Istri Sah Tuan Muda

Istri Sah Tuan Muda
Istri Sah Tuan Muda #122


__ADS_3

"Felix bisa langsung ke kamar saya nanti? Terus bawa semua dokumen dokumen yang saya minta untuk dilengkapi" kata Bryan memberikan perintah kepada Felix untuk membawa semua dokumen yang diperintahkan oleh Bryan untuk di cari oleh Felix tadi pagi.


"Oke. Saya cetak dulu nanti saat sampai di hotel" jawab Felix.


Andri yang tidak ada urusan di dalam hal itu hanya menjadi pendengar yang baik saja. Dia sama sekali tidak berminat untuk mengomentari apa yang dibicarakan oleh pimpinannya itu.


Setelah berkendara satu jam lebih karena jarak yang lumayan jauh dari tempat makan siang mereka tadi dengan hotel tempat mereka menginap, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Andri berbelok masuk ke dalam pekarangan hotel. Andri memberhentikan mobil tepat di depan pintu masuk lobby hotel mewah itu.


Seorang vallet membukakan pintu untuk tamu hotel mereka tersebut. Setelah Bryan dan Felix turun dari dalam mobil, Andri kemudian mengemudikan mobil menuju tempat parkir yang ada di bestman hotel.


Bryan dan Felix berjalan menuju lift. Mereka akan langsung menuju kamar yang berada di lantai paling atas hotel mewah tersebut.


"Tumben manager tidak menyambut kita berdua?" tanya Felix yang sudah melonggarkan dasinya.


Begitu juga dengan Bryan yang sudah melonggarkan dasi dan membuka kancing jas yang di pakainya itu.


"Sepertinya dia sudah mengetahui kesalahannya" jawab Bryan dengan santai.


"Apa yang akan kamu lakukan kepada manager itu?" tanya balik Felix kepada Bryan.


"Kita lihat saja nanti. Setelah baca semua dokumen yang gue minta tadi" jawab Bryan yang belum bisa memutuskan apa apa kalau belum membaca dokumen yang terkait dengan permasalahan tersebut.


"Oke. Gue akan langsung print saat sampai di kamar semua dokumennya" Jawab Felix yang tidak ingin menunda nunda Bryan mengambil keputusan.

__ADS_1


Satu sisi Felix ingin cepat kembali ke ibu kota. Urusan Felix di sana masih banyak yang harus di selesaikan, apalagi sekarang ada lagi permasalahan baru yang harus diselesaikan oleh Felix secepatnya.


Mereka berdua kemudian masuk ke dalam kamar masing masing. Bryan memilih untuk membersihkan badannya. Sedangkan Felix mencetak dokumen yang diminta Bryan. Selesai mencetak semua dokumen barulah Felix akan membersihkan badannya dan pergi ke kamar Bryan.


"Oke selesai" kata Felix melihat semua dokumen yang sudah di cetaknya dan disusun rapi di atas meja kerja itu.


Felix mengambil handuk dan berjalan ke kamar mandi. Dia akan membersihkan tubuhnya terlebih dahulu baru setelah itu Felix akan menuju kamar Bryan.


Felix mengambil semua dokumen yang sudah disusunnya di atas meja. Dia kemudian berjalan keluar dari dalam kamar menuju kamar Bryan yang letaknya pas di samping kamar Felix.


Tok tok tok. Felix mengetuk pintu kamar Bryan. Bryan yang sedang berada di dalam kamar dan tidak sedang melakukan kegiatan apa apa membukakan pintu untuk Felix.


"Masuk" ujar Bryan sambil menekan tombol pembuka pintu otomatis yang ada di dekat speaker yang ada di dinding kamar.


"Gimana apa sudah bawa semua bukti Felix?" tanya Bryan yang sudah tidak sabar lagi untuk melihat bukti bukti yang dibawa oleh Felix ke hadapannya saat ini.


"Sudah, semua sudah ada di dalam map ini" jawab Felix.


