
"Cantik" ujar Tania pelan saat melihat wajah Julian, kakak iparnya yang berhasil membuat Bryan menjadi tergila gila dan bertekuk lutut kepada dirinya.
"Gue harus tanya ke Felix. Felix pasti tau semua tentang ini. Dia nggak mungkin nggak tau" ujar Tania yang menemukan siapa orang yang bisa membantu dirinya saat ini.
"Penasaran banget gue sama dia. Kenapa bisa kakak gue, bisa seperti ini. Manusia yang selama ini alergi menjalin hubungan serius dengan wanita, eeee tiba tiba bisa jadi langsung bucin seperti itu" kata Tania yang berkali kali mencuri pandang ke arah Julian dan Bryan yang sedang mengobrol dengan adiknya dan tidak peduli dengan orang orang di sekitar mereka.
"Apa yang loe lihat Tan? Dari tadi perasaan loe nggak ada fokus fokusnya ngobrol dengan kita kita" tanya salah seorang sahabat Tania.
"Nggak ada, gue nggak ada lihat apapun." elak Tania yang tidak ingin dirinya ketahuan melihat ke arah Julian dari tadi. Bisa bisa nanti Julian marah dan merasa kalau privasinya sudah diganggu oleh Tania.
Mereka semua kemudian menikmati hidangan yang sudah di sajikan oleh pramusaji. Julian dan Bryan terlihat mengobrol dengan mesra. Tania tersenyum melihat kebahagiaan Kakak laki lakinya itu. Tania tidak pernah melihat Bryan sebahagia ini dengan seorang wanita sebelumnya.
Trang. Sendok yang dipakai Tania jatuh dan tepat berada di kaki Julian. Julian yang melihat garpu itu langsung mengambilkan garpu milik Tania. Dia tau kalau Tania yang mengambil ke dekat kakinya tentu tidak mungkin. Makanya Julian membantu mengambilkan garpu itu untuk Tania.
"Ini kak, sendoknya" kata Julian memberikan sendok milik Tania.
"Makasi Kakak. Maaf sudah merepotkan dan mengagetkan kakak, karena sendok saya terbang ke arah Kakak" kata Tania sambil tersenyum dan mengagumkan kedua tangannya.
Bryan yang melihat adiknya dengan sengaja menjatuhkan sendok itu hanya bisa tersenyum saja. Dia tau apa maksud Tania melakukan hal itu. Tania pasti sedang menguji Julian sedikit banyaknya.
"Sama sama. Santai saja kakak, tidak masalah itu" jawab Julian menanggapi kata terimakasih dari Tania.
Julian dan Bryan kembali melanjutkan obrolan mereka berdua. Sekali sekali Julian dan Bryan tertawa karena satu hal yang lucu. Selain itu mereka akan saling memuji satu dengan yang lainnya. Julian dan Bryan sangat sering melakukan hal itu. Sampai sampai membuat Tania baper sendiri dan ikut merasa bahagia melihat Kakak laki lakinya sedang bahagia.
"Kita lanjut jalan sayang?" tanya Julian yang sudah merasa cukup untuk istirahatnya.
"Oke. Kita lanjut jalan jalan lagi. Masih banyak tempat yang belum kita kunjungi" kata Bryan yang setuju untuk pergi melanjutkan jalan jalan mereka di daerah kebun teh itu.
Bryan menggenggam tangan istri cantiknya itu. Semua pengunjung cafe yang wanita menatap takjub ke arah Bryan. Bryan memang tidak malu untuk menunjukkan kepemilikan Julian kepada semua orang.
__ADS_1
"Wow pastinya wanita itu sangat bahagia sekarang. Suaminya benar benar menjaga dirinya." ujar seorang wanita.
"Aku iri dengan wanita itu" lanjut seorang wanita yang lainnya lagi.
Semua ucapan orang orang yang ada di sana terdengar oleh Bryan dan Julian. Tetapi mereka berdua acuh saja dan tidak memperdulikan apa yang dikatakan oleh orang orang itu. Julian dan Bryan tetap berjalan dengan santai meninggalkan cafe tersebut.
