
"Sayang bangun sayang udah mau subuh. Katanya mau berangkat pagi " kata Julian sambil menggoyang goyangkan badan Bryan yang masih dalam posisi lelap tertidur.
Bryan masih saja tidak bangun. Dia masih memejamkan matanya dengan sangat rapat sekali, seperti mata yang di lem dengan lem setan. Kesabaran seorang Julian benar benar di uji oleh Bryan sekarang ini.
"Sayang bangun. Jangan banyak drama di pagi hari sayang. Aku males ada drama nggak penting seperti ini sayang. Hari masih pagi baru, apalagi kamu mau pergi selama tiga hari sayang" ujar Julian lagi yang mengomel karena keisengan Bryan yang tidak mau bangun dari tidurnya.
"sayang ayolah bangun sayang. susah banget coba untuk bangunin kamu. padahal kamu biasanya paling gampang bangunnya" ujar Julian yang sudah mulai bosan untuk membangunkan Bryan yang masih terlelap tidur tersebut.
Julian kemudian berdiri di samping Bryan. Bryan yang sadar dengan posisi Julian sekarang, meraih tangan Julian dan membawa badan Julian untuk rebah di atas tubuhnya.
"Au" teriak Julian kaget mendapatkan serangan seperti itu dari Bryan. Julian tidak menyangka kalau dia akan ditarik oleh Bryan dari posisinya berdiri.
"Sayang, kamu main tarik saja" protes Julian yang tidak Terima Bryan main tarik tangan saja.
"Hust jangan berisik. Aku sedang menikmati wangi dirimu sayang" kata Bryan yang tidak mau Julian komplen kepada dirinya.
Bryan semakin erat memeluk Julian, dia sama sekali tidak memiliki keinginan untuk melepaskan Julian dari pelukannya. Dia benar benar tidak ingin melepaskan pelukan istrinya itu. Pelukan hangat dan penuh kasih sayang yang diberikan oleh Bryan kepada Julian. Tiba tiba sebuah ide muncul di kepala Bryan.
"mana ada orang baru bangun tidur wangi apalagi belum mandi. Kamu ngadi ngadi aja sayang" ujar Julian yang tidak menerima alasan dari Bryan yang mengatakan kalau dia sangat wangi.
"serius kamu wangi" jawab Bryan.
"ya ya ya ya terserah, mau wangi mau ngapain. terpenting sekarang bangun. kamu harus mandi" ucap Julian yang tetap memaksa Bryan untuk bangun dari tidurnya kemudian mandi.
Julian mengangkat kepalanya dari dada bidang Bryan. Dada yang selalu memeluk hangat Julian di saat Julian merasakan kesedihan dan rasa rasa yang lainnya. Bryan yang melihat kesempatan indah itu langsung saja memajukan kepalanya. Bryan tanpa berpikir panjang langsung ******* bibir indah Julian. Dia benar benar kangen dengan bibir indah itu.
Julian yang mendapatkan serangan tanpa di duga itu hanya bisa mengikuti ritme yang dimainkan oleh Bryan. Julian tidak bisa menolak kuasa yang diberikan oleh Bryan atas dirinya. Dia hanya bisa menikmati sebisanya saja lagi, apa yang ditunjukkan oleh Bryan kepada dirinya.
"Sayang" panggil Julian dengan nada yang sudah dimengerti oleh Bryan. Nada inilah yang diharapkan oleh Bryan keluar dari mulut Julian.
"Apa?" tanya Bryan sambil menggoda Julian dengan caranya sendiri.
"Aku beneran beneran beneran" ujar Julian yang nggak bisa menyelesaikan apa yang akan dikatakan oleh dirinya kepada Bryan.
__ADS_1
"Pengen apa?" tanya Bryan dengan iseng kepada Julian.
"Pengen kamu sayang" jawab Julian yang sudah kehilangan akal sehatnya itu.
"Lakukan saja sayang. Aku di sini tidak kemana mana" jawab Bryan lagi sambil tersenyum ke arah istrinya yang terlihat semakin cantik setiap hari itu.
Julian mulai melakukan aksinya. Dia benar benar sudah tidak bisa lagi mengendalikan dirinya sendiri. Dia benar benar ingin menikmati apa yang ada di hadapannya sekarang ini. Bryan sangat menarik bagi dirinya sekarang.
"Sayang ayolah" ujar Julian dengan suara beratnya.
"Aku kan nggak kemana mana sayang. Aku di sini saja. Ayolah kemana?" kaya Bryan lagi.
"Jangan banyak gaya sayang. Kalau kamu memang nggak mau ya sudah" ujar Julian yang sudah kesal dengan gaya Bryan sok sok banyak pertanyaan kepada dirinya.
"Jangan marah" ujar Bryan yang tau kalau Julian sudah sangat kesal sekali sekarang ini.
