Istri Sah Tuan Muda

Istri Sah Tuan Muda
Istri Sah Tuan Muda #120


__ADS_3

"Felix jangan lupa apa yang saya minta tadi siang. Tidak ada pakai kata terlambat untuk memberikan apa yang saya minta" ujar Bryan yang tidak ingin Felix melupakan semua tagihan yang sudah diminta Bryan kepada dirinya untuk dikerjakan secepat yang Felix bisa.


"Aman tenang saja. Nanti saat kita sudah sampai di hotel, saya akan cetak apa yang Anda minta tadi tuan muda. Kalau masalah segampang itu tidak ada kata telat dalam kamus Felix" jawab Felix yang sudah menyelesaikan semua pekerjaan yang diberikan oleh Bryan kepada dirinya.


Felix bukan tipe seseorang karyawan yang menunda nunda pekerjaan. Dia saat mendapatkan pekerjaan dar Bryan yang untuk melacak identitas seseorang, maka Felix akan langsung memberikan kepada anggotanya yang lain untuk mengerjakan pekerjaan tersebut. Sehingga dia akan dengan cepat memberikan laporan atau hasil dari pekerjaan yang diminta Bryan.


Andri membelokkan mobil untuk masuk ke halaman warung makan bebek betutu yang luas tersebut. Terlihat beberapa mobil dan motor terparkir rapi di depan warung yang sangat asri dan menghijau. Warung tersebut semakin terlihat wah karena dikelilingi sawah yang sudah menghijau. Belum lagi pohon pohon buah yang banyak di tanam di dalam drum drum, sehingga menambah indah dan asri tempat tersebut.


"Kita mau makan dimana Tuan muda? Rumah makan yang satu ini menyediakan banyak spot untuk tempat kita bisa menikmati makanan yang sudah kita pesan" tanya Andri kepada Bryan, mempromosikan dimana saja bisa mereka makan di warung itu.


"Emang selain di warung sama di yang tengah tengah sawah itu, ada tempat lainnya juga?" tanya Bryan yang sebenarnya ingin makan di saung saung yang ada di tengah sawah itu.


Bryan sudah bisa membayangkan makan makanan yang hangat hangat di temani semilir angin dari hamparan sawah dan bukit bukit yang mengelilingi tempat indak dan eksotik itu.


"Ada lagi tuan muda. Di bawah sana ada aliran sungai kecil. Di sana mereka juga menaruh kursi dan meja untuk makan." jawab Andri mengatakan satu tempat yang lebih bagus lagi untuk tempat mereka makan siang.


"Kemudian di sana juga bisa Hamparan rumput yang hijau di bawah pohon pohon buah. Kita juga bisa makan di sana. Terserah tuan muda mau milih makan dimana" kata Andri menjelaskan kepada Bryan dimana saja apot spot tempat mereka bisa menikmati hidangan yang mereka pesan.


Bryan melihat ke arah Felix. Bryan meminta pendapat Felix dari empat tempat yang disediakan oleh warung makan itu.


"tempat ini beneran keren. nggak hanya makanan dan minuman saja yang bisa milih sesuai keinginan konsumen. Tempat makannya pun bisa milih tergantung konsumen nyamannya dimana" ujar Felix lagi sambil memuji kehebatan dari pemilik tempat makan tersebut. Pemilik tempat makan itu benar benar memiliki berjuta juta ide dalam pemikirannya.


"jadi mau makan dimana?" tanya Bryan kepada Felix.


Bryan tidak mau memutuskan sendiri dimana mereka mau makan. Bagi Bryan ide Felix juga boleh dipertimbangkan untuk tempat makan mereka nantinya. Jadi saat tidak asik maka Felix bisa disalahkan oleh Bryan karena sudah menentukan pilihan (niat yang kurang baik dari seorang Bryan)


"Sungai" jawab Felix yang ingin makan sambil kakinya berendam di dalam air sungai yang mengalir kecil itu.


"Oke sungai. Aliran sungainya tidak besar kan?" tanya Bryan yang tidak ingin terjadi sesuatu saat mereka sedang makan.