Tania yang melihat Kakaknya dan juga kakak iparnya sudah berjalan agak jauh. Memilih untuk mengikuti mereka berdua.
"Gue duluan ya." kata Tania sambil berdiri dari duduknya dan mengambil tas yang di taruhnya di atas meja makan.
"Loe mau kemana Tan?" tanya salah satu sahabat Tania.
"Ada perlu gue. Kalian pulang duluan aja." kata Tania selanjutnya
"Oke. Semoga sukses" kata kata yang selalu mereka katakan sat akan berpisah
Tania mempercepat langkah kakinya. Dia tidak mau tertinggal jauh oleh kakak dan juga kakak iparnya itu.
"Aduh" teriak Tania saat dia merasakan sakit di ekornya karena terhempas ke tanah yang sangat keras.
Bryan dan Julian yang berada di depan Tania dan beberapa orang yang berada di dekat tempat itu, langsung melihat ke arah sumber suara. Tania terlihat sedang berusaha untuk berdiri dari posisi jatuhnya saat ini.
"Sini saya bantu" kata Julian sambil menjulurkan tangannya ke arah Tania untuk membantu Tania berdiri.
Tania menyambut uluran tangan dari Julian. Dia di bantu Julian berdiri dari posisinya sekarang ini.
"Kamu kenapa? Lari larian?" tanya Julian saat mereka bertiga sudah duduk di sebuah pondok yang dibuat seperti jamur.
"Agak terlalu cepat jalannya tadi. Eeee ternyata jalannya licin. Ya udah nggak bisa mengendalikan, langsung jatuh" jawab Tania dengan jujur menceritakan apa yang dirasakannya saat ini.
__ADS_1
"Kamu ada ada aja" kata Julian sambil geleng geleng kepalanya.
Hal yang berbeda terjadi dengan raut wajah Bryan. Bryan memonyongkan mulutnya tanda kesal ada Tania di antara liburan dirinya dan Anggie.
"Oh ya kita belum kenalan. Kenalkan nama saya Julian. Ini suami saya namanya Bryan" kata Julian memperkenalkan dirinya dan juga Bryan kepada Tania.
"Tania" jawab Tania dengan tersenyum.
"Jadi, kalian berdua pasangan suami istri?" tanya Tania pura pura tidak tahu dan kaget karena Julian mengatakan mereka berdua sepasang suami istri.
"Ya, kenapa kamu kaget?" tanya Julian lagi.
Julian ntah kenapa bisa langsung akrab dengan Tania. Padahal mereka baru saja berkenalan beberapa menit yang lalu.
"Karena masih muda. Emangnya umur kalian berdua berapa?" tanya Tania sambil melirik ke arah Bryan. Tania bisa merasakan kalau kakaknya itu sedang kesal kepada dirinya karena sudah mengganggu moment jalan jalan dirinya dan Julian.
"Aku dua puluh lima. Sedangkan suami aku tiga puluh" jawab Julian memberitahukan berapa usianya sekarang.
"Waduh berarti harus manggil Kakak akunya" kata Tania sabil garuk garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Emangnya kamu berapa?" tanya Julian lagi.
"Dua puluh tiga" jawab Tania sambil tersenyum dan merasa sedikit kurang ajar karena sudah memanggil dengan kata ganti kalian.
"Tapi tadi maaf ya, udah nggak sopan, manggil dengan kata kalian" ujar Tania melanjutkan permintaan maafnya kepada Julian dan Bryan
"Kecil dikit, nggak apalah." kata Julian lagi masih dengan senyumannya yang nggak pernah hilang dari bibir indahnya itu.
"Kamu kerja dimana?" tanya Tania kepada Julian.
__ADS_1
Sedangkan Bryan sedang pergi membeli air minum dan beberapa cemilan untuk teman mereka mengobrol. Bryan sudah bisa membayangkan istri dan adiknya akan mengobrol sangat lama. Mereka berdua langsung terihat sangat akrab dan seperti sudah lama saling mengenal.