Istri Sah Tuan Muda

Istri Sah Tuan Muda
Istri Sah Tuan Muda


__ADS_3

"Aku sangat suka"jawab Bryan.


" suka sekali. Ini modelnya sangat sangat pas saat di pakai aku" lanjut Bryan yang memang berkata jujur. Bryan memang sangat suka potongan kemeja seperti yang dibelikan oleh Julian, terlepas dari berapapun harga dari kemeja tersebut. Bryan tidak ambil pusing dengan harganya.


"Bener?" ujar Julian tidak percaya mendengar apa yang dikatakan oleh Bryan.


Bryan mengangguk. Bryan maju dan memeluk Julian. Bryan tau berapa harga dari kemeja itu, tetapi karena yang membeli adalah Julian dan Bryan sangat tau bagaimana susahnya Julian mencari uang, membuat baju itu menjadi baju yang paling berharga dimiliki oleh Bryan.


"Kita istirahat lagi yuk"


"Aku beneran capek banget. Udah nggak tahan lagi untuk bisa langsung tidur" ucap Bryan yang merasakan badannya bener bener remuk hari ini. Semua pekerjaan perusahaan diselesaikannya hari itu juga.


"Tapi, aku ada sedikit lagi perbaikan. Jadi, kamu istirahat saja duluan" jawab Julian.


"Kenapa nggak dari tadi dikerjakan?" tanya balik Bryan


"Kenapa nggak tadi dikerjakan? Jawabannya hanya satu, tadi sibuk mikirin seseorang yang di luar sana yang belum juga kembali saat dia harus kembali" jawab Julian sambil memonyongkan bibirnya ke arah Bryan.


"Haha haha haha. Maaf" ucap Bryan saat mendengar apa yang menjadi alasan Julian tidak bisa mengerjakan tugas akhirnya tadi saat dirinya sampai di rumah.


"Maaf akan diterima tetapi ada syarat yang harus di penuhi"


Julian sudah memiliki sebuah ide di kepalanya. Dia akan memanfaatkan itu sekarang.


"Apa?" tanya Bryan yang kaget Julian memberikan syarat kepada dirinya. Suatu hal yang tidak pernah terjadi selama ini.


"Yang ngerjain tugas akhir aku adalah kamu." jawab Julian dengan santainya.


Mata Bryan langsung melotot saat mendengar apa yang dikatakan oleh Julian sebentar ini. Dia tidak menyangka kalau Julian akan meminta dirinya menyelesaikan tugas akhir Julian yang masih memerlukan perbaikan di beberapa bagian.


"Hay Tuan Muda, jangan pake melotot segala. Penyebab aku tidak kerjain tugas akhir kan kamu, jadi, kamu harus tanggung jawab" ujar Julian memberikan alasan kepada Bryan kenapa harus Bryan yang menyelesaikan tugas akhir Julian itu.


"Hem, Anda sudah bermain adil Nyonya muda" komentar Bryan saat Julian sudah bisa bersikap lebih luwes dengan dirinya.


"Saya belajar dari Anda Tuan Muda" jawab Julian sambil tersenyum.


"Hem baiklah, akan saya tolong Anda Nyonya muda" jawab Bryan.


"Tapi tolong hanger baju ini ya, besok mau langsung aku pake ke kantor" pinta Bryan sambil memberikan baju hadiah dari Julian.


Julian menggantung baju milik Bryan. Setelah itu mereka berdua pergi menuju ruang tengah untuk mengerjakan tugas akhir Julian.

__ADS_1


"Kamu mau minum apa?" tanya Julian


"Teh hijau saja" jawab Bryan yang paling suka menikmati teh hijau saat malam hari.


"Siap Tuan Muda yang paling tampan dan baik hati" puji Julian sambil menahan tawanya yang hampir meledak.


"Iya Nona muda yang paling bisa kalau ada maunya" jawab Bryan yang tidak mau kalah.


Julian pergi ke dapur untuk membuatkan minuman yang diminta oleh Bryan.


Sedangkan Bryan mulai mengerjakan tugas akhir milik Julian, pada bagian bagian yang sudah di tandai oleh Julian.


Bryan asik mengetik di laptop tua milik Julian itu. Terkadang Bryan harus menunggu lama saat hasil ketikannya terlambat muncul di layar laptop Julian.


"Kamu maklumlah sedikit dengan laptop itu. Itu laptop udah lama banget usianya. Malahan kalau kamu tau gimana perjuangan aku mendapatkan laptop itu, kamu pasti akan bersedih" ujar Julian yang mengingat masa masa dirinya mengumpulkan uang untuk membeli laptop jadul yang dijual murah tersebut.