"tidak jorok kan?" lanjut Bryan menanyakan hal hal yang sangat krusial kepada Andri.

__ADS_1


"Tidak tuan muda. Aliran sungainya kecil. Tuan muda akan merasakan sensasi yang berbeda saat makan di sungai dengan makan di restoran" jawab Andri lagi


"apalagi di kota tidak ada kan tempat makan yang menyediakan tempat seperti ini. Makanya tuan muda lebih baik tuan muda mencoba sensasi yang baru seperti ini" lanjut Andri yang memberikan pompaan semangat kepada Bryan untuk mencoba versi baru dari tempat makan, yaitu makan di aliran sungai.


"Baiklah" Bryan setuju dengan usulan dari Andri. Apalagi Felix juga sudah setuju untuk mencoba makan di aliran sungai.


"Pesanan bagaimana tuan muda?" tanya Andri lagi


"Kami serahkan sama kamu saja. Kamu yang pilih." jawab Bryan yang sudah mulai gerah berada di dalam mobil.


"Apa masih ada lagi Andri? Saya sudah mau turun" ujar Bryan yang sudah tidak betah di dalam mobil lagi.


"Maaf tuan muda. Sudah, tuan muda silahkan turun" ujar Andri sambil garuk garuk kepalanya yang tidak dalam keadaan gatal. Andri lupa meminta Bryan dan Felix turun karena saking semangatnya menjelaskan tentang rumah makan yang mereka kunjungi sekarang ini.


Bryan membuka sendiri pintu mobilnya. Dia tidak menunggu Andri membukakan pintu mobil untuk dirinya. Sedangkan Felix yang melihat apa yang dilakukan oleh Bryan hanya tersenyum saja. Bryan kalau sudah lapar dan suasana panas, maka dia akan sangat mudah kesal dengan orang lain.


Andri yang sudah berjalan lebih dahulu ke warung bebek betutu itu sudah memesan semua makanan yang paling disukai di warung itu. Dia kemudian kembali menyusul Bryan dan Felix untuk mengarahkan mereka berdua menuju tempat duduk yang ada di sungai.


"Jepit saya di mobil, Andri" jawab Bryan dengan polosnya.


"Bukan dengan sendal jepit punya Anda tuan muda. Tapi di sini disediakan sendal untuk pengunjung ke sungai dan juga ke saung yang ada di tengah sawah itu" Andri menjelaskan kepada Bryan dan Felix.


Pihak rumah makan sengaja memberikan fasilitas sandal untuk setiap pengunjung, karena tidak mungkin pengunjung membasahi sendal maupun sepatu mereka saat mereka memilih untuk makan di sungai.


"Lah terus, ceker ayam maksudnya?" tanya Felix yang masih gagal paham dengan apa yang dikatakan oleh Andri kepada mereka berdua.


Bryan yang mendengar pertanyaan dari Felix hanya bisa menahan tawanya. Sudah jelas dikatakan kalau pihak rumah makan menyediakan sandal, tetapi Felix mengatakan kalau mereka akan ceker ayam. Felix benar benar tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh Andri barusan.


"Tuan muda dan tuan Felix ikuti saya saja. Nanti pasti tuan Felix akan mengerti dengan apa yang saya katakan sebentar ini" jawab Andri yang tidak akan menjelaskan dengan kata kata lagi, melainkan langsung dengan perbuatan dan tindakan. Andri sudah capek menjelaskan kepada dua orang tuan muda yang keren keren itu. tetapi sayangnya mereka masih tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh dirinya.


Andri kemudian berjalan menuju sebuah pondok yang berada persis di samping warung. Bryan dan Felix hanya bisa mengikuti apa yang dilakuka oleh Andri, mereka sama sekali tidak mengerti karena baru sekali ini mengunjungi warung tersebut.

__ADS_1


"Oh pakai sandal itu, keren juga. Saya tidak pernah memakainya. Ini satu kejutan. Wow" ujar Bryan saat mengetahui kemana mereka berdua di bawa oleh Andri. Bryan pun semangat saat melihat sandal apa yang akan mereka pakai.


