
Bryan menggandeng tangan Julian untuk menuju toko buku yang dikatakan oleh Julian kepada dirinya. Kevin dan Felix yang melihat bagaimana sikap seorang Bryan, membuat perbedaan diantara mereka berdua. Felix tersenyum karena sudah tau bagaimana sifat dan sikap Julian. Sedangkan Kevin menggeleng lemah karena melihat perubahan sikap dari Bryan yang tidak pernah dibayangkan oleh dirinya bisa berubah secepat itu.
Julian yang tangannya di genggam oleh Bryan hanya bisa tersenyum bahagia saja. 'Tuhan kalau ini memang hanya sebuah mimpi, tolong jangan bangunkan aku Tuhan. Biarkan saja aku dalam tidur lelapku' kata Julian dalam hati dan pikirannya sendiri.
Bryan yang melihat Julian tersenyum dari sudut matanya membuat dia menjadi sangat bangga. Istri yang bersedia bekerja keras untuk kebutuhan rumah tangga mereka, bisa tersenyum bahagia hanya dengan di genggam tangannya saja.
'Di gandeng gini aja dia udah bahagia banget. Apalagi kalau di ajak jalan jalan dan belanja' kata Bryan.
'Tapi dia memang berbeda dengan perempuan perempuan yang selama ini gue kenal, gue rasa, dia akan bersikap biasa saja saat di bawa jalan jalan dan belanja' lanjut Bryan dalam hati dan pikirannya.
Mereka berdua menjadi pusat perhatian orang orang yang duduk di bangku taman. Bryan mengira kalau Julian akan risih dengan tatapan orang orang itu, ternyata apa yang di cemaskan oleh Bryan sama sekali tidak terjadi. Julian berjalan dengan gaya santainya. Dia sama sekali terlihat tidak terpengaruh dengan tatapan yang diberikan oleh orang orang yang ada di taman saat mereka berdua lewat.
'Wow ini orang bener bener buat gue kaget. Dia sangat santai dengan apa yang dilakukan orang orang terhadap dirinya' ujar Bryan yang semakin heran dengan apa yang dilakukan oleh Julian.
Akhirnya setelah berjalan lebih kurang lima belas menit, mereka berdua sampai juga di depan toko buku yang tadi dikatakan oleh Julian.
"Kita kemana dulu?" ujar Bryan yang sebenarnya lebih memilih untuk ke rak rak buku bisnis dan managemen.
"Bisnis Management aja. Aku ada beberapa tugas yang referensi bukunya ada di toko ini" ujar Julian.
"Semoga saja bukunya bisa di foto, kalau tidak mampuslah gue" ujar Julian berkata dengan sangat pelan.
Bryan bisa mendengar apa yang dikatakan oleh Julian sebentar ini. Perkataan yang membuat Bryan merasa sedikit bersalah, karena ada dirinya membuat tanggungan hidup Julian bertambah. Seharusnya uang sisa beli bahan makanan bisa digunakan oleh Julian untuk membeli buku, sedangkan saat ini, sama sekali tidak bisa.
"Oke mari kita ke sana" ujar Bryan yang setuju dengan apa yang diinginkan oleh Julian.
Mereka berdua sampai juga di tempat buku buku bisnis dan manajemen. Julian mengambil buku catatan kecilnya dari dalam tas. Julian membaca judul buku yang akan dicarinya.
"Ada berapa buku?" ujar Bryan saat melihat Julian mengeluarkan catatan kecil dari dalam tas kecilnya itu.
"Lumayan ada lima buku. Semoga ada di toko ini" ujar Julian.
__ADS_1
"Bisa lihat?" tanya Bryan.
Julia menatap ke arah Bryan. "Mana tau aku bisa bantu carikan bukunya. Aku ini bisa membaca" kata Bryan yang tidak ingin Julian curiga kepada dirinya.
"Haha haha haha. Siapa yang mengatakan kau tidak bisa baca." Jawab Julian setelah dirinya tertawa dengan sangat senangnya saat mendengar apa yang dikatakan oleh Bryan tadi.
"Terus kenapa wajah kamu tadi terlihat kaget?" ujar Bryan.