"Aku tau dan aku paham" jawab Bryan yang tidak ingin mendengar kisah sedih di balik perjuangan Julian bisa membeli laptop miliknya itu.


Bryan melanjutkan pekerjaannya. Dia berusaha untuk selesai lebih cepat karena sudah sangat mengantuk. Bryan sebenarnya bisa pergi siang dari rumah, tetapi dia takut nanti Julian akan banyak tanya saat melihat dirinya masih tidur di rumah.


Tepat pukul dua belas malam tugas akhir Julian selesai disiapkan oleh Bryan. "Selesai" ucap Bryan dengan semangat.


"Serius? Cepat kali" ujar Julian kaget saat mendengar Bryan mengatakan kalau dirinya sudah selesai menyiapkan tugas akhir Julian.


"Kalau dapat acc besok, kapan kamu sidang terbukanya?" tanya Bryan.


"Palingan dalam minggu satu lagi. Kenapa?" tanya Julian sambil berdiri dari duduknya.


"Nggak ada. Pengen tau aja" jawab Bryan santai. Bryan sudah ada rencana sendiri dalam kepalanya saat ini.


Mereka berdua kemudian masuk ke dalam kamar untuk beristirahat. Sepasang suami istri yang sudah mengalami kemajuan yang sangat pesat itu, langsung tertidur lelap saat kepala mereka menyentuh bantal, badan dan juga pikiran mereka sama sama letih sehabis melakukan kegiatan yang sangat banyak di luar sana.


.............................................................


"Kamu sudah selesai sayang?" tanya Bryan saat dirinya sudah memasang sepatu dan menunggu Julian di teras sederhana yang terlihat sangat cantik karena bunga bunga indah yang ditanam oleh Julian.


"Sudah" jawab Julian sambil menyandang tas ransel miliknya. Tas yang cukup berat karena isi di dalamnya luar biasa lengkap.


"Kita berangkat sekarang?" tanya Bryan lagi.


"Yup."

__ADS_1


"Eh ada yang lupa, emang angkot kita sama?" tanya Julian yang heran kenapa Bryan mengajak sama mereka berangkat.


"Tenang saja. Kali ini kita pakai supir pribadi" jawab Bryan dengan santai.


Julian menatap Bryan sambil mengerutkan keningnya. Dia sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Bryan.


"Ya, tuh supir pribadi kita datang" ujar Bryan menunjuk sebuah mobil sport keluaran terbaru sudah terparkir di depan rumah mereka berdua.


"Siapa itu?" Julian tidak mengenali mobil yang parkir di depan rumahnya.


Saat itulah seorang pria yang dikenal oleh Julian keluar dari dalam mobil sport tersebut.


"Kamu kenal?" tanya Bryan.


Julian mengangguk.


"Pagi Bryan, pagi Julian" sapa Kevin kepada Tuan dan Nona mudanya itu.


"Pagi Kevin. Sudah sarapan?" tanya Julian dengan ramah kepada salah satu sahabat suaminya itu.


"Sudah. Kita berangkat sekarang Bryan?" tanya Kevin.


Bryan ada meeting penting pagi ini. Makanya Kevin mengajak mereka berdua untuk langsung jalan dari kontrakan Julian.


"Sip"


Bryan dan Julian masuk ke dalam mobil. Bryan duduk di sebelah Kevin. Sedangkan Julian duduk sendirian di kursi penumpang. Mobil bergerak menuju kampus Julian.


"Makasi Kevin" ujar Julian.


"Aku turun duluan ya" kata Julian kepada Bryan.


"Semoga sukses, biar ada kado kedua" balas Bryan sambil tersenyum.


"Haha haha. Bisa ada kado kedua, tetapi kita nggak makan satu minggu" jawab Julian sambil tersenyum kepada suaminya itu.


"Batal ding" jawab Bryan.


"Kamu pulang jam delapan malam kan? Tunggu aku di swalayan. Aku akan jemput" Kata Bryan yang sekali lagi mengagetkan Julian.


Ini adalah kali pertama Bryan menawarkan diri untuk menjemput Julian pulang dari kerjanya.

__ADS_1


"Oke. Aku tunggu" jawab Julian.


Setelah Julian turun dari dalam mobil. Mobil bergerak meninggalkan kampus Julian. Kevin mengarahkan mobil menuju perusahaan Witama Grub.


__ADS_2