Bryan kemudian memeluk Julian dengan sangat erat. Dia mengarahkan Julian untuk telentang di atas ranjang yang sekarang sedang dingin dan sebentar lagi akan berubah menjadi sangat hangat sekali. Bryan akan melakukan hal yang terbaik untuk Julian. Suatu hal yang tidak akan bisa dilupakan oleh Julian selama Bryan pergi ke luar kota untuk tiga hari ke depan
"Sayang, aku kangen" ujar Bryan dengan suara seraknya.
"Sayang, apa boleh untuk melakukannya?" tanya Bryan dengan sangat lembut sekali.
Julian menganggukkan kepalanya. Dia juga sudah sangat ingin merasakan apa yang seharusnya dirasakannya saat ini.
Bryan mulai memainkan ritmenya kembali. Semua gerakan di atur sedemikian rupa. Julian menikmati semua permainan yang dilakukan oleh Bryan kepada dirinya. Dia luar biasa menikmati semuanya.
"Sayang, ayo masuk" ujar Julian yang sudah tidak bisa menahan lagi rasa yang sudah ingin dipenuhi oleh Bryan itu.
"Dia datang sayang" ujar Bryan.
Bryan menanamkan sesuatu yang sudah sangat dirindui oleh Julian kembali, padahal baru semalam Julian bertemu dengan sesuatu dalam waktu yang cukup lama, permainan setengah jam mereka lalui semalam. Ternyata walaupun sudah setengah jam, Julian masih belum merasa puas, akhirnya Julian meminta kembali pagi ini.
Bryan dan Julian bergerak seirama. Mereka berdua benar benar menikmati permainan pagi itu. Beberapa kali Julian berteriak karena kesenangan menerima serangan serangan dari Bryan. Serangan serangan dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
"Sayang bisa dicepatin sayang, aku benar benar tidak tahan lagi. Cepatin sayang, biar aku bisa terbang melayang" ujar Julian yang sudah tidak bisa mengontrol apa yang dikatakannya kepada Bryan.
"Kamu beneran udah nggak tahan lagi sayang?" tanya Bryan
"Sudah nggak bisa lagi sayang. Aku benar benar sudah nggak kuat, ayo kita lepasin sayang" kata Julian yang sudah tidak kuat lagi menahan sesuatu yang akan keluar di bawah sana. Sesuatu yang benar benar tidak bisa dikendalikan oleh Julian untuk dikeluarkan.
"Kita keluar bareng ya sayang. Aku juga udah nggak tahan" kata Bryan yang memutuskan untuk mengeluarkan sesuatu yang sudah sangat mendesak itu.
Bryan mempercepat ritme permainannya, berbagai hal dilakukan oleh Bryan supaya Julian juga sama sama keluar dengan dirinya. Bryan bukan tipe laki laki egois yang hanya mementingkan dirinya sendiri saja. Bryan pasti akan memberikan permainan dan rasa yang terbaik untuk Julian setiap kali mereka melakukannya
"Ah sampe" ujar Julian terpekik hebat saat sesuatu itu keluar dari sana.
"Enak sayang? " Tanya Bryan kepada Julian.
"Sangat enak sayang. Makasi banyak. Sangat enak sekali" kata Julian sambil tersenyum dan membelai pipi Bryan dengan penuh kasih sayang.
Julian melihat jam yang ada di dinding kamar. Jarum jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi.
"Sayang kita telat" ujar Julian terpekik saat melihat ke arah jam dinding kamar
"Haha haha haha. Kamu yang telat sayang. Kalau aku mah tidak" jawab Bryan dengan santainya.
"Ya lah. Kamu kan sedang keluar kita. Aku mana ada" jawab Julian.
Julian langsung berdiri dari posisi tidurnya. Dia dengan tubuh tanpa dibalut sehelai benang pun berjalan menuju kamar mandi. Bryan menikmati pemandangan indah itu
"Hay jangan di pelototin gitu. Kan udah menikmati tadi" kata Julian dengan santainya melarang Bryan untuk melihat sesuatu yang tidak boleh dilihatnya.
"Haha haha haha. Lain lihat lain rasakan sayang" jawab Bryan dengan santai.
"Dasar. Omeshe" kata Julian lagi.
Bryan yang tidak tahan melihat Julian yang tanpa sehelai benang itu masuk ke dalam kamar mandi akhirnya memilih untuk masuk juga.
__ADS_1
Julian yang melihat hal Bryan ikut masuk ke dalam kamar mandi, sudah bisa membayangkan apa yang akan terjadi berikutnya. Julian sudah bisa memastikan kalau mereka akan kembali bertempur. Julian dan Bryan sama sama tidak ada capeknya kalau berurusan dengan hal itu.