Istri Sah Tuan Muda

Istri Sah Tuan Muda
Istri Sah Tuan Muda #117


__ADS_3

Direktur menatap kembali ke arah pintu masuk ruang kerjanya. Para security yang ditunggu tunggunya dari tadi sama sekali belum sampai juga di ruangan itu.


"Kemana mereka bertiga. Kenapa lama sekali sampainya" ujar direktur yang sudah menahan amarahnya karena ketiga security yang dipanggilnya masih belum juga sampai di ruangan itu sampai sekarang.


Bryan yang sudah malas melanjutkan permainan itu. Memutar kursinya untuk melihat ke arah direktur.


"Apa security Anda masih lama ke sini untuk mengusir saya?" tanya Bryan kepada direktur tersebut.


Direktur yang melihat siapa yang duduk di kursi kerjanya itu sekarang, menatap tidak percaya ke arah Bryan. Ternyata yang duduk di sana adalah tuan muda Witama pemilik perusahaan tempat dia bekerja sekarang ini.


"Tuan muda" ujar direktur sambil menundukkan kepalanya ke arah Bryan.


Direktur itu sangat kaget saat melihat siapa yang datang menemuinya saat ini. Seorang tuan muda Witama yang datang dari ibu kota.


"Ya saya" jawab Bryan dengan nada sedingin es. Nada tajam yang kalau orang orang pernah berbuat salah kepada dirinya sudah tau kalau nada suara itu adalah nada suara yang berupa hukuman untuk mereka mereka yang berbuat salah.


"Kenapa Anda tidak memberi kabar kepada saya, kalau Anda akan datang Tuan Muda. Kalau anda memberi kabar tentu saya akan mempersiapkan sambutan untuk Anda" ujar direktur yang sudah sangat berusaha untuk mengendalikan dirinya.


Bryan sama sekali tidak mendengar apa yang dikatakan oleh direktur itu.


"Felix" panggil Bryan.


Felix dan Andri keluar dari balik kain gorden yang panjang itu.


"Siap tuan muda" ujar Felix dengan sikap formal.


"Kumpulkan semua manager dan minta mereka menunggu saya di ruang meeting" lanjut Bryan memberikan instruksi kepada Felix.


"Siap Tuan Muda" jawab Felix

__ADS_1


Felix kemudian berbisik kepada Andri untuk memberitahukan apa yang harus dilakukan oleh Andri. Andri mengangguk mengerti dengan perintah dari Felix.


Andri kemudian menuju ruang meeting untuk menyiapkan semua keperluan meeting hari itu. Sedangkan Felix menuju resepsionis untuk meminta resepsionis memberitahukan kepada manager ditunggu tuan muda Witama di ruang meeting.


Setelah selesai semua urusan dengan resepsionis Felix terlihat menghubungi seseorang. Mereka diminta datang oleh Felix satu jam lagi ke perusahaan Witama.


"Nanti ada pihak keamanan yang datang. Tolong antarkan ke ruang meeting" Ujar Felix memberkan pesan kepada resepsionis yang ada di sana.


"Siap tuan Felix" jawab resepsionis itu yang mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Felix kepada dirinya.


Felix kemudian berbalik arah, dia akan menuju ruang meeting untuk melihat hasil kerja seorang Andri yang diminta untuk menyiapkan ruang meeting yang akan digunakan oleh Bryan sebentar lagi.


Ternyata Andri bekerja sangat cepat. Semuanya sudah terpasang dengan rapi. Bakan air minum juga sudah ada di setiap meja yang akan diduduki oleh manager. Sebua perubahan yang terjadi dalam meeting tersebut.


"Kenapa ada air minum?" tanya Felix kepada Andri.


"Hahaha haha. Andri Andri, kamu ada ada saja. Mereka tidak akan sempat minum nanti Andri" ujar Felix yang tertawa melihat apa yang dilakukan oleh Andri


"Tapi ide kamu oke juga. Air mineral itu bisa di minum oleh orang orang yang menyaksikan eksekusi tersebut" kata Felix lagi.


