
"Nah bonusnya gue dapet cewek yang bener bener baik. Gue nggak pernah menemukan wanita sebaik istri gue selama ini. Selain loe dengan Mammy" lanjut Bryan memuji istrinya itu. Bryan memuji dengan tulus Jukian didepan Tania.
"Dari mana tau baiknya? Kamu beneran yakin kalau dia baik" tanya Tania semakin penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Bryan.
Saat itulah seorang pria tampan masuk ke dalam ruang kerja Bryan. Pria tampan itu adalah Felix. Felix ada urusan dengan Bryan. Urusan yang sangat mendadak sekali yang tidak bisa diundur lagi.
"Tumben loe ke sini? Ngapain?" tanya Bryan yang kaget dengan kedatangan Felix yang sama sekali tidak diundang atau dipanggilnya untuk datang ke perusahaan utama.
"Ada perlu sama loe" jawab Felix sambil duduk tepat di depan Tania.
"Nona muda" sapa Felix kepada Tania.
Tania sama sekali tidak membalas sapaan dari Felix. Dia mengacuhkan kehadiran Felix di antara dirinya dan Bryan.
"Perlu sekarang atau nanti saja?" tanya Bryan kepada asistennya itu.
"Nanti saja. Silahkan lanjut dengan Nona muda" jawab Felix yang bisa menunggu sampai urusan antara Bryan dengan Tania selesai.
"Sekarang jawab Kakak, dimana letak baiknya Julian" kata Tania mengulang kembali pertanyaan yang tadi diutarakan nya kepada Bryan.
Felix menatap ke arah Bryan. Felix kaget kenapa Tania sampai tau dengan Julian. Felix yakin kalau dia sudah ketinggalan informasi penting kali ini. Felix akan menyimak pembicaraan kakak beradik itu supaya dia bisa menarik benang merah dari percakapan mereka berdua.
"Kamu lihat sendirikan dia sama sekali tidak neko neko" kata Bryan menjawab pertanyaan Tania.
"Kan bisa jadi karena di luar saja" Tania tidak mau langsung percaya dengan apa yang dikatakan oleh Bryan kepada dirinya.
"Nah sekarang gini aja, kan di sini ada Felix. Felix selama ini menjaga Julian dari jauh. Kamu bisa tanya Felix sendiri bagaimana seorang Julian sebenarnya" kata Bryan yang tidak ingin Tania memiliki pemikiran kalau semua tentang Julian sengaja yang baik baik saja dikatakan oleh Bryan, supaya Tania juga merasa dan beranggapan Julian adalah anak yang baik.
"Felix tolong katakan ke Nona muda kamu ini secara garis besar bagaimana seorang Julian" kata Bryan memerintahkan Felix untuk bercerita kepada Tania.
Felix mengangguk, dia terpaksa harus menurut apa yang diperintahkan oleh Bryan. Walaupun pada akhirnya dia harus menatap wajah seorang gadis yang berada di depannya ini.
__ADS_1
"Maaf sebelumnya Nona muda, semua yang akan saya katakan sebentar lagi, semuanya adalah kebenaran dan tidak perlu Nona muda ragukan lagi kebenaran itu" kata Felix sebelum memulai ceritanya.
"Jadi begini Nona muda. Saya mengikuti Nonya muda semenjak Nyonya muda mulai menikah dengan Tuan muda" kata Felix memulai ceritanya.
"Saat itu Nyonya muda sedang kuliah magister nya di universita. Satu hal yang membuat Saya, Kevin dan Vian takjub dengan Nyonya muda adalah, Nyonya muda kuliah dengan biaya sendiri bukan dari orang tuanya. Bahkan sampai sekarang kami tidak tau siapa orang tua Nyonya muda" kata Felix menceritakan bagaimana Julian bisa kuliah magister.
"Terus dari mana Julian bisa mendapatkan uang?" tanya Tania lagi. Tania semakin penasaran dengan sosok Julian. Julian seperti benar benar wanita yang datang dari dunia lain. Wanita yang akan susah dicari di dunia ini untuk yang kedua.
Tania sudah bisa mulai rileks saat berbicara dengan Felix. Begitu juga dengan Felix yang melihat Tania mulai rileks dia juga berusaha rileks berbicara dengan Tania.