"Ya kaget aja. Kamu mau bantu carikan buku" jawab Julian.
"Kalau masalah carikan buku masalah gampang. Kasih tau aku judulnya, maka aku akan bisa mencarikan dimana letaknya" kata Bryan.
"Oke. Kamu cari dua buku, aku tiga buku" kata Julian.
Julian memberikan dua judul buku kepada Bryan. Bryan membaca dua judul buku yang diminta oleh Julian.
'Ini semua ada di mansion' ujar Bryan saat melihat dua judul buku yang sedang dipegangnya itu.
Julian kemudian mencari tiga judul buku yang menjadi tugasnya itu. Julian benar benar berharap kalau ketiga buku yang dicarinya sudah terbuka dari pembungkus nya, kalau tidak bisa dipastikan dia tidak akan bisa mengerjakan tugas kuliahnya itu.
'Kalian berdua harus bisa membawa buku ini sekarang juga. Gue nggak mau tau' bunyi pesan chat yang dikirimkan oleh Bryan kepada Kevin dan Felix.
Kedua sahabat sekaligus rekan kerja Bryan hanya bisa geleng geleng kepala. Mereka berdua harus pergi ke toko buku yang lain untuk membeli buku tersebut.
"Ke rumah gue Vin. Gue punya dua buku ini" kata Felix saat membaca dua judul buku yang diberikan oleh Bryan kepada mereka.
"Tentu loe punya. Loe sejurusan dengan Tuan muda." kata Kevin.
"Tapi kenapa tiba tiba tuan muda minta buku ini ya?" lanjut Kevin.
"Nona muda kuliah di jurusan management dan sekarang hampir tamat" ujar Felix memberitahukan kepada Kevin.
__ADS_1
Kevin memasang wajah kaget saat mendengar apa yang dikatakan oleh Felix kepada dirinya.
"Loe jangan boong keterlaluan Felix" kata Kevin mengatakan ketidakpercayaan dirinya atas apa yang dikatakan oleh Felix sebentar ini.
"Loe kenal gue kan. Pernah gue boong?" tanya Felix kepada Kevin.
Kevin menggeleng, selama dirinya mengenal Felix, Felix sama sekali tidak pernah berbohong kepada Kevin.
"Jadi beneran nona muda kuliah bisnis?" tanya Kevin sekali lagi kepada Felix.
Kevin ingin memastikan kalau apa yang dikatakan oleh Felix adalah sebuah kebenaran.
"Gila loe yak. Nona muda itu S2 di jurusan bisnis manajemen, tapi gue nggak tau konsentrasi nya kemana. Jadi tolong jangan tanya lagi" kata Felix
"Magister? Waduh nona muda, jangan buat saya jadi kagum kepada Anda" kata. Kevin saat mendengar apa yang dikatakan oleh Felix kepada dirinya.
"Makanya loe jangan sama dengan Nyonya besar untuk memberi nilai ke seseorang berdasarkan apa yang kami lihat" kata Felix mencemooh Kevin.
"Gimana lagi. Loe kan tau gue gimana." kata Kevin
"Makanya berubah. Baja hitam aja bisa berubah. Masak Kevin Bramantya tidak bisa berubah" kata Felix membawa nama keluarga Kevin.
"Udah sana loe turun. Ambil buku yang dibutuhkan Nona muda" kata Kevin saat mereka berdua sudah sampai di depan rumah Felix.
Felix turun, dia berjalan masuk ke dalam rumahnya. Felix mengambil dua judul buku yang diminta oleh Bryan tadi. Felix juga menambahkan tiga buah buku yang dirasa perlu oleh Nona mudanya itu.
"oke jalan" kata Felix.
Kevin mengemudikan mobil menuju tempat Bryan dan Julian berada.
"Gimana cara menyerahkannya?" ujar Kevin yang tidak ahli dalam bidang seperti itu.
__ADS_1
"Tenang serahkan ke gue. Gue yang akan mengeksekusinya" kata Felix.
Kevin dan Felix kemudian turun dari dalam mobil. Mereka berdua berjalan masuk ke dalam toko buku. Bryan dan Julian sedang sibuk mencari buku buku yang diperlukan oleh Julian.