Felix kemudian menaruh map map yang dibawanya ke atas meja yang ada di depan sofa. Felix membagi map itu menjadi tiga bagian. Satu bagian dokumen yang berisi tentang manager HRD yang akan menjadi direktur di perusahaan cabang pulau Balis, dokumen kedua berisi tentang sepak terjang general manager hotel cabang pulau Balis, dan dokumen ketiga berisi tentang profil Andri.


"Mulai dari yang mana dulu?" tanya Felix meminta arahan dari Bryan.


"Dari manager HRD dulu. Itu yang paling gawat darurat sekarang dan harus segera diumumkan besok paling lambat" kata Bryan memberikan alasan kenapa harus tentang manager HRD yang akan dibahas untuk pertama kalinya.

__ADS_1


Felix mengambil dokumen yang berisi tentang manager HRD. Manager yang dipertimbangkan untuk menjadi direktur perusahaan. Felix kemudian memberikan dokumen hasil laporan dari staff Felix kepada Bryan. Bryan kemudian membaca isi dokumen dokumen itu dengan sangat hati hati dan penuh konsentrasi penuh. Bryan tidak ingin salah mengambil keputusan dan membuat perusahaan kembali merugi lagi.


"Menurut loe gimana Felix?" tanya Bryan setelah selesai membaca dokumen itu.


Bryan ingin mendengar pandangan dari Felix sebelum dia mengambil keputusan untuk menjadikan atau membatalkan manager HRD menjadi direktur perusahaan cabang pulau Balis.


"Kalau menurut gue ya, setelah gue membaca semua hasil riset, baik dari segi pendidikan, pengalaman serta sumbangsih manager HRD selama bekerja di perusahaan, gue kira dia layak untuk promosi" jawab Felix setelah mempertimbangkan bukti bukti yang didapatkan oleh dirinya dari orang orang kepercayaan yang akan selalu siap mencari bukti bukti yang diminta oleh Felix.


"Istilahnya nggak ada alasan bagi kita untuk tidak mempromosikan dia menjadi direktur perusahaan." lanjut Felix yang terlihat sangat setuju sekali kalau manager HRD itu dijadikan sebagai direktur di perusahaan cabang pulau Balis.


Bryan mendengar semua yang dikatakan oleh Felix. Dia setuju dengan semua hal yang dikatakan Felix kepada dirinya. Apa yang dikatakan oleh Felix tergambar jelas dan sangat sesuai dengan dokumen yang sudah dibaca oleh Bryan tadi.


"jadi loe yakin kalau dia memang yang terbaik untuk menjadi direktur di perusahaan? Nggak ada yang lain?" tanya Bryan berusaha menggoyahkan pendapat dari Felix.


"Nggak menurut gue memang dia yang paling pas untuk memimpin perusahaan ke depannya. Nggak ada yang lain"


"loe kan bisa lihat sewaktu meeting kemaren Banyak yang merasa dicurangi, tetapi karena takut dengan direktur, mereka tidak mau ngomong, beda dengan manager HRD, dia sama sekali tidak memikirkan hal itu. Sehingga membuat dia berani untuk speak up" lanjut Felix memberikan alasan alasan untuk memperkuat apa yang dikatakannya tadi


"Hem Oke. Kita akan umumkan besok kalau manager HRD akan dipromosikan menjadi direktur mulai besok pagi" jawab Bryan yang sudah langsung memutuskan kalau manager HRD akan menjadi direktur yang baru.


"Loe siapin semua dokumen pendukungnya, jadi besok tinggal tanda tangan saja lagi" Bryan memberikan perintah selanjutnya kepada Felix.


Felix mengangguk setuju dengan perintah yang diberikan oleh Bryan kepada dirinya. Dia akan langsung eksekusi nanti setelah pertemuannya dengan Bryan selesai. Felix sangat yakin kalau bukan satu ini saja surat yang akan dibuatnya. Akan ada lagi surat surat yang lain yang harus disiapkan oleh Felix selanjutnya

__ADS_1


__ADS_2