"Nyonya muda kerja part time di swalayan yang dekat dengan taman kota" jawab Felix.
"Bukannya itu swalayan milik kita?" tanya Tania kepada Bryan.
Bryan mengangguk setuju dengan yang dikatakan oleh Tania kepada dirinya.
"Lanjutkan" kata Tania lagi.
Bryan kemudian menceritakan bagaimana Julian menjadi sesosok wanita yang harus menghidupi suaminya yang tidak bekerja. Bryan juga menceritakan bagaimana Julia yang harus berjalan kaki menuju kampusnya karena berhemat uang yang tersisa hanya untuk makan mereka lagi sebelum Julian menerima gajinya lagi.
"Hari gini masih ada mahasiswi yang jalan ke kampus? Kamu jangan terlalu mendramatisir ceritanya Kakak" kata Tania yang tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Bryan sebentar ini.
"Benar Nona muda. Nyonya muda sering jalan kaki menuju kampus untuk berhemat. Tuan muda tidak berbohong" kata Felix yang ikut meyakinkan Julian kalau yang diceritakan oleh Bryan semuanya adalah kebenaran tidak ada yang bohong di sana.
"Jadi sampai Kakak pura pura dapat pekerjaan di perusahaan kakak sendiri, kakak hidup dengan dibiayai Julian?" tanya Tania dengan nada takjub ada orang sebaik Julian di dunia ini.
"Ya" jawab Bryan.
"Kurang baik apa lagi dia. Apa kamu masih meragukannya, setelah kamu melihat dan mendengar sendiri bagaimana dirinya beradaptasi dengan kamu?" tanya balik Bryan kepada Tania.
"Sekarang aku semakin yakin kalau dia benar benar cocok dengan kakak" kata Tania mendukung hubungan Bryan dengan Julian.
__ADS_1
"Terimakasih ya" jawab Bryan sambil menepuk pundak adiknya itu.
"Sama sama. Kalau wanita itu baik dan kakak juga menyatakan dia baik, maka tidak ada alasan lagi untuk aku menolaknya" jawab Tania dengan sangat bijaknya menyikapi keputusan yang diambil oleh Bryan.
"Sekarang yang masih menjadi ganjalan di kepala Aku, bagaimana memberitahu Mammy dan Papi" kata Bryan yang memutuskan untuk curhat kepada adiknya itu.
"Kalau Papi, itu urusan gampang. Besok aku akan bawa Papi pura pura bertemu dengan Julian. Serahkan Papi sama aku" kata Tania.
"Yakin?" tanya Bryan lagi.
"Sangat yakin. Serahkan ke aku" jawab Tania lagi.
"Tapi jangan sampai Julian curiga. Aku nggak mau dia tau siapa aku sebenarnya dari orang lain. Kamu harus janji akan hal itu" kata Bryan lagi.
"Tenang saja. Serahkan ke aku" jawab Tania dengan sangat yakin. Tania akan melakukan permainan yang cantik.
"Mammy bagaimana?" tanya Tania yang sangat tau bagaimana watak Mammy nya itu.
"Mammy tidak akan segampang aku menerima Julian kakak. Apalagi dengan kakak tidak tau siapa keluarga Julian sebenarnya. Hal itu akan memperumit Julian mendapatkan restu dari Mammy" kata Tania menjawab pertanyaan dari Bryan.
"Jadi harus bagaimana?" tanya Bryan lagi.
"Itulah aku juga nggak tau gimana caranya. Susah banget" jawab Tania yang menyerah kalau harus turun tangan menghadapi Mammy nya itu.
Felix terdiam. Dia menyimak pembicaraan kakak beradik itu.
"Tuan muda, saya cuma mau mengatakan dan mengingatkan Tuan muda, kalau memberitahukan kepada Nyonya besar amat sangat rumit, mengingat Nyonya besar pernah bermasalah dengan Julian di mall" kata Felix mengingatkan Bryan akan masalah Julian dengan Mammy yang terjadi beberapa bulan ke belakang.
Tania tau masalah itu. " Jadi anak gadis yang diceritakan oleh Mammy di rumah adalah Julian?" kata Tania memberikan respon akan perkataan dari Felix
"Maksud kamu?" tanya Bryan yang kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Tania sebentar ini
__ADS_1