Istri Sah Tuan Muda

Istri Sah Tuan Muda
Istri Sah Tuan Muda #114


__ADS_3

" Huft nyesel gue masuk sini. Mending nggak tadi lagi. Malahan masuk ke kamar ini bikin gue tambah takut" Ujar general manager dengan nada kesal.


General manager beranggapan kalau dia masuk ke kamar Felix maka dia akan diberikan sebuah pencerahan oleh Felix untuk menghadapi Bryan yang tidak bisa dibangunkan itu, tetapi nyatanya yang didapatkan oleh general manager adalah sebuah ledekan dari Felix karena general manager tidak berhasil membangunkan Bryan. Padahal dirinya sudah terlalu lelah mengetuk pintu kamar Bryan.


"Makin seteres masuk kamar sini. Nyesel asli nyesel gue kenapa juga gue masuk ke kamar ini tadi. Bukannya malah bikin hati dan pikiran gue tenang, eh malah semakin membuat gue gila. Bener bener lah ne orang. Banyak yang sakit jiwa. " Ujar general manager mengumpat sambil meninggalkan kamar Felix.


"Haha haha haha haha. Dia mengumpat dengan kata kata seperti itu, apa dia tidak tau berapa se pengaruhnya gue untuk Bryan" Felix tertawa ngakak mendengar umpatan dari general manager. Umpatan yang sebenarnya bisa bikin nasip general manager itu semakin di ujung tanduk kalau saja Felix mengatakan semua yang dikatakan oleh general manager itu tadi di hadapan Felix.


"orang kalau sudah salah memang tidak mengerti apa yang dikatakan oleh dirinya. bener bener aneh" lanjut Felix lagi.


Felix sangat senang melihat ekspresi kesal dari general. Manager itu benar benar telah dengan sengaja mengundang kemarahan seorang Bryan, walaupun manager tidak menyadarinya.


"Ada ada aja drama drama yang harus dilihat di pagi hari. Bener bener manusia manusia unik yang ada di sini sekarang" ucap Felix sambil geleng geleng kepala melihat tingkah absurd dari seorang general manager yang tidak masuk di akal Felix tadi.


"Tapi sekali sekali mengerjai orang yang suka ambil muka itu memang asik. General menegar gue yakin, loe nggak akan lama duduk di posisi sekarang ini" Lanjut Felix mengomentari nasib dari general manager tersebut.


"dengan gaya loe seperti itu kepada Bryan akan membuat Bryan semakin yakin ada hal aneh aneh di hotelnya ini. Anda salah mengambil sikap dan tindakan general manager" ucap Felix selanjutnya. Felix bener bener kesal dengan apa yang dikatakan oleh general manager sebentar ini. dia tidak menyangka akan mendengarkan hal itu dari seorang general manager yang seharusnya bahasa yang dikeluarkan adalah bahasa bahasa yang baik baik saja walaupun dalam keadaan sekesal apapun itu.


Felix kemudian melanjutkan untuk memasang dasinya, dia sudah terlihat sangat keren dan tampan sekarang ini. Jas dan celana warna navy gelap di tambah dengan memakai kemeja putih di bagian dalam membuat penampilan dari seorang Felix semakin keren dan gagah.


"Selesai. Sempurna mari eksekusi" Ujar Felix yang sudah tidak sabaran lagi untuk melihat wajah wajah mereka yang sudah dengan berani berkhianat kepada witama grub.


Felix mengambil tas kerjanya. Dia sudah memasukkan semua bahan bahan yang akan ditampilkan nanti saat meeting terbuka itu berlangsung. Semua bukti sudah di simpan Felix di dalam laptop itu. Bukti bukti yang baru dilengkapi oleh dirinya tadi malam, sehingga semuanya sudah bisa langsung diungkap dan orang orang itu tidak bisa mengelak lagi dari tuduhan yang diberikan Bryan kepada merka nanti saat meeting.


