
"Loe siapin semua dokumen pendukungnya, jadi besok tinggal tanda tangan saja lagi" Bryan memberikan perintah selanjutnya kepada Felix.
Felix mengangguk setuju dengan perintah yang diberikan oleh Bryan kepada dirinya. Dia akan langsung eksekusi nanti setelah pertemuannya dengan Bryan selesai. Felix sangat yakin kalau bukan satu ini saja surat yang akan dibuatnya. Akan ada lagi surat surat yang lain yang harus disiapkan oleh Felix selanjutnya
"Masalah general manager bagaimana?" tanya Felix lagi.
Felix melihat kalau Bryan melupakan masalah general manager dan Andri. Bryan sama sekali belum membahas tentang mereka berdua.
"Hampir lupa. Mana dokumennya, gue baca dulu." kata Bryan yang ternyata memang lupa dengan dokumen tentang general manager dan Andri.
Felix hanya bisa menggelengkan kepalanya saja saat mendengar apa yang dikatakan oleh Bryan kepada dirinya. Bryan benar benar tidak ingat dengan dua dokumen lagi Padahal Felix sudah susah payah untuk mendapatkan dua dokumen itu, eeeee Bryan dengan gampangnya mengatakan kalau dia lupa dengan dua dokumen tersebut.
"Loe aneh, loe yang nyuruh loe yang lupa" kata Felix kepada Bryan.
"Loe cobalah besok kalau udah menikah" jawab Bryan asal comot alasan yang dirasanya bisa masuk akal.
Bryan membaca dokumen milik general manager. Bryan membaca sambil mengangguk angguk. Bryan sangat suka dengan isi dokumen tersebut.
"Jadi, kita berdua sudah salah sangka dengan general manager." kata Bryan saat dirinya sudah selesai membaca dokumen milik general manager tersebut.
"Ya begitulah kira kira. Gue juga tidak menyangka" ujar Felix yang juga sudah berburuk sangka kepada general manager yang ternyata memiliki prestasi yang sangat luar biasa.
"Kita tarik dia untuk menjadi general manager di hotel yang ada di negara Italis bagaimana?" kata Bryan yang sangat tertarik memberikan promosi kepada general manager.
"Serius hotel di italis?" tanya Felix yang terlihat tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh Bryan kepada dirinya sebentar ini.
"Ya" jawab Bryan lagi "atau loe ada ide yang lain?" tanya baliak Bryan.
__ADS_1
Felix terdiam, dia memiliki satu ide di kepalanya. Tetapi Felix ragu untuk mengatakan kepada Bryan. Felix takut Bryan akan tersinggung, tetapi kalau Bryan memberikan atau mengangkat general manager menjadi pimpinan di hotel Italis, maka lebih tidak akan masuk akal lagi.
"Bryan, bagaimana kalau kita meminta general manager itu untuk membangun dan mengelola langsung villa yang rencana kita bangun di pulau lambok?" Felix pada akhirnya memberikan idenya itu kepada Bryan.
Bryan menatap Felix, dia tidak mengerti kenapa Felix memberikan ide itu kepada dirinya.
"Kita akan melihat bagaimana kinerja seorang general manager saat dirinya membangun villa dari awal sampai dengan mengelolanya" kata Felix menjelaskan.
"Kalau kita memberikan hotel yang ada di Italis, general manager di sana mau di taroh kemana? Padahal kinerja dia juga sangat luar biasa bagusnya" lanjut Felix menjelaskan kepada Bryan kenapa dirinya tidak setuju dengan ide Bryan kali ini.
"Makanya gue lebih setuju kalau kita memberikan pekerjaan mulai dari mengelola pembangunan sampai dengan mengelola villa baru itu. Lagian tempatnya juga dekat dari sini" ujar Felix.
Bryan terlihat berpikir sesaat. Bryan benar benar harus mempertimbangkan semuanya terlebih dahulu dengan baik. Dia tidak boleh grasa grusu untuk mengambil keputusan.