"Emang parah Tuan?" tanya Andri lagi.


"Kamu akan menyaksikannya sendiri" jawab Felix yang tidak mau menjelaskan lebih terperinci apa yang bisa dilakukan oleh seorang Bryan kepada orang orang yang sudah mengkhianati dirinya itu.


Para manager sudah berdatangan ke ruang meeting sesuai dengan instruksi dari Bryan. Mereka semua sekarang sudah duduk di posisi mereka masing masing. Andri melihat wajah wajah para manager adalah wajah wajah bertanya kenapa mereka dikumpulkan secara mendadak oleh CEO perusahaan tempat mereka bekerja tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.


Andri yang melihat semua manager sudah lengkap berdasarkan kursi yang sudah terisi penuh itu, pergi untuk memanggil Bryan dan Felix.


"Tuan Muda dan Tuan Felix. Semua manager sudah datang. Mereka sudah duduk di kursi mereka masing masing" ujar andri memberitahukan kepada Bryan dan Felix.

__ADS_1


"Oke Andri kami akan segera ke sana" ujar Bryan menanggapi informasi yang diberikan oleh Andri kepada dirinya.


Bryan kemudian direktur serta Felix dan Andri berjalan menuju ruang meeting. Para manager sudah menunggu kedatangan empat orang tersebut di dalam ruangan itu sejak tadi.


Andri membukakan pintu untuk Bryan, Felix dan direktur perusahaan cabang itu. Bryan mengangguk kepada Andri mengucapkan rasa terimakasih karena sudah dibukakan pintu untuk dirinya.


Bryan dan Felix kemudian menuju meja paling depan. Sedangkan direktur duduk di sebelah Bryan. Dia tidak tau ada urusan apa yang membawa Bryan dan Felix datang ke cabang perusahaan yang jauh itu.


"Selamat pagi semuanya. Saya berharap Anda semua dalam kondisi terbaik untuk bekerja hari ini" Felix membuka acara meeting mendadak tersebut.


"Mungkin sebagian dari Anda berpikir dan bertanya tanya kenapa Anda semua diminta untuk datang meeting kali ini" ujar Felix sambil melihat ke wajah setiap manager yang ada di dalam ruangan itu.


Manager mengangguk serentak. Mereka semua memang tidak tau kenapa di panggil ke ruang meeting.


"Oke lah untuk tidak memperpanjang cerita dan apapun, saya persilahkan Anda membuka laporan yang ada di depan Anda saat ini."


"Kalau ada pertanyaan silahkan diajukan langsung" ujar felix meminta setiap orang untuk membaca laporan yang sudah si taruh oleh Andri di atas meja mereka masing masing.


semua orang yang hadir di ruang meeting itu membuka dokumen yang berada di depan mereka masing masing. mereka. membaca isi dokumen tersebut. beberapa orang yang sudah menemukan kejanggalan langsung berbisik bisik dengan rekan mereka membahas apa yang mereka baca itu.


Bryan dan Felix melihat semua itu. sedangkan direktur perusahaan cabang sudah keluar keringat dingin saat melihat beberapa anggotanya saling berbicara satu dengan yang lainnya dengan melirik ke arah dirinya sekali sekali.


"apa ada yang mau ditanyakan?" Tanya Felix kepada semua manager yang ada di sana.


Felix sudah tidak sabaran lagi menerima dan mendengar pertanyaan dari beberapa orang saat mereka sudah membaca dokumen dokumen tersebut.


seorang manager wanita mengangkat telunjuknya. dia sudah tidak bisa menahan diri lagi untuk bertanya tentang isi laporan laporan itu.


"silahkan nyonya, mau bertanya apa?" Ujar Felix mempersilahkan manager perempuan itu untuk bertanya kepada Bryan dan dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2