"Oke siap berangkat. Kita harus memberikan pelajaran bagi orang orang yang telah mengambil yang bukan haknya itu. Mereka harus tau sudah berhadapan dengan siapa sekarang." ujar Felix dengan semangatnya. Dia sangat yakin kalau kali ini dia dan Bryan akan ke perusahaan. Dia sudah tau kalau Bryan sudah bangun dari tadi.


Vian lah orangnya yang sudah mengatakan kepada Felix kalau Bryan sudah bangun dari tadi. Sama dengan kemaren, vian jugalah yang memberitahukan kepada Felix kalau Bryan sudah bangun dari pagi tetapi tidur lagi karena merasa masih ada waktu dua jam untuk beristirahat, dan ternyata oh ternyata Bryan kebablasan sampai siang, sehingga hal itulah yang membuat Felix menjadi marah. Ternyata kemarahannya mendatangkan sebuah musibah, Felix harus bekerja keras saat foto Bryan yang duduk di angkringan masuk ke sosial media.


Felix melihat kalau general manager masih berada di depan pintu kamar Bryan. General manager telihat sangat kelelahan karena sudah berkali kali dirinya mengetuk pintu kamar Bryan.


"Sudah sana pergi, biar saya saja yang membangunkan, kamu tidak akan berhasil membangunkan tuan muda" ujar Felix meminta kepada general manager untuk kembali saja ke tempat dia bekerja.


"Tapi tuan Felix, saya tetap harus membangunkan tuan muda sesuai pesan dan perintah dari tuan muda" ujar general manager yang tidak ingin menerima hukuman karena Bryan merasa kalau dia tidak dibangunkan oleh general manager itu.

__ADS_1


"Serahkan saja sama saya. Kamu tidak percaya saya?" ujar Felix bertanya kepada general manager tersebut.


"Saya percaya dengan tuan Felix. Tapi apa tuan muda Bryan mau mendengar apa yang tuan Felix katakan? Saya takutnya nantinya tidak tuan" lanjut general manager mengatakan ketakutannya kepada Felix.


"Tenang saja itu tidak akan terjadi, aku akan pastikan kalau Bryan mengetahui kalau kamu sudah berkali kali mengetuk pintu kamarnya" janji Felix kepada general manager itu.


"Sekarang kamu ke bawah silahkan urus pekerjaan kamu lagi. Sudah cukup kamu membuang buang waktu kamu untuk membangunkan orang yang sudah bangun dari tadi" kata Felix yang pada akhirnya memilih untuk mengatakan kalau Bryan sudah bangun sedari tadi kepada general manager itu.


"Terus kenapa Tuan Muda tidak membuka pintunya?" Tanya general manager.


"Itulah tuan muda. Dia tidak suka melihat pejabat atau dewan direksi atau siapapun itu menjilat kepada dirinya. Makanya kamu dikerjain untuk membangunkan dirinya" ujar Felix menjawab dan memberikan alasan kepada general manager kenapa Bryan tidak membukakan pintu sekalipun dia sudah terbangun sejak tadi.


General manager melongo mendengar apa yang dikatakan oleh Felix kepada dirinya. Dia tidak menyangka kalau tuan muda mereka sudah bangun terlebih dahulu dan sengaja mengerjai dia untuk mebangunkannya. Sebuah pekerjaan yang sangat disesalkan oleh general manager.


Felix yang masih melihat keberadaan dari general manager dan melihat general manager yang tidak juga beranjak dari posisinya membuat Felix menjadi setengah emosi saat ini.


"Kamu tau kan kalau ponsel memiliki alarm?" Ujar Felix bertanya pertanyaan yang tidak perlu di jawab oleh general manager.


Apa yang dikatakan oleh Felix membuat general manager menjadi semakin takut. Dia memang sudah melakukan hal hal yang tidak pantas untuk dilakukan oleh dirinya saat melayani tuan muda itu. General manager tidak menyangka kalau pelayanan nya yang berlebihan itu membuat tuan muda menjadi marah sekali.