"Tuan muda silahkan katakan ke orang itu berapa nomor sendal yang biasa tuan muda dan tuan Felix pakai" kata Andri menjelaskan cara menukar sepatu dan sendal di tempat itu.


"Emang ada ukuran kami?" tanya Felix yang tau kalau ukuran kakinya besar untuk kaki orang negara indomesia. Makanya Felix ragu kalau ukuran kaki mereka ada di tempat itu.


"Adalah tuan, di sini bule bule juga banyak yang datang. Jadi ukuran sendal di sini mulai dari yang kecil sampai yang besar ada" jawab Andri lagi sambil menahan tawanya atas pertanyaan dari Felix sebentar ini.


"Tuan Felix jangan meremehkan tempat ini" kata Andri lagi sambil tersenyum smirk ke arah Felix yang beranggapan kalau tidak ada ukuran kakinya di tempat itu.


Bryan dan Felix serta Andri kemudian membuka sepatu kerja mereka. Setelah itu Andri akan menukar tiga pasang sepatu dengan tiga pasang sendal.


"Bli ini sepatu tolong di taruh tempat khusus yang dua ini ya. Masalah e beli ne mahal bli. Aku ndak bisa ganti kalau rusak" ujar Andri berbicara dengan pelayan yang ada di dalam ruangan itu.


"sedangkan kalau yang ini terserah bli aja mau dimana di harusnya. Harganya murah" lanjut Andri menjelaskan kepada Bli penunggu tempat menukar sepatu dengan sandal.


Bryan dan Felix yang mendengar apa yang dikatakan oleh Andri kepada pelayan yang ada di dalam ruangan tukar sepatu dengan sandal hanya bisa geleng geleng kepala saja. Andri terlihat sangat luwes dan akrab dengan siapa saja.


Andri kemudian kembali dengan membawa dua pasang sandal di tangannya. Sedangkan dia sendiri sudah memakai sandal dari kayu yang bunyinya lumayan kalau jalan di ubin atau marmer.


Bryan memakai sandalnya. Dia kemudian mengeluarkan ponsel miliknya. Bryan iseng mengambil gambar kakinya yang sedang memakai sandal tengkelek itu dan mengirimkan kepada Julian, istri cantiknha. Tetapi karena Julian sedang sibuk menemani Vian bekerja, membuat Julian tidak mendengar bunyi pesan masuk di ponselnya tersebut.


"Tuan muda, tuan Felix, mari ikuti saya" kata Andri kembali.


Mereka berdua kemudian mengikuti Andri yang berjalan di depan mereka sebagai penunjuk arah menuju sungai tempat mereka akan makan siang bersama.


Andri turun ke sungai yang dari atas memang sudah terlihat sangat indah. Bryan dan Felix bisa melihat beberapa meja sudah ada orang orang yang sedang menikmati makan siang mereka. Andri berjalan menuju arah meja yang akan mereka tempati. Meja yang akan di tempati Bryan, Felix dan Andri terletak di bagian ke atas, sehingga tidak ada orang yang akan mengamati mereka bertiga saat makan.


"Kamu pintar sekali memelih tempat Andri" ujar Bryan memuji tempat yang agak jauh dari meja yang sudah ada orangnya.


"Saya paham kalau Tuan Muda dan tuan Felix tidak suka makan di dekat keramaian. Makanya saya memilih meja yang ini" jawab Andri lagi.

__ADS_1


Mereka bertiga kemudian duduk di kursi yang sudah di siapkan. Mereka hanya tinggal menunggu makanan yang mereka pesan datang. Rumah makan yang dituju oleh Andri merupakan rumah makan yang menyiapkan hidangan dalam keadaan panas, makanya sedikit menunggu untuk mereka yang tidak memesan melalui telpo atau pesan chat. Andri tadi lupa untuk memesan karena dia baru tau kalau dia boleh memilih rumah makan yang mana saat sudah di atas mobil


__ADS_2