendengar apa yang dikatakan oleh Tania kepada dirinya barusan.


"Kamu ngomong aku bego Tania. Hem bener bener adek yang nggak punya akhlak. Kakak sendiri di bilang bego" ujar Bryan yang tidak terima dirinya dikatakan bego oleh Tania.


"Apa namanya kalau nggak bego. Masak iya, ada istri yang sangat pintar nggak di bawa ke perusahaan sendiri. Biarin kerja di perusahaan orang lain" kata Tania mengatakan kenapa dia berkata kalau Bryan orang yang sedikit bego.


"Lah yang bego siapa yang dikatain siapa." komentar Bryan.


"Tania yang cantik, kalau Julian dibawa kerja di sini tentu dia akan tau siapa aku. Paham" kata Bryan sambil melihat dan menggeleng gelengkan kepalanya kepada Tania.


"Hehe hehe hehe hehe. Bener juga ya. Kok bisa bego gini ya?" kata Tania lagi.


"Hem parah ini. Masak baru sadar" balas Bryan.


Felix hanya bisa melihat Bryan dan Tania yang ribut seperti sekarang ini. Hal yang sudah biasa dilihat Felix. Kakak beradik dari keluarga Witama ini kalau sudah bertemu agak lama, maka akan ada ada saja yang membuat jadi masalah. Mereka akan mendadak jadi ribut tidak menentu.


"Kakak makan siang yuk. Tapi kamu yang traktir aku" kata Tania sambil tersenyum.


"Makan di sini saja ya. Malas keluar" jawab Bryan lagi.


"Nggak usah ngomong malas, aku udah tau kenapa. Banyak gaya" ujar Tania lagi mengomentari apa yang dikatakan oleh Bryan.

__ADS_1


"Haha haha haha. Kamu pesan aja apa yang kamu mau. Tanya Felix juga" ujar Bryan yang berjalan menuju pantry untuk mengambil air minum.


__ADS_2