"Baiklah tuan Felix saya akan kembali bekerja" ujar general manager.


General manager kembali menuju ruang kerjanya. Dia benar benar dibuat malu oleh Felix saat ini. Felix sudah mengatakan kalau dirinya merupakan seseorang yang suka menjilat atau mengambil muka kepada bos besarnya itu.


"Gue akan Terima semua konsekuensinya" jawab general manager.


Felix setelah memastikan kalau general manager sudah pergi dari lantai kamar Bryan, dia langsung mengetuk pintu kamar Bryan.


"Bryan buka ini gue. Kita berangkat sudah setengah tujuh" ujar Felix setelah mengetuk pintu kamar Bryan.


Ternyata Bryan sudah dari tadi siap. Dia sedang duduk santai di sebuah sofa sambil membaca berita dari tablet yang di pegangnya itu.


"Oke mari berangkat" ujar Bryan sambil membawa tablet kecilnya.

__ADS_1


"Loe udah dari tadi bagun?" Tanya Felix sambil melihat ke arah julian yang sudah sangat rapi.


"Ya begitulah, sudah dari tadi." Jawab Bryan dengan santai.


"Bener dugaan gue ternyata" Sambar Felix yang sudah bisa membayangkan apa yang terjadi antara Bryan dengan general manager hotel itu.


"Apanya yang dugaan loe bener itu?" Tanya Bryan kepada Felix.


"General manager" Jawab Felix.


"Haha haha haha. Ya begitulah. Loe tau kan gue gimana" Ujar Bryan yang mengakui apa yang telah dilakukannya kepada general manager sama dengan apa yang ada di dalam pikiran Felix.


"makanya gue heran kenapa loe minta dibangunkan langsung oleh general manager. padahal loe punya ponsel yang bisa stel alarm" ujar Felix selanjutnya


"jadi dia bener bener bangunin gue?" tanya Bryan tanpa rasa bersalah sedikitpun karena sudah mengerjai manager itu.


"dua jam ada dia bangunin elo. gue aja sampai tertawa. apalagi saat dia kesal di kamar gue gara gara loe nggak bangun bangun. dia ngatain kita berdua gila" ujar Felix yang pada akhirnya mengatakan apa yang dikatakan oleh general manager itu saat emosi kepada Bryan.


"wow besar juga nyali dia. gue penasaran siapa bekingan dia di belakang, sampai sampai dia seberani itu mengatakan kita berdua gila" jawab Bryan yang penasaran dengan general manager tersebut.


"atau dia nggak tau kali ya loe berpengaruh banget di perusahaan ini?" tanya Bryan kepada Felix sahabat sekaligus orang kepercayaan dan merupakan pemilik saham yang ada di perusahaan witama grub.


"bisa jadi. mungkin dia mengira gue hanya asisten loe doang" jawab Felix yang memperkirakan apa yang ada di dalam pikiran general manager itu.


"haha haha haha. akan semakin selamat dia besok" jawab Bryan dengan tenang.


"Loe audit keuangan hotel. Gue curiga" Perintah Bryan kepada Felix saat itu juga.


"Oke sip. Pulang dari perusahaan gue akan mendatangi orang kepercayaan gue yang ada di hotel ini. Kita akan dapatkan semuanya" Jawab Felix yang sudah bisa membayangkan nasib general manager kalau kecurigaan dari seorang Bryan memang benar adanya.


"Kita sarapan dulu, setelah itu baru ke perusahaan. Gue laper banget" Kata Bryan selanjutnya.


Bryan dan Felix dua pria tampan yang sangat berpengaruh di perusahaan witama grub baik perusahaan utama maupun perusahaan cabang berjalan masuk dengan gagahnya ke dalam area restoran. mereka berdua tidak memanfaatkan pelayanan VVIP yah seharusnya mereka Terima saat menginap di hotel itu.

__ADS_1


__ADS_2