"Nah kalau loe mindahin general manager hotel ke hotel lain, terus yang jadi general manager di sini siapa?" tanya felix yang tidak mengerti dengan jalan pikiran Bryan saat ini
"Jadi maksud loe, loe akan menjadikan Andri general manager di hotel ini?" tanya Felix kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Bryan kepada dirinya.
"Ya. Loe udah bacakan curiculum vitae Andri?" tanya Bryan.
Felix mengangguk.
"Sayang orang sepintar dia hanya jadi office boy saja. Masih banyak pekerjaan yang lebih layak untuk dirinya." ujar Bryan.
"Jadi gimana menurut loe?" tanya Bryan yang ingin kepastian dari Felix, apakah dia setuju atau tidak dengan apa yang disampaikan oleh Bryan tadi.
"Kalau gue setuju juga. Tapi apakah dia bisa memimpin, sedangkan selama ini dia hanya menjadi karyawan biasa" lanjut Felix yang ragu dengan keinginan dari Bryan.
__ADS_1
"Loe lihat sendirikan baru beberapa jam kita kenal dengan dia. Dia sudah menunjukkan kualitas dirinya. Gue sangat yakin kalau dia pasti bisa meng-handle hotel ini" kata Bryan yang sangat sangat yakin dengan kemampuan yang dimiliki oleh seorang Andri.
"Oke kalau loe sudah sangat yakin dengan hal itu. Tapi kalau gue boleh saranin. Dia lebih baik di bawa ke pusat saja untuk jadi asisten loe. General manager tetap di hotel ini. Sedangkan untuk hotel kita yang baru kita akan minta salah seorang manager untuk meng-handle di sana" kata Felix memberikan usulan kepada Bryan
"Gue tau kemampuan Andri. Tetapi untuk saat ini kalau dia dari seorang office boy langsung jadi general manager, maka gonjang ganjing di hotel pasti akan ada. Jadi lebih baik di akita bawa ke perusahaan pusat" kata Felix menjelaskan lebih lanjut kepada Bryan.
"Kasihan Andri nya. Akan menjadi bulan bulanan kawannya saja nanti. Dengan kejadian dia melayani kita selama tiga hari." lanjut Felix lagi.
Bryan mendengar semua yang dikatakan oleh Felix kepada dirinya. Memang ada benarnya juga kalau Andri dari seorang office boy langsung naik pangkat menjadi general manager. Memang akan membuat orang orang menjadi tidak suka kepada dirinya. Jadi memang sudah selayaknya Andri di bawa ke pusat sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Felix kepada dirinya.
"Oke kalau begitu. Gue setuju. Kita akan bawa Andri untuk menjadi asisten gue di perusahaan pusat. Terus loe kembali ke perusahaan cabang. Gitukan maksudnya?" kata Bryan sambil menatap tajam ke arah Felix.
Felix menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu. Rencananya terbaca langsung oleh Bryan. Felix memang sudah ingin kembali ke perusahaan cabang. Kerjaan di sana tidak sebanyak kalau dia di perusahaan pusat.
"Tenang Felix. Itu tidak akan terjadi. Loe tetap di perusahaan pusat sebagai wakil CEO. Sedangkan perusahaan cabang, biar dikelola manager di sana" lanjut Bryan menolak keinginan tak terucap dari Felix.
"Yah lah" komentar Felix yang keinginannya tidak terwujud sama sekali
"Sekarang loe bikin surat untuk manager HRD jadi direktur. Kemudian surat perpindahan Andri dari hotel ke kantor pusat" perintah Bryan kepada Felix dan mengulang perintah yang tadi sudah diberikan oleh dirinya.
"Oke sip gue permisi dulu. Balik kamar, istirahat" ujar Felix lagi
"Surat dulu baru istirahat" balas Bryan.
"Haha haha haha haha. Oke oke. Surat dulu baru istirahat" jawab Felix.
Felix kemudian meninggalkan kamar tidur Bryan. Felix kembali ke kamar untuk membuat dua surat yang diminta oleh Bryan.
